My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 10


__ADS_3

" Pak Dimas kok bisa ada di depan rumah? " Tanya Eve pada Dimas serelah Dimas melajukan mobilnya


" Bukannya tadi kamu mau ke kantor ya, maaf soal kantor saya sudah pulang siang ini jadi saya jemput kamu saja di depan rumah " Jelas Dimas pada Eve


" Jadi Pak Dimas sudah pulang dari kantor " Terang Eve


" Iya sudah pulang karena pekerjaan saya sudah selesai mungkin sisanya diurus sama asisten saya, karena siang ini saya harus mengantar Mami dan Papi ke bandara " Jelas Dimas


" Lhoh kok kata Mamah sabtu depan mau makan keluarga lagi " Terang Eve


" Ohh ya, saya belum tahu, mungkin sabtu depan Mami sama Papi udah pulang juga " Jawab Dimas


" Saya tadi belum tanya, kamu ke kantor saya mau ngapain? " Tanya Dimas


" Rencananya mau anter makan siang di suruh Mamah, tapi Pak Dimas udah ada di depan rumah " Jelas Eve menunjukkan bekal kotak makan siang yang biasa bawa tadi


" Ohh ya, kalo gitu kita ke rumah saya saja di sana ada Reta sama Mami Papi "


" Tapi... "


" Tidak papa Elva habis makan siang kamu mau ikut anter Mami sama Papi? " Tanya Dimas


" Terserah Bapak saja kan yang nganter Bapak " Ucapnya


" Bisa di rubah tidak panggilan kamu, masak berdua kamu manggilnya bapak ke saya "


" Di ganti, emang Pak Dimas mau di panggil apa? " Tanya Eve pada Dimas


" Sesuka hati kamu yang penting jangan panggil bapak atau om ya " Jelas Dimas


" Hmmm Mas Dimas " Ujar Eve malu


" Panggilan yang bagus saya suka " Balas Dimas tersenyum pada Eve dengan panggilan baru Eve padanya.


Setelah itu mereka diam kembali, tak lama mereka sampai di rumah Dimas, keduanya masuk ke dalam rumah, dan di sambut oleh orang tua Dimas dan juga Reta.


Ternyata Orang tua Dimas sudah siapp dan akan berangkat ke bandara sekarang

__ADS_1


" Lhoh Mi kalian mau berangkat sekarang? Katanya nanti serelah makan siang " Tanya Dimas pada Mami serta Papinya


" Iya Ga kita berangkat sekarang lebih cepat selesainya, toh sabtu depan rencana mau omongin hubungan kalian berdua " Jelas Papi Bagas


" Waahh jadi bentar lagi Reta punya kakak lagi dong, kaka ipar, bisa jadi temen Reta nanti ya kan Pi , Mi " Ujar Reta kegirangan


" Iya sayang " Balas Mami Mira


" Ya sudah, kalo gitu Angga anterin ya Mi " Tawar Dimas


" Tidak usah, kamu temani saja Adikmu sama calon kamu di sini kami berangkat sama sopir saja " Terang Papi dan Mami nya, akhirnya Dimas tidak jadi mengantar kedua krang tuanya .


Seperginya orang tuan Dimas, mereka pun berjalan ke arah dapur dan meja makan, Dimas yang membersihkan diri dikamar mandi dapur, sedangkan Reta dan Eve menyiapkan makan siang nya dengan bekal yang di bawa Eve semakin masakan yang sudah dimasak oleh kedua orang tua Dimas tadi sebelum mereka berangkat.


" Ayo makan tadi sih Kak Eve bawain makan buat kakak kamu ehh gak tahunya malah di ajak ke rumah ya ini ati makan sama-sama " Ajak Eve pada Reta ia sudah menyiapkan makan siangnya dan Dimas pun juga sudah duduk di kursi meja makan


" Wahh enak kelihatannya kak, beruntung banget tuh kak Angga bisa deket sama kak Eve "


" Ishh anak kecil sok tahu " Balas Das pada Reta adiknya


" Hebat, kak Angga balas ucapan aku, kak Eve hebat banget bisa cairin es batu milik kak Angga "


Tak lama mereka selesai makan siang dan membersihkan sisa piring kotor dan mintanya kembali, Reta pun pamit istirahat karena ia kekenyangan akhirnya ia mengantuk, sedangkan Eve dan Dimas mereka ada di ruang tengah mereka diam sebab bingung ingin membicarakan apa.


Dulu Dinas memang tidak banyak bicara dan ketika ia bersama kekasihnya yang dulu hanya kekasihnya yang banyak bicara sedangkan ia hanya menanggapi sekedarnya saja, sedangkan sekarang mereka sama sama tidak mengerti, sebab Eve yang jarang berteman dengan laki-laki dan Dimas yang tidak banyak bicara.


Hari semakin siang dan akan menuju sore mereka masih diam hanya bermain pi selnya sandiri-sendiri, karena baterai ponsel Eve dan juga Dimas akan habis sebentar lagi mereka pun menghentikannya dan berpandangan satu sama lain, akhirnya Dimas membuka suaranya.


" Apakah kakimu baik-baik saja maaf merepotkanmu, seharusnya kamu istirahat di rumah " Ujar Dimas


" Tidak masalah, kakiku baik jika harus berdiam diri takutnya tidak bisa karena kalo di buat diam akan semakin sakit " Jelas Eve


" Bukakha jika di gerakkan tidak akan mudah sembuh "


" Ya hati-hati lah, jika sakit kita ya buat istirahat dan duduk, tapi kalo kelamaan diam kan juga sakit "


" Hmmm apa kau memiliki teman laki-laki? " Tanya Dimas tiba-tiba pada Eve

__ADS_1


" Kurasa punya di sekolah tapi tidak begitu dekat, aku hanya punya banyak tan perempuan dari laki-laki " Jawab Eve


" Lalu Pak ehh maksudnya Mas Dimas punya banyak teman perempuan juga ? " Lanjut Eve bertanya pada Dimas


" Dulu ia, juga dulu banyak yang menyukai ku tapi karena aku tidak terlalu dekat dengan mereka akhirnya aku menolak semuanya " Jelas Dimas


" Ohhh, gitu jadi Mas Dimas banyak yang suka ya, pantesan di sekolah Mas Dimas juga banyak yang suka gak murid lain atau guru lain pasti menyukai Mas Dimas "


" Iyakah, saya tidak begitu peduli dengan hal itu "


" Baguslah " Gumam Eve yang masih di dengar oleh Dimas, ia tersenyum ketika mendengar gumaman Eve


Tidak lama mereka sampai di rumah Eve, setelah mengantarkannya Eve pulang Dimas juga segera pulang ke rumah karena adiknya di rumah sendirian.


" Assalamu'alaikum Mamah " Teriak Eve begitubua masuk ke dalam rumah setelah Dimas pergi


" Waalaikumsalam, jangan teriak-teriak napa sih Eve " Balas Mamah Sofi pada Eve


" Heheh maaf atuh Mah " Cengir Eve ia berjalan pelan menuju ke sofa ruang tengah


Tiga hari semenjak Eve tidak masuk sekolah, rumor atau gosip yang beredar di sekolah mengenai hubungan Eve dan juga Dimas semakin menjadi dan banyak yang tidak menyukai nya tapi juga banyak yang mendukungnya, lantaran karena Dimas memang tampan dan Eve yang cantik juga dengan sifat Eve bisa mencairkan gunung es milik Dimas yang tidak banyak bicara dan terkesan cuek menjadi perhatian dan hangat, yang semula Dimas tidak pernah tersenyum kini cukup sering tersenyum saat mendapati perkataan para murid yang bertanya.


Dan mulai menjadi sedikit ramah dengan mereka, hari ke empat saat Eve masuk ke sekolah ia di tatap oleh beberapa siswi yang tidak menyukai kedekatan nya dengan Dimas, Eve cukup sering di bully dengan para penggemar Dimas. Seperti sekarang saat ia bersama dengan Ailen dan Fika di kantin selalu saja ada bisik bisik yang tak enak di dengar itupun cukup keras dan bisa. membuat siapaun termasuk Eve yang mendengarnya merasakan sakit hati.


" Ehh lihat tuh ada orang yang ganjen deket deket sama guru baru, padahal mah dia gak pantas, iya kan " Ucap siswi A


" Pakek pelet kali " Balas siswa B


" Mau maunya Pak Dimas sama tuh anak, cantik aja enggak apasih istimewa nya dia " Ujar siswi C


" Eve yang mendengar itu pun memang sangat kesal dan sakit hati karena tidak sekali dua kali ia mendengar nya, juga tatapan yang di layangkan beberapa murid atau siswa siswi lain padanya mengibaratkan tatapan tidak suka dan sebagainya, Ailen dan Fika sudah ingin menyeburkan kata kata balasan untuk mereka karena merasa geram dan kesal tetapi di cegah oleh Eve.


" Tuhh orang sirik banget " Ujar Fika kesal


" Nah iya menyang mentang situ cantik aja udah songong banget " Lanjut Ailen


" Udahlah kalian gak usah bales mereka, toh mereka gak tahu yang sebenarnya, " Tenang Eve ia tidak mau jika nanti kedua temannya membalas perkataan mereka malah belibet urusannya.

__ADS_1


" Tapi Eve mereka tuh buat kesel tahu sakit hati dengernya " Ujar Ailen serta Fika hampir bersamaan


" Iya tahu, tapi klo kalian balas malah semakin menjadi, toh kita gak bisa nutup mulut mereka satu satu kan, lebih baik tutup telinga kita aja, " Jelas Eve, sebenarnya ia sakit hati di katain seperti itu dan merasa kesal juga, tetapi Eve juga tahu ia tidak bisa menutup mulut semua orang dan meminta mereka tidak mengolok atau membuly nya, karena setiap pandangan orang akan berbeda beda jadi lebih baik ia menutup telinganya saja, dan mengabaikan perkataan orang orang walau ia sakit hati sekali pun.


__ADS_2