My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 21


__ADS_3

" Elva kamu kenapa ko terlihat sedih gitu? " Tanya Dimas pada Eve


" Gak papa kok " Ujar Eve ia memang tidak merasa baik setelah berbincang bersama Mami Mira mengenai hubungannya dengan Dimas karena Mami Mira menanyakan malam pertama, padahal mereka belum melakukan hal tersebut, dan Eve merasa ia belum siap, sungguh ia tidak siap sama sekali jika harus melakukan itu dalam waktu dekat jadi ia merenung dan menyembunyikannya tanpa di sadari.


Tetapi kini Dimas sadar bahwa Eve sedang menyembunyikan sesuatu ia tidak tahu hingga bisa membuat suasana hati Eve buruk, namun Dimas tak kehabisan akal agar bisa membuat Eve mengatakannya, karena ia merasa harus mengetahuinya sebab ia tidak suka saat Eve terlihat tidak senang atau sedih.


" Mi, Pi Angga mau ke kamar ya "


" Lhoh buru buru banget mau apa kalian hah ke kamar masih pagi ini " Ujar Papi nya dengan tatapan menggoda pada Dimas dan juga Eve


" Ya mau rebahan kali Pi, ini pagi menjelang siang wajar dong kalo mau rebahan di kamar ya kan Mi "


" Awas lo kalo kamu buat mantu Mami nangis "


" Iya Mami ku, enggak akan deh "


" Elva kita ke kamar ya " Ajak Dimas, tanpa menjawab Eve berdiri dan mendahului Dimas pergi ke kamar nya Papi dan Mami hanya memandangnya tidak tahu apa yang terjadi karena dari tadi Eve baik baik saja namun mereka membiarkannya saja karena itu urusan keduanya.


Kemudian Dimas ikut berjalan di belakang istrinya itu ke kamar, sesampainya di kamar Eve langsung menuju ranjangnya dan berbaring telentang di sana memejamkan matanya ya Eve berbaring di setengah ranjang jadi di bagian kakinya masih nampak di lantai.


Dimas yang masuk dan melihat Eve berbaring dengan posisi seperti itu menelan ludahnya kasar, ia tergoda sungguh menakjubkan bahkan bagian bawahnya sidah menegang saat melihat Eve dengan posisi seperti itu, menampakan lekuk tubuh yang sangat menggoda baginya , namun sebisa mungkin ia menahan hasratnya itu ia tidak ingin terburu buru hingga membuat Eve tidak senang atau bisa menjadi tidak menyukainya karena terlalu bersemangat karena nafsu dan hasratnya yang menggebu tersebut.

__ADS_1


" Sayang kau jangan memposisikan dirimu seperti itu " Panggil Dimas mendekat ke arah Eve dengan suara yang sedikit berat sebab Dimas sedang menahan gejolak dirinya agar tidak menerkam sanga istri


" Kenapa memang aku suka apa ada yang salah " Ujar Eve memperbaiki posisinya dengang duduk lalu memperbaiki dirinya lagi sehingga kini seluruh badannya ada di ranjang kasur tersebut, Eve pun masih berbaring terlentang tetapi bagian kakinya ia silangkan dan tangannya yang satu megang perutnya dan satu lagi tidak


" Dimas menghela napas kasar posisi Eve sekarang terlihat tetap menggoda tetapi tidak seperti tadi Dimas pun ikut membaringkan dirinya di samping Eve kemudian meletakkan satu tangannya di belakang kepala Eve dan satunya lagi memeluk perut Eve.


Sebenrnya Eve terkejut tetapi berhasil menguasai dirinya karena rasa hangat dari tangan Dimas di perutnya memberikan ketenangan, tetapi tidak dengan jantungnya yang terus berdetak kencang seperti lari maraton saja ia tetap memejamkan matanya seolah tidak terjadi apa apa, tetapi detak jantung Eve tidak kunjung normal dan terus berdetak dengan cepat sampai Eve memegang dadanya guna menormalkan detak jantung nya itu


" Kenapa hemm " Ujar Dimas sambil tersenyum memandang Eve yang masih setia memejamkan matanya itu


" Enggak...gak.. gak papa kok " Ucap Eve terbata karena gugup


" Sayang " Panggil dimas dengan nada menggiuda sembari mengeratkan pelukannya, dan Eve semakin di buat tak karuan, ia ingin melepaskan dirinya namun tak bisa, tangan satunya yang memegang dadanya telah di pegang oleh tangan Dimas yang berada di belakang kepanya dan tangan yang memeluk perutnya juga kini Dimas memeluk Eve dari belakang karena saat Eve memang dadanya ia mengganti posisi nya dengan memiringkan badannya.


" Gak... gak mau " Teriak Eve lalu langsung membalikkan tubuhnya hingga menghadap Dimas lalu menyembunyikan wajah nya di dada bidang Dimas


Dimas pun membiarkannya saja sampai Eve membuka suaranya kembali , dan benar saja setelah itu Eve membuka suaranya saat dirasa Dimas tak lagi jahil dan menggodanya


" Mas Dimas tuh kenpa sih suka banget godain aku hah " Kesal Eve lalu ia melepaskan pelukannya tetapi Dimas tidak membiarkan hal itu


" Suka aja, kamu lucu " Ujar Dimas santi sambil tersenyum

__ADS_1


" Ishh tahu ah kesel "


" Coba deh cerita habis dari taman sama Mami kayaknya kamu gak seneng gitu " Kata Dimas pada Eve ia memng penasaran hal apa yangembiat tidak senang


" Gak ada kenapa memang " Jawab Eve menyembunyikan apa yang tadi mereka bicarakan


" Kalo gak ada kamu pasti gak akan murung kek gitu, cerita saja Mas dengerin kok " Bujuk Dimas, dengan ragu Eve pun menceritakan pada Dimas


" Tadi Mami nanyain malam pertama Mas kasar gak saat di di itu apa sih itu loh Mas pasti udah tahu lah " Ujar Eve menahan malu saat ia menceritakn gak tersebut


" Hahaha iya iya Mas tahu, terus kamu jawabnya apa memang " Balas Dimas tertawa renyah mengetahui arah pembicaraan Eve


" Ya aku jawab kalo belum itu, dan ya aku bilang kalo masih mau pacaran aja dulu " Ujar Eve dengan muka yang sudah memarah seperti tomat ia menyembunyikan nya di dada bidang Dimas


" Lalu kenapa kamu gak seneng gitu hemm " Ucap Dimas sehari mengelus pucuk kepala Eve lembut


" Ya kan aku belum siap kalo itu, belum mau gak siap sama sekali kalo sewaktu waktu Mas mau aku nya gak mau belum siap " Terang Eve ia semula ragu tetapi setelah mengatakan hal tersebut pada Dimas ia merasa jauh lebih tenang


" Tenanglah, aku tak akan melakukan hal itu jika kamu memang belum siap, kita mengenal saja dulu dan pacaran kalo kamu sudah siap bilang saja aku tidak masalah " Jelas Dimas yang mengetahu kegunaan dahan hati Eve setelah mendengar ucapan Eve tadi.


Lalu Eve merasa matanya sangat berat hingga tak terasa kini Eve langsung tertidur di pelukan Dimas setelah menceritakan hal tersebut, karena Dimas tidak merasakan pergerakan dari Eve dan mendengar dengkuran halus Eve ia melihat bahwa istrinya telah tertidur, lalu Dimas pun tersenyum dan mencium kening Eve, kemudian menyusulnya tidur juga.

__ADS_1


Keduanya melewatkan makan siang karena terlalu asik dalam mimpinya sampai sore barulah mereka bangun, Eve terbangun lebih dulu dan mendapati ternyata sudah jam setengah tiga ia belum menunaikan kewajibannya, dengan cepat ia membangunkan Dimas, setelah bangun keduanya pun mandi bergantian, dan menunaikan ibadah sholat dzuhur dan ashar, karena sesudah mereka sholat dzuhur adzan ashar berkumandang.


Selesai itu keduanya turun di sana mereka tidak menemukan kedua orang tuanya dan Reta mungkin mereka masih tidur, Dimas dan Eve makan lebih dulu dengan sisa makanan yang masih ada.


__ADS_2