
"Cie... pengantin baru, kemana aja beberapa hari ini?" tanya Chika kala melihat Tania memasuki kafe
"hmm.. aku sibuk Chi"
"Iya,, iya,, yang sibuk dengan pekerjaan baru ngurus suami" goda Chika menoel lengan sang sahabat
Tania di buat terkekeh dengan kelakuan sahabatnya
"Maaf ya Chi, selama beberapa hari ini aku gak masuk" ucap Tania
Chika terkekeh dengan pernyataan sang sahabat "Lah.. gak apa dong Tan, kan kamu udah izin kemarin dan bilang ke aku untuk cuti dulu. Lagian ya ini kan kafe kamu, kamu bos nya disini kenapa merasa bersalah pula" ujar Chika
"Tapi.. kamu pasti kerepotan dong Chi"
"Gak juga, kan masih ada tu beberapa karyawan yang lain" ujar Chika menunjukkan beberapa karyawan yang lalu lalang
"Iya sih. Oeh iya, aku mau kasih tau juga ni Chi, Minggu depan aku izin lagi ya?" pinta Tania
"Mau honeymoon ya?" tebak Chika
"Kok tau sih?" tanya Tania bingung dan heran
"Ya tau lah, kamu kan tau sendiri kalau pacar aku asisten suami kamu" saut Chika
Tania menepuk jidatnya "Iya ya, kok aku bisa lupa"
"Hahaha.. gegara bahagia lupa semua" ujar Chika terkekeh
Tania hanya menanggapi dengan senyuman.
"Oh iya ada sesuatu yang mau aki kasih tau sama kamu" ujar Chika
"Apa?"
"Eh.. bukan sesuatu tapi ada dua hal"
"Iya apa?"
"Pertama, Wulan pacarnya Rendi mau ngelamar kerja di sini, kemarin dia tanya aku jawab tunggu dulu aku tanya sama kamu. Jadi gimana?? bisa dia kerja di sini?"
"Emangnya di izinin ya sama Rendi? bukannya mereka mau nikah?"
"Wulan belum selesai lagi studinya. Dia mau kerja di sini hanya untuk beberapa bulan saja. Dia sekarang lagi libur semester"
"Owh.. gitu, boleh deh. Biar ada yang temenin kamu kalau aku gak masuk kerja" ucap Tania
"Beneran? boleh ni Tan?"
"Boleh dong Chi"
"Ye.. asik.. makasih banyak Tan, nanti aku kabari dia"
Tania mengangguk kepalanya. Tania memainkan alisnya pada Chika
"Apa Tan?" tanya Chika heran
"Lalu?"
"Lalu apa?" tanya Chika kembali
__ADS_1
Tania menghela nafasnya, "Hadehhh... Chi katanya tadi ada dua hal, satu perihal Wulan. Satunya lagi tentang apa?"
Chika menepuk jidatnya dan tersenyum cengir, "Hehehe.. aku lupa.."
"Satu lagi itu tentang Mr Sweet"
"Mr Sweet?? siapa itu?"
"Kamu gak tau Mr Sweet itu siapa?" tanya Chika
"Ya enggak lah, emang dia siapa? temen kamu?"
"Ya bukan lah, dia itu salah satu pengunjung kafe kamu loh"
"Owh.. pengunjung, lah terus kenapa dengan nya? apa dia mengganggu kamu?"
Chika menghela nafasnya. "Bukan Tan, dia itu kemarin datang ke sini lagi loh. Selama kamu libur selama itu juga dia datang ke sini"
"Lah.. emang nya kenapa? bagus dong biar dia menjadi langganan kafe kita"
"Bukan itu masalahnya, yang jadi tujuan dia ke sini tu untuk menemui kamu"
"Aku?? untuk apa?"
"Hmmm... seperti nya dia menyukai kamu Tan"
"Apa? kok bisa"
"Ya aku gak tau, kata di Nita ni dia tiap hari ke sini hanya bertanya, "Apa Tania tidak masuk kerja hari ini?" hanya itu yang selalu keluar dari mulutnya"
Tania terdiam, "Apa jangan jangan dia mengenal kamu gak?
"Mungkin dia kenal pas kamu di kota A kemarin tu gak" ujar Chika
"emmm.. mungkin benar, Nanti kalau dia ke sini aku hampiri deh"
"Hmm.. "
"Oh iya Tan, kamu jadi ke kantor siang ini gak?"
"Jadi dong.. Ayo kit pergi, bentar lagi mau jam makan siang ini"
"Oke ayok"
Tania dan Chika pamit pada karyawan yang lain. mereka akan ke kantor untuk mengantarkan bekal untuk suami bagi Tania dan untuk kekasih bagi Wildan
Sebenarnya Chika gak enak mau pergi karena dia hanya pacar Wildan takut mengganggu kerja dan kekasih tapi karena tadi Tania mengatakan bahwa dia sudah izin sama Dion untuk membawa Chika ke kantor maka mengajak Chika. Hitung hitung untuk membuat kejutan untuk kekasih Chika biar tambah semangat.
Sang sopir membuka pintu mobil dan terlihat Tania dan Chika turun.
"Makasih pak, kalau bapak mau makan atau apa silakan saja nanti saya hubungi jika mau pulang" ucap Tania
"Iya non" balas sang sopir
Tania dan Chika segera masuk dan mereka menuju lift, Tania dan Chika tidak menggunakan lift khusus namun dia menggunakan lift karyawan biasa
Sebagian dari mereka sudah mengenal siapa Tania, mereka tunduk hormat pada sang nona bos.
Meskipun ada juga yang tidak menyukai akan status istri yang di pegang oleh Tania. Namun, Tania tidak memusingkan hal itu. Toh, ibu mertuanya saja dia sering mendapatkan tidak suka jadi jika hanya karyawan yang sesekali bertemu tidak akan membuat Tania gencar dan gelisah akan hal tersebut.
__ADS_1
"Kok bisa ya tuan muda milih gadis udik seperti itu" bisik karyawan yang tidak suka
Chika mengepalkan tangannya tidak suka, ia dia membalas namun pergerakannya di tahan oleh Tania.
"Gak usah di ladenin, anggap saja seperti angin yang lewat" ucap Tania bergelayut pada lengan sahabatnya
"Tapi mereka sudah keterlaluan Tan, kamu laporkan saja pada Dion dengan kelakuan mereka yang kurang ajar seperti itu" ucap Chika
"Gak usah di perpanjang Chika, nanti mereka makin membenciku karena aku terlalu baper dengan ucapan mereka. Lagian ya gak juga aku lapor sama Dion, nanti mereka di pecat kemudian bagaimana dengan nasib keluarga mereka yang mereka tanggung" ucap Tania
"Hmm.. sebenarnya itu bukan urusanmu, salah mereka yang mencari gara gara maka tanggung sendiri lah akibatnya. Namun, karena kamu wanita baik aku akan menganggap mereka tidak pernah mengatakan hal buruk itu" balas Chika
"Gitu dong sahabat aku"
Mereka kembali melangkah hingga sampai pada ruangan kerja Dion. Di luar ruangan sudah terlihat sekretaris Dion yang menunggu.
Sedang Wildan sejak tadi tidak berhenti di permainkan oleh Dion. Padahal kerjanya sudah bagus namun ada ada saja alasan Dion mengerjainya.
Wildan yang terkesan kaku dan penurut membuat Dion sangat senang mengerjainya.
"Wil.. karena kamu sudah mengerjakan semua tugas nya, aku akan mendatangkan kekasihmu di kantor ini dan menemani kamu makan siang"
Wildan membulat matanya dan terkekeh dengan canda sang bos. "Bos.. jangan becanda deh, gak lucu loh" ujar Wildan
"Aku tidak bercanda Wil, kamu lihat saja sebentar lagi dia akan datang"
Wildan menggeleng geleng kepalanya. "Ada ada saja" gumam Wildan
"Cih.. kau tidak percaya sekali denganku" cibir Dion
tak terdengar suara pintu di ketuk
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ujar Dion
Pintu di buka oleh sekretaris Dion dan terlihat lah Tania dan Chika yang datang membawa bekal.
Wildan seketika berdiri dan kemudian memunculkan wajah bahagia
"Cih.. kau sih tadi gak percaya dengan apa yang aku katakan" ledek Dion yang berdiri dari tempat duduknya
"Kirain Bos hanya bercanda"
Dion berjalan menghampiri istri nya dan membawanya untuk duduk di atas sofa
Wildan segera pamit dan membawa Chika ke ruangan kerjanya.
...*************...
...Author update 😊...
...Semoga suka💕...
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Yoo 💕😘...
__ADS_1