
Tidak lama Reta datang dan bergabung dengan mereka ia juga sudah rapi dengan pakaian sorenya , tadi siang Reta pulang dan tidak bertemu dengan kakak iparnya dan kakaknya itu.
" Kak Angga sama kak Eve kok baru makan? " Tanya Eve yang sudah duduk di samping Eve
" Iya Reta kita baru bangun tadi jadi baru makan deh "
" Wahh iya tadi siang kan kalian tidur lama sekali, kak Angga buat Kak Eve lelah ya " Goda Reta semua ari tersenyum jahil
" Ehh anak kecil jangan sok tahu deh ya " Sergah Dimas ia tak melakukan apapun dan memang mereka tidur dengan lama bukan karena apa tetapi memang keduanya ingin istirahat sebelum ke rumah Mamah Sofia nanti
" Emang kalian belum itu " Ujar Reta tanpa rasa bersalah
" Aduhh kak sakit tahu " Kesal Reta saat hidungnya di cupit oleh Dimas
" Makanya jangan sok tahu Dek gak baik lihat mukak kakak iparmu udah kayak tomat itu " Ujar Dimas merasa gemas sendiri dengan tingkah adeknya juga Istri kecilnya itu
" Heheh maaf atuh kak udah deh gak ganggu lagi deh, Mami sama Papi belum turun ya "
" Bentar lagi mungkin " Jawab asal Eve ia baru mengeluarkan suaranya, setelah keduanya selesai makan dan membereskan piring kotornya Kedua orang tua mereka pun turun, Papi, Dimas dan juga Reta duduk di ruang tengah, sedangkan Mami dan Eve menyuapkan makan malam, mungkin Dumas dan Eve tidak ikut makan malam karena sebentar lagi akan ke rumah Mamah Sofia sebelum malam tiba mereka akan berangkat.
Setengah jam kemudian mereka selesai menyiapkan dan menata makan malam di meja makan selanjutnya Dimas mengajak Eve untuk bersiap siap untuk segera berangkat.
" Mi, Pi Dimas dan Elva berangkat dulu keburu malem nanti " Pamit Dimas mengalami tangan kedua orang tuanya
" Kalian hati-hati di jalan, salam kan kepada kedua orang tua kamu ya sayang " Ujar Mami Mira di setujui oleh Papi Bagas
" Iya Mi, nanti Eve sampaikan ke mereka "
" Kak Eve sama kak Angga kalian hati-hati ya, salam buat kedua orang tua kakak " Ujar Reta lalu memeluk Eve sejanak setelah itu keduanya keluar dan menuju mobil Dimas, setela masuk ke dalam mobil ia menyalakan mesinnya dan melajukannya membelah jalan di sore yang ramai karena orang orang pada pulang kerja, ada yang libur karena akhir pekan ada juga yang masuk sebab minggunya libur.
Di dalam perjalanan tidak ada percakapan mereka fokus ke dalam kelihatan mereka masing masing, Dimas yang menyetir mobil dan fokus ke jalanan sementara Eve ia lebih asyik memandangi jalan di sore hari itu lewat kaca jendela mobil.
Sebelum ke rumah mereka berhenti sejenak untuk membeli buah buat Mamah dan Papah Eve di rumah setelahnya Eve melihat ada yang menjual mie ayam, sudah lama ia tidak memakan mie ayam, akhirnya selesai membeli buah mereka membeli mie ayam.
" Apa ada lagi selain ini " Ucap Dimas
" Tidak ada aku cuman mau ini aja toh kita belinya juga untuk orang tua rumah sekalian dan hari juga udah mau malam " Jawab Eve
" Baiklah kalo gitu mari kita lanjutkan, ayo " Ajak Dimas
__ADS_1
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan nya kembali hingga malam tiba mereka juga tiba di rumah orang tua Eve.
" Assalamu'alaikum Mah, Pah " Salam Eve dan juga Dimas
" Waalaikumsalam masuk-masuk " Jawab Mamah Sofia yang sudah tahu kedatangan mereka, karena Eve langsung masuk ke dalam rumah, lalu keduanya menyalami tangan orang tua Eve setelah itu pun sebelum makan malam Eve dan Dimas melaksanakan kewajibannya lebih dulu dan membersihkan diri, baru setelahnya mereka makan bersama di meja makan.
" Gimana hubungan kalian baik " Ujar Papah Andrian pada Dimas
" Baik Pah, lancar kok " Jawab Dimas
" Apa kalain sudah melakukan hubungan suami istri? " Tanya nya kembali
" Kalo itu belum Pah, kami masih mau mengenal lebih lanjut lagi, secarakan perkenalan dan pernikahan kami di adakan secara mendadak jadi butuh waktu dan kesiapan masing masing " Jelas Dimas pada Papah Andrian
Sedangkan kedua wanita setelah makan malam asik menonton TV dan memakan buah yang di bawa oleh Eve tadi
" Ya kamu benar, jalani saja dulu nanti jika ada masalh kalian bisa hubungi kami atau mintalah saran pada kedua orang tua mu "
" Tentu, omong omong apakah Eve memang seperti itu jika sudah akrab dan dekat dengan seseorang akan selalu cerewet dan terbuka Pah " Ujar Dimas
" Ya Eve membuat orang yang seperti itu, bila sudah kenal dan dekat ia akan memperlihatkan sifat aslinya, tetapi bila belum kenal atau hanya saling kenal Eve memang dingin dan cuek anak nya apakah kamu juga merasakan itu " Jelas Papah Andrian pada Dimas mengenai Eve
" Ya awal nya memang dekat tetapi selalu menutup diri namun setelh menikah Eve lebih sering berbicara dan juga tidak menutup dirinya kembali "
" Heheh itu perbuatan putri Papah yang merubah saya, " Terang Dimas
" Hahaha bisa mencair juga ya, dulu Papimu juga gitu dingin banget orang nya tapi setelah ketemu Mami mu dia juga hangat ya seperti yang kamu lihat sekarang " Jelas Papah menceritakan kiasan dari temannya itu
" Kalo Papah "
" Kalo saya, saya orangnya memang hangat seperti yang kamu lihat tetapi sifat dan karakter Eve menurun dari Mamahnya " Balas Papah Andrian
" Iya Pah, sepertinya mereka sudah selesai " Ujar Dimas sambil melihat jika Mamah mertua dan istrinya telah selesai menata makan malam mereka .
Malam pun tiba setelah semuanya menjalankan kewajibannya mereka pun makan malam bersama dengan suka cita, di iringi canda tawa dari Eve dan juga Dimas yang kadangkala menanggapi nya, sementara orang tua Eve mereka diam diam menatap senang di dalam hatinya bahwa putri mereka mendapatkan suami yang baik dan pengertian serta bertanggung jawab seperti Dimas.
Malam semakin larut keduanya sekarang berada di kamar untuk istirahat begitu pula dengan kedua orang tua Eve meteka juga sudah istirahat di kamar merek, tetapi Eve belum ingin tidur jadi di kamar ia hanya berbaring sambil beberapa kali merubah posisi tidurnya.
Dimas yang melihatnya pun sebenarnya ingin menegurnya tetapi ia urungkan, Dimas masih ingin melihat Eve yang bergonta-ganti posisi tidurnya namun tak kunjung dapat posisi tidur yang nyaman hingga ia memecah keheningan malam itu.
__ADS_1
" Elva kamu kenapa belum tidur " Ujar Dimas pada Elva yang kalau itu sedang dalam posisi berbaring telentang dengan kedua tangan yang bersedekap
" Gak bisa tidur, biasanya kalo di kasur kamar udah malam ngantuk tuh langsung bisa tidur ini gak bisa " Adu Eve ia kesulitan untuk tidur malam ini jadi ia mengganti posisinya menjadi menghadap ke arah Dimas
" Memang kamu mau apa, atau kamu lapar, pengen makan atau apa Elva agar kamu bisa tidur " Balas Dimas, biasanya jika tidak bisa tidur antara perut kosong atau lapar atau inginnya ngemil jajan, dan juga bisa jadi sekedar ingin minum teh di malam hari
" Pengennya makan indomie sama kopi " Jawab lugu Eve, lalu tak lama ia tersenyum dan beranjak dari tempatnya lalu keluar menuju dapur di bawah membuat indomie dan kopi yang ia mau
Dimas pun ikut keluar menemani istrinya itu barangkali ia memnag lapar di malam hari tapi bukankah ada nasi dan sayur yang masih sisa saat makan malam tadi pikir Dimas dan juga tadi bukannya sudah makan bakmi yang biasa beli bersama saat makan malam tapi kini Eve masih mau makan mie .
Efek orang suka makan mie karena sudah lama tidak makan mie instan atau mie buatan sendiri ia jadi ingin makan lagi saat ia mau makan, itulah yang ada di fikiran Dimas memaklumi istrinya yang sangat suka makan mie instan atau pangsit pokoknya berhubungan dengan mie, tetapi Eve jarang makan jadi sekali makan ia masih ingin lagi
" Banyak sekali kamu masaknya, apakah habis? " Tanya Dimas di belakang Eve saat Eve masak mie yang akan selesai dalam beberapa menit lagi
" Ohh habis habis aja sih, ini mie nya kan dikit terus biar banyak aku tambahin sayur yang Mamah buat tadi kalo masih kurang mungkin bisa di tambahin nasi dikit biar kenyang, ohh ya Mas Dimas mau kopi juga "
" Hmmm kalo bisa kopi susu ya " Jawab Dimas
Begitu mendengar ucapan Dimas Eve menyiapkan satu gelas lagi, awalnya ia sudah membuat satu gelas kopi untuk dirinya saat merebus air sebelum memasukkan mie kedalam panci kecil itu, namun air panasnya masih ada dan Dimas juga meminta kopi akhirnya Eve membuatkan satu lagi kopi untuk Dimas sang suami
Beberapa menit kemudian Eve selsesai membuat kopi susu permintaan Dimas dan juga mie nya sudah matang, kini ia membawa satu nampan berisi satu mangkuk yangbukurannyablumatan besar karena mie nya yang biasa campur dengan sayur menjadi banyak ia tidak jadi menambahkan nasi takut kekenyangan dan tidak habis, juga dia gelas kopi yang satu kopi biasany tuk dirinya satu lagi kopi susu untuk suaminya.
" Kayaknya enak nih, bolehlah kalo Mas minta dikit " Bujuk Dimas ia menjadi tergoda denganasakn mie yang di buat Eve
Eve menanggapinya dengan tersenyum dan tak lama ia kembali ke dapur guna mengambil satu sendok lagi dan juga mangkuk.
" Sebentar yang Mas kalo Mas mau aku akan ambil bagian ku dulu nanti sisanya Mas habiskan juga gak papa " Jawab Eve lalu ia mengambil mie dan sayurnya di maknkuk sebagian sekiranya cukup ia makan dan kuahnya juga, sedangkan sebaginnlahi yang masih sisa ia berikan pada Dimas
" Sudah silahkan dimakan semoga Mas suka sama masakan mie ala Eve hihi " Ungkap Eve yang melihat Dimas nampak tergoda sekali dengan mie yang ia buat itu terbukti dengan Dimas yang beberapa kali mengecap mulutnya dengan mata berbinar, juga Aroma mie membuat perut Dimas keroncongan seketika
" Makasih " Ucap Dimas
" Hmmm " Jawab Eve yang sudah memekan mie yang ia ambil di mangkuk yang ia labil tadi , lalu Dimas pun juga memakan mie buatan Eve, nampak Dimas setelah memakan satu suap tidak selang berapa lama tidak ada lima menit mie tersebut sudah ludes habis di makan, lalu setelah nya Dimas meminum kopi susunya
Ia pun mebelalakkan matanya saat tahu rasa kopi susu itu sama persis seperti kopi susu yang di jual di restoran atau kafe tetapi ini begitu terasa susnya tetapi masih ada rasa kopinya ia baru pertama merasakan rasa kopi susu dengan dua rasa menjadi satu, paduan kopi dengan susu di campur dengan sempurna itu menurut Dimas
Sementara Eve masih tenang memakan mie nya dan sesekali meminum kopinya juga, dan hasilnya setelah Dimas menghabiskan satu mangkuk mie dan satu gelas kopi beberapa menit kemudian Eve juga menghabiskan mie dan kopinya hampir bersamaan.
Lalu sesudahnya ia membersihkan nya dan mencucinya sekalian setelah selesai keduanya pun ke kamar tetapi tidak berbaring hanya duduk dan menyenderkan di senderan ranjang, karena setelah makan mereka tidak biasanya langsung tidur biar di proses lebih dulu barulah mereka tidur.
__ADS_1
" Elva kamu belajar buat kopi sejak kapan? " Tanya Dimas penasaran karena setiap Eve membuat kopi ia bisa merasakan rasa kopi yang berbeda dari biasany terkadang Eve men uat kopi yang tidak ada ampasnya sama sekali, namun kadang Eve juga membutkan kopi dengannkipininstan dengan ampas kopi yang tenggelam meskipun itu kopi biasa atau kopi susu dan sekarang ia membuatkan kopi susu dengan dua rasa menjadi satu.
Namun sejenak saat ia merasakan kopi buatan Eve ia seakan tercandu ingin meminumnya lagi, ada sensasi beda dari kebanyakan kopi yang di buat orang lain dan buatan Eve menurut Dimas ia sekarang lebih suka kopi tau teh yang di buat Eve sejak menikah ia hanya minum kopi dan teh buatan Eve meski masih beberapa hari lalu mereka menikah.