My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 31


__ADS_3

Setelah beberapa saat ia memasaknya dan di rasa sudah cukup Eve pun mematikan kompor nya dan mengangkat nya memindahkannya dalam wadah yang di guanakn untuk tepung tadi, lalu ia menunggunya beberapa saat sampai suhu panas menjadi hangat dan barukah ia menambag telus yang sudah ia kocok, dulu ya Eve mengocok dia telur tetapi jika satu cukup dan masih tersisa makan sisanya bisa di goreng untuk lauk makan nanti bukan ,


Setelah cukup tekstur nya menjadi lebih lembut dan sedikit lembek dan lengket tetapi tidak lengket di wadah Eve memindahkannya dan memasukkannya di paper plastik segitiga, sebelumya ia memanaskan kompor berisi minyak dan mnyiapkan bubuk milo, dan saat menunggu bahan yang panas menjadi hangat tadi Eve membuat saus millo dengan susu millo dan susu juga tepung jagung yang ia masak agar menjadi saus millo


Sekarang Eve menggoreng churros nya dengan ukuran sedang tak terlupa kecil dan besar tidak terlalu pendek atau panjang yang artinya ukurannya pas lah meskipun kadang ada yang sedikit pendek dan panjang juga.


Dimas memperhatikan keseriusan istrinya memasak camilan ia mengabadikan momen tersebut dengan memotret Eve dari belakang dan samping hanya saja Eve tidak sadar karena tidak memperhatikannya sebab terlalu fokus


Saat sudah selesai Eve membaluti churros dengan bubuk millo dan menaruhnya di piring, setelah itu menaruh saus millo di mangkuk kecil dan menaruh irisan stoberi di atas churros tersebut, dan akhirnya jadilah churros saus millo buatan Eve.


" Mas Dimas churros nya jadi ayo kita makan sambil nonton tv " Ajak Eve pada Dimas


" Iya, biarkan aku yang membawanya sayang " Tawar Dimas dan Eve menganggukkan kepanya saja, kini mereka sudah berada di sofa tua g tengah dan menyalakan televisi dan menikmati churros buatan Eve


" Bagaimana enak tidak ? " Tanya Eve pada Dimas setelh Dimas memakan churros buatannya itu


" Ini enak Elva sangat enak " Puji Dimas senang dan membelai kepala Eve, Eve pun tersenyum senang dan ikut memakan churros buatannya sendiri dengan mencocolnya di saus millo


Sampai tak terasa mereka berdua menghabiskan churros tersebut dan mematikan televisi nya sebab Eve setelah menghabiskan camilannya Eve meminta Dimas untuk menemaninya di kamar ia ingin tidur di kamar sebelum siang dan menjamu kedua temannya yang akan datang setelah pulang sekolah nanti.


Di dalam kamar Eve hanya rebahan saja tapi tak kunjung bisa tidur, Dimas pun hanya memperhatikan istri nya itu dengan sesekali memeluknya dan menyuruhnya tidur tetapi hasilnya tetap sama karena Eve tidak mengantuk padahal tadinya mengantuk saat menonton tv.


Hingga siang menjelang Reta pulang dan melihat ternyata tidak ada makan siang hanya ada tulur goreng saja yang telah di goreng Eve tadi saat telur yang di buat churros tersisa sedikit, kini Reta setelah membersihkan diri dan berganti pakain ia memasak nasi goreng, ya sedikit demi sedikit Reta bisa memasak semenjak ada Eve karena Reta selalu melihat bagaimana Eve memasak dan sesekali membantunya juga hingga ia terbiasa dan tahu caranya memasak.


Reta makan siang dengan nasi goreng dan tur dadar yang di masak Eve, nampak nikmat ia memakan dengan masakannya sendiri ya meskipun ada yang kurang ternya kurang garam karena rasa hambar kurang asin sedikit.


Tidak lama Eve dan Dimas keluar , mereka terkejut mendapati Reta yang sudah makan di meja makan dengan sangat lahap padahal niatnya Eve dan Dimas ingin memasak makan siang karena sebentar lagi teman Eve datang sebab sudah pulang sekolah

__ADS_1


" Dek sejak kapan kamu pulang " Panggil Dimas dan mendudukkan Eve di kursi samping Reta di meja makan


" Sejak tadi, emang kalian gak tahu, ohh aku tahu kalian tidak tahu karen tidak dengar aku pulang sebab tadi kalian di kamar kan " Jawab Reta


" Hmmm, lalu nasi goreng itu kamu beli atau buat sendiri ? " Tanya Dimas kembali ia baru tahu jika saat ini Reta sedang makan nasi goreng


" Buat sendiri lah Kak, masih ada kok di dapur tadi masak nya kebanyakan, tapi kusang asin Reta masaknya kurang garam " Jelas Reta


" Tidak apa Reta, tapi ini sudah kemajuan kamu juga sudah bisa memasak bukan, jika sudah terbiasa maka kamu akan tahu masakan yang kamu buat kurang apa dan kamu bisa menambahkan nya hingga rasanya pas dan enak " Terang Eve memberikan masukan pada Reta


" Heheh makasih masukannya kak pasti deh saat Reta masak lagi pasti rasanya akan semakin enak kayak masakan buatan Kak Eve " Jawab Reta, lalu setelahnya Dimas memperbaiki masakan adik ya dengan menggoreng kembli dan menambahkan garam lagi dan sekarang nasi goreng nya sudah jadi lagi dan sudah enak rasanya sebeb di perbaiki oleh Dimas.


Dan pas sekali saat Dimas selesai memasak nasi gorengnya kembali teman Eve datang mereka sudah mengganti seragamnya di rumah Ailen dan mereka berangkat dari rumah Ailen setelah pulang sekolah .


" Assalamu'alaikum Eve kita datang nih " Teriak mereka mengucap salam dan sembari menekan bell rumah Eve, sedangkan Reta setelah makan siang dan membereskannya ia beralih ke kamar untuk istirahat itulah kebiasan Reta ia selalu istirahat siang karena malam ia habisan untuk belajar setelahnya ia tidur untuk kegiatan esok harinya jadi siang ia akan tidur guna mengumpulkan energinya untuk beljar di malam hari.


" Masuk masuk " Suruh Dimas pada kedua teman Eve


Teman Eve pun masuk kedalam rumah dan mengikuti dang tuang rumah menuju meja makan, Eve menyuruh merek u tuk makan siang bersama nya dengan Dimas, awalnya Fika dan Ailen menolak seban tak enak karena ada Dimas namun Eve terus memintanya, hingga Dimas angkat bicara bahwa tidak perlu takut dan tidak ketmu formal saat di luar sekolah dan setelah itu barulah Fika dan Ailen mau makan bersama mereka.


Setelah selesai makan siang Dimas masih setia menemani Eve dan temannya, Eve juga sudah memberikan minuman untuk kedua tannya itu, sekarang mereka berada di sofa ruang tengah membhasasalh Eve dengan Rosetta.


" Jadi sekarang rencana lo giman Eve, gue gak sabar pengen hajar si Rosetta dan gengnya itu " Ujar Fika sembari mengepalkan tangannya.


" Huss lo gak ingat kalo urusan Rosetta itu ada yang pernah buat masalah sama dia lalu di keluar kan bukan emang lo mau " Sergah Ailen


" Ya kagak lah dodol kalo keluar sekolah ya cari sekolah baru tapi gue gak mau pisah sama kalian masak ya kita udah Sahabat sama sejak masuk SMA terpisah hanya gara gara masalah Rosetta dan gengnya doang kan gak lucu " Seloroh Fika kesal

__ADS_1


" Ishh kalian nih ya kita main cantik lah, mana ada hajar menghajar emang lo berani apa, mereka banyak sedangkan kita cuman bertiga ya walaupun kita ikut ekstrakurikuler karate dan silat " Ujar Eve ya mereka berhasil memang mengikuti ekstrisilat atau karate di sekolah tetapi mereka mengikutinya hanya untuk melindungi diri mereka dan tidak akan di gunakan untukenyakiti orang lain itulah yang di ajarkan guru pembimbing pada mereka


" Hehehe, berani gak berani sih, tapi kan gue kesel soalnya sama tuh orang " Ujar Fika sembari cengengesan


" Dasar dodol lo ya " Toyor Ailen Dimas hanya menyimak pembahasan mereka saja tanpa mau ikut campur ia hanya diam menemani mereka, kedua teman Eve sudah tidak secanggung tadi dengan Dimas karena mereka baru tahu jika Dimas adalah orang yang sebenarnya ramah dan gampang akrab hanya saja tertutupi dengan sikap dingin dan cueknya saja.


" Dodal didik aja lo ya dari tadi " Kesal Fika karena Ailen mengatakn dodol lagi dan lagi


" Dihh emang kenapa sih kalian bukannya dodol enak ya, kan dodol bisa di makan ya kan Ai " Lerai Eve memang sih kebiasan merek jika kedalam dari pada bi ara kasar merekaenyebutkan nama makanan betah makan gaplek dari ketela atau dodol yang sebenarnya adalah nama makanan dodol garut atau dodol jenang wijen tersebut kalo gak tempe atau tahu yang penting tidak dengan ucapan kasar selain itu. Aneh memang tapi itulah kenyataan nya


" Hehehe iya juga ya jadi kepengen gue makan dodol ya gak Ai " Sambung Fika


" Ahh lo mah omong kepingin jadi pingin beneran ini " Ujar Ailen pada mereka


" Hahahaha " Tawa ketiga pecah seketika mendengar ucapan Ailen,


" Lanjutkan Eve " Ujar Ailen kemudian setelah merek menghentikan tawanya


" Sebenarnya gue punya rekaman saat Rosetta bully gue di gudang waktu itu, hanya saja saat meraka pergi tapi untunglah rekaman itu tersimpan sebelum mati saat di rumah sakit gue lihat baterainya hampir gadis dan rekamannya langsung gie simpen , Mas Dimas ingat saat nunggu infus habis aku main ponsel kan lalu ponsel ku mati " Ujar Eve pada kedua temannya dan pada Dimas juga


" Ingat saat akan pulang bukan " Balas Dimas dan di angguki Eve


" Dan saat itu lah aku menyimpan rekamannya, dan kalian tinggal cari cctv saat mereka membully anak lain, sering kan tuh menampar, menjambak dan menggurung target yang mereka bully, kalian edit menjadi mereka membully gue dan tempatnya di gudang sekolah dan besok kalian ancam dia jika masih mengganggu berikan pada guru atau orang tua nya, jika tidak ingin di sebar sampai orang tuanya tahu kalo anak mereka sering membully orang lain " Jelas Eve pada merek aberdua dengan sangat jelas bagaiman rencana untuk tuk memberikan pelajaran bagi Rosetta dan kawan kawannya itu.


" Bagus juga ide lo, baiklah besok lo istirahat aja di rumah gak usah masuk dulu sampai bener bener lo sembuh oky, biarkan mereka bersenang senang dulu sampai kita selesai memberi pelajaran apa yang lo katakan tadi dan tugas mengancam memberi pelajaran mereka kita laksanakan setelah itu barulah lo masuk " Terang Fika dan juga di setujui oleh Ailen


" Baiklah, lagi pula gue juga gak bisa langsung masuk badan gue masih sakit semua tahu, nih masih ada bekas merahnya, ya kali mau masuk besok terus gue masuk pakek seragam di leher pakek syal buat nutupi bekas nya yang belum ilang terus pakek jaket gitu ya panas lah dasar kalian berdua " Ujar Eve pada mereka dan di sambut tawa kedua temannya itu, hingga hari menjelang sore , kedua tan Eve pun berpamitan pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


Dan setelah kepulangan teman teman Eve Mami serta Papi Dimas pun datang mereka baru saja pulang dari kantor karena bekerja menggantikan Dimas yang saat itu tidak bisa masuk ke kantor sebab menemani Eve, dan terkadang juga Papi dan Mami oin juga ke kantor untuk urusan pekerjaan yang dilakukan oleh sang papi nya sembari mengontrol para pekerja dan karyawan kantor tersebut.


__ADS_2