
8 Tahun Kemudian
Seorang CEO menatap ke depan melihat bangunan yang agak rendah dari pada bangunan nya. CEO itu adalah Dion
Ia kembali mengingat luka lama itu setelah selama satu tahun ini ia sedikit berinteraksi dengan Tania.
Dion memutuskan kembali ke kota D dan melanjutkan untuk mengurusi perusahaan ayahnya di kota D.
Sebenarnya Dion memang seharusnya mengurus perusahaan ayahnya. Tapi karena di kota ini ia memiliki luka, ia memutuskan untuk bekerja di keluarga Malik sebagai asisten Ryan.
Dion kembali karena ia merasa sudah cukup untuk bekerja dengan orang lain. Sekarang ia akan mengurusi perusahaan ayahnya. Dan juga alasan yang lainnya agar ia tidak bertemu kembali dengan mantan tercinta.
Empat tahun lebih ia bekerja sebagai asisten Ryan, selama tiga tahun ia merasa damai tanpa melihat kembali wajah sang mantan kekasih.
Tapi takdir berkata lain, selama kurang lebih 1 tahun ini dia kembali bertemu dengan Tania. Meskipun di sana tidak ada percakapan yang terjadi, tapi tetap saja luka lama itu kembali muncul ke permukaan hati Dion.
"Kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi!" geram Dion.
"Aku sangat sangat tidak ingin melihat nya, aku benar benar membencinya. Tapi ketika aku melihat dia merawat cucu cucu keluarga Malik itu membuat hati ku serasa menghangat. Tapi tetap saja, dia itu pengkhianat, perempuan paling aku benci. Ingat Dion!! dia orang yang telah membunuh cintamu dan menghancurkan hidupmu" amukan Dion pada dirinya sendiri.
Dion benar benar frustasi, sekarang ini ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan wajah Tania dari dalam kepalanya.
Wajah manis itu seketika berkelana di kepalanya. Dion menepis dengan menyakinkan dirinya sendiri bahwa Tania bukanlah wanita yang baik untuk nya. Tapi tetap saja ia tidak bisa.
****
"Tan.. kamu sudah yakin dengan keputusan mu?" tanya Rina.
"iya mbak, aku sudah memikirkannya dengan baik. Aku rasa sudah cukup pelarian ku, aku ingin kembali ke kota kelahiran ku mbak" lirih Tania.
"Em.. aku hanya bisa mendukung keputusan mu, aku sangat sedih kamu tidak tinggal di sini lagi dan bekerja di toko ini lagi" ujar Rina dengan raut wajah sedih.
"Ih.. mbak.. calon pengantin tidak boleh sedih begitu, ntar pak Dimas nya marah lagi" balas Tania gemas menggoda Rina.
"Ih.. kamu ini bisa saja"
"Kamu yakin dengan kembali ke kotamu tidak akan berjumpa dengan nya lagi?" tanya Rina kembali. Ia khawatir Tania akan di sakiti oleh laki laki itu.
"Iya mbak, aku yakin. Dia sudah bekerja di kota ini"
"Hah!!! siapa dia? apa aku mengenalnya?" pekik Rina.
"Sangat mbak" ujar
__ADS_1
"Hah!! siapa Tan? biar aku hajar saja muka nya itu" geram Rina.
"Jangan mbak, ntar malah nambah masalahnya. Aku dengan nya tidak memiliki hubungan apa pun" pungkas Tania.
"Hehe.. iya Tan, aku hanya bercanda"
"Ya sudah mbak.. aku pamit ya"
"Iya Tan. Dita dan yang lainnya sampai salam terhadap mu. Mereka minta maaf tidak bisa mengantarkan dirimu ke bandara"
"Iya mbak,, aku paham dengan kondisi mereka. Nanti kita bertemu kembali di hari pernikahan mbak sama pak Dimas ya"
"Iya Tan. Kamu harus datang apapun alasan penolakan dari kamu aku tidak terima" tekan Rina.
"Iya mbak,, aku pasti datang"
Mereka berpelukan dengan penuh air mata haru. Rina melambaikan tangan ke arah Tania dan Tania membalasnya.
Dalam perjalanan pulang, ingatan tentang Dion memenuhi otaknya.
"Aku harap kita tidak bertemu kembali. Semakin aku melihatmu semakin aku merasa bersalah padamu. Maafkan aku Dion, semoga kamu sudah memaafkan aku" ujar Tania sendu.
***
"Selamat datang dan bekerja kembali di perusahaan papa sayang, semoga kamu senang nya disini" ujar mama Ami membuyar lamunan Dion.
"Dasar anak nakal kamu ya, sejak kemarin kamu kembali tapi kamu tidak melihat keadaan ibumu yang sudah tua ini" omel mama Ami merajuk.
"Maafkan aku ma, Aku terlalu lelah kemarin" balas Dion lesu.
"Sayang.. apa kamu sangat lelah ya, maafkan mama. Mama hanya bercanda dengan mu" sanggah mama Ami melihat ada kesedihan di mata Dion.
"Sayang.. kamu kenapa?? apa bekerja di sana membuatmu sangat kelelahan?" tanya mama Ami khawatir.
"Tidak ma"
"Terus kenapa sekarang kamu tidak bersemangat?"
"Aku berjumpa kembali dengan Dia ma"
Mama Ami membulat mata nya karena terkejut. "Dia" beo mama Ami pelan. Dion mengangguk.
Mama Ami paham siapa "Dia" yang di maksud dengan Dion. Ya.. itu merujuk pada Tania.
__ADS_1
"Kenapa wanita ular itu muncul kembali, takut nanti Dion kembali bersama dengan wanita ular itu" gerutu mama Ami dalam hati.
Ia sangat geram dengan pertemuan Tania dan Dion. Sudah bertahun mereka tidak bertemu, tapi sekarang bertemu kembali.
Ada hal lain yang di khawatir kan mama Ami, yaitu ia takut perjodohan lama yang telah di rencanakan akan gagal lagi.
Dulu di berhentikan karena Dion ingin bekerja di kota A sekarang ia kembali, maka perjodohan dengan anak rekan bisnisnya akan di lanjutkan kembali.
"Aku harus segera menikah Dion dengan Adelia. Aku harus bergerak cepat agar nanti si wanita ular itu tidak mengganggu Dion lagi" pikir mama Ami.
"Dimana kamu bertemu dengan wanita itu?"
"Di kota A ma, ia ternyata juga bekerja di salah satu menantu keluarga Malik"
Mama Ami bernafas lega, setidaknya Tania tidak sedang berada di kota ini.
"Syukur lah wanita itu berada di kota lain. Tapi aku tidak bisa menunda perjodohan ini. Aku harus bisa meyakinkan Dion" tekad mama Ami.
"Apa kalian sempat bicara?"
"Tidak.. aku tidak bicara apa pun dengannya, dia pun begitu. Kami hanya terdiam satu sama lain. Aku tidak bisa bicara dengan wanita yang telah membuat luka di hatiku ma. Sampai sekarang luka itu masih belum sembuh" lirih Dion.
Mama Ami mendekati Dion dan memeluk sang anak. Selama ini Dion tidak pernah tau kalau sebenarnya yang menjadi alasan Tania meminta putus dari nya adalah karena mama nya sendiri.
"Baguslah.. apa untungnya untuk bertegur sapa dengan wanita yang telah menyakiti dirimu. Mama harap kamu menjauhi dirinya, mama tidak ingin kamu terluka kembali. Mama sangat tidak sanggup mengingat kembali kejadian saat kamu sangat tidak bisa menerima alasan dia meninggalkan kamu nak"
"Mama harap kamu camkan itu baik baik Dion. Dia bukanlah wanita yang baik. Dia rela meninggalkan kamu yang tulus mencintainya dan memilih kekasih dari perselingkuhan nya itu" Isak mama Ami.
"Iya ma.. Dion akan mengingatkan semua rasa sakit itu. Dion tidak akan tinggal diam ma" ujar Dion.
Namun, jauh dari lubuk hati Dion mengatakan bahwa Tania tidak salah. Tania berbohong padanya. Tapi karena rasa sakit yang ia rasakan, ia menepis semua perkataan hati terdalamnya.
"Iya nak"
...****************...
...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊...
...Jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😀...
Jangan lupa untuk
Like
__ADS_1
Komentar
and Vote beserta kupon kupon hadiahnya 😉🤭