
Setelah mengembalikan baskom air dan mengambil air putih Dimas belum pergi ke kamar nya ia berjalan ke sofa ruang tengah dan berbaring di dana, sedangkan Mami Mira ia ingin memasak makan siang, namun saat ia melihat ternyata masakannya tadi pagi masihlah banyak, jadi Mami Mira tak jadi masak ia hanya menghangatkan dan menyajikannya di meja makan.
Tidak lama Papi Bagas dan Reta pulang bersama ya pagi tadi memang Reta berangkat dengan temannya namun saat pulang yang biasanya Reta naik angkot kini di jemput oleh Papi Bagas lantas angkot nya tidak ada.
" Assalamu'alaikum " Salam Papi Bagas dan Reta bersama
" Waalaikumsalam " Jawab Mami Mira dan Dimas bersama juga
" Lhoh kak Angga kok tiduran disini bukannya tadi sakit ya harusnya kan kak Angga tidur di kamar " Ujar Reta pada Dimas
" Di kamar Eve sedang tidur, kak Angga udah baikan kok cuman masih pusing dikit aja " Jawab Dimas lalu Reta dan Papi bagas berlalu untuk membersihkan diri mereka dan makan siang.
Sementara Dimas juga ikut makan siang tanpa Eve karena Eve yang masih tertidur lelap hingga Dimas tak berani membangunkannya, Dimas makan dengan Bubur yang di buat Eve tadi pagi yang masih ada sedikit, ia juga tak lupa untuk meminum obatnya agar cepat sembuh juga
" Angga kau bawakan lah makan siang untuk istrimu agar nanti saat ia bangun bisa langsung makan " Ucap Papi Bagas dan di angguki oleh Dimas, setelah ia selesai makan ia mengambilkan makan siang Eve dan membawanya ke kamar dan menaruhnya di nakas samping tempat tidur.
Dimas pun ikut berbaring dan tidur lagi dengan Eve yang masih tidur dengan pulas tersebut, Eve tak terganggu sama sekali sangking lelapnya Dia,
Dimas memeluk pinggang Eve dan ia suka saat memeluk Eve dari belakang saat tidur sebab Eve tak banyak bergerak jika Eve sudah tidur dengan pulas, jika Eve sering bergerak itu artinya Eve tak bisa tidur atau ia sulit untuk tidur.
Hingga hari menjelang sore barulah Eve bangun ia merasa berat di bagian perutnya ternyata saat ia membuka matanya dan melihat itu adalah tangan kekar suaminya yang sedang memeluknya, merasa ada pergerakan Dimas pun membuka matanya dan melihat Eve sudah bangun dan sedang menatapnya tanpa ekspresi
__ADS_1
" Sudah bangun Elva, ayo makan dulu " Ucap Dimas ia dan Eve pun mendudukkan dirinya dan Dimas mengambil makan siang Eve yang ada di meja nakas tersebut
" Aku tidur lama banget ya, terus Mas giamana udah makan kan, udah gak panas lagi kan juga udah gak pusing, sudah minum obatnya, yang lain udah pulang kan Mas " Ucap Eve memberondong semua pertanyaan pada Dimas lalu setelah menanyakan semua pertanyaan itu Eve makan dengan lahap.
" Elva kalo tanya satu satu, terus Mas mau jawab yang mana dulu pertantaan kamu banyak banget " Balas Dimas yang duduk sambil menyenderkan badannya di sandaran ranjang
" Semuanya lah Mas sayang " Jawab Eve yang baru saja menelan makanannya
" Ya Mas sudah lebih baik, pusingnya sudah berkurang, Mami dan Papi juga sudah pulanng, Reta ada di kamarnya, Mas udah makan dan minum obat " Ujar Dimas menjawab semua pertanyaan Eve dan Eve hanya menganggukkan kepalanya paham, ia tidak bisa membalas sebab mulutnya masih penuh, ia makan dengan cepat, tak terasa makanan itu telah habis.
" " Udah habis kalo gitu Eve mau ke bawah dulu bentaran " Ucap Eve dan di angguki oleh Dimas
Sementara Dimas yang katanya masihlah berat ia terkadang merasa pening dan juga terkadang tidak karena belum benar benar sembuh, tetapi panas badannya sudah sembuh semenjak ia meminum nya lagi tadi.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian juga menunaikan kewajibannya, Eve pun berniat untuk membuat bubur labu kebetulan tadi di dapur ia melihat ada labu, juga ingin merebus labu itu dan menjadikannya camilan labu dengan santan
Selama setengah jam berkutat dub dapur akhirnya bubur labu biru pun jadi, dan Eve tinggal menyat labu santannya saja, saat ia membuat nya tanpa sadar Dimas yang sudah bangun dan membersihkan dirinya setelh melihat rapi, sesudahnya Dimas encari Eve dan melihatnya ada di dapur, Dinas menlwrharikan setiap gerakan istrinya itu yang sedang memasak dengan sangat serius membuat nya tersenyum , jarang sekali Dimas lihat Eve memasak seserius itu dan dima diam Dimas memotret Eve dari sampaing dan belakang ya meskipun tak terlihat wajahnya cantik nya Dimas sudah senang.
Malam hari telah tiba, Eve sudah selesai mebuat makanan yang ingin ia buat dengan nikahan dari labu, ya Eve selsai saat menjelang adzan magrib dan saat ingin menyajikan di meja makan Eve terkejut mendapati Dimas duduk di sana sembari menatapnya dengan senyumannya yang menggoda pada Eve
" Astaga Mas Dimas kamu ngagetin tahu untung ini mangkuk gak jatuh " Omel Eve lalu Dimas pun buru buru membantu Eve menyajikan nya
__ADS_1
" Heheh lagian kamu serius banget masaknya sampek sampek aku disini aja kamu gak sadar " Bals Dimas
" Ya kan gak ada suaranya kamu, dari kapan di situ? " Tanya Eve lagi pada Dimas
" Dari tadi Elva sayang " Jawab Dimas sembari mencuri ciuman di pipi Eve
" Mas Dimaass " Teriak Eve di saat Dimas mencium pipi nya dan Dimas hanya terkekeh saja.
Tidak lama malam pun tiba tetapi Eve hanya menyiapkan bubur labu yang ia buat ia tak memasak yang lain dan hanya masak bubur labu dan labu santan nya saja.
Setelah selesai melaksanakan kewajiban mereka, mereka pun akhirnya makan malam bersma, Mami Mira yang lupa tidak memasak makan malam karena persediaan dapurnhabia dan tadi di saat pulang hanya membeli buah labu dari tukang jual keliling, tetapi makan siang tadi juga masih ada karena bahan makanan hanya tersisa untuk makan siang, jadi mereka makan malam dengan makan siang yang di hangatkan di tambah oleh makanan yang di buat Eve.
" Kak ini apaan kak? " tanya Rata pada Eve karena ua baru melihat makanan seperti itu
" Itu bubur labu dan ini labu santan enak deh pokoknya " Jawab Eve
Yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Dimas ia sudah memakan nya lebih dulu karena masakan Eve nampak menggiurkan dan ia sangat menyukainya apalagi rasanya yang menetap dan pas di lidah nya.
" Uhukk... Uhukk.. " Dimas tersedak karena terlalu cepat makannya
" Minum Mas pelan pelan " Terus Eve ia memberikan minum pada Dimas namun Dimas malam memilih labi santan yang di buat Eve
__ADS_1
Eve hanya menggelengkan kelapalanya saja tanda ja mengerti bahwa suaminya itu kwragiahan dengan makanan yang dibuatnya, yang lain pun melanjutkan makan malam mwreka begitupun dengan Eve, ia juga melanjutkan makan malamnya, bubur Labu itu habis dan labu santannya juga karena rasanya yang enak dan pas juga saat di makan pada waktu hangat maupun dingin, Labu santan itu sangatlah membuat mereka ingin menambah lagi dan lagi.