
Selama setengah jam itu mereka sibuk membaca dan membuat serita pendek yang di perintahkan oleh Guru mereka ada yang bekerja sama, mencari topik judul dan tema ada yang mencari contoh di buku dan lain sebagainya, tetapi tidak dengan Eve yang ia tahu setelah membaca cerita pendek tersebut ia langsung menyobek kertas di bagian tengah buku nya. Menulis judul ceritanya lakubia mulai menulis sinopsis dan kerangka cerita yang akan ia buat.
" Eve lo mudah banget bikin ceritanya " Tanya Ailen dan Fika yang menyetujuinya sebab mereka bertiga kini berhadapan
" Kenapa repot tinggal bikin cerita kan, ya gue udah ada bahan ceritanya entar kalo gak langsung gue tulus ilang udah gak bisa nulis lagi " Jelas Eve pada keduanya
" Cepet banget dapetnya, kita aja masih bingung mau nulis cetita apa " Sambung Fika
" Oke deh biar mudah, emang kalian mau bikin cerita yang kek gimana? " Tanya Eve ia menghentikan tulisannya dan menjelaskan sedikit pada kedua sahabatnya nyang masih kebingungan untuk menulis cerita pendek atau cerpen mereka.
" Gak tahu " Jawab keduanya bersamaan
" Hahh, gini ya Fika , Ai kalian tentuin dulu temanya, lalu judulnya apa kalo udah kalian bikin sinopsis cerita nya setelah itu kerangka ceritanya bagian awal lalu konflik dan penyelesaian nya dan terakhir bagian akhir cerita pesan yang mau lo sampein dan tamat deh " Jelas Eve panjang lebar, suara Eve pun yang sedikit keras karena krlas tersebut hening tidak banyak yang berbicara dan karena itu sura Eve bisa terdengar, Dimas pun juga sempat mendengar penjelasan dari Eve.
Ia tidak menyangka bahwa Eve yang kelihatannya malas dan tidak tertarik tadi bisa menjelaskan begitu detail dan singkat padat juga mudah untuk di pahami .
" Gimana paham kan " Lanjut Eve
" Hmm oky makasih beb lanjutkan nulisnya " Ujar Fika tersenyum setelah paham apa yang di jelaskan Eve padanya
" Terus lo Ai, paham kan sama apa yang gue jelaskan barusan? " Tanya Eve pada Ailen , setelah Fika kelai duduk di bangkunya dan menulis ceritanya
" Ya, maksih Eve udah jelasin gue paham sekarang, udah lo lanjut lagi tulisan lo " Balas Ailen ia juga sudah mulai membuat ceritanya.
Kemudian Eve sendiri juga melanjutkan tulisannya, setelah beberapa saat ia menulis akhirnya Eve selesai dengan tulisan dan ceritanya juga.
__ADS_1
" Kalian udah belum, Fika, Ai kalo udah siniin biar gue tumpuk ke depan " Ujar Eve pada ke 2 sahabatnya yang sedang berbincang-bincang
" Udah nih, makasih cantik " Balas mereka dan menyerahkan kertas tersebut pada Eve
" Ini Pak kita udah selesai " Ucap Eve pada Dimas yang sedang mengerjakan beberapa berkas di kantor yang ia bawa ke sekolah untuk mengejar.
" Baik taruh saja di meja " Jawabnya singkat, lalu Eve menaruhnya di meja dan kembali duduk di kursinya.
Bebrapa menit berlalu akhirnya semuanya sudah selesai dan di tumpuk di depan, lalu jam istirahat pun berbunyi, namun belum ada yang keluar sebenarnya Dimas belum pergi dari kelas
" Pak sudah istri ahok apa kita bisa keluar ? " Tanya Eve pada Dimas sebab perut nya sudah keroncongan dan yang lainnya pun tidak ada yang berani bertanya pada Dimas karena pancaran aura dingin dan tegas dari Dimas yang ia keluarkan.
" Boleh, jika sudah selasai kalian boleh istirahat silahkan istirahat " Jawab Dimas lalu ia mulai merapikan barang barangnya dan memasukkannya di tas kerja nya kemudian melangkah keluar dari kelas.
" Tuh Pak Dimas udah keluar kita keluar yuk " Ujar siswa siswi lain dan mereka juga mukai keluar satu persatu menuju kantin
Ketiganya kini berjalan ke kantin, namun saat hampir saja sampai kantin tak sengaja ada seorang yang menabrak Eve dan di belakangnya ada geng yang sering membully anak-anak lain yaitu kelompok dari Rosetta, Fiona, Lala dan juga Megan.
" brukk... " Suara tabrakan yang sedikit keras menabrak batu Eve yang sedang berjalan dengan Fika juga Ailen
" Maaf, maaf kak aku gak sengaja " Ucao gadis itu ketakutan sampul meminta maaf pada Eve
" Hmm kenapa juga lo sampek nabrak " Balas Fika langsung ia menjadi kesal sendiri
" maaf kak, itu tadi aku dikejar sama kak Rosetta dan teman-temannya kak maaf ya " Jelas nya sembari menunduk dengan tangan yang gemetaran
__ADS_1
" Rosetta, emang siapa sih Fik, Ai gue gak kenal " Tanya Eve dengan santainya
" Ehh culun kemari lo mau kabur kan lo " Teriak Rosetta dari depan yang berada di belakang anak yang menabrak Eve
" tuh Rosetta nya dateng, kita oergi aja yuk " Ujar Ailen sembari menujukan Rosetta beserta dengan ke 3 temannya dengan dagunya.
" Ohh jadi dia, ngapian sih pergi kan kita gak salah " Ujar Eve tak mengerti
" Ehh mereka tuh yang biasa buly anak-anak yang lemah dan gak berani ngelawan " Jelas Fika
" Kita pergi aja Eve gak usah ikut campur oky " Sambung Ailen
" Hmm ya udah pergi " Ujar Eve ia dan ke 2 sahabatnya pergi dari sana namun belum juga Eve melangkah tangannya udah di pegang okeh anak yang menabraknya tadi dan ia pun bersembunyi di belakang Eve, Fika, dan juga Ailen
" Ehh lo ngapain sembunyi di sini " Ujar Ailen
" Ehh lo adik kelas kan pergi sana " Sambung Fika
" Culun kemari lo, kita belum selesai " Teriak Rosetta kemabli setelah berasa di hadapan mereka.
" Megan , Fiona tarik dia gue belum juga apa apain udah kabur tuh anak " Perintah Rosetta dan Ke 2 orang itu pun menarik tangan Anak atau gadis yang bersembunyi di belakang Eve dan ke 2 sahabatnya
" Kak lepas kak, sakit kak " Teriak nya sembari menahan air matanya yang ingin keluar
" Enak aja ngerjain lo tadi aja lo nabrak gue, sekarang gue bales lo " Ucap Rosetta dan di angguki oleh ke 3 temannya
__ADS_1
" Jahat ya mereka kita pergi aja yuk " Ujar Eve yang sudah ingin cepat cepat makan karena sudah sangat lapar, akhirnya mereka noun pergi, tetapi sebelum oergi Eve tanpa sengaja melihat ada Guru yang berada di kantin dengan inisiatifnya biasanya berbisik ke Rosetta jika tidak melepaskan orang yang di bully nya makan Eve akan berteriak dan guru tersebut akan datang, karena Guru yang berada di kantin itu, terkenal dengan ke killeranya.
Akhirnya Rosetta pun melepaskan nya setelah melihat Guru tersebut dan pergi dari kantin, dan adik kelas tersebut setelah berterima ksih dengan Eve juga Ailen dan Fika ia pun akhirnya pergi dari sana, kemudian Eve dan ke 2 sahabatnya ke ka tin untuk membeli makan juga minum, sebelum bell masuk berbunyi.