My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 32


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam Reta pun belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya, sedangkan Papi dan Dimas berasa di ruang kerjanya, karena Dimas bekerja dari rumah dan ada berkas yang harus ia cek malam ini bersama sang Papi, lalu Mami dan Eve di ruang tengah, mereka sedang asik berbincang sembari memakan camilan keripik kentang yang di beli oleh Mami dan Papi sebelum pulang dari kantor.


" Angga gimana keadan istri mu apakah sudah lebih baik dari kemaren, Papi lihat dia masih nampak sakit karena masih ada bekas di pergelangan kaki, tangan dan lehernya, Papi kasihan dengan Eve apkah sebaiknya kita periksakan ke dokter " Ujar Papi Bags panjang lebar pada Putrnya ia juga khawatir drngan keadaan menantunya itu karena bully bisa jadi terkena serangan ke tak dan sebagainya


" Papi tenang, jika Papi tahu sebenarnya maka Papi tidak akan percaya, sebelumnya Dimas juga tidak kercaya tapi memang itu kenyataanya jadi sekarang Dimas percaya dan tidak terkejut lagi, " Jelas Dimas, awalnya saat Eve di rundung dulu Eve terlihat sangat rapuh dan takut juga tertekan tetapi sekarang Dimas baru tahu ternyata Eve lebih dari mampu u tuk menghadapi hal seperti itu.


Memang benar Eve rapuh saat itu karena Dinas melihat nya sendiri saat kaki Eve terkilir dan demam, tetapi sebenrnya tidak saat itu Eve menangis dan menuangkan segala rasa nya dan setelhnya kembali seperti semula, tidak ada yang tahu, di ketahui orang adalah di saat ia nangis saja dan mereka hanya berasumsi jika Eve sangat rapuh dan tertekan tetapi tidak dengan yang sebenarnya.


Jika mereka tak menggangu Eve duluan mana Eve akan melupakannya dengan cepat serah rapuh dan menagis mengeluarkan segala rasa di hati, jika keterlaluan, dia juga akan membalasnya meskipun sebelumnya juga akan menunjuk kan sikap rapuhnya lebih dulu itulah kelebihan Eve yang tidak semua orang ketahui dan hanya orang tuanya saja yang tahu laku sekarang bertambah Dimas yang tahu, mungkin bertambah lagi yaitu Papi Bagas.


" Emang ada apa? Apakah ada yang salah sama perkataan Papi Ga " Ujar bingung dang Papi


" Tidak ada yang salah Pi hanya saja jika aku bilang mungkin Papi akan merasa aneh dan lucu, semalem Angga juga merasa aneh dan lucu namun setelahnya Angga tahu mengapa bisa seperti itu " Terang Dimas pada Papinya


" Jelaskan pada Papi Angga apa yang sebenrnya terjadi pada Eve sampai di bully seperti itu " Pintanya dengan nada yang penuh dengan rasa penasaran dengan cerita Angga tentang Eve


" Karena itu gara gara Angga sebenarnya pi, " Ujar Dimas lirih


" Maksudnya bagaimana? " Tanya Papi Bagas


" Kita sudah menikah otomatis berangkat dan pulang juga bareng kan Pi tidak mungkin kan Angga meninggalkan Eve di jalan saat berangkat dan pulang sekolah mana bisa begitu " Jelas Dimas


" Ya lalu apa masalahnya , bukankah itu wajar suami istri berangkat dan pulang bersama "


" Masalahnya di sekolah tempat Angga mengajar ada banyak orang yang menyukai Angga bukan hanya sekedar guru permpuan namun murid perempuan juga di sana, dan Rosetta adalah salah satunya, dia cemburu saat melihat Angga berangkat dan pulang dengan Eve setiap hari juga melibat kedekatan Angga dengan Eve, guru guru juga banyak yang melihat hanya dan belum ada yang bertanya karena saat di sekolah hubungan kami memang guru dan murid cuman saat berangkat dan pulang kita bersama tidak lebih tidak kurang, jadi tidak ada masalah " Jelas Angga bercerita sembari mengecek file file yang ada di laptopnya


" Lalu kejadian bully itu apakah gara gara cemburu juga "


" Ya itu alasan mereka membully Elva, Rosetta dan teman temannya yang di ceritakan Elva ingin memberi pelajaran pada Elva agar tidak mendekati Angga dan menjauhi Angga dan merek pun membully nya " Lanjut Dimas menceritaknnta kembali pada Papi Bagas


" Sekarang keadaan Eve bagaikan kemaren Papi lihat Eve masih sangat syok tetapi sekarang sudah lebih baik dari kemaren "


" Papi tidak tahu saja Elva tak serapuh yang ada di bayangan Papi yang akan terkena serangan mental saat ada yang membully dia bisa membalas dengan kejam juga Pi " Sergah Dimas pada Papi nya dengan sedikit tertawa


" Bagaiman bisa bukannya ia tertekan sekali " Gumam Papi Bagas sedikit bingung dengan ucapan Dimas barusan


" Papi tahu, setelah Elva menangis seharian dan menumpahkan segalanya yang dia rasakan segala ketakutannya dan ketertekanan itu , maka selanjutnya Elva akan kembali seperti semula seperti tidak ada yang terjadi saja "

__ADS_1


" Hahh jelaskan lebih jelas Angga Papi belum mengerti "


" Ya setelah Elva menangis dan mengeluarkan segala uneg-uneg hatinya rasa yang dia rasakan keluar semuanya, setalah itu Elva akan baik baik saja Pi bahkan Dia bisa membalasnya dengan cara yang sangat cantik Pi " Tenang Dimas, ia kemudian menutup laptopnya yang sudah biasa matikan sebab ia sudah selesai dengan pekerjaannya tetapi mereka masih asik mengobrol di sana, sedangkan Eve dan maminya setelah selesai berbincang, mereka pun memutuskan untuk kekamar masing masing untuk tidur, tetapi Elva masih ingin di sana menunggu Dimas selesai, hingga kini di ring tengah tinggallah Eve sendirian, Mami Mira telah tidur di kamarnya, Reta sedang bersantai sambil bermain ponsel di kamarnya setelah selesai belajar .


Kembali pada Dimas dan Papi Bagas yang masih bercerita tentang Eve di ruang kerja Dimas di sana


" Jadi sekarang Eve baik baik saja tidak ada yang di khawatir kan begitu Ga " Ujar Papi Bagas masih belum percaya pada apa yang di jelaskan oleh Dimas padanya


" Iya Papi, Elva bahkan bisa menjadi sangat mendominasi dari pada Angga, kemarin Angga baru tahu Elva bisa tersenyum semua cantik dengan mengeluarkan aura yang sangan dominasi tegas dan dingin penuh dengan kemisteriusan, dia juga tertawa lantang pi membuat Angga merinding dan kembali normal dalam waktu singkat pi "


" Bagaimana bisa bukanlah Eve adalah gadis yang lemah lembut, ceria dan tidak terlihat menakutkan sama sekali "


" Entah, Pi Papi tahu sebanarnya Eve sudah menyadari jika dia akan di bully karena mimpi nya semalam dan adegannya sama tetapi dia menyiapkan rencana dia merekam dengan ponselnya, tadi Dia menyuruh kedua temannya untuk mengedit cctv sekolah dan memberi pelajaran pada orang yang membully nya "


" Haaahhh tapi kalo orang tuanya tahu dan tidak Terima "


" Itu di serahkan pada kita Pi, Elva hanya bisa memberi pelajaran atau peringatan pada yang membully nya saja jika sampai ke kra g tuanya tidak Terima dia tidak mau tahu dan buka mengancamnya tentu saja Elva tidak akan jsa mengatasinya jadi kita yang mengatasinya karena Elva juga takut kaki sampai ke orang tuanya sebab Elva tidak pernah memberi tahu masalah nya pada Mamah dan Papahnya, dan sekarang Papi dan Mami,


Jadi dia memberi tahu Angga Pi, dan Papi tahu, ini adalah madalah pertama yang di hadapi Elva di SMA Pi sebelumnya ia tak pernah mendapat masalah " Jelas Angga panjang lebar pada Papinya dan sekarang Papi Bagas tahu jika Eva adalah gadis yang sangat kuat dan tidak mudah menyerah.


" Sekarang Papi tahu, itulah sifat Eve dia menunjukkan kerapuhannya di awal saat ia sudah tak kuat namun dia kembali kuat setetelah mengeluarkan semuanya "


Namun saat mereka keluar ada Eve yang tengah ketiduran di sofa ruang tengah, dan Mami Mira sudah di kamarnya karena tidak bersma Eve Pali Bagas sudah menebak itu.


" Angga Papi ke arah dulu Mamimu pasti sudah tidur di kamar " Ujar Papi Bagas pada Angga yang hendak menggendong Eve menuju kamarnya


" Iya Pi " Jawab singkat Angga, laku Angga mengge dong Eve ke kamarnya dan mebaringkannya di ranjang setelah itu Angga menyusul Eve tidur di sampingnya sembari memeluk Eve


Di tengah malam Eve terbangun dari tidurnya karena lapar, kini Eve dalam mode manja pada Dimas sejak kejadian bully di sekolah Eve menjadi sangat suka bermajaah pada Dimas, Dimas sendiri tidak mempermasalahkan hal itu ia malah senang sasr Eve bermanja dengannya artinya Eve juga ada rasa pada dirinya walaupun Eve belum pernah mengatakannya


" Mas Dimas bangun Mas, Mas Dimas bangun " Panggil Eve semua ari menggoyangkan lengan Dimas hingga Dimas terbangun dari tidurnya


" Ya, kenpa sayang ada yang ingin kamu mau katakan saja " Ujar Dimas setelh bangun membuka matanya dan duduk menyender


" Eve lapar pengen makan " Ucap Eve dengan nada manja, sangat imut bagi Dimas


" Astaga istriku ternyata lapar, manisnya ihh " Gemas Dimas sembari mencubit pelan pipi Eve

__ADS_1


" Mas pengen makan temenin ya " Rengek Eve lagi ia kelaparan di tengah malam


" Baik tuan putri, ayo ku temani makan, mau makan apa sayang " Ucap Dimas pada Eve dia gemas sekali dengan Eve yang sedang bermanja dengannya karena saat Eve manja dengannya maka Eve akan terlihat sangat imut danembuat gemas hingga Dimas pun tidak bisa menolak permintaan Eve tersebut.


" Hmmm apa ya, Ohh itu mau makan telur ceplok di kasih kecap sama nasi dan kerupuk pasti ebak juga sama sayur asem yang dimasak Mami tadi sore " Jawab Eve antusias dengan senyume mengembang membayangkan betapa enaknya makan sayur asem dengan lauk telur celok syang di kasih kecap dan kerupuk yang kriuk kriuk itu.


" Baiklah ayo, mau jalan se diri apa gendong nih tuan kutek kesayangan Mas Dimas " Goda Dimas oada Eve


" Tahu aja, sejak kapan Mas Dimas jadi manis begini sih " Ujar Eve lalu mengajar tangganya guna mengkode Dimas karena ia ingin di gendong oleh Dimas


" Hahaha sejak menikah dengan kamu pastinya sayang " Kekeh Dimas lakubia mengge dong Eve ia mengge dong Eve ala koala senarnya Eve tidak terlalu suka di gendong sepeti itu oleh Dimas ia meminta di gendong di belang saja namun Dimas tidak mau ia lebih suka menggendong Eve ala koala .


Dimas mendudukkannya di kursi meja makan setelah itu Ia mengambil alih makan untuk Eve selwtibyang di inginkan Eve tadi, kemudian Eve oun memakan nya dengan lahap sedangkan Dimas menemaninya dengan sabar dan sesekali mngisao bibir Eve karena Eve memakannya dengaan celemotan karena saking laparnya dia biasanya tidak pernah .


Saat Eve akan selesai makan Mami Mira memanggil mereka karena Mami Mira turun kebawah untuk mengambil karena minum sebab hais di tengah malam itu biasa bagi Mami Mira jika belum minum saar tidur makan tengah malam akan terbangun karena haus


" Eve, Angga kalian nagapin tengah malam di sini " Panggil Mami Mira, Eve tak menjawab karena makanannya belum tertekan dan Dimas lah yang menjawab nya


" Nemenin Elva makan Mi dia kelaparan " Terang Dimas


" Ohh makan toh, kirain apa ya sudah Mami kembali ke kamar kalian lanjutkan saja, Eve kalo mau nambah saja jika masih lapar " Ujar sang Mami


" Oky Mi " Jawab Eve setelh menelan makanannya


" Sudah kenyang sayang, atau mau nambah lagi " Ucap Dimas sadt makanan Eve sudah habis


" Tidak Mas aku udah merasa kenyang tapi... "


" Tapi apa sayang ku "


" Tapi masih pengen makan lagi " Ucapnya menunduk


" Hahaha, lucu sekali, kalo mau lagi tidak papa sayang, jadi kamu mau makan lagi biar aku ambilkan lagi " Tawar Dimas mengambil piring yang sidang kosong g hendak mehambulkn makanan lagi untuk Eve namun tidak jadi karena Eve menghentikannya dan tidak mau


" Tidak, besok saja lagi makan nya, aku mau minum air putih saja " Ucap Eve laku berdiri dan mengambil air putih satu gelas yang ukuran sedang, dan menghabiskannya laku manah sediit lagi setelah itu Eve benar benar merasa kenyang


" Ahhh segarnya, sudah Mas aku sudah kenyang sekali, udah habis saruboiring dan satu gelas air putih tambah sedikit hehehe " Ucap Eve

__ADS_1


" Beneran udah kenyang tidak mau lagi ? " Tanya Dimas kembali dan Eve menggelengkan kepalanya, sesudahnya merek kembali ke kamarnya, tetapi Eve tak isa tidur karena sudah akan menjelang pagi, tetapi di sisi lain Dimas sidah sangat mengantuk, kebagusan akal Dimas meminta Eve tidur tetapi Eve tetap tak bisa tidur juga.


Akhirnya Dimas oun melakukan hal yang sebelumnya saat Eve tidak bisa. Kunjung tidur di saat malam pernikahan mereka yaitu dengan memeluk Eve dari belakang dan menberikan ke nyaman serta kehangatan, dan benar saja setelah Dimas memeluk Eve dari belakang Eve pun menjadi mengantuk dan tertidur juga hingga pagi menjelang.


__ADS_2