My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 49


__ADS_3

Setelah tiba di kamar Dimas dan Eve menata pakaian di almari merka, tak terasa waktu sudah siang saja, selesaienata barang barang nya, keduanya pun turun kebawah untuk maka siang, lalu kemudia setelah makan siang dan menunaikan kewajiban mereka, Dimas tidur di kamarnya sementara Eve masih ingin melihat lihat, ohh ya di rumah itu juga ada ruang olah raganya tempatnya ada di kamar Dimas juga Eve atau kamar keduanya, di balik pintu kayu di samping lemari pakaian atau walk in closed milik Dimas karena Dimas ingin nya di sana dan tukang yang mengatur nya dan hasilnya pun bagus juga memuaskan.


Setelah setengah jam Eve mengelilingi rumah nya itu ia beralih ke dapur untuk memasak makan siang mereka, Eve berencana untuk memasak omlet telur, cah kangkung dan juga oseng jamur dengan telur dan tahu di tambah dengan wortel dan juga sawi putih .


" Wahh kayaknya enak nih nasi putih udah tinggal nunggu matang, terus omlet telur juga sudah nah sekarang tinggal buat oseng jamur nya sama minumannya aja udah siap deh makan siang nya " Gumam Eve senang untung saja tadi sebelum sampai rumah mereka sempat mampir untuk membeli bahan makanan terlebih dahulu.


Lalu sesudah selesai menyiapkan makan siang Eve pergi mencari Dimas karena ia belum tahu kamar nya Eve pun mencari di seluruh kamar bawah dan atas, akhirnya ia menemukan kamar mereka yaitu di lantai atas nimer satu, di sana kamar mereka di desain dengan bagus karena hampir sama persis seperti kamar mereka yang ada di rumah Mami Mira dan Papi Bagas hanya warna dinding nya yang berbeda jika dj rumah Mami Mira berwarna putih abu abu di sini dengan warna biru laut dan biru langit yang di padukan, Eve belum tahu jika Dimas mendesain nya agar saat malam ia bisa menyalakan lampu LED yang menampakkan bintang bintang di langit kamar mereka agar Eve bisa menikmati pemandangan angkasa saat malam tiba dengan lampu tidur tersebut .


" Wahh kamarnya bgaus juga, warna dinding nya sejuk sekali perpaduan dari laut dan langit nih kayaknya ahh udahlah bangunin Mas Dimas dulu ini juga udah siang " Monolog Eve sambil tersenyum lalu menghampiri Dimas yang tidur di kasur dengan nyaman untuk membangunkannya


" Mas Dimas bagun Mas udah siang ayo sholat lalu makan, Maaass " Panggil Eve sembari menepuk lengan Dimas perlahan tetapi sepertinya Dimas belum ingin bangun hanya terlihat gerakan yang merubah posisinya menjadi miring menghadapai kearah Eve yang berada duduk di samping ranjang tersebut.


" Mas Dimas sayang bangun dong Maass " Ulang Eve memanggil Dimas kembali sembari mengelus rahang Dinas lembut


" Hmmm sayang " Jawab Dimas dengan suara serak orang bangun tidur karena merasakan adanya sentuhan lembut di wajahnya


" Iya Mas Dimas sayang ayo bangun kita sholat lalu makan " Ucap Eve kembali dan Dimas pun bangun, kemudian keduanya pun membersihkan diri mereka dan menunaikan kewajibannya lebih dulu setelah selesai barulah mereka turun ke bawah menuju meja makan dan memulai makan siang mereka yang sederhana .


" Elva ini kamu yang masak semuanya? " Tanya Dimas karena selama meteka tinggal di rumah orang tuan Dimas Eve memang jarang memasak karena Mami melarangnya dan terkadang ua hanya bantu bantu saja


" Iya aku yang masak cobain dong enak gak masakan aku " Jawab Eve lakubua mengambilkan nasi dan kaum lauk nya untuk Dimas, karena cuaca cukup panas Eve membuat minuman es jeruk manis agar terasa segar


" Terimakasih istriku " Goda Dimas pada Eve yang menyiapkan makan siang nya


" Iya sama sama " Jawabnya Eve halus dengan senyuman manisnya nya pada Dimas yang di buat meleleh seketika karena berapa manisnya istrinya itu ketika tersenyum


" Hmmm enak seperti biasa masaknya kamu selalu enak dan tiada tanding " Puji Dinas setelah merasakn masak nasi Eve di suapan pertama


" Iyalah kan Eve yang masak " Balas Eve senang, kemudian keduanya pun makan siang dengan hening setelah selsai makan dan membersihkan piring kotor mereka, Eve mem wrsihkan runah mereka di bantu boleh Dimas, keduanya membagi tugas agar pekerjaan nya cepat selsai dan bisa istirahat.


Di tengah kegiatan mereka ponsel Eve terus berdering entah ada pesan atau Chat dan terkadang telepon tetapi tak pernah Eve jawab atau angkat karena ia tahu yang menghubungi nya terus menerus itu adalah Ronal sepulu Fika yang selama satu minggu terus menggangu dirinya entah di sekolah atau di rumah lewat ponsel, yang membuat Eve semakin tak suka dan malas juga kesal pada nya karena terus mengganggunya.

__ADS_1


Dimas yang penasaran karena ponsel Eve terus berbunyi tetapi tidak di respon dan di biarkan saja oleh Eve pun lantas bertanya pada istrinya itu.


" Sayang ponsel kamu bunyi terus sioanyang hubungi kamu sih gak di jawab " Ujar Dimas bertanya pada Eve yang mendoakan raut wajah malas mereka kini sedang mengepel lantai dan mengelap kaca juga seluruh sudut rumah beserta barang barang yang memang sudah tertawa dan ada saat mereka datang karena Dimas sudah mengisinya dan menaranya beberapa hari lalu sebelum pindah kemari hanya saja belum sempat ia membersihkannya


" Itu paling sepupunya Fika Mas namnya Ronal yang pernah aku ceritain ke kamu dia terus ganggu saat ujian pun juga itulah alasan mengapa aku sering mematikan ponsel ku " Jawab Eve menjelaskan pada Dimas dengan nada yang sedikit kesal.


" Gak di jawab siapa tahu penting " Ucap Dimas kembali


" Enggak Mas malas dia paling cuman ganggu seperti sebelumnya tanya udah makan belum, mau jalan sama dia atau gak ada waktu gak, boleh main gak gitu kan kesel aku Mas dia menggangu terus gak ada habisnya " Jelas Eve kembali


" Ohh kalo gitu kamu blokir aja nomernya gak usah temenan lagi sama dia jauhi aja Mas gak mau kamu deket deket sama dia atau laki laki manapun " Tegas Dimas


" Udah pernah aku blokir tapi dia ganti nomer dan hubungi lagi capek Mas jadi ya aku biarin aja " Balas Eve


" Memang kamu gak bilang kalo kamu udah ada yang punya Elva "


" Sudah tapi dianya gak percaya, di jelasin pun dia tetep gak percaya, dan ya dia itu juga suka godain cewek cewek "


" Maaf aku.. Aku belum sempat kasih tahu Mas Dimas karena Mas Dimas juga sibuk beberapa hari ini udah ngerjain tugas kantor dan ngajar jadi guru di sekolah " Ucap Eve lirih takut jika Dimas akan marah pada nya karena Eve tahu jika sekarang Dimas sedang menahan marah dan cemburu saat tahu Ronal mengubungi nya dan mengganggunya berkali kali.


" Ya sudah kita bahas nanti sekarang kita selesaikan dulu makanan kita setelah selesai kita istrahat dan membicarakan nya kembali " Balas Dimas yang mengan gejolak api cemburu dan marah saat atau Eve di gangguin oleh laki laki lain dan di dekati oleh nya, sampai ia sendiri tidak tahu karena sibuk .


Setelah jam berlalu akhirnya mereka selsai juga, kini keduanya sedang istrahat duduk di sofa ruang tengah sembari menonton tv ya Dimas memng sudah menyiapkan segalanya Dimas sudah menyiapkan semuanya ketika pindah rumah smuanya sudah lengkap tinggal mebersihkan saja dan semuanya beres.


" Mas marah sama Eve, maaf Eve gak maksud buat sembunyiin ini dari Mas Dimas " Ujar Eve menunduk sembari memeluk lengan Dimas yang Dima menonton tv


" Sayang maaf kan Mas karena terlalu sibuk, kamu nggak perlu minta maaf Mas gak marah sama kamu hanya saja Mas gak suka sama laki laki itu atau siapapun yang mencoba mendekati kamu " Terang Dimas pada Eve


" Ta tapi... " Balas Eve tetapi tak bisa melanjutkan kalimatnya sebab Dimas seperti sudah kesal dan itu terlihat dengan sorot mata nya yang tajam.


" Cukup Elva kamu tidak bersalah jangan takut Mas akan urus semuanya tenanglah " Ujar Dimas lembut dengan sikit mata tajam karena ia marah dengan Ronal dan dirinya sendiri yang tidak memperhatikan sekitarnya hingga Eve bisa di ganggu oleh laki-laki lain.

__ADS_1


Tak lama setelah perbincangan itu ponsel Eve masih saja bergetar dan kali ini ia menelpon Eve


" Astaga nih orang gak ada capeknya apa ya, Mas giman nih dia nelpon mulu " Adu Eve pada Dimas sembari memberikan ponselnya pada Dimas


" Angkat aja sayang nanti biar Mas yang bicara " Balas Dimas yang sudah mengerti apa yang harus ia lakukan saat ini


" Halo Eve lama kali lo ngangkat telpon gue dan baru kali ini lo angkat biasanya gak ada balasan sama sekali, kenapa udah keselnya gue gaangguin terus lo angkat " Ujar Ronal di sebrang telepon itu yang dikeraskan oleh Dimas sehingga Eve bisa mendengarnya juga


" Sispa anda apakah saya kenal " Balas Dimas tak suka menjawab ucapan Ronal di sambungan telepon


" Lhoh sapa lo bukannya itu pi sel nya Eve dimana Eve " Ujar Ronal yang dunkuadai amarah dan rasa cemburu karena ia begitu bertekad dan ternyata ia jatuh hati pada Eve niat awal hanya ingin membuat Eve jatuh cinta padanya lalu ia tinggalkan ehh malah dirinya yang jatuh cinta pada Eve.


" Saya suaminya kamu siapa ya "


" Heehh jangan asal omong ya lo gue gak percaya kalo lo suaminya Eve gua gak ada lihat Eve pakek cincin di tangannya dan gak akan gue biarun lo ngerebut dia dari gue gak tahu lo siapa gue " Cerocor Ronal di sana


" Mas Dimas sayang kekamar yuk Mas aku ngantuk mau tidur di peluk sama Akang Mas Muahh " Ujar Eve dengan suara keras dengan nada yang menggoda hingga membuat Dimas deg degan ingin sekali ia mwnicum Eve dan melakukan hal yang seharusnya


" Sayang kau menggodaku " Balas Dimas pada Eve dan parahnya ponsel nya masih menyala hingga bisa di dengar oleh Ronal yang di dan sudah sangat kedal dan marah akhirnya Ronal mematikan sambungan telepon tersebut.


" Mati Mas kayaknya udah di matiin deh " Tebak Eve lakubua beranak berdiri lalu mematikan tv


" Astaghfirullah Elva ponsel nya tadi nyala gimana dia denger dong pembicaraan kita astaga " Balas Dimas sambil menepuk jidatnya tak percaya ia pun mematikan sambungam telepon nya


" Hahahaha Biarin emang enak di bilangin gak percaya ya bertindak ajalah mumpung ada Mas Dimas kan " Tawa Eve pecah bagaiman bisa guru jenius dan sempurna di rumor kan sangat teliti dan menohanyai data ingat tajam juga killer dan disiin serta cuek, dingi dan juga galak itu lupa mematikan dambungan telepon


" Nakal ya sekarang kamu, siapa sih yang ngajarin " Balas Dimas lamu ikut berdiri dan Eve pun tersenyum jumawa


" Hehehe siapa lagi kalo bukan Bapak Guru suaminya Eve yang paling tampan itu tuh hahah... " Ledek Eve senang dan detik berikutnya mereka kejar kejaran berlari kecil menuju kamar untuk tidur siang ehh bukan karena hari sudah mau sore sekitar pukul 3 sore.


Dan ketika sampai kamar keduanya bergantian membersihkan diri mereka setelah mandi dan berganti pakain suara adzan berkumandang keduanya melaksanakan sholat ashar lebih dulu baru setelah selesai mereka akan tidur.

__ADS_1


Seperti biasa Eve akan langsung tidur ketika Dimas memeluknya dan itu hampir setiap hari dan Dimas juga sangat senang akan hal tersebut.


__ADS_2