My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Ternyata


__ADS_3

Setelah permintaan Tania yang ingin memutuskan hubungan mereka. Dion tidak langsung mengiyakan.


Setelah dua hari berlalu Dion kembali menemui Tania yang sedang berada di kafe tempat ia bekerja. Tania cuti dua hari setelah melihat luka ayahnya sudah baikkan meskipun masih perlu di rawat tapi sudah membaik.


"Tan.. aku ingin bicara kembali denganmu" ujar Dion.


Tania melihat sekeliling, ia tidak ingin membuat keributan akhirnya memilih untuk mengajak Tania duduk di taman.


Sebelum sampai taman Tania menelpon seseorang.


"Bicaralah" ujar Tania masih enggan melihat wajah Dion.


Dion menghela nafasnya, merasakan hatinya sakit melihat Tania membuang muka tak ingin menatap dirinya.


"Tan.. aku ingin bicara padamu. Kamu harus melihat lawan bicara mu" tekan Dion.


Tania dengan berat hati mengalihkan pandangannya ke arah Dion.


Tania menatap Dio dengan tatapan biasa saja, padahal di dalam hatinya ia sangat takut jika Dion mengetahui kebenaran alasannya.


Tania memang sangat mencintai dirinya tapi Tania sangat takut jika hubungan Dion dengan mamanya memburuk akibat dirinya.


Tania tidak ingin menghancurkan hubungan ibu dan anak itu. Dan bukan hanya karena itu saja yang ia takutkan. Ia lebih takut jika mama Dion semakin berani menyentuh keluarga hangat miliknya.


Hanya mereka yang Tania punya. Kebahagiaan mereka juga kebahagiaan Tania tentu nya.


"Tan... aku ingin bertanya pada mu dengan serius, apa kamu benar benar ingin kita mengakhiri hubungan ini?" tanya Dion pelan.


Dion mencoba mengontrol emosi nya agar tidak meledak di depan Tania.


"Iya aku serius, aku tidak pernah main main dengan ucapan ku Dion" balas Tania dengan Datar.


Dion sangat kecewa, Tania tidak memanggil dirinya dengan sebutan "Di" lagi melainkan dengan namanya "Dion".


"Apa alasan kamu memutuskan secara sepihak begitu?"


"Aku tidak memutuskan secara sepihak, aku sudah memikirkan banyak konsekuensi dari hubungan ini jika terus dilanjutkan. Aku sudah memikirkan dengan matang Dion. Selain sebab yang aku beritahu kepadamu kemarin, kamu pasti tidak lupa kan"


"Tapi kenapa hanya alasan seperti itu Tan? apa tidak ada penyelesaian nya?"


Tania menggeleng sebagai jawaban.


"Kamu ini sebenarnya kenapa Tania? ada masalah apa? kamu bisa bicara dengan ku" ujar Dion mulai meninggi, ia tersulut emosi sebab Tania menjawab pertanyaan dari dirinya dengan nada acuh.


"Kamu kenapa marah sama aku?" Tania membalas dengan meninggi.


"Aku tidak bisa menerima alasan mu itu, aku tetap tidak bisa. Kita tidak akan putus"


"Tidak bisa Dion, aku... aku.."


"Aku apa?"

__ADS_1


"Aku sudah mencintai orang lain, kami telah menjalani hubungan dibelakang kamu selama satu tahun ini" ujar Tania dengan cepat.


Duar!!!


Ucapan Tania membuat Dion terkejut bukan main. Ia benar-benar mendengarkan sebuah kabar buruk yang tidak ia dengarkan.


"Kamu bercanda kan? kamu sengaja mengatakan kebohongan itu agar aku segera memutuskan hubungan kita" ujar Dion dengan mata yang berkaca kaca.


"Tidak.. aku mengatakan yang sebenarnya. Maka dari itu aku ingin mengakhiri semuanya. Aku sudah membuat kamu terluka. Maafkan aku"


"Tidak!!! aku tidak mendengar ucapan mu, aku tidak mau dengar. Ini semua adalah bohong"


"Aku tidak berbohong Dion, jika kamu tidak percaya tanyalah pada dia. Sebentar lagi ia akan datang kesini menjelaskan kepadamu"


Dion semakin tersentak. Ia tidak menyangka Tania akan sekejam itu padanya.


Tak lama terdengar lah suara seseorang mendekati mereka. Dion merasakan sesak dada yang luar biasa kala melihat wajah lelaki itu.


Dion mengenali lelaki itu, bukan hanya sebatas mengenal melainkan sangat mengenalinya.


Pria itu sebaya dengan Tania dan juga Dion. Dia adalah Rendi, teman Dion semasa SMA dan juga Tania.


*Flashback


"Kamu harus membantu ku" ucap Tania memohon pada Rendi.


"Tapi ini terlalu buruk Tan, kamu tau Dion tidak akan menerima semua ini" balas Rendi.


"Tapi Tania, kamu bisa membicarakan tentang hal ini pada Dion terlebih dahulu. Kamu jangan langsung membuat keputusan seperti ini"


"Aku tidak punya jalan lain Ren, ini satu satunya cara. Aku tidak ingin orang orang yang aku cintai satu satu terluka karena diriku" sendu Tania.


"Memangnya siapa yang akan mencelakai dirimu?" tanya Rendi mengerutkan keningnya.


"Mama Dion" lirih Tania.


"Apa!! Tante Ami?" tanya Rendi memastikan.


Tania menganggukkan kepalanya. Tania mulai menceritakan semua yang terjadi selama beberapa bulan ini dari ancaman mama Ami hingga kejadian ayahnya yang terbaring lemah di rumah sakit.


Rendi terperangah tak percaya. Selama ini yang ia tau kalau mama Dion sangat baik dan berhati lembut.


Ia tidak percaya bahwa mama Dion sekejam itu pada Tania.


"Kamu harus membantu ku Ren, aku mohon padamu" ujar Tania penuh harap.


Rendi menghela nafasnya lalu mengangguk kepalanya menandakan ia setuju untuk menjadi selingkuhan pura pura Tania.


"Baiklah.. aku akan setuju menjadi pacarmu. Aku harap kamu tidak menyesali semua ini nanti Tania"


"Baik.. terimakasih banyak Rendi. Aku sangat berterima kasih pada mu"

__ADS_1


Rendi tersenyum sebagai sebuah jawaban.


*Flashback end


"Rendi.." ucap Dion tak percaya.


"Iya aku, akulah pacar Tania. Kamu pasti sudah mendengar semua nya dari Tania kan" balas Rendi dengan nada yang biasa saja.


Dion mengepalkan tangannya. Dion terbawa emosi, Ia melayangkan bogem mentah ke arah Rendi.


Rendi yang tidak siap dengan serangan dadakan itu tersungkur begitu saja.


Tania sangat terkejut melihat kejadian itu, ia segera berlari ke arah Rendi.


"Apa yang kamu lakukan Dion?" tanya Tania dengan emosinya. Tania membantu Rendi berdiri.


"Seharusnya aku yang bertanya mengapa kamu mengkhianati cinta kita dengan pria sialan ini" ucap Dion meninggi namun terdengar pilu.


"Kamu harus menerima semua kenyataannya Dion. Cinta bisa berubah kapan saja, cinta tidak tau kapan dia akan datang dan pergi. Cinta ku padamu sudah pergi dan di ganti dengan cintaku untuk Rendi" balas Tania dengan meninggi.


"Tidak!! aku tidak mempercayai nya, kamu berbohong padaku" balas Dion meraung.


"Terserah padamu, aku sudah mengatakan semuanya tapi kamu saja masih menyangkalnya" balas Tania.


"Sudahlah Dion, Tania sekarang mencintai aku, cintanya untukmu sudah tidak ada lagi. Kamu harus menerima semua ini" saut Rendi semakin membuat Dion mengeraskan rahangnya.


Dion geram dengan ucapan Rendi, Dion hendak melayangkan bogem mentah kembali. Namun terhenti saat Tania memegang tangan nya.


"Kamu lelaki dewasa Dion, jangan kekanakan begini" ujar Tania. Dion menatap ke arah Tania dengan matanya yang sudah digenangi air mata.


"Sudah Rendi, mari kita pergi saja dari sini" ajak Tania menarik tangan Rendi.


Dion mematung tak percaya. Ia tak percaya kalau alasan sebenarnya Tania memutuskan hubungan cinta mereka ternyata karena Tania mencintai pria lain.


Dion bersimpuh lemah di rumput taman itu. Ia tidak pernah berpikir bahwa cinta nya berakhir dengan air mata. Tidak pernah terbesit di pikiran nya, Tania akan sekejam itu padanya dengan menjalin hubungan cinta dengan teman mereka semasa SMA.


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊...


...Ikuti terus ceritanya ya ❤️...


...Jangan lupa mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😉...


jangan lupa untuk


Like


Komentar


and Vote 😉 beserta kupon kupon hadiahnya agar author semangat untuk up 🤭🌹

__ADS_1


__ADS_2