My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 12


__ADS_3

Akhirnya Eve pun berjalan mendekat pada Dimas dan duduk di samping Dimas yang menatapnya dengan tatapan memuja, karena saat kedatangan Eve Dimas sudah terpesona dengan kecantikan Eve malam ini dan mengalihkan perhatiannya.


" Mas, haloo " Ucap Eve menyadarkan Dimas agar tidak terus menerus menarinya sebab jika terus menatapnya Eve akan merasa malu


" Ehh iya, maaf malam ini kamu cantik " Puji Dimas dan di balas senyuman oleh Eve, di sana Reta sudah girang sebab malam ini kakaknya itu akan menikah , Reta mengenakan dress panjang warna biru laut dengan lengan panjang dan rambut yang setengah di kuncir dan di beri jepit rambut bunga juga sedikit make up tipis


" Apakah sudah boleh di mulai " Ucap Pak penghulu pada mereka


" Iya Pak sudah bisa silahkan di mulai " Ujar Papi Bagas


Setelah itu Pak penghulu mengucapkan ijab kabulnya yang di ikuti oleh Dimas dan seketika Eve pun mengetahuinya jika kini ia menikah dan sudah sah menjadi istri dari guru nya itu Dimas, meski ia tidak di beri tahu oleh kedua orang tuanya dan tidak dijelaskan, pada akhirnya Eve bisa memahami hal tersebut.


Menurutnya pernikahan ini seperti halnya yang membahagiakan dan surprise kejutan baginya, dan setelah ijab kabul Eve dan Dimas memasangkan cincin di jari manis mereka lalu Eve mencium tangan Dimas yang kini telah resmi menjadi suaminya dan Dimas mencium kening Eve


Setelah selesai keduanya pun foto bersama dan menjadikannya foto pernikahan dan foto keluarga, saat penghulu selesai dengan urusannya dan surat nikah juga sudah ada lalu penghulu pun pergi dan kedua keluarga pun melanjutkan acara nya, yaitu dengan makan bersama, Reta yang tidak hentinya menggoda sangat kakak dan Eve lalu membahas tentang resepsi yang setelah kelulusan Eve.


" Bagaimana jeng dengan resepsinya bagaiman kalo setelah kelulusan Eve saja "


" Itu sih biar mereka yang menentukan kita tinggal siapkan saja keperluannya bagaimana "


" Hmmm boleh juga "


Lalu Mamah dan Mami mereka bertanya pada keduanya bagaiman dengan acara resepsinya

__ADS_1


" Mah, aku sih entah di adakan resepsi atau enggak sih ikut aja " Jawab Eve santai


" Mi, pernikahan aja dadakan terus acara resepsinya paling mami juga minta dadakan lagi ya meski udah di sepakati setelah kelulusan kalo gak usah di adakan resepsi gimana " Jawab Dimas


" Angga kalo gak ada resepsi gimana semua nya tahu kalo kamu udah nikah nak " Balas Maminya


" Hmm Gimana kalo sebagai ganti acara resepsi kita adain acara syukuran untuk pernikahan Angga aja mi kan sama aja toh " Ujar Dimas pada Maminya lagi


" Kalo Mami sama Papi sih setuju saja, tapi bagaimana dengan Eve sayang " Jawab Mami Mira


" Elva apa kamu setuju jika acara resepsinya di ganti dengan syukuran pernikahan kita " Tanya Dimas pada Eve


" Setuju aja sih, kan syukuran juga bagus, aku ikut Mas Dimas aja " Jawab Eve pada mereka semuanya


Tidak lama karena malam sudah larut akhirnya orang tua Eve pun pamit pulang, Eve pun sebenarnya juga ingin pulang bersama dengan orang tuanya namun tidak di perbolehkan oleh kedua orang tua nya sebab kini Eve sudah menjadi istri Dimas.


" Mi, Pi udah malem kalian ke kamar gih, Reta juga audah tidur setelah makan malam tadi kecapean mungkin, toh besok masih harus sekolah " Ujar Dimas karena ia tahu Mami dan Papinya itu juga lelah dan mengantuk


" Baiklah kami istirahat dulu, kalian nikmati malam kalian ya Angga kamu harus jaga istri kamu mulai sekarang jangan membuatnya sedih, dan menangis apa lagi kamu sakiti hatinya ingat itu " Tegas Papi nya pada Putranya itu


" Iya Papi ku sayang Angga akan menjaganya toh Angga udah tahu rasanya sakit hati dan kecewa, jadi Angga tidak akan berbuat seperti itu Pi " Jelas Angga membalas ucapan dari Papi nya.


Sepertinya Papi dan Mami nya Angga memiliki ada Eve ke kamarnya karena malam juga sudah larut dan Eve pasti sudah mengantuk dan lelah.

__ADS_1


" Kamu ke kamar mandi dulu atau nanti ? " Tanya Dimas pada Eve yang setelah masuk ke kamarnya langsung duduk di kursi meja rias yang memang sudah di siapkan tadi oleh Dimas setelah tahu malam ini akan menikah dengan Eve .


" Aku duluan tapi aku tidak membawa baju ganti " Ujar Eve pada Dimas tetapi ia bingung sebab ia tidak mempunyai pakain ganti


" Pakailah pakain yang ada dulu, atau kamu bisa memakai kemeja saya di sini yang ukurannya pas dengan kamu dan ada training olahraga, mungkin pas untuk kamu kenakan malam ini " Terang Dimas seraya mengambilkan pakaiannya di almari untuk Eve, setelah itu biasa menyerahkannya pada Eve.


" Terimakasih, " Ujar Eve dan mengambil nya lalu ia langsung menuju mandi setelah melepas aksesoris nya.


Lima belas menit pun berlalu dan Eve pun keluar dari dalam kamar mandi menggunakan kemeja Dimas dan celana training Dimas, kemeja tersebut ternyata kebesaran tetapi training nya lumayan pas setelah ia mengikat tali trining dengan kencang dan menekuk nya agar tidak kepanjangan, sama dengan kemejanya yang lengannya ia tekuk dan kancing kan agar pas ia kenakan, rambutnya terurai dan basah karena Eve keramas malam ini, dan sedang mengeringkan nya dengan handuk di tangannya.


Dimas yang melihat pemandangan indah itu pun jenguk salifanya kasar, dan badannya terasa panas dingin, jantung nya berdebar dengan cepat, ia sempat berfikir untuk menyentuh dan mencium nya tetapi segera ia menghilangkannya, kemudian Dimas dengan cepat masuk ke kamar mandi untuk mandi.


" Huuft dingin sekali ternyata untung saja tadi ada air hangat nya, kenapa mendadak banget sih, Mamah sama Papah gak bilang bilang ehh tahunya udah jadi istri orang, apa mereka takut kalo aku menolaknya, mungkin aja sih tapi ya sudah lah toh udah jadi juga " Monolog Eve pada dirinya sendiri sembari menyisir rambutnya yang setengah kering tersebut.


Tidak lama Dimas keluar dari kamar mandi dengan baju tidur nya ya mereka mengganti pakaiannya di walk in kloset atau tempat berganti pakain dan tempat pakain pakain tersimpan dan terjejer rapi beserta barang barang lainnya juga.


" Belum tidur? " Tanya Dimas pada Eve yang masih duduk di kursi meja rias nya sembari menelungkupkan kepalanya di atas meja


" Belum, rambutnya masih basah " Balas Eve serayaendingakkan kepalanya


" Kenapa tidak di keringkan itu ada hairdryer nya " Ujar Dimas


" Emang gak papa " Ucap Eve lagi karena ia tidak mungkin mnggunakan alat di sana sebelum diizinkan atau ia meminta izin siapa tahu tidak boleh kan

__ADS_1


" Pakai saja, semua yang ada di sana milik mu Elva kalo kau ingin memakainya maka pakailah " Terang Dimas, akhirnya Eve pun mengeringkan rambutnya dengan hairdryer sejenak dan sudah kering lalu menyisir nya kembali supaya lembut setelah itu barulah ia berbaring di kasur atau ranjang besar di samping Dimas yang masih memandangnya.


Eve tahu jika sejak tadi Dimas memperhatikan dirinya dan menarap dirinya selama ia mengeringkan rambutnya, apa lagi tadi setelah ia keluar dari kamar mandi tetapi Eve membiarkannya, namun lama ia menjadi gugup dan malu jika terus di pandangi seperti itu atau di perhatikan terus menerus oleh Dimas.


__ADS_2