
Keesokan paginya Eve bangun lebih awal ia membersihkan dirinya dan mandi air hangat bekas kemerahannya juga sudah mulai hilang di pergelangan kakinya juga hilang dan tidak terasa sakit lagi ya kadang masih nyeri tapi tidak separah sebelumnya, di pergelangan tangannya juga sudah mulai pudar, dan tidak sakit lagi, di lehernya juga sama sudah mulai pudar juga.
Selesai berganti pakaian dengan pakain santai ala rumahan, Eve pun ke bawah ternyata Mami sudah bangun juga dan sedang menyiapkan sarapan Pagi, Reta dan Dimas masih tidur ya kedua perempuan itu bangun setelah adzan subuh dan sekitar jam 5 pagi.
" Mami " Panggil Eve saat ia berjalan menuju dapur menghampiri Mami Mira dengan berjalan cepat
" Astaga, Eve sayang jangan lari lari jalannya pelan pelan saja kamu baru saja pulih nak " Kaget Mami Mira dan memperingati Eve gar berjalan dengan pelan pelan sebeb Eve baru saja pulih dari sakitnya akibat di bully beberapa hari lalu, jelas saja sakit sampai ada bekas begitu ya pastinya sakit bukan, mana ada tidak sakit saat ada bekas luka atau bekas tali yang mengikat tubuh Eve.
" Heheh maaf Mami " Cengir Eve
" Mami masak apa boleh Eve bantu "
" Tidak usah sayang kamu duduk saja di kursi biar Mami yang masak, Mami masak cah kangkung sama oseng jamur dan sawi juga begedel kentang sayang " Jelas Mami Mira
" Tapi Mi Eve mau bantu Mami masak " Terang Eve
" Setelah kamu sembuh total boleh deh kamu bantu Mami masak "
" Boleh Mi "
" Tentu, kenapa tidak Ohh ya masakannya Mami sudah hampir siap kamu banguni suami kamu saja ya, paling sebentar lagi Papi kebawah " Pinta sang Mami
" Baiklah Mi kalo gitu Eve bangunin Mas Dimas dulu ya Mi " Ujar Eve lalu ia kembali ke kmar untuk membangunkan Dimas yang masih tidur
" Mas Dimas bangun Mas udah pagi " Panggil Eve sembari menghilangkan lengan Dimas agar Dimas cepat bangun
" Eughh sayang " Ucao Dimas sembari membuka matanya pelan
" Udah pagi Mas udah jam 6 lewat itu emang kamu gak ngajar kah " Ucap Eve kembali pada Dimas
" Ohh astaga, udah pagi ternyata " Gumam Dimas saat kesadarannya sudah terkumpul dan mendudukkan dirinya
" Iya Mas udah pagi, kamu mandi gih aku siapin baju kamu ya " Suruh Eve pada Dimas, Dimas menurut saja , dia dengan cepat menyambar handuk dan berlalu ke kamar mandi, sedangkan Eve menyiapkan pakain Dimas, Eve menyiapkan kemeja biru navi polos dan celana nya sekalian satu set tanpa dasi karena saat mengajar Dimas tidak pernah memaki dasi dan dasi hanya di pakai saat di kantor saja.
Setelah menyiapkan pakaian Dimas Eve pun keluar ternyata Papi dan Reta juga Mami sudah berada di meja makan tinggal menunggu nya dan juga Dimas .
Tidak lama Dimas juga ke luar ia bergabung bersama Eve istrinya dan kedua orang tuanya serta adik perempuan nya itu, kemudian mereka pun sarapan pagi bersama, tidak ada yang memadai jika sedari tadi Eve memaki rok panjang bermotif bunga, dan itu sudah dari kemarin Eve memakai rik panjang sepeti sekarang dan itu membuat Dimas lebih terpesona lagi dengan Eve memai rok panjang yang membuat Ece terlihat lebih anggun dan semakin tambah cantik saja dan pesona Eve pun kekuar saat ia mengenakan nya itulah yang di rasakan Dimas sejak kemaren.
__ADS_1
" Wahh Mi kayaknya makanan Mami enak deh Mi " Puji Eve nampak senang ia mengambil sarapannya dengan rata yaitu mengambil nasi dan cah kangkung juga oseng jamur dan saatnya tetapi tidak dengan begedel kentang nya, setelah ia mengambilkan sarapan untuk suaminya tentu saja
" Makan lah yang banyak Elva agar kau cepat sembuh " Balas sangat Papi
" Iya, Papi pasti " Jawab singkat Eve ia tak sengaja melihat tatapan Pali Bagas yang sedikit tak percaya padanya dan Eve bisa menebak nya mungkin sukai nya menceritakan apa yang ia ceritakan padanya semalam.
" Mi Reta mungkin nanti pulang telat soalnya ada kegiatan di sekolah Mi " Ujar Reta pada siang Mami
" Iya Reta kamu tetap hati hati jika ada masalah hubungi Mami atau Papi, kanu juga bisa menghubungi kakakmu " Jawab Mami Mira
" Makanlah yang banyak sayang " Tawar Dimas ketika melihat Eve sudah menghabiskan makanannya tapi dengan santai mengambil lagi karena memang Eve masih lapar
" Hehehe Mas tahu saja, iya Mas, maaf ya Mi, Pi Eve lapar sekali memang dari kemaren " Ujar Eve yang yang ingin menambah lagi tapi jika tidak makan ia juga masih lapar jadi lah ia menambah lagi
" Hahaha, tidaknpapa sayang kota senang jika kamu mkan dengan lahap, agar cepat sembuh Eve " Tawa renyah Mami dan Papi melihat tingkah Eve yang baru mereka lihat, ternyata Eve memiliki nafsu makan yang banyak ternyata karena selama merek tahu merek belum melihat bagaiman nafsu makan Eve sebenarnya yang mereka lihat adalah saat Eve makan dengan posisi yang cukup saja.
" Ohh Ya Pi tadi Angga dapat pesan dari sekertaris Papi kalo klien Papi yang di kota B itu ingin segera bertemu tetapi di sana karena mereka juga ada keperluan lain yang tidak isa di tunda kalo kesini mereka menolak nya dan tidak ingin kerja sama lagi " Jelas Dimas saat tafinoagi ia mendapatkan pesan sebelum turun kebawah
" Bilang saja jika memang tidak bisa makan lepaskan saja, kesepakatan awal kita bertemu di sini bukan tapi mereka merubah rencana secara mendadak mana mungkin sempat biarkan saja toh masih banyak yang lain " Balas Papi Bagas
" Oky nanti Angga sampein " Jawab Dimas
" Kenpa hemm masih mau nambah " Hida Dimas karena ia tahu jika Eve sudah selesai sejak tadi ia hanya menambh sedikit jadi cepat selesainya
" Enggak, ihh apa Mas cerita sama Papi sola kemaren "
" Iya kamu kok tahu "
" Ya tahu aja sih Mas, kalo gitu ya sudah tapi tatapan Papi jadi aneh Eve gak nyaman " Terang Zeven berbisik pada Dimas
" Astaga sayang hahaha baiklah baiklah " Kekeh Bagas yang mengetahui bahwa Eve ternyata tidak nyaman dengan tatapan Papinya yang seolah menyelidiki sesuatu , bukannya marah karena menceritakan hal tersebut,
" Kenpa kamu Ga ketawa sendiri aneh kamu ya " Ujar sang Mami
" Mi Reta selesai, Rata berangkat ya, assalamu'alaikum Mami, Pali, kak Angga sama kak Eve " Pamit Reta yang sudah selesai dan gw dak berangkat ke sekolah
" Iya waalaikumsalam hati hati sayang " Jawab kedua orang tuanya dan juga Eve dan Dimas bersamaan
__ADS_1
Setelah Reta pergi barulah Dimas menjawab pertanyaan sang Mami nya tentang mengapa ia tertawa tadi
" Angga gak pap kok Mi hanya merasa senang saja " Ujar Dimas agar Mami nya tidak bertanya lagi sebab jika Mami tahu mana Mamu akan bertanya tanpa henti tidak sampai merasa puas
" Pi " Panggil Dimas pada Papi Bagas
" Ya kenapa Ga " Jawab sang Papi
" Jangan natap Elva kayak gitu kali Pi, dianya gak nyaman Papi sih udah kayak mau introgasi tersangka aja " Ceplos Dimas dan ia di hadiahi oleh pukulan di bawah kakinya oleh Eve
" Sayang " Ucap Dimas
" Ya gak sekarang juga kali Mas, aduhhh sih Mas ahh " Kesalahan Eve tapi tak tahu ingin bilang apa ia kehabisan kata katanya dengan tingkah Dimas sekarang yang semakin hari berubah menjadi lebih hangat dan kerbatian juga suka bercanda dan usik, lalu sekarang Dimas malah blak blak an di depan Mami dan Papi nya
" Heheh ketularan kamu sayang maaf ya " Balas Dimas ia tahu apa yang di fikirkan istri kecilnya itu tentang nya
" Ya, Maaf kan Papi Eve Papi tidak begitu percaya tapi Papi sudah paham dengan semuanya " Jawab sang Papi langsung pada Eve
" Tidak papa Papi Eve mengerti itu jadi tidak akan ada masalah " Balas Eve pada Papi Bagas sedangkan Mami Mira hanya menjadi pendengar setia sebab ia tidak tahu yang di bicarakan oleh ketiga nya tersebut inginnya Mami bertanya tetapi pasti tidak akan di jawab, maka Mami menunggu saat mereka ingin menceritakannya saja.
Setelah mereka selesai makan, dan memng Dimas berangkat agak siangan ke sekolah sebab ia tidak ada kelas lagi dan hanya ada kelas siang setelh istrahat jadi Dimas berangkat agak siang saja karena guru lain juga ada yang berangkat agak siang juga beberapa orang
Kemudian Dimas pun berangkat ke sekolah untuk mengajar, begitupula dengan Oali Bagas yang berangkat ke kantor, jadilah sekarang di rumah hanya ada Eve dan Mami Mira di rumah, mereka ada di ruang tengah
" Mi, Mami masih bingung dengan bahasan tadi pagi Mi ? " Tanya Eve langsung karena ia merasa Mami Mira ingin bertanya tapi tidak jadi
" Kamu tahu saja Eve sebenarnya ia karena Mami tidak mengetahuinya tapi jika masih belum bisa cerita Mami juga tidak masalah " Jawab Mami Mira
Eve pun hanya tersenyum canggung, dan ia merasa harus menceritakannya agar Mami Mira tidak penasaran
" Eve mau cerita Mi boleh "
" Boleh sayang, kenapa tidak cerita kan saja " Balas Mami Mira
" Sebenarnya hanya Mamah dan Papah yang tahu, setalah itu Mas Dimas dan sekarang bertambah Papi dan Mami, sebenarnya Eve tidak papa Mi Eve baik baik saja setelah bully, hanya saja Eve perlu menumpahkan semuanya yang Eve rasakan menjadi satu yang ada di hati Eve sampai Eve menangis, setelan semuanya keluar makan Eve baik baik saja, tidak perlu khawatir Eve tidak selemah itu Mi tidak akan ada yang namnya sakit mental atau ketakutan karena di bully, karena Eve bisa mengatasi gak itu selama Eve mampu, jika sudah tak Mampu maka Eve akan bilang pada semuanya " Jelas Eve pada Mami Mira dan sekarang Mami Mira tahu sudah apa yang di bicarakan mereka bertiga tadi pagi, Mami Mira kita Eve sangat tertekan dengan kejadian itu tetapi malah sebaliknya jadi Mami Mira cukup menjadi pendengar dan memahami saja di kala Eve sedang tidak baik baik saja seperti halnya kemaren malam
" Ohhh begitu, kirain apa, Mami sudah paham sekarang, lalu apa kamu tidak ingin membalas mereka sayang Mami saja kedalam dengan perbuatan mereka sangat keterlaluan " Ujar Mami Mira
__ADS_1
" Ohh tenang Mami, Eve udah siapkan itu, masih di kerjakan oleh kedua teman Eve di sekolah, Mas Dimas dan Papi mungkin sidah tahu, kalo Mami mau tahu Mami bisa tanya ke Papi " Jawab enteng Eve sembari tersenyum ya meskipun senyumannya biasa saja tapi Eve bisa membayangkan bagaimana ekspresi Rosetta kala Fika dan Ailen memberi pelajaran padanya.
Sedangkan Mami hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak memperhatikan senyuman miring Eve yang biasa saja namun penuh dengan aura penindasan itu hihihi.