My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Pagi Pertama


__ADS_3

Drettt……..


Drettt……..


Drettt……..


Terdengar bunyi telpon yang membuat Dion membuka matanya.


Mencoba menjangkau telpon tersebut.


“Siapa yang menelpon jam segini?” gerutu Dion sepelan mungkin.


Tak ingin membangunkan sang istri yang sudah tertidur di dalam pelukannya.


“Halo??”


“Yon… besok jam berapa kita sarapan?” pertanyaan konyol yang membuat dion kembali fokus pada nama yang tertera di telpon tersebut.


Lain tak bukan ternyata nama Dimas di sana.


Ia sengaja mengganggu Dion, namun ternyata urusan ranjang Dion sudah selesai setengah jam yang lalu. Dimas menelpon Dion jam 3 pagi.


“kau ini mengganggu istirahat ku saja” balasnya ketus


“kau sudah istirahat?”


Bukannya masih bermain?” tanya Dimas kecewa karena tidak berhasil mengganggu permainan dion.


“Cih.. Dasar kurang kerjaan saja” Dion segera mematikan telponnya dan kembali membaringkan tubuhnya serta memeluk tubuh istrinya.


Sementara di kamar Dimas


“kamu menelpon siapa malam-malam begini?” tanya Rina yang terjaga mendengar ucapan Dimas.


“Tidak sayang,, bukan siapa-siapa” balas Dimas kembali memeluk sang istri dan menidurinya kembali.


“untung sayangku ini tidur lagi, jika tidak maka aku akan kerepotan. Ahh.. sial.. tau begini tidak usah ikut permainan angga tadi.


Ia kalah dalam permainan Angga, maka sebagai hukumannya ia harus menelpon Dion di jam tadi dan mengirimkan foto buktinya ke angga.


Jika tidak maka angga akan membeberkan aibnya pada rina istrinya.


“Uhhh…” terdengar suara Tania melenguh pelan. Ia membuka matanya dengan sangat pelan.


Tania merasakan kenyamanan dalam tidurnya. Ia merasakan sesuatu yang hangat sedang di peluknya.


Tania mendongakkan kepalanya, pemandangan yang sangat bagus untuk menyambut paginya, yaitu melihat ketampanan wajah suaminya.


Meskipun rambut suaminya acak-acakkan itu tidak akan mengurangi kadar ketampanannya, malah terkesan sangat seksi.


“kamu sangat tampan dee.. pantesan saja di zaman kita sekolah ramai yang menyukaimu. Namun, mereka bisa apa jika hanya aku yang dapat memelukmu begini” guman Tania pelan sembari memainkan tangannya di wajah sang suami.


Membelai wajahnya dengan lembut dimulai dengan alis yang tebal, bulu mata yang sedikit lentik, hidungnya yang mancung hingga di bibir tebal dan seksi milik suaminya.


Namun

__ADS_1


“Aku tau aku sangat tampan” ujar Dion yang tiba-tiba membuka matanya.


Ia sudah terbangun setengah jam yang lalu, namun ia memilih untuk tidur kembali melihat apa yang akan di lakukan oleh istri kecilnya itu.


Seperti yang diharapkan Dion, istri kecilnya membelai wajahnya dengan mengagumkan ketampanan wajahnya.


Tania yang kaget reflek duduk. “kamu sudah bangun, kamu mengerjaiku” ucap Tania.


Tanpa di sadari ketika ia duduk tadi selimutnya melorot ke bawah hingga menampilkan dua aset kembar miliknya yang terpampang sangat nyata.


Gleg…


“Jangan menggodaku pagi-pagi sayang” ucap Dion membuat Tania mengernyitkan keningnya.


Maksudnya apa coba menggodanya pagi hari. “ aku tidak menggoda mu Dee” balasnya belum sadar.


Dion memainkan matanya menuju aset yang terpampang nyata itu. Tania mengikuti arah yang di tujukan Dion.


“Ahkkkk…!!!” seketika membuat Tania berteriak dan menutup kembali tubuhnya dengan selimut.


Dion tertawa melihat kelakukan istrinya itu. “Ayolah sayang,, satu ronde lagi”


“Tidak.. punyaku masih sakit”


“tidak akan sakit lagi jika kita sering melakukannya”


Tania melihat ada gairah besar di sana.


Tak ingin menjadi berdosa akhirnya dengan rela Tania mengizinkan Dion kembali bermain bersamanya di ranjang tersebut.


Kegiatan itu menjadi hal yang membuat Dion sangat-sangat candu.


“Berapa ronde yon tadi malam?” tanya angga


“Sepertinya mereka sambung tadi pagi makanya hampir melewati sarapan pagi” timpal Ryan


“Seperti yang terlihat” jawab Dion sekenanya.


Namun senyum dibibir nya menandakan ia sudah mendapatkan keinginannya.


“iya,, iya.. tadi aku juga sempat melihat Tania berjalan dengan sedikit pelan, sepertinya di gempur habis habisan oleh Dion” saut Dimas membuat semuanya tersenyum.


“enakkan yon kalau menikah” goda Angga membuat Zidan geleng-geleng kepala.


Dion memainkan alisnya sebagai jawaban. “Cih.. raja mesum sudah kembali” cecar Rendi yang sedari tadi sedikit cemburu dengan Dion yang sudah menikah.


“Biarin.. mesyum sama istriku tidak masalah” bela Dion


“Yap.. betul sekali. Makanya Ren,, cepetan nikah biar kamu juga merasakan apa yang kami rasakan ini” ujar Angga.


“Iya.. iya.. akan secepatnya kok” jawab Rendi.


Dimas dan Ryan mengacungkan kedua jari jempol mereka ke Rendi.


“Kamu juga Wil, nikahi terus pacarmu itu. Sepertinya karaktek pacarmu itu hampir sama dengan istriku” ucap angga.

__ADS_1


“Sepertinya Tuan” Jawab Wildan tersenyum


“Tapi tidak apa, biasanya wanita seperti itu sangat romantis dan membuat kita berbunga-bunga kok wil” saut angga kembali.


Wildan tidak tau mau bagaimana ia hanya mengangguk setuju dengan perkataan Angga


Meninggalkan kursi pria yang sedang membahas tingkat kemesyuman mereka terlihat ada meja wanita yang sedang membahas bagaimana menghancurkan kebahagiaan Dion dan istrinya.


Meja itu hanya ada mama Ami dan Adelia.


Sedangkan Tania dan menantu Malik masih di kamar mereka.


Setelah sarapan mereka naik kembali ke kamar.


“Aku sangat marah tante melihat kebahagiaan di mata wanita kampungan itu. Rasanya aku menjambak rambutnya” geram Adelia.


“Jangankan kamu, tante aja rasanya kalau bisa memang ingin membunuh wanita sia*lan itu”


“Kalau begini apa tidak sulit untuk memisahkan mereka?” tanya adelia


“kamu tenang saja sayang, tante sudah menyusunnya dengan sangat rapi. Kamu tinggal ikuti saja permainan tante. Kita akan membiarkan Tania menikmati kebahagiaan yang dialaminya sebelum kita meluncurkan derita api untuknya. Jadi biarlah ia bahagia sebentar lagi sayang, setelahnya kita akan menghancurkannya” ucap mama Ami tersenyum jahat.


“tante memang sangat bisa diandalkan. Tante hebat membuat wanita itu terpedaya akan kebahagiaan yang sesaat itu” balas Adelia


“tentu saja sayang”


Waktu menjelang siang akhirnya Malik Squad memutuskan untuk kembali ke kota A dan beraktivitas seperti biasanya.


Malik Squad berpamitan pada keluarga Zain dan pasangan pengantin baru itu.


“Jaga diri kalian baik baik ya, nanti kapan kapan kalian ke sana” ujar Dita


“Iya mbak” balas Tania


“aku merindukanmu lagi Tan” ujar Rina sedih


“gak boleh nangis dong mbak, kasian dedek bayinya nanti” balas Tania mengelus perut Rina yang membuncit.


“Kami pamit ya Tan, semoga cepat sapat keturunan” ujar Vina


“iya mbak, aamiin” balasnya


“Kami pulang ya, jumpa lagi. Dan satu lagi, kamu harus berhati-hati dengan wanita sebelah mertuamu itu. Aku melihat dia memiliki niat yang jahat terhadapmu. Kamu harus hati-hati” ingat Tika


Tania menganggukkan kepalanya. “Bukan hanya wanita samping mertuaku yang harus aku waspadai, mertuaku pun aku harus mewaspadainya mbak” batin Tania.


Mereka akhirnya saling memeluk tanda perpisahan. Tania dan Dion mengantarkan mereka hingga ke bandara.


Setelah mereka memasuki menuju pesawat barulah pasangan pengantin baru itu berlalu untuk pergi kembali ke hotel untuk mengemasi barang dan pulang ke mansion keluarga Zain terlebih dahulu.


...****************...


Haiiii....... Author datang lagi


Semoga suka💕💕

__ADS_1


Happy Reading semuanya 💕 selamat malam Rabu✌️🤣


__ADS_2