
"Nyonya...!" ucap Wildan terkejut kala melihat mama Ami berjalan kearahnya yang di pastikan mama Ami akan menemui Dion.
"Bagaimana ini?? jika nyonya masuk dan melihat bos dengan Tania apa yang akan terjadi?" guman Wildan gelisah.
"Aku harus bagaimana? jika aku melarangnya nyonya masuk, maka aku sendiri yang akan tamat" lanjutnya.
"Nyonya.." sapa Wildan sopan dan menunduk
"Dimana Dion Wil?" tanya mama Ami dengan gaya khasnya yang tampak elegan.
"A-da di ruangan Nyonya" jawab Wildan sedikit terbata bata
"Tamat sudah riwayat ku, aku pasti mendapatkan amukan si bos" batin Wildan.
"Baiklah.. buka kan pintu aku akan masuk"
"Baik nyonya"
🌹🌹Di dalam ruangan Dion🌹🌹
"Berapa lama anda akan terus di posisi ini? aku sudah pegal?" tanya Tania
"Jangan banyak bicara, sebentar lagi" jawab Dion dengan santai nya
"Tapi aku mau kerumah sakit, aku akan menjemput adikku " ucap Tania
"Adikmu sudah boleh pulang?" tanya Dion?
"Benar,, sebentar lagi aku akan menjemput nya?"
"Ya sudah nanti aku akan mengantarkan kamu ke rumahnya sakit"
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" tolak Tania.
"Aku tidak terima bantahan, mau tidak mau aku akan tetap mengantarkan mu. Aku juga ingin bertemu kedua orang tua mu dan adikmu" balas Dion membuat Tania menghela nafas berat.
Percuma melawannya, dia ini keras kepala.
Suara pintu yang terbuka membuat Dion dan Tania menoleh.
__ADS_1
Dion menoleh ke arah pintu tapi masih tetap dengan posisi yang sama seperti sebelumnya, ia masih betah dengan memeluk pinggang seksi Tania dan menyandarkan kepalanya di bahu Tania.
Mama Ami membulat matanya dengan sempurna melihat adegan romantis serta menjijikkan itu.
Adegan romantis jika mereka adalah pasangan yang di sukai oleh nyonya Ami. adegan menjijikkan karena wanita yang di peluk oleh Dion adalah wanita ular yang sangat tidak disukai dan tidak diinginkan serta diharapkan oleh mama Ami untuk menjadi kekasih apalagi menjadi menantu nya alias istri Dion.
Tania yang di peluk oleh Dion juga tidak kalah terkejutnya dan segera bangkit dari duduknya.
"Nyonya..." lirih Tania
"Kamu..." ucap Mama Ami dengan geram nya dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Tania.
Hilang sudah ciri khas nyonya besar Zain Groups ini yang biasanya bersikap elegan dan anggun menjadi tidak terkendali jika ia sudah membenci dan sangat sangat marah.
"Dasar kamu tidak tau diri!! ja*lang kurang ajar, berani beraninya kamu kembali kepada anakku. apa karena kamu tidak memiliki uang lagi dan dicampakkan oleh selingkuhan mu itu" pekik mama Ami menarik dengan keras rambut Tania tanpa mempedulikan rasa sakit yang di rasakan oleh Tania.
"Hiks...hiks.. Nyonya maafkan aku, ini tidak seperti yang anda lihat" jawab Tania di sela tangisnya yang terasa sangat sakit akibat jambakan dari mama Ami
Dion tersentak kaget dan segera melepaskan cengkraman tangan mama Ami di rambut Tania.
Wildan yang berada tidak jauh akhirnya mendekat dan ikut membantu memisahkan keduanya, ia memegang tubuh mama Ami.
Dion segera membawa Tania berada di belakangnya.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Dion mengelus elus rambut Tania.
"Aku tidak apa apa" lirih Tania menahan rasa sakit di rambutnya
"Mama apa apaan sih?" sentak Dion membuat mama Ami terkejut
"Kamu yang apa apaan Dion? kamu melindungi perempuan ular yang tidak tau diri itu? apa kurangnya Adelia dari wanita ular itu?" saut mama Ami tidak kalah tinggi
"Aku sudah mengatakan kepada mama bahwa aku masih mencintai Tania dan aku akan menikahinya" balas Dion
"Dion.. jangan melawan mama. Mama sudah mengatakan kepada mu kalau mama tidak akan pernah suka dengan wanita ular itu" balas mama Ami
"Aku tidak peduli, aku mencintainya mama. Mama mohon mengalah lah untuk diriku. Biarkan aku bahagia" ucap Dion yang lebih bisa di artikan sebagai sebuah permohonan dengan suara Dion tidak lagi meninggi seperti tadi.
"Tidak akan Dion, aku tidak akan merestuinya"
__ADS_1
Selesai mengucapkan kalimat itu, mama Ami keluar dengan berapi-api dari ruangan Dion.
Wildan juga mengikutinya dan menutup kembali pintu ruangan tersebut
"Dion.. apa maksud mu mengatakan bahwa kamu akan menikahi diriku Dion?" tanya Tania yang sedari tadi hanya diam mendengarkan ucapan Dion dan mama nya.
Dion menoleh ke arah Tania yang berada di belakang tubuh nya. Ia menyentuh dengan lembut kedua pipi Tania
"Aku mengatakan yang sebenarnya Tan, aku masih mencintai mu dan aku akan menikahi dirimu meski tanpa restu ibuku" Ucap Dion lembut dan menatap manik mata Tania begitu dalam
"Aku tau selama ini aku tidak mengatakan apapun saat kita berdua. Aku bahkan mengabaikan mu. Maafkan aku Tan, aku selama ini hanya mencoba untuk melupakan dirimu. Namun, bagaimana pun caranya aku tetap tidak bisa. Aku tetap saja memikirkan mu. Aku sengaja membuat kesepakatan kontrak pura pura menjadi kekasihku agar aku selalu berdekatan dan berhubungan kembali dengan mu. Aku tau cara aku salah karena mengancam mu untuk tetap berada di sisiku. Sungguh Tan.. aku masih sangat mencintaimu"ujar Dion dengan sungguh-sungguh dan berkaca-kaca.
Tania memandang Dion dengan mata yang berkaca-kaca. Tania bisa melihat jika Dion bersungguh sungguh dengan ucapannya.
"Tapi.. aku pernah menyakitimu di masa lalu Dee" balas Tania dengan isakan pelannya
"aku tau Tan aku tidak akan melupakannya tapi aku akan menganggap itu sebagai bentuk ujian cinta kita" jawaban Dion yang membuat Tania semakin terisak
"Aku mohon Tan, kembali lah denganku" pinta Dion menggenggam tangan Tania.
"Tapi mamamu tidak menyukai ku, beliau sangat sangat membenciku. kamu lihat lah tadi seakan ia akan membunuhku Dee" lirih Tania.
"Tidak.. mamaku tidak akan seperti itu Tan, mamaku hanya sedang marah padamu, mamaku masih sakit hati karena kesalahan di masa lalu. Aku yakin mama akan menerima mu, beri mama ku waktu sebentar saja Tan" pinta Dion
Tania terdiam. "Ya Tuhan .. apa yang harus aku lakukan? aku masih sangat mencintainya tapi aku sangat sangat takut jika mama Ami kembali berulah dan menyakiti keluarga ku" batin Tania khawatir
"Beri aku waktu, aku perlu waktu untuk berpikir Dee" Tania memilih jawaban itu akhirnya.
"Baiklah.. aku juga tidak ingin memaksamu, tapi aku mohon pertimbangan kan aku kembali. Sungguh, aku sangat mencintaimu Tan" ucap Dion dan melabuhkan ciuman di kening Tania serta memeluk tubuh mungil Tania.
"Aku juga mencintaimu Dee" balas Tania namun hanya dalam hatinya.
Tania terdiam di dalam pelukan Dion, dia tidak membalas dan menolak pelukan Dion.
"Apa yang harus aku lakukan? bolehkah aku memiliki nya sekali lagi?" batin Tania
...Happy Reading semuanya ❤️❤️...
...Author Hadir Kembali membawa lanjutan cerita Dion, jangan lupa untuk meletakkan kembali hadiah kecilnya dari para reader untuk cerita author ini💕...
__ADS_1