
Sesampainya di rumah sakit, Dimas menggendong Eve dan mencari dokter di sana, setelah itu Eve di tangani oleh dokter yang merupakan sepupunya yaitu anak dari adik Papinya, saat Eve di tangani dokter Dimas meng hubungin keluarganya dan juga keluarga Eve untuk datang ke rumah sakit Citra Hospitals yaitu rumah sakit milik Papinya.
" Angga bagaimana kondisi Eve " Panggil Sang Mami yang datang bersama Papinya dan juga Reta yang mereka jemput mendadak karena berita panggilan dari Dimas
" Masih di dalam Mi masih di periksa " Jawab Dimas dengan suara khawatir Mami dan Papi nya merasa lega juga sedikit terkejut, karena putranya itu menghawatirkan seseorang, saat bersama mantan nya yang dulu Dimas hanya biasa biasa saja tidak sekhawatir sekarang.
" Terus Mi, Papah dan Mamah nya Elva kapan ke sini tadi sih Angga udah hubungi mereka tapi belum di balas ? " Tanya Dimas
" Mungkin tidak bisa ke sini, mereka masih dalam perjalanan dan paling sampai nya juga nanti malam, awalnya pulang siang ini tetapi ternyata penerbangan di tunda sampi siang jadi sore mungkin baru terbang dan malam sampai " Jelas Mami Maria pada Putranya .
Tak lama dokter pun keluar dari ruangan pasien dan dengan cepat Mami Maria menanyakan kondisi Eve di dalam
" Dio bagaimana kondisi calon mantu Mami? " Tanya Mami Maria pada Dio nama dokter dan sepupu Dimas tersebut
" Baik, Mi dia cuman demam karena kedinginan sama kakinya kesleo, tapi Dio udah priksa kok udah di perban juga dia sekarang masih tidur karena efek obat yang Dio berikan " Jelas nya Ya Dio memanggil Mami Maria dengan sebutan Mami sama sepeti Dimas.
" Lalu sekarang apa boleh kita jenguk? " Tanya Papi Bagas pada keponakannya itu
" Boleh Pi tapi jangan berisik ya, dia butuh istirahat " Ujar nya dan di angguki oleh semua orang, setelahnya Duit pergi untuk menangani pasien lainnya
Kemudian Papi Bagas, Mami Maria dan juga Dimas pun masuk ke dalam ruang pasien, di sana terlihat Eve sedang tidur dengan lelap sehari menyatakan tangannya di dada guna untuk menghangatkan tubuhnya meskipun sudah memakai jaket dan di selimuti oleh jas milik Dimas
" Ya sudah kalo gitu kita pergi dulu kamu jagain Eve Angga kasian, akan ambilin baju ganti biar nanti pak sopir yang anter ke sini " Ujar Maminya
" Iya Mi, " Jawab Angga singkat lalu Papi Bagas dan Mami Maria serta Reta pergi setelah melihat Eve baik-baik saja dan sedang tidur, mereka kembali pulang dan mengantarkan pakain ganti untuk Dimas sebab ia kini masih mengenakan pakaian mengajarnya dan ini hari juga sudah siang menjelang sore.
Tidak lama setelah kepergian Mami dan Papi Dimas, Eve pun membuka matanya dan bangun dari tidurnya atau ia sudah sadar kembali.
" Eughh " Lenguh Eve sembari bangun dari tidurnya dannhendak duduk menyenderkan badannya di kepala ranjang
" Sudah bangun " Ujar Dimas pada Eve lalu ia membantu Eve untuk duduk dan menyenderkan badannya
" Iya, ini di rumah sakit? " Tanya Eve sebab di ruangan tersebut tercium bau obat instan yang membuatnya mual jika bukan di rumah sakit, di mana lagi coba ruangan yang penuh dengan aroma obat, pastinya runah sakitlah.
" Iya kamu di rumah sakit, tadi saya membawamu ke mari " Jawab Dimas pada Eve
" Apa kau butuh sesuatu ? " Lanjut Dimas bertanya pada Eve
" Tidak, hanya aku ingin segera pulang saja " Ucapnya, Dimas sudah berganti pakaian tadi sebelum Eve bangun.
" Tanya dokter nanti boleh pulang atau tidak nya " Jelas Dimas lalu ia menyodorkan segelas air putih pada Eve dan Eve pun menerimanya lalu meminumnya sedikit, setelah itu biasa meletakkan nya di nakas meja pasien yang dekat dengan ranjang tidur nya itu.
" Maaf sudah merepotkan Bapak, saya tidak maksud " Ucap Eve meminta maaf pada Dimas
" Tidak masalah, itu hanya hal kecil, sekarang kau istirahatlah dulu aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa mu " Balas Dimas di angguki oleh Eve, kemudian Dimas ke luar untuk memanggil Dio sepupunya yang memeriksanya tadi, dan kebetulan Dio juga ingin memeriksa keadaan Eve
__ADS_1
" Dio lo mau periksa Elva kan? " Tanya Dimas mereka bertemu di Koridor rumah sakit
" Yap, udah sadar kah " Balas Dio
" Baru saja, apa sudah boleh pulang, Dia tidak suka berlama lama di rumah sakit " Terang Dimas pada Dio
" Emang iya, kok lo bisa tahu emang dia bilang ? " Tanya Dio penasaran sembari mereka berjalan kembali ke kamar pasien dimana Eve berada
" Enggak sih tapi dilihat dari wajahnya yang selalu tutup hidung mulu dan mual mungkin Dia gak suka bau obat di rumah sakit " Jelas Dimas lagi
" Waahh gue baru tahu ternyata seorang Angga yang dingin bisa perhatian juga ya, gue juga baru lihat ternyata itu calon istri lo, cantik sih daripada mantan lo gue lebih suka yang ini " Ujar Dio sembari tersenyum dan menggoda Dimas
" Awas lo sampek suka, gak boleh dia punya gue " Kesal Dimas belum juga apa apa Dimas sudah mengatakan bahwa Eve adalah miliknya
" Wess tenang bro gue gak ada niat suer deh " Tenang Dio ia merasa tenang jika Dinas sudah menemukan pujaan hatinya kembali setelah kehilangan dan Dio merasa lega jika Dimas bisa melupakan masa lalunya dan menjalani kehidupan nya yang baru.
Setelah itu Dio memeriksa Eve, dan memberitahunya jika ia sudah bisa pulang saat ingusnya habis nanti. Setelah memeriksa Eve Dio pun pergi untuk cek yang lainnya blagu, sedangkan di sana Dimas dan Eve saling diam karena tidak tahu harus mulai pembicaraan mereka, sebab tidak ada topik untuk di bicarakan.
Tetapi akhirnya Dimas memulai percakapan mereka ya meskipun sedikit aneh karena ia menyukainya lebih dulu, tapi lama kelamaan ia menjadi santai saat berbicara dengan Eve
" Elva apa kau tidak lapar? " Tanya Dimas pada Eve
" Aku... Ya sedikit lapar, emang Pak Dimas lapar " Balas Eve
" Ya, jika kau lapar aku akan belikan sesuatu karena ini sudah sore kau pasti juga lapar karena tidak makan siang tadi " Terang Dinas pada Eve
" Tidak masalah, kalu begitu kau ingin makan? Atau mau bubur saja " Tawar Dimas sebab ia belum tahu makanan apa yang di inginkan Eve
" Inggin nya sih nasi goreng, tetapi bubur ayam boleh juga, " Gumam Eve pelan
" Hmm Bubur ayam saja sama teh hangat satu " Ucap Eve melanjutkan pada Dimas
" Baiklah, tunggu di sini sebentar akan ku belikan aku akan segera kembali " Balas Dimas kemudian ia pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan mereka
Di kamar pasien sambil menunggu Dimas kembali Eve bermain ponsel sembari menghubungi ke 2 temannya yaitu Fika dan juga Ailen.
Tak lama Setelah Eve mengobrol dan vidio call dengan ke 2 temannya dan menceritakan apa yang terjadi padanya, Dimas datang sembari membawa satu mangkuk bubur Ayam dan satu gelas teh hangat juga satu mangkok soto juga satu botol air mineral, lalu Eve pun mematikan ponselnya.
" Ini Buburnya di makan " Ujar Dimas dan Di anggukibileh Eve, kemudian keduanya pun makan bersama, lima menit berlaku Dimas sudah selesai dengan makannya juga Eve pun ia sudah selesai makan dan minumnya, Dimas pun kembali untuk memberikan mangkuk kotor pada pemilik kantin.
Tidak lama infus Eve pun habis setelahnya Dimas mengurus adminnya kemudian mereka pulang ke rumah, Dimas mengantar Eve pulang dan menemaninya di rumah sampai Mamah dan Papah Eve pulang nanti, kini mereka sedang berada di ruang tengah sembari menonton tv kesukaan Eve.
" Bapak pulang saja, saya tidak papa mungkin bentar lagi Mamah sama Papah juga sampai " Ujar Eve ia merasa merepotkan Dimas sejak tadi
" Itu tidak masalah, kamu kali ngantuk tidur saja, saya akan menemani di sini " Tolak Dimas ia tetap ingin menemani Eve di rumah
__ADS_1
" Ohh, Pak apa Bapak tidak keberatan jika harus di sini sampai malam larut nanti ? " Tanya Eve ragu, karena Mamah dan Papahnya belum juga sampai dan malam juga semakin larut
" Tidak, itu tidak masalah, apa kamu butuh sesuatu " Balas Dimas ia tidak merasa, keberatan sama sekali untuk menemani Eve di rumah, entah kenpa ia merasa senang karena ada cukup waktu untuk mengenal Eve lebih jauh lagi.
" Hmm saya ingin ke kamar mandi " Jawab Eve, dengan bantuan Dimas ia berjalan pelan ke kamar mandi, Dimas menunggu nya di depan pintu kamar mandi.
Tidak lama Eve keluar dan di bantu boleh Dimas ia ke kamarnya, karena Eve merasa lelah dan sangat mengantuk sebelum tidur ia meminum obatnya lebih dulu, setela itu ia merasa sangat mengantuk, karena efek obat yang ia minum.
" Makasih, Pak udah bantu saya " Ucap Eve pada Dimas
" Ya sama-sama " Balas Dimas setelahnya Eve berbaring dib kasurnya, Dimas pun menyelimutinya dan menemani hingga Eve tertidur.
Setelah Eve tidur Dimas oun keluar dan ke ruang tengah duduk di sofa, ia mematikan tv nya, lalu terdengar ketukan pintu, Dimas pun membukanya, ternyata itu adalah orang tua Eve, setelah kedua orang tua Eve membersihkan diri mereka mengobrol di ruang tengah, Dimas menceritakan apa yang terjadi pada Eve di sekolah tadi.
Orang tua Eve pun sudah mengerti dan memahami apa yang terjadi, karena semakin larut dan juga sudah tengah malam, Orang tua Eve meminta Dimas untuk menginap saja di rumahnya, bisa tidur di kamar tamu.
" Ini sudah tengah malam, nak Dimas sebaiknya menginap saja di sini, kamu bisa tidur di kamar tamu " Ujar Mamah Sofi pada Dimas
" Benar Dimas lebih baik kamu menginap di sini, besok bisa langsung berangkat, Eve juga besok izin tidak masuk karena kondisinya " Lanjut Papah Andrian
" Kebetulan Pak besok saya juga tidak masuk mengajar karena harus ke kantor Papi, tapi saya lebih baik pulang saja, takut mengganggu tidur kalian nantinya " Tolak Dimas, ia tidak terbiasa tidur dirumah orang, ia gampang sekali terbangun dan merasa tidak nyaman ingin cepat cepat pulang ke rumah nya.
" Tidak masalah, kami tidak terganggu, jika begitu kamu juga bisa tidur di kamar samping kamarnya Eve di atas " Ucap Papah Andrian juga di setujui dengan Mamah Sofi, akhirnya dengan sedikit terpaksa karena merasa tidak enak jika menolaknya, Dimas pun mau menginap di rumah Eve, Dimas tidur di kamar tamu dekat tangga .
Semakin larut dan semakin malam, ketika semuanya tertidur Dumas oun terbangun, awalnya ia sudah tidur dengan nyenyak namun kini ia terbangun karena merasa tidak nyaman, Dimas pun keluar lalu ke dapur untuk minum air.
Tetapi di dapur ia lihat seseorang sedang membuat masakan di sana, setelah ia dekat dan berada di belakangnya dan ternyata yang memasak adalah Eve.
" Elva " Panggil Dimas tepar di belakang Eve yang sedang memasak mie rebus dan membuat kopi
" Astaga Pak Dimas bapak ngagetin saya " Ujar Eve kaget seraya berbalik menghadap Dimas, setelah itu biasa kembali untuk menyelesaikan masaknya yang tinggal menaruh mie nya ke dalam mangkuk yang sudah ada kuah nya dan bumbunya,
" Kamu ngapain malam- malam di dapur, bukankah kaki mu masih sakit? " Tanya Dimas pada Eve
" Saya lapar, jadi saya masak mie rebus sama kopi, Bapak mau kopi ini kebetulan tadi saya udah buat kopi " Jawab Eve
" Lalu kamu " Balas Dimas jika ia meminum kopi nya lalu Eve bagaimana
" Hihi ya tinggal buat lagi mumpung masih ada air panasnya ini " Ucap Eve sembari tertawa kecil merasa lucu dengan Dimas
" Mau saya bantu? " Tanya Dimas kembali
" Hmm emang Bapak gak papa saya repotin terus, gak marah? " Tanya Eve
" Tidak, saya senang jika kamu meminta bantuan pada saya " Balas Dimas santai
__ADS_1
" Baiklah, kalo begitu Bapak bisa membawa kopinya ke meja makan " Ujar Eve, karena Dimas yang meminta ia tidak ragu lagi untuk meminta bantuan Dimas, lalu Dimas membawa dua gelas kopi yang udah di buat Eve, karena ia tahu jika Eve akan berjalan sembari membawa mie rebus nya ia pun akhirnya mengambil nampan du rak piring, menaruh dia gelas kopi di nampan dan merebut semangkuk mie yang di pegang oleh Eve lalu di letakkannya di nampan juga.
Dengan cepat Dimas pun berjalan ke meja makan meletakkan nampan tersebut ke meja makan, Eve yang masih berjalan pelan ke arah meja makan tersebut pun tidak sadar ia tersenyum pada Dimas.