
Dengan hati-hati Dimas membantu Eve duduk di kursi yang tersedia, lalu Eve pun mengambil semangkuk mie yang telah ia buat, dan memakannya, Dimas tersenyum melihat cara makan Eve yang tidak berantakan sedikit pun, saat Eve merasa ada yang menyepres di mulutnya langsung ia hilangkan dengan tisue, Dimas juga meminun kopi buatan Eve, rasa baru dari kopi Eve membuatnya menjadi nyaman dan rileks, biasanya ia saat membuat kopi pasti ampasnya akan ada, Mami dan Papinya juga, asistennya juga, tetapi kolintang di buat Eve ampasnya tidak ada dan ampas kopi audah berada di bawah, rasanya seperti kopi tanpa ampas, dan sangat segar menurut Dimas.
Tidak lama Eve selesai makan dan minum begitupula dengan Dimas, tetapi Eve tudak mengantuk sebab ia tidak bisa tidur kembali, juga hati akan menjelang pagi sebentar lagi, karena ia juga habis makan untuk mencernanya Eve pun juga tidak bisa tidur, oleh karena itu ia memilih menonton tv di ruang tengah Dimas pun turut menemani Eve di sana.
Eve dan Dimas kini berada di ruang tengah menonton tv, karena acaranya jelek-jelek Eve pun mengalihkan tv dengan youtube yang ia bisa lihat di tv nya juga ia melihat troom troom acara lucu lucu dan sebagainya.
" Pak Dimas gak tidur lagi? " Tanya Eve pada Dimas
" Enggak, saya belum pengen tidur " Balas Dimas
" Lalu bukannya Pak Dimas tambah gak bisa tidur ya karena minum kopi "
" Hahah itu, saya sebenarnya mengantuk setelah minum kopi buatan kamu, tetapi saya merasa akan bangun lagi nanti jadi saya tidak tidur " Jawab Fimas sembari tertawa renyah walau sebentar
" Pak Dimas tampan kalo tersenyum dan tertawa " Ucap jujur Eve ia memang mengatakn hal tersebut , Eve tidak menyangkalnya jika memang Dimas terlihat tampan dan manis jika sedang tersenyum atau tertawa
" Benarkah, saya tidak tahu " Balas Dimas ia merasa sedikit malu di puji oleh Eve
" Ya karena Pak Dimas kan jarang senyum makanya gak tahu " Sindir Eve
" Begitu ya, kalo begitu saya akan sering tersenyum kalo gitu "
" Kok gitu "
" Ya kata kamu saya manis kalo senyum "
" Ya, terserah Bapak lah kan yang senyum Bapak "
" Kamu lucu, saya gemas jadinya " Ucap Dimas gemas sembari tersenyum dan mencubit pelan pipi Eve
" Aduhh Pak, sakit jangan di cubit dong " Ujar Eve mengelus pipi bekas cubitan Dimas
" Habisnya kamu itu gemesin bikin saya pengen cubit pipi kamu " Jawab terang Dimas
Lama kelamaan mereka akhirnya berhenti untuk berbicara dan mengikuti tik, tak sadar keduanya ohn tertidir di ruang tengah, dan tv youtube yang mati karena video yang di putar telah habis , dengan Eve menjadikan kaki Dinas bantal, lalu Dimas menjadikan senderan sofa bantalnya ya Dimas tidur sambil duduk menyender ke sofa .
Pagi harinya Orang tua Eve bangun lebih dulu, Mamah Sofia menyiapkan sarapan dan Papah Andrian sudah berangkat ke kantor setelah minun kopi, ya Papah Andrian berangkat pagi ke kantor sebab ada yang harus ia kerjakan.
Tak lama Dimas terbangun ia merasakan pegal di lehernya, dan mendapati ia tidur sambil duduk di sofa ruang tengah, ia ingat bahwa ia dan juga Eve menonton acara youtube troom troom dan akhirnya tertidur, lalu saat ia ingin mematikan tv youtube nya ternyata sudah mati, dan Mamah Sofia yang mematikannya tetapi Mamah Sofia tidak membangunkan keduanya dan beralih untuk menyiapkan sarapan mereka.
Selanjutnya Dimas membangunkan Eve yang masih tidur dengan pulas itu, sebab hari sudah pagi.
" Elva, bangun Elva sudah pagi " Panggil Dimas sehari mengelus pipi Eve, dan Eve yang merasa terganggu ia pun membuka matanya dan bangun, tidak lama ia langsung bangun dan duduk karena Eve teringat dengan semalam ia bahkan memakai pipi kaki Dimas sebagai bantal tidurnya.
" Su sudah pagi Pak ? " Tanya Eve gugup pada Dimas
" Iya sudah pagi Elva " Jawab Dimas, Dimas pun berlalu ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, untuk pakaian ganti Dimas tidak membawanya jadi ua masih mengenakan baju yang semalan, Eve pun juga ke kamar mandi dengan berjalan perlahan, sebab kakinya masih sakit.
__ADS_1
Setelah keduanya selesai dan rapi dengan pakain mereka, Eve dengan pakain santainya ya meskipun ia memakai kaus pendek dengan lengan nyang panjangnya setengah lengan saja dan juga rok panjang sebagai lutut, dengan rambut yang biasa gerai dan ia jepit bagian pinggir ke belakang agar tidak ke depan dan menutupi mata nampak sangat cantik juga imut di mata Dimas.
Saat Dimas ingin berpamitan untuk pulang segera Mamah Sofia melarangnya dan memintanya untuk makan sarapan bersama setelah itu barulah Dimas boleh pulang.
" Hmm Bu " Panggil Dimas pada. mamah Sofi
" Ya,. Kok Ibu sih manggilnya, nak Dimas panggil Mamah aja sama kayak Eve kan bentar lagi kalian tunangan " Punya Mamah Sofi pada Dimas
" Baik, Ma Mamah " Ujar Dimas sedikit susah karena belum terbiasa, Eve yang merupakan dengar ingin tertawa namun ia tahan
" Nah gitu dong, ayo sarapan dulu ini Mamah sudah siapin sarapannya " Ujar Mamah Sofi ke mereka
" Tidak usah Saya akan langsung pulang saja " Tolak halus Dimas
" Loh kenapa, ayo makan dulu setelah itu baru pulang " Ucap Mamah Sofi
" Iya Pak, mending sarapan dulu, kemarin kan Bapak gak sempet makan malam, juga hanya minum kopi saat tengah malam kan sama saya " Terang Eve ya saat kemarin ia memakan mie rebusnya Eve sempat menawari Dimas tetapi Dimas menolaknya.
Akhirnya Eve memakan mie nya sendiri. Akhirnya Dimas pun makan bersama mereka di rumah Eve
Sampai habis lalu mereka menonton troom troom bersama hingga ketiduran.
Serelah Mamah Sofia selesai menghidangkan sarapannya di meja makan Eve dan Dimas oun juga duduk di kursi di meja makan tersebut.
" Mah, masak apa? Kayaknya enak banget deh masakan Mamah " Tanya Eve ia mencium bah masakan Mamah nya yang harum dan ingin cepat untuk memakannya
" Wahh enak banget, Mamah tahu aja kalo Eve mau makan sayur lodeh rebung sama tempe goreng, ada omlet juga, dan terong sambel " Ujar Eve girang, ia ingin mengambil sarapannya terapi teringat ada Dimas di samping nya seenaknya menoleh ke arah Dimas yang nampak bingung ingin makan apa.
" Pak Dimas mau yang mana makannya biar Eve ambilin " Tanya Eve pada Dimas
" Hahh ya, ee gak tahu saya bingung mau makan yang mana " Jawab Dimas, Eve pun tersenyum, ia belum pernah melihat Dimas yang kebingungan dan ekspresi bingung Dinas sangatlah lucu menurut Eve
" Hmm kalo sayur lodeh rebung Pak Dimas mau dan tempe dan terong sambel nya " Tawar Eve pada Dimas
" Itu, boleh " Jawab Dimas setelah mendengar jawab Dimas Eve oun mengabulkan saraoan untuk Dimas, setelah mengambilkan sarapan Dimas, Eve mengambil sarapannya, ia mengambil sayur lodeh rebung tetapi hanya ampasnya saja dengan sedikit kuah, dan juga tempe goreng serta omlet telur nya, juga kerupuk sebagi lauk nya.
Mereka makan srapan bersma, kemudian setelah selesai dan membersihkan piring kotornya, Dimas hendak pergi pulang sebab ini sudah waktunya untuk pergi ke kantor, karena ia tidak memiliki jadwal mengajar.
" Mah saya, izin pulang karena sudah waktunya berangkat kantor " Izin Dimas pada Mamah Sofi
" Ohh iya Dimas, sebentar ya saya panggilkan Eve dulu " Ujar Mamah Sofi, kemudian Mamah Sofi memanggul Eve yang sedang duduk di di sofa ruanga tengah sembari main ponsel
" Eve kamu gak mau bgitu anter Nak Dimas ke depan Dia mau pulang loh " Panggil Mamah nya
" Ohh ya, kan kaki Eve sakit Mah buatnjalan banyak banyak " Terang Eve pada Mamahnya
" Ya emang sakit, tapi kalo gak kamungetakin juga tambah sakit kan, malah semakin terasa, kemein aja kamu gak ngerasain sakit kamu buat jalan jalan bahkan sampek tidur di sofa " Sindir Mamah Sofia
__ADS_1
" Heheh iya Mamah ku sayang " Ujar Eve sembari tertkekeh, lalu Mamah Sofia dan Eve pun mengantar kepergian Dimas sampai depan gerbang rumah.
Sepertinya Dimas dari rumah Eve, ia langsung ke kantor karena ia sudah terlambat, dan meminta asistennya untuk mengambil kan baju ganti, atau baju kantor hari ini.
Di rumah Eve pun sudah menghubungi teman temannya untuk meminta izin karena tidak masuk sekolah, padahal hari ini ada ulangan, kata Fika dan Ailen ya, ulangan harian tetapi Eve tidak bisa masuk lantaran kakinya masih sakit.
Siang harinya Eve pun tidak bisa tidur walau sudah minum obat ia tidak mengantuk sedikit pun, daripada kemarin ia selalu merasa ngantuk, beda dengan hari ini ia malah tidak ngantuk sama sekali.
" Eve kau tidak berniat mengantar makanan untuk calon tunangan dan suami mu? " Tanya Mamah Sofia
" Enggak Mah, ngapain kan masih calon Mah " Ujar Eve
" Ishh ya pendekatan gituh, biar kalian lebih dekat aja, Mamah lihat Dimas orangnya hangat dan juga ramah " Ucap Mamah
" Orang dingin kayak kutub gitu di bilang hangat sama ramah, iya sih kemarin Dia juga lembut tapi habis itu Dia dingin lagi dan juga cuek abis gak banyak bicara tahu Mah, jadinya mesti Eve yang ajak bicara duluan " Terang Eve
" Masak sih, tapi Mamah lihat Dia orangnya gak gitu "
" Ya di depan Mamah aja kali, tapi nih ya di sekolahan Pak Dimas tuh orangnya tegas banget Mah " Jelas Eve
" Ya jelas kan Dia guru sayang ya harus tegas sama muridnya " Balas Mamah Sofi
" Sana anterin makan siang sana, sama biar bisa lebih dekat lagi, nikmati waktu kalian bentar lagi kalian tunangan loh, Mamah sama Papah udah bicara sama orang tuanya nak Dimas mungkin sabtu besok kita makan keluarga lagi sambil bahas tunangan kalian "
" Kok cepet banget sih Mah, kenal aja baru udah tunangan aja "
" Makanya sekarang kamu anterin makan siang biar kalian juga bisa lebih dekat lagi udah sana, Siap-siap biar Mamah yang nata makan siangnya. " Suruh Mamah Sofia pada Eve, karena ia juga tidak ada kegiatan akhirnya Eve pun menuruti perkataan Mamahnya.
Tidak lama Eve keluar dari kamarnya, ia mengenakan kemeja panjang dan rok panjang juga rambutnya biar kuncir separu dan biasanya memeberi pita di kunciran nya, ia juga membawa rasa selempang nya yang sedikit besar yang muat untuk kotak makan siang yang ia bawa ke kantor Dimas hari ini.
" Mah udah selesai nih, tapi kan aku gak tahu kantor Pak Dimas dimana? " Tanya Eve bingung pasalnya Dia belum tahu diana tempat kantor Dimas berada.
" Ohh kamu tanya saja sama Dimas mudah kan " Ujar Mamah Sofi santai
" Ishh Mamah sih... " Ucap kesal Eve, namun ia juga menurutinya ia mencoba mengirim pesan pada Dimas menanyakan dimana tempat kantor nya karena ingin main ke sana, satu menit dua menit tidak ada jawaban dari Dimas.
Hingga ia mendengar suara telpon dari Dimas ternyata Dimas berada di depan rumah nya ia kaget pasalnyabia hanya menanyakan kantor nya tetapi kini Dimas sudah berada di depan rumah.
" Halo, Pak Dimas " Sapa Eve di sambungan telpon
" Elva saya di depan rumah kamu, keluarlah " Ujar Dimas tak lama sambungan telepon pun terputus
" Kenapa Eve? " Tanya Mamahnya pada Eve
" Pak Dimas di depan rumah Mah, " Jawab Eve lalu dengan cepat ia mengambil kotak makan siangnya dan pamit pada Mamahnya, Eve berjalan cepat ke depan rumah dan menemui Dimas di sana.
" Pak Dimas " Panggil Eve sembari mengetuk kaca mobil Dimas
__ADS_1
" Ohh iya, masuklah " Jawab Dimas membuka kaca mobilnya dan Eve pun membuka pintu mobil tersebut kemudian masuk ke dalam mobil dan melalajukannya dengan kecepatan sedang.