My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Malam Pernikahan


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa jam menghabiskan waktu untuk pesta, tibalah waktu untuk istirahat. Terlihat Tania sangat lelah akibat terlalu lama berdiri menyambut tamu yang memberikan selamat atas pernikahan mereka.


Para Tamu sudah mulai kosong sejak setengah jam lalu, tapi Malik Squad masih di sana sekalian makan bersama dengan keluarga Zain.


Sehingga membuat Dion dan Tania memiliki waktu yang lebih sedikit lama untuk istirahat. Sebenarnya Dion sudah mengajak Tania untuk ke kamar mereka yang telah di sediakan.


Namun, Tania menolak dengan alasan ia ingin bercengkrama lebih lama dengan menantu keluarga Malik dan cucu-cucunya.


Terlebih lagi tiga serangkai, Daisya, Twins Z, dan El yang heboh bercerita mengenai kehidupan mereka setelah Tania pergi, menceritakan bagaimana kehidupan di sekolah dan lainnya.


Karena mereka menceritakan dengan sangat antusias sekali membuat Tania tidak tega untuk sekedar memotong atau hanya menyudahinya.


Tania tau jika cucu-cucu Malik itu sangat menyayangi Tania seperti mereka menyayangi ibu mereka dan Rina.


...****************...


Di Kamar Pengantin


Tania lebih dulu masuk ke kamar pengantin, sedangkan Dion masih di luar mengantarkan para Malik Squad untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing.


“Aku lelah sekali” ucap Tania menekan tengkuknya yang pegal.


“Sebaiknya aku berendam agar pegalku hilang”


Tania langsung memasuki kamar mandi dan berendam di dalam Bathup yang disediakan.


“Uhh…. Lega nya” ujar Tania di dalam bathup tersebut.


Ceklek…


Bunyi pintu di buka, terlihat Dion menyemburkan wajah nya. Ia segera menelisik seluruh kamar mencari sang istri.


Seketika Dion memasukkan seluruh tubuhnya, ia berjalan sedikit cepat mencari keberadaan sang istri.


“Sayang…” panggil Dion


“Sayang… kamu di mana?” panggil Dion kembali


Tak ada sautan yang di dengar Dion. Dion akhirnya menelisik ke kamar mandi.


“apa mungkin Tania sedang mandi?” gumam Dion.


Tanpa menunggu lama akhirnya Dion segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Ia mendekatkan daun telinganya ke pintu kamar mandi untuk mendengar apa benar ada istrinya di sana.


“Sayang….” Panggil dion lagi


Tak ada sautan yang terdengar dari kamar mandi tersebut, dengan cepat Dion membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci itu.


Dion masuk tanpa aba-aba membuat Tania terlonjak kaget.


“Ahkhhhh!!!!”

__ADS_1


Deg!!!


Deg!!!


Deg!!!


Dion meneguk salivanya dengan susah ketika melihat kemolekkan tubuh istrinya yang masih berbalut pakaian dalam.


Tania sedikitnya berdiri akibat terkejut mendengar Dion membuka pintu hingga tanpa ia sadari kalau ia berdiri di bathup tersebut.


“Sa-yang…..”ucap Dion pelan


Tania yang akhirnya menyadari tatapan bergairah sang suami seketika ia kembali duduk di dalam bathup tersebut dan menyilangkan kedua tangannya pada dadanya.


“Dee… bisa kamu keluar dulu”cicit Tania malu.


Dion tidak bergeming sedikitpun, ia masih terpaku di tempat tadi.


“Dee… kamu mendengarkan aku?” tanya Tania kembali


“Khemmm” Dion mendehem agar kembali fokus.


“Kita mandi sama sama saja ya yang” ucapan vul*gar Dion kembali terdengar.


“Dee… sebaiknya kita mandi sendiri dulu.. setelah aku selesai baru kamu yang mandi” ujar Tania


“Biar menghemat waktu sayang,, kan kamu tau aku tidak sabar lagi” balas Dion yang ingin segera melepaskan pakaian yang di kenakan nya.


“Sepertinya aku harus sedikit liar agar malam panas tidak di lakukan di kamar mandi ini” batin Tania.


Glek!!!


Glek!!!


Dion kembali menelan salivanya dengan berat ketika melihat Istrinya yang hanya menggunakan pakaian erotis mendekat padanya.


“Dia sangat seksi” batin dion.


Tanpa di sadari Dion kalau Tania sudah mendekat, ia bergerak memeluk leher Dion dan melabuhkan kecupan pada bibir seksi Dion.


Karena sedikit terbawa suasana membuat Dion tidak menyadari akan gerakan Tania yang berusaha untuk mendorong dirinya agar keluar dari jamar madi tersebut.


Dion terlalu terbuat akan kecupan yang di berikan Tania, padahal hanya kecupan bukan Ciu*man yang memabukkan, namun hal itu dapat meluluh lantakan tubuh Dion seketika.


“Aku dulu ya dee yang mandi” ujar Tania ketika sudah berhasil mendorong Dion keluar.


Tania segera menutup pintu kamar mandi dan tidak lupa untuk menguncinya.


Bunyi pintu kamar mandi di tutup, di situlah dion tersadar apa yang dilakukan istrinya itu. Ia sadar bahwa istrinya telah mengunci pintu kamar mandi.


“Ahh… sial!!” rutuk Dion pada dirinya sendiri yang telah terbuai.


“Bisa-bisanya aku menjadi tidak waras hanya karena kecupan sekilas, bagaiamana jika itu ciu*man panas yang memabukkan aku rasa aku menjadi gila” ujar Dion malu sembari memegang bibir nya sendiri.

__ADS_1


“bibirku sudah tidak perjaka lagi, Tania mendapatkannya” ujar Dion yang entah mengapa senang sekali dengan kecupan yang diberikan oleh sang istri pada bibir perjaka miliknya.


Dion seperti gadis perawan saja.


Di kamar mandi


“Aduhhh.. aku sudah seperti wanita penggoda” rutuk Tania sembari menampar pelan wajahnya.


“aku malu sekali.. “ tambahnya memegang kedua pipinya yang memerah.


“bagaimana aku keluar nanti untuk menghadapinya ya, ahhh… aku rasanya ingin menghilang aja”


tambahnya kembali masuk kedalam bathup kamar mandinya dan segera menyelesaikan acara mandi yang tadi sedikit tertunda karena suaminya.


...****************...


Di ranjang


Dion sedang melakukan panggilan video dengan satu-satunya adik kandung laki-lakinya yaitu Diego Adam Zain.


Seorang calon dokter yang masih menempuh pendidikan dokter di kota X yang terkenal dengan pendidikan kedokteran yang sangat ahli.


Diego atau kerap dipanggil Igo oleh keluarganya merupakan putra kedua dari keluarga Zain.


Igo ini lah yang pernah memasuki kelas dengan dokter Zidan Pratama Malik.


...*untuk cerita Diego Author lagi buat, jadi tunggu saja ya*...


“bagaimana bang?? Perlu aku kirim video tutorial?’ tanya Igo dengan tawanya.


“ternyata kau bukan hanya ingin melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis anak tapi juga ingin menjadi spesialis membuat anak ya” balas Dion


“hahahaha… abang tidak tau saja, kita memang harus mnejadi orang yang ahli dalam bidang pembuatan anak”


Dion geleng-gelang kepalanya mendengar ucapan mesyum sang adik yang terus menggodanya.


“bagaiamana bang?? Apa kakak ipa sangat seksi? Aku hanya tau kalau kakak ipar snagat cantik. Pantesan aja abang gak bisa move on dari kakak ipar selama bertahun-tahun berpisah dengannya”


“kamu akan tau sendiri apa yang ku rasakan ini, kau juga kan begitu dengan mega kekasihmu itu. Kamu tidak bisa lepas darinya. Ngomong-ngomong kapan kau akan menikahinya go?"


“hemmm.. kalau perihal itu, aku akan menikahninya dalam waktu dekat mungkin”


“kenapa jawabanmu tidak yakin begitu?


“hmmm.. dia masih ingin melanjutkan pendidikannya bang. Dan aku tidak akan melarangnya, lagian kami masih baru memulainya juga”


“ya sudah, abang akan mendoakan yang terbaik untukmu. Sehat selalu di sana ya, ketika wisudamu kami akan datang di sana”


“iya bang, jangan lupa bawa kakak ipar. Dan sampaikan permintaan maafku pada kakak ipar karena tidak dapat berhadir di pernikahan kalian”


Dion menganggukkan kepalanya. Ia menyudahi panggilan videonya.


Tak lama terdengat pintu kamar mandi di buka dan terlihat Tania keluar dengan balutan baju kimononya dan handuk di kepala karena rambutnya basah.

__ADS_1


“Woah…. So seksi" batin Dion yang menjerit-jerit karena adek kecilnya sudah sangat sesak di bawah sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2