
Fika mendengus kesal karena tahu salah satu dari mereka yaitu Ronal sepupunya yang beberpa hari tidak muncul mencari masalah kini dia muncul untuk mencari masalah dan Fika takut jika salah satu temannya dijadikan mangsa oleh sepupunya itu.
" Boleh duduk " Tanya salah satu dari ke 3 laki-laki itu
" Udah duduk juga baru tanya, boleh " Dengus Eve sedikit tak suka pada mereka, dan Ailen mengabaikan ke 3 laki-laki itu ia terus menikmati makanannya yang tinggal dikit lagi habis
" Boleh kenalan dong cantik " Goda Ronal sesekali melirik sepupunya dan menatap Eve dengan tatapan menggoda
" Boleh kalo gak salah kakak kakak ini adalah kakak kelas kita kan tapi sayang kita gak kenal maaf ya " Seloroh Ailen yang sudah menghabiskan batagor nya itu
" Masak gak kenal kita tuh most wanted di sini tahu, ya gak Gas " Senggol Ronal pada temannya yang memang baru dikenal beberpa hari lalu tapi mereka sudah terkenal saja ya most wanted sekolah, mereka ada 2 dan sekarang ketambahan satu dari anak baru itu
" Kenalin gue Ronal, dan ini dia temen gue Bagas dan Cahyo " Lanjut Ronal pada mereka
" Bang jangan bikin ulah kenapa sih bisa kan kalo Abang tetep bikin ulah gue laporin lo ke tante Sarah " Geram Fika sembari menatap Abang sepupunya dengan tatapan tajam
" Santai napa sih Fik gak bikin ulah juga, gue aja baru lihat lo sama dua temen lo tadi pagi " Jawab Ronal santai
" Fika lo kenal mereka? " Tanya Ailen dan di angguki oleh Eve
" Yang satu itu yang pernah gue ceritain sama kalian itu loh namanya bang Ronal " Jawab Fika
" Owalah gitu yaya " Balas keduanya sambil menganggukkan kepalanya
Sementara Cahyo dan Bagas sedang memperhatikan Fika dan Ailen dan laki-laki itu memang nampak dingin tak tersentuh banyak yang mengejar mereka namun tak di hiraukan nya berbeda dengan Ronal yang suka menggoda perempuan dan pacaran laku di putusin memang Playboy dan suka gonta ganti pacar .
" Ehh kenalan dong nama kalian " Ujarnya lagi
" Ailen " Jawab Ailen datar
__ADS_1
" Bagas " Ujar Bagas tiba-tiba yang membuat Ronal sedikit terkejut namun ia nampak tersenyum penuh arti
" Fika " Ucap Fika sembari meminum teh nya
" Cahyo " Balas Cahyo seperti Bagas tadi
" Lo gak mau kenalin diri lo " Ujar Ronal karena Eve tak berbicara dan hanya diam sembari menikmati makan dan minumannya yang belum juga habis
" Mau tahu nama gue? " Tanya Eve ia kembali bertanya pada mereka
" Ya iya gue mau tau nama lo kan lo cantik tuh bisa aja nanti kita jadian gitu secara kan gue ganteng " Ujar Ronal pede dengan seringai nya yang menggoda namun tampak sangat tak menyenangkan di mata Eve ia menatap dengan ogah ogahan dan malas sekali
" Gue tanya Abang gue dulu " Ujar Eve karena ia sebenarnya malas memperkenalkan dirinya dan ia menyebutkan Dimas sebagai Abang nya
" Mas Dimas ada yang mau kenalan sama aku, sebenarnya aku gak suka sama dia gimana boleh gak " Isi chat Eve pada Dimas
" Gimana boleh kan masak enggak " Ucap Ronal lagi
" Hmmm, Eve " Jawab Eve malas
" Nah gitu dong kan cantik, gue Ronal bisa panggil Abang Ronal atau sayang kalo mau " Goda Ronal pada nya ya sadari tadi hanya Ronal yang banyak bicara sedangkan Fika dan Ailen diam nampak gugup di perhatikan oleh kedua laki laki dingin yang ada di depan mereka sementara Eve sangatlah malas dengan Ronal dan Ronal sangat bersemangat untuk mendapatkan perhatian Eve.
Tidak terasa bell masuk berbunyi Eve dan ke 2 temannya dengan cepat pergi ke kelas meninggalkan ke 3 laki-laki itu di kantin, karena kelas meteka kosong ke 3 laki-laki itu tetap berada di kantin sambil berbincang bincang mengenai Eve, Fika dan Ailen, sementara di kelas pelajaran pun di mulai setelah bell masuk tadi.
Pelajaran mereka adalah antropoligi selama satu jam saja dan selebihnya adalah bahasa indo yang mengajar adalah Dimas, dan mereka belajar dengan suasana hening, karena sebentar lagi adalah ujian kenaikan kelas akan datang jadi harus rajin rajin dan memperhatikan pelajaran yang di ajarkan pada mereka.
Malam harinya Eve bercerita tentang apa yang ia alami tadi di sekolah saat bertemu dengan sepupu Fika pada Dimas, ia kesal karena yang namnya Ronal itu seperti nya mencoba untuk mendekatinya dan Eve sangat risih dengan tatapan atau ucapan yang di katakan oleh Ronal, Dimas awalnya biasa saja namun lama lama ia kesal juga, apa lgi Lora juga mendekatinya kembali Dimas pun nampak malas ia ingin membicarakan itu pada Eve namun nampaknya Eve tidak suka akhirnya Dimas tak jadi mengatakan hal tersebut.
Satu minggu kemudian ujian kenaikan kelas pun berlangsung dengan lancar usia pernikahan Dimas dan Eve juga sdah berjalan satu bulan ya meskipun masih baru bisa di katakan pengantin baru masihan karena masih usia dini pernikahan mereka, namun kedekatan keduanya tak di ragukan lagi, mereka nampak lebih dekat dan mesrah, Dimas berencana untuk tinggal sendiri di rumah yang ia beli beberpa waktu lalu.
__ADS_1
Keduanya telah mengatakan perasannya dan Dimas mulai berani untuk menyentuh istrinya yang awalnya Eve sangat risih dan tak suka di sentuh kini ia terbiasa mendapatkan sentukan nakal dari Dimas, tetapi mereka belum juga malam pertama. Dan hari ini malam ini mereka membicarakan tentang pindah rumah dan rencana ini sudah di diskusikan oleh Dimas tiga hari sebelumnya bersama orang tuanya juga.
" Kamu yakin sayang mau tinggal sendiri bersama istrimu itu " Ujar Mami Mira yang sebenarnya tak ingin pisah dengan anak laki lakinya itu
" Iya Mi Angga udah pikirin ini dari sebelumnya, dan ini adalah keputusan Angga juga Elva " Balas Dimas
" Kak Angga entar aku gak ada temen mainnya gimana kalo kak Eve ikut kakak " Ucap Retw ia sudah mengis sejak tadi tapi tak bisa mengeluarkan air matanya karena sudah habis
" Kamu bisa main kerumah, kalian juga bisa main ke sana Pi Mi Angga juga akan sering dateng ke sini kalo akhir pekan ya gak setiap hari karena satunya di rumah Mamah Sofia " Jelas Dimas
" Baiklah, tapi kalian harus sering datang loh ya, kami akan sangat merindukan kalian " Ucap Papi Bagas
Setelah acara perpisahan keluarga itu Dimas dan Eve memasukkan koper kopernya kedalam bagasi mobil dan selanjutnya mereka pergi meninggalkan kediaman tersebut dan kerumah baru yang gak begitu jauh jarak nya sih mungkin setengah jam sampai.
Dalam perjalanan Eve sibuk memperhatikan jalanan dan Dimas fokus menyetir mobil hingga mereka tiba di kediaman baru mereka, setelah sampai. Keduanya pun masuk ke dalam rumah, ya rumah mereka ini tak begitu besar dan tak kecil ya sedang dan cukup untuk keluarga kecil mereka nanti Eve terlihat kagum dengan desain dan interior rumah tersebut yang begaya modern dan minimalis.
" Wahh Mas, ini kamu sendiri kah yang sedang interiornya atu tukang bagus banget " Ucap Eve dengan mata berbinar menatap ke seluruh sudut
" Hmm ini Mas yang pilih desainnya ada pilihannya dan Mas pilih yang ini giman kamu suka " Jawab Dimas pada Eve
" Suka ohh ada ahlinya toh, hmm bagus juga warna tembok nya juga bagus Mas Dia profesional banget ya kerjanya sangat memuaskan " Terang Eve memberikan komentar pada orang yang mendesain rumah mereka, walaupun Dimas tak membuat desain tersebut karena Dimas sendiri kutang paham dengan masalh bangunan dan derain akhirnya meminta seorang ahli dedaun interior rumahnya dan ketemu lagi desain ini.
" Iya, Mas juga suka kok ini bagus, giman kalo kita coba ke kamar kita di atas " Ajak Dimas pada Eve
" Hmm oky " Jawab Eve semangat sekali dengan senyuman yang terpancar dari wajahnya ayu nya.
Di rumh itu terdapat 4 kamar kamar atas ada dua kamar bawah ada satu dan kamar tamu satu, dapur yang di desain seperti kafe dan ruang meja makan nya juga, lalunryang tengah terdapat TV dan sofa, juga karpet jika ingin duduk di lantai, terakhir ruang tamu dengan sofa dan bunga di tengah meja di halaman belakang rumah ada taman bunga dan sayuran yang di tanam oleh Dimas, di samping tumah adalah garasi lalu di teras ada pohon jambu dan apel kenitu nya di halaman belakng juga bisa bersantai karena ada gazebo yang bisa langsung melihat ke jalanan.
Dimas juga memakai pagar untuk rumah nya di depan rumah ia kasih pagar dan di halaman belakang juga dikasih pagar agar tidak ada binatang atau sesutu masuk dengan sembarangan tidak lupa dia memberikan cctv di rumah nya karena sekarang banyak hal tak terduga terjadi dan rawan kejahatan.
__ADS_1