
" Jadi gimana sayang kamu setuju kan? " Tanya Mamahnya pada Eve
" Terserah kalian deh Eve ikut aja " Jawab Eve lalu kedua orang tuanya tersenyum dan bilang setuju pada mereka
" Kamu Ga gimana? " Tanya Maminya putra putranya itu yang terlihat sedikit tidak senang dengan apa yang terjadi sekarang
" Hmm suka-suka kalian deh Mi, Pi Angga ikut " Jawab Dimas dan keduanya pun akhirnya setuju dengan perjodohan tersebut.
" Ehh kak Angga jawaban kakak sama kak Eve sama lo ikut aja jadi kalian setuju kan " Ucap Reta yang memecah keheningan sesudah mengatakan setuju pada perjodohan tersebut.
" Anak kecil gak usah ikutan " Sarkas Dimas sembari memicingkan matanya kerap arah adik nya itu
" Wahh kak jangan dingin dingin amatlah mana mau Kak Eve sama orang dingin kayak kakak nanti " Balasnya sembari menggoda kakaknya, memang Dimas itu terlihat dingin di luar tetapi sebenarnya ia adalah orang buang hangat dan perhatian juga sayang pada keluarga nya.
" Berisik tahu Dek " Balas Dimas
" Rusuh ya kalian kalo berdua " Sambung Eve pada mereka
" Nah iya bener kak tapi seringnya sih aku yang banyak bicara dan ngerusuh ke kak Angga " Jelasnya
" Ohh ya, sama kakak mu itu tegas banget di sekolah, teman-teman kakak aja gak ada yang berani sama Dia tapi anehnya banyak yang suka " Ujarnya ikut membicarakan Dimas dengan Reta, sedangkan Dimas hanya menjadi pendengar keduanya saja, sampai pada waktunya, kedua keluarga itupun pulang ke ruang masing-masing, setelah Dimas meminta nomor ponsel Eve.
Keesokan harinya Eve berangkat ke sekolah bersma sangat Papah yang berangkat bekerja, sesampainya di sekolah Eve menuju kantin sebab ia belum saran dan ia kesiangan seperti biasanya, semalam ia tidak bisa tidur karena terus menerus di ganggu dengan chat dan sms dari Dimas yang menanyakan berbagai macam hal, tepat nya sih bukan Dimas yang tanya melainkan Reta yang bertanya melalui ponsel Dimas hasilnya Eve tidur lewat ham jadinya kembali kesiangan deh.
" Eve kemaren aja lo berangkat pagi kenapa sekarang siang lagi? " Tanya Fika yang di setujui oleh Ailen, ya mereka ber 3 sekarang berada di kantin setelah mendapat pesan singkat di ponselnya dari Eve yang berada di kantin ia sedang saran dengan soto mbok jum juga teh manis hangat nya
" Ya, semalam gue gak bisa tidur tahu, gue tidur kelewat ham malem jadi kesiangan lagi " Jelas Zeven dengan mata yang masih berat ia masih mengantuk, tetapi dengan teh hangat ia bisa menghilangkan kantuknya dan menyegarkan matanya kembali.
__ADS_1
" Lhah kok bisa " Ucap Ailen
" Hmm gara-gara adiknya Pak Dimas chat gue mulu pakek ponselnya Pak Dimas nanya berbagai macam pertanyaan dan juga ceritain tuh gimana Pak Dimas selama ini ke gue " Ucap Eve kembali sambil melanjutkan makan nya
" Pak Dimas, kita gak ngerti apa hubungannya lo, adiknya sama Pak Dimas ? " Tanya Fika
" Iya Eve jelasin, hubungan lo sama Pak Dimas dan juga Adiknya " Sambung Ailen
" Bentar gue abisin nih makan sama minum dulu tinggal dikit entar gue ceritain " Balas Eve, selanjutnya Ailen dan Fika menunggu Eve menghabiskan sarapannya lebih dulu dan juga minumannya, setelah habis dan Eve mengembalikan mangkuk juga gelasnya sembari membayar makanannya, mereka pun berjalan ke kelas, sampainya di kelas Eve pun menceritakan nya pada ke 2 temannya sambil menunggu bell masuk .
" Jadi, kemarin malem vue sama keluarga makan malem di kafe, sama temen bisnis serta sahabatnya Papah, ehh gak tahunya Pak Dimas juga ada dia anaknya, kan punya Adek, adeknya itu lo cepet banget, tapi seru sih anaknya " Jelas Eve pada mereka berdua
" Lanjutkan " Pinta keduanya
" Ya karena gue udah kenal sama Pak Dimas darin kenalan dikelas kemaren dia jadi guru baru, akhirnya Papah jodohin gue sama Dia dan orang tuanya pun juga sama jodohin Dia sama gue, awalnya dia nolak karena baru putus cinta tapi di suruh mikir buat masa depan jadi mau ngakak mau kita nerima perjodohan tersebut " Lanjut Eve menjelaskannya
" Nah iya bisanya kan klo ada orang di jodohin kan dibyolak karena gk kenal atau gak mau gitu kok gak ada penolakan sama sekali sih lo " Sambung Fika pada Eve
" Ya gimana gue gak tahu itu, ya ribet sih kalo nolak alasannya apaan sementara gue gak punya alasan buat nolak, dan ya ikut ortu lah, Dia juga ikut Ortunya kita nerima perjodohan itu ya meski ada rasa gak suka atau terpaksa sih " Ucapnya tenang tanpa beban padahal di dalam hatinya ia merasa tertekan sedikit dengan perjodohan tersebut, tetapi ia menutupinya dengan senyumannya .
" Nih anak polos atau bego sih di jodohin iya iya aja " Gumam Fika dan di angguki Ailen sedangkan Eve tidak mau tahu apa yang sedang ke 2 temannya itu bicarakan. Bell masuk pun berbunyi kini mereka pun memulai pelajaran pertama mereka yaitu kelas Bahasa Inggris.
Setelah pelajaran pertama selesai kelas tersebut memasuki pelajaran kedua yaitu Antropologi. Sampai waktu istirahat tiba, ketiganya ingin pergi ke kantin tetapi tiba tiba Eve di suruh ke ruangan guru yaitu ruangan Dimas.
Eve pun meminta ke 2 temannya untuk pergi ke kantin lebih dulu, sedangkan dia akan pergi menemui Dimas dulu yang katanya sedang menunggunya di ruangannya sekarang.
" Kalian duluan aja, gue mau ke ruang guru dulu nemuin Pak Dimas " Ujar Eve
__ADS_1
" Ya udah, kita ke kantin dulu, jangan lupa kalo ada apa-apa lo ada kita kok " Ucap Ailen dan juga Fika pada Eve, kemudian Ailen dan Fika pergi ke kantin dan Eve ke ruang guru ruangan Dimas berada.
" Tok... Tok... Tok... " Surat pintu di ketuk dari luar
" Masuk " Ucap suara dari dalam menyuruh untuk masuk
" Permisi, Bapak panggil saya " Ujar salam Eve pada Dimas setelah masuk ke dalam ruangan tersebut
" Ya, kamu duduk dulu di sini " Perintahnya, tanpa menolak Eve pun menurutinya saja daripada nanti panjang urusannya kakinya menolak sebab Dimas tipe orang yang tidak suka di bantah atau di tolak.
" Ada apa ya Pak? " Tanya Eve pada Dimas sembari ia menatap pada Dimas yang masih sibuk merapikan kertas-kertas di mejanya
" Ohhh iya, setelah istirahat kan pelajaran saya, ini kertas tugas kemarin kamu bagikan pada anak-anak lainnya nanti saat masuk " Terang nya sambil memberikan satu map yang betul kertas tiga agar tidak berceceran saat dibawa karena sudah di urutkan
" Ohh iya Pak, kalo gitu saya permisi " Pamit Eve karena ia rasa sudah tidak ada lagi keperluan di sana
" Tunggu, " Ucap Dimas pada Eve sebelum Eve keluar dan masih di ambang pintu masuk
" Ya, apa masih ada lagi Pak? " Tanya Eve
" Tidak, hanya saja nanti saat pulang sekolah kamu pulang sama saya, orang tuamu tadi kirim pesan ke saya karena siang ini mereka berangkat ke luar kota untuk bisnis " Jelas Dimas pada Eve
" Ya, jadi gitu, makasih Pak, kalo tidak ada yang lainnya saya permisi " Ucap Eve kembali
" Sebentar, saya ingin minta maaf karena kemarin malam adik saya terlalu senang " Ujarnya tidak enak hati, baru kali ini ia meminta maaf lebih dulu pada seseorang.
" Ohh itu, tenang aja Pak saya tidak masalah hanya saja dia sangat cerewet tetapi asik kok " Terang Eve pada Dimas, setelah itu ia pun ke luar karena sudah tidak ada keperluan lagi, setelah keluar Eve kembali ke kelas untuk membagikan kertas ujian nya lebih dulu, baru setelah membagikannya ia pergi ke kantin menyusul ke 2 temannya di sana yang sudah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1