
Setelah cukup lama mereka berbicara tentang bisnis dan Eve hanya mendengarkannya saja sembari memainkan jari tangannya karena ia belum terbiasa dan masih sedikit gugup.
Akhirnya mereka pun selsai dan kerjasama pun berhasil mereka jalin dan keuntungan yang sama bagi kedua perusahaan tersebut.
Setelah klien pergi Aryo dengan cepat bertanya pada Dimas mengenai Eve, keduanya sama-sama dingin tetapi Aryo tidak sedingin dan secuek Dimas ia masih bisa hangat dan juga ramah .
" Ehh Ga siapa yang lo bawa baru tahu gue, kekasih baru ya " Tanya Aryo semua ari tersenym menggoda sekaligus mengejek pada Dimas
" Hmm kekasih halal dia istri gue kenapa emang " Jawab Dimas tenang
" Lhah lo udah merried kapan nikahnya kok gue gak tahu sih "
" Kemarin malem dadakan gue aja baru tahu saat pulang ngajar di sekolah "
" Waduh cepet amat lo, gak ngundang-ngundang lo ya terus resepsinya "
" Gak ada acara resepsi adanya syukuran nanti setelah istri gue lulus "
" Ohh ya terus mantan yang mutusin lo gimana, apa lagi di tinggal pas lo udah mulai sayang kan sama dia "
" Hmm lupakan dia, gue udah ada yang punya, nomornya aja udah gue blokir dan gue hapus, nomor telpon gue pun juga udah gue ganti setelah putus "
" Hebat lo, siapa nama lo kalo boleh tahu? " Tanya Aryo pada Eve gantian karena ia sudah cukup bertanya dan mengetahui nya dari Dimas ya jika bersama Aryo kadangkala Dimas bisa berbicara banyak karena Aryo akan melemparkan banyak pertanyaan padanya dan tanpa sadar atau sadar pun Dimas akan menjawab pertanyaan tersebut , karena jika ia tidak menjawabnya makan Aryo tidak akan pernah berhenti untuk bertanya atau berbicara padanya.
" Panggil saja Eve " Jawab Eve pada Aryo
" Nama yang cantik, kenalin gue Aryo "
" I iya "
" Ya udah Yo gue mau pulang dulu lo urus sisanya, ini juga udah mulai siang bentar lagi istirahat kantor, pulangkan lebih awal, pekerjaan kan gak banyak besok libur akhir pekan " Terang Dimas
__ADS_1
" Hmm oky lah " Balasnya, laku Dimas dan Eve oun meninggalkan ruangan meeting tersebut, lalu Aryo ia kembali bekerja.
Keduanya pun masuk kembali ke mobil dan melajukannya ke arah kafe yang dekat dengan kantornya mereka makan siang di kafe tersebut .
Sesampainya di sana keduanya masuk ke kafe dan duduk di bangku pojok karena pengunjung blade yang lumayan rame juga hanya tersisa bebrpa Elat duduk yang ada di pojok .
" Ada yang bisa saya bantu Mas sama Mbak nya mau pesan apa " Ujar sang pelayan sembari memberikan buku menu pada Dimas dan juga Eve
" Satu lemon tea dan satu makanan padang " Ujar Dimas pada pelaya itu setelah melihat berbagai macam makanan nusantara Indonesia
" Baik mbak nya "
" Ee.... samakan saja mbak "
" Baik di tunggu sebentar pesanan anda akan segera tiba " Ujar pelayan itu lalu pergi sembari mengambil buku menunya kembali
Sembari menunggu pesanan datang mereka pun menghabiskan waktu nya untuk berbincang bincang.
" Mas apakah mantan Mas dulu cantik ? " Tanya Eve penasaran dengananatan kekasih Dimas
" Ya penasaran aja, emang gak boleh " Ucap Eve yang sudah mengerucut kan bibirnya lucu membuat Dimas tersenyum gemas pada Eve
" Hmm dia tidak lebih cantik dari kamu, " Ujar Dimas memang mantannya dulu memang cantik tetapi jika di bandingkan Eve lebih cantik kan Eve karena cantik natural sedangkan mantannya itu cantik katena make up nya yang tebal.
" Ohh ya, terus kenapa dia ninggalin Mas padahal kan Mas Dimas itu ganteng, keren, kaya, pinter dan sempurna banget deh idaman para kaum hawa " Ceplos Eve ia memang mengatakannya karena ia juga mengakuinya
" Ya mungkin memang ada yang lebih dari saya buat dia, sudah jangan bahas tentang dia terus emang kamu gak cemburu apa ya "
" Ngapain cemburu lawong udah putus udah jadi mantan gak ada hubungan apa apa lagi kan gak ada kerjaan aja tapi iya juga sih kan Mas banyak yang suka "
" Hahaha kamu ini ada ada saja, terus selama ini kamu ada pacar atau kekasih gitu? " Tanya Dimas sembari tertawa renyah pada Eve
__ADS_1
" Gak ada, Mas yang pertama " Jujur Eve
Tidak lama pesanan mereka datang, lalu keduanya pun makan siang dengan hening tanpa adanya percakapan atau pembicaraan, setelah selesai makan dan minum Dimas pun membayar pesanannya di kasir, kemudian keduanya pun keluar dari kafe, selanjutnya karena baru juga sudah siang mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
Di dalam perjalanan Eve mendapat pesan dari grup nya yaitu tiga sekawan, itulah nama group chat mereka, mereka mengatakan setelah istirahat pulang lebih awal karena ada rapat, jadi benar yang di katakn Dimas tadi di sekolah bahwa sekolah akan pulang awal.
Karena Eve merasa kenyang dan juga lelah ia pun tertidur di perjalanan,sedangkan Dimas yang mengetahui bahwa Eve sedang tidur pun tersenyum.
" Cantik " Gumamnya
" Entah mungkin saat pertama kali kita bertemu aku sudah menyukai nya, sekarang rasa suka itu perlahan menjadi rada cinta dan semakin besar, meskipun baru semalam menikah, tak bisa ku pungkiri aku merasa sangat bahagia, kau berhasil melelahkan bongkahan baru es yang membeku ini " Monolog Dimas sembari terus memperhatikan Eve yang sedang tertidur dan terus saja mengembangkan senyumnya serta melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga tak terasa mereka telah sampai di rumah.
Sampainya di rumah setelah memarkirkan mobil ya ke garasi Dimas membimbing Eve ke dalam rumah dan tas mereka di bawa oleh pak satpam yang bekerja dengan mereka.
" Assalamu'alaikum Mami, Papi, Reta " Panggil salam Dimas
" Waalaikumsalam " Jawab mereka serempak kecuali Papi Bags yang belum pulang dari kantor
" Lhoh Angga Eve kenapa? " Tanya Maminya merasa khawatir jika terjadi sesuatinpasa menantunya itu
" Iya kak, kak Eve kenpa kok di bopong sih sakit ya " Tudung Reta pada kakaknya itu
" Enak aja, Elva tidur kelelahan kayaknya, yaudahh Mi aku bawa ke kamar dulu " Ujar Dimas
" Ohh tidur tertanya, ya sudah sana, nanti setelah itu turun makan siang "
" Kami udah makan tadi di kafe Mi "
" Ya sudah temani saja istrimu istirahat sana "
Setelahnya Dimas langsung membawa Eve ke kamarnya dan menaruh tasnya di lantai kamar nya belum ia bongkar, Mami dan Reta yang sudah pulang sekolah sebelum ia pulang ke rumah keduanya makan siang bersama tanpa Dimas dan Eve.
__ADS_1
Setelah menidurkan Eve di tempat tidur Dimas membersihkan dirinya dan mengganti pakainnyaenkadi pakain santai dengan celana pendek juga kaus polos, kemudian ia membaringkan dirinya ndi samping Eve, tanpaenunggu lama ia juga larut dalam tidurnya.
Setelah Dimas tertidur di samping Eve, Eve pun terbangun dan ia menyadari bahwa kini ia sudah ada di ranjang di kamar nya dan suaminya, ia terduduk dan melihat ternyata Dimas sudah tertidur di sana.