
Setelah menyiapkan barang dan bahan nya yang akan mereka buat menjadi berbequan selesai malam pun datang dan setelah merek mengerjakan kewajibannya kemudian mereka mengadakan berbequan di halaman belakang rumah, Eve hanya duduk sambil melihat mereka menyiapkan kan nya bersama dengan Mami Mira sedangkan kedua lakunlakiniyu menyiapkan semuanya di bantu oleh Reta.
" Mi lihat mereka kompak sekali bikinnya sampai serius sekali " Ucap Eve pada Mami nya
" Iya benar sayang mereka sangat semua menyiapkan nya kita tunggu ya " Jawab sang Mami
" Heemm Eve boleh Mami bertanya " Lanjut Mami Mira ingin bertanya pada menantinya itu soal kejadintyang ia alami tadi di sekolah karena kondisi Eve yang terlihat tidak baik baik saja meskipun Eve terus tersenyum dan berbicara panjang lebar, ia tahu bahwa sekarang Eve sedang mengalihkan kerbatiannya agar tidak teringat tentang kejadian itu kembali.
" Apakah Mami masih penasaran dengan krjadian bully Mi " Terang Eve ia tentu tahu sebab Mami nya adalah seorang yang tidak mudah percaya dan tidak mudah untuk di bohongi apalgi sekarang kondisinya memang tidak baik baik saja ya dia menyadari sedari tadi ia memainkan g mencoba mengalihkan perhatian nya agar tidak ada yang bertanya padanya namun gagal karena Mami ingin bertanya juga.
" Apakah boleh sayang "
" Tentu tapi Mami jangan beritahu mereka, kalo Mas Angga sudah tahu sendiri jadi Mami tidak perlu khawatir hanya jangan beritahu Papi sama Reta Mi " Pinta Eve
" Baik Mami tidak akan beritahu Papi dan Reta dekat bisa kamu cetitakan "
" Jadi semalem Eve mimpi di bully sama gengnya Rosetta teman sekilah Eve di kelas yang bedametrka adalah anak yang suka membuka yang lemah kerap menindas dan membully orang yang tidak mereka sukai, Mi di dalam mimpi Eve keadaan gelap karena dalam gudang tapi tak terlalu jelas Eve merasa sakit karena terikat setelah itu mimpi selesai sebab Mas Dimas membangunkan Eve, dan kejadian tadi hampir sama dan Eve merasa dejavu seakan mimpi Eve jadi kenyataan hanya saja tadi setelah Eve di ikat dengan sangat kencang sampai semua badan Eve sakit Mi, mereka menpar Eve berkali kali Mi tanpa henti menjebak rambut Eve sampai rontok dan mengguyur dengan air garam campur lemon sampai luka Eve perih karena mereka menampar nya sangat keras dan bergantian Mi sakit Mi Eve tidak bisa melawannya karena di ikat Mi Eve diam menerimanya sangat sakit Mami Eve takut mereka jahat Mi " Cerita Eve panjang sembari ia menitikkan air matanya saat ia mengingat hal tersebut
" Sudah sayang mereka biar diurus oleh anak Mami kamu sudah aman sekarang jangan takut lagi ya " Tenang sang Mami sembari memeluk Eve dan tangis Eve berhenti kalau merasakan sentuhan hangat di pucuk kepalanya karena Dimas dan yang lainnya sudah selesai dan menghidangkan nya apa yang mereka buat tadi di meja yang sudah mereka siapkan.
Dimas melihat Eve dan Mami nya berpelukan ia mengerti saat itu Eve menumpahkan kesedihannya dan semua yang dirasakannya di pelukan sang Mami nya lalu sesudah ia meletakkan piring yang berisi daging dan satu piring lagi yang berisi saus di meja ia mendekatkan dirinya pada Eve lalu membelai pucuk kepala istrinya hingga Eve menghentikan tangisannya kemudian beralih memeluknya dengan sangat erat.
" Sayang, sudah ada Mas yang jaga kamu , kamu tenang ya tidak akan terjadi apapun lagi padamu ada Mas di sini Elva sayang " Ujar Dimas guna untuk menenangkan istrinya dengan nada suara yang lembut, Papi Bagas dan Mami nya serta Reta melihat Dimas yang bisa berubah menjadi sangat lembut dan hangat penuh kasih sayang pun merasa haru, dari dulu Dimas itu sangat dingin dan hanya hangat di saat tertentu saja tetapi sekarang sifat itu akan secara perlahan beruh dan menjadi hangat seperti Papinya dulu tetapi Papi Bagas tidak sedingin Dimas ia masih bisa ramah pada orang.
__ADS_1
" Sudah jangan sedih terus kita makan sekarang Dimas jangan lupa pesan Papi selalu jaga istri mu "
" Iya Papi pasti Dimas jagain " Balas Dimas, akhirnya mereka makan bersama di halaman belakang rumah berbequan sambil menikmati bintang di langit dan udara di malam hari itu, sambil di warnai canda tawa Reta dan juga Eve yang perlahan kembali seperti sebelumnya.
Tetapi di sisi lain Dimas melihat tawa dan senyum Eve seakan dipaksakan dan terlibat Eve masih mengingat kejadian tadi, tentunya ia masih syok dan takut.
Setelah mereka selesai dengan acara meteka, kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah dengan sabar penuh perhatian Dimas tetap menuntun Eve berjalan dengan pelan sebab kaki Eve masih sakit karena dilihat dengan kencang tadi dan sampai merah dan sedikit membiru keunguan karena ikatan tali, sebenarnya Dimas ingin menggefing Eve hanya saja ia tahu jika Eve pasti akan menilakentah mentah karena Eve tidak suka di gendong jika ia masih bisa dan sanggup.
Jika sudah tidak kuat lagi dan tidak sanggup barulah Eve sendiri yang memintanya pada Dimas sendiri agar menggendongnya.
" Angga ajak istrimu istrahat besok biarkan ia istirahat total di rumah jangan izinkan masuk sekolah sampai sembuh " Pinta Mami nya
" Iya Angga dan kau jagalah Eve Papi akan mengurus sisanya " Sambung Papinya
" Haahh baiklah jika butuh bantuan bilang ke papi "
" Makasih Pi "
Sejujurnya Papi Bagas mengenal orang tua Rosetta sebab mereka rekan bisnis dan Papi Bagas tahu jika orang tua Rosetta adalah orang yang tidak bisa di remehkan karena jika ada sekrang yang menyinggung atau membuat kesalahan maka orang tersebut akan berakhir tragis, karena mereka kejam .
Setelah itu Dimas mengajak Eve ke kamar namun Eve diam di tempat ia tidak melanjutkan jalannya ya meski di tuntun pelan oleh Dimas Eve mnghentukan langkahnya dan Dimas pun juga menghentikan langkahnya menunggu apa yang akan din ingin dan ucapkan oleh Eve selanjutnya sebelum berjalan kembali
" Mas, gendong Eve gak kuat, sakit sekali rasanya sangat sakit " Ujar Eve pada Dimas
__ADS_1
" Baiklah Mas gendong kamu pegangan agar tidak jatuh " Balas Dimas, Dimas pun menggendong Eve hingga mereka tiba di kamar nya dan membaringkan Eve di ranjang besarnya yang empuk
" Kita istirahat ya besok jangan masuk dulu sampai kamu sembuh baru bisa masuk " Ucap Dimas
" Mau cuci kaki sama tangan dulu dan kekamar mandi buang air kecil " Kata Eve ia bangun dari tidurnya
Dengan sigap Dimas membatu Eve kambali ke kamar mandi dan menunggunya sampai selesai, sesudah itu ia membantu Eve berbaring lagi di kasir, setelahnya Dimas yabgvke kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi Dimas melihat Eve masih terjaga dan bersender di kepala ranjang yang ia beri bantal agar punggungnya tak sakit Dimas ikut bersender juga di samping Eve dengan sebelah tangannya yang ia gunakan untuk bantalan kepala Eve
" Elva sayang, kamu belum tidur apa belum mengantuk ini sudah malam " Ujar Dimas pada Eve
" Mas bolehkan jika Mas tidak memberi pelajaran pada Rosetta dan teman temannya " Pinta Eve pada Dimas
" Kenapa mereka sudah menyakitimu Elva biarkan mereka mendapat pelajaran "
" Tidak ada bukti Mas tidak ada rekaman cctv di sana "
" Mas tahu tidak ada bukti tetapi ada bukti saat mereka membuktikannya anak lain itu bisa menjadikan bukti buat mereka " Jelas Dimas lagi
" Biarkan aku yang memberinya pelajaran dengan caraku sendiri Mas " Ucap Eve pada Dimas
" Sayang aku takut kalo mereka melakukan hal itu lagi padamu " Terang Dimas
__ADS_1
" Tenanglah Mas ku sayang aku punya caraku sendiri jadi tidak perlu khawatir " Ujar Eve dengan senyum miring yang belum pernah di lihat oleh Dimas, dan Dkmas melihat butuh seakan merinding karena baru pertama kali melihat senyum Eve yang baru saja din perlihatkan itu, senyum tersebut adalah senyuman yang sangat mendominasi dengan aura penekanan dingin yang kuat dan sorot mata tajam sekan merencanakan sesuatu yang tidak terduga.