
" Heehh sudah gue bilang lo jangan deket deket Pak Dimas lagi, tahu gak sih lo tuh, dengerin gak sih ni kuping lo, ngerti gak tuh otak lo haahh " Sentak Rosetta sembari menunjuk ke arah Eve
" Haahh, bisa minggir kagak sih lo semua hahh urusan sam lo tuh apa, maungue deket sam siap juga bukan urusan kalian ngerti ! " Bentak Eve yang sudah kesal, lalu dengan kuat ia menyenggol badan Rosetta dan pergi melewatinya lalu masuk ke dalam kelas
" Ishh, tuh anak lihat aja entar gue habisin lo " Omel Rosetta dan merek pergi dari sana
Di kelas Eve langsung menuju bangkunya dan duduk terus melipat kedua tangannya ke meja sembari menaruh kepalanya di sela sela tangannya.
" Huuff sabar Eve, sabar bentar lagi oky " Monolog Eve dalam hati, tak lama Fika dan Ailen datang menuju bangkunya mereka dari toilet tadi dan langsung melihat Eve di sana
" Eve, lo masuk " Panggil keduanya
" Hmmm " Jawab singkat Eve
" Kok dingin banget kenapa lo? " Tanya Fika
" Eve " Panggil Ailen lagi , lalu Eve mendongakkan kepalanya dan beralih duduk menyenderkan di kursi nya
" Huhh gue sebel tahu gak, kalian tahu mak Lampir yang udah buat gue sakit tadi masih aja ngehadang gue saat mau masuk kelas "
" Waah parah tuh orang, mana biar gue hajar dia "
" Hehh main hajar aja lo Fik, tugas kemaren lah harusnya buat hantam muka dia " Seloroh Ailen pada Fika
" Hmm gimana udah siap semuanya kan " Ujar Eve oada ke 2 temannya itu
" Siap dong, tinggal nanti aja kita berikan pada mereka pelajaran yang setimpal " Sahut Fika dan di angguki ikeh Ailen semntara Eve tersenyum saat mendengar ucapan Fika tersebut.
Tidak lama kemudian bell masuk pun berbunyi lalu pelajaran pertam pun di mulai, di kelas tersebut memang sedikit ramai, pelajaran pertama adalah sejarah, dan guru yang mengajar menggunakan proyektor berbeda dengan yang lain yang biasanya menjelaskannya dengan menulis dinpapan tulis.
Selama setengah jam mereka suasan kelas juga semakin ramai karen banyak dari merek yang bertanya dan bercerita juga memang pelajaran sejarah adalah pelajaran paling seru di kelas tersebut karen banyak cerita. Lalu pelajaran itu pun berkahir dan digantikan pelajaran selanjutnya, pelajaran selanjutnya adalah PPKn dan guru yang mengulang adalh guru yang terkenal dengan ketegasan nya.
Di kelas itu sangatlah hening dan mereka mengerjakan soal yang di berikan oleh guru setelah dijelaskan dan di pelajari sedikit.
Sampai jam istirahat tiba, mereka bubar dari kelas untuk menuju kantin, dikantin Eve dan ke 2 temannya yang masih asik berbincang sembari memakn siomay nya dan minum es teh manis nya, tiba tiba ada yang datang dan itu adalah Rosetta end the geng nya mwrek merebutnya es teh yang di minum ketiganya dan mengguyur kepala mereka tetapi ke 3 nya bergerak dengan cepat sehingga tidak tergusur dan basah hanya terciprat sedikit akibat air itu tumpah ke bawah
__ADS_1
" Sialan kalian, " Gumam Rosetta
" Apa sih lo nek lampir dateng dateng main siram air aje lo " Teriak Fika mengejek mereka
" Apa lo hah udah di bilang juga, kalian tampar mereka "
" Belum puas lo hah bully gue kemaren sekarang mau bully temen temen gue juga, mau lo apasih hah " Kesal Eve
" Gue mau lo jauhin Pak Dimas dia milik gue " Teriak Rosetta
" Mimpi jangan ketinggian ntar jatuh sakit lo, ya kan Ai "
" Gue gak peduli pokonya lo jauhi guru ganteng gue ngerti lo " Marah Rosetta
" Enak aja main suruh orang, ternyata lo gak kapok ya, Ai man flashdisk nya " Pinta Eve pada Ai yang memegang flashdisk nya
" Nih Eve " Ucap Aien memberikannya pada Eve
" Asal lo tahu gue punya bukti lo bulki gue di sini, dn percakapan lo dan temn lo juga suara saat lo nampar gue, gue udah rekam semuanya, kalo lo mau main main sama gue gue bisa sebarin ini video dan rekaman biar di lihat dan semua orang dan lebih nya dilihat lara guru semua " Ungkao Eve tenang di barengi dengan senyumannya yang menyeringai miring mengeluarkan aura yang dominasi dingin juga tegas
" Hahaha gak semudah itu kali ya kalo lo sebar, kan guru semua juga lihat, termasuk Ibu lo mau di taruh mana muka lo kalo sampek orang tua lo tahu kelakuan lo " Tawa Ailen dan Fika, lalu mengucapkan hal tersebut
" Berani lo ya sama gue sama kita hah " Ucap nya sudah takut dengan nada yang bergetar namun masih ingin memperlihatkan ke sombongannya
" Beranilah kenapa enggak " Balas Eve santai
" Gak gue gak Terima, gimana kalo kita buat taruhan "
" Taruhan, heh say jaman gini masih aja mau taruhan baiklah " Ucap Eve senang
" Kalo lo kalah lo harus turutin perintah gue lo harus jadi babu gue dalam tujuh hari gimana " Tantang Rosetta beserta temannya
" Oky, siapa takut, tapi kalo lo yang kalah gue yang menang, lo harus berhenti ganggu gue, kalo lo tetep ganggu gue awas aja gue gak akan tinggal diam inget itu " Jawab Eve dengan sorot mata tajam membuat Rosetta dan temn temannya menelan ludah dengan kasar.
" Baiklah tantangannya adalah, lo panggil Pak Dimas kesini biar dia milih siapa di antara kita, lo harus yang manggil " Ujar Rosetta pada Eve dengan senyuman mengejek, pikirnya Pak Dimas akan menolak karena ini hanya tantangan dan melibatkan Pak Dimas yang sebagi guru juga hubungan Eve yang setiap hari berangkat dan pulang bersama, pikir Rosetta Pak Dimas tidak akan pernah memilih Eve dan menolak permintaan ini makanya ia bisa tersenyum remeh pada Eve
__ADS_1
" Gue Terima " Balas Eve singkat padat dan jelas
" Eve lo yakin sama keputusan lo Eve " Bisik Ailen
" Iya Eve dia nantang sama Guru lo beneran terima, yakin serius Eve " Bisik Fika pada Eve
" Kalian tenang saja dia akan kalah lihat aja nanti, gue pergi dulu awasi aja mereka " Balas Eve santai
Lalu kergi meninggalkan mereka lalu bergegas ke ruangan Dimas , Eve sampai pada ruangan Dimas setelah berlari sesudah mengatur nafasnya agar kembali normal ia pun mengetuk pintu ruangan tersebut .
" Tok. . . Tok.. . Tok.. . " Suara pintu di ketuk okeh Eve
" Masuk " Ucap suara dari dalam menyuruh untuk masuk
" Pak Dimas " Panggil Eve pada Dimas
" Elva, tutup pintu dan kunci " Jawab Dinas lalu menyuruh Eve menutup pintunya dan menguncinya
" Ada apa hmm sini " Ujar Dimas berubah menjadi halus dan lembut menyuruh Eve mendekat padanya
" Mass, " Panggil Eve yang berjalan mendekat lalu memeluk Dimas dengan erat menyalurkan kekesalannya dan mencari ketenangan di dalam pelukan sang suami, setelah tenang barulah Eve bercerita pada Dimas .
" Sudah, tenang sayang sekarang sudah bisa bercerita " ungkap Dimas sembari mengelus surai rambut kepala Eve dengan lembut
" Rosetta nantang Mas buat milih salah satu di antara kita, dia buat taruhan, kalo aku kalah dia buat aku jadi babu selama 7 hari kalo aku menang dia gak boleh ganggu aku lagi dan kalo masih ganggu aku juga gak mau tinggal diam lah enak aja " Kesal Eve sembari terus menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Dimas yang memberikan rasa hangat dan tenang padanya
" Baiklah kita kesana sekarang biar mereka tahu siap yang pantas buat Mas " Jawab Dimas enteng laku tersenyum kemudian mereka meletakkan pelukan mereka dan keluar dari ruangan tersebut, selanjutnya keduanya berjalan beriringan menuju kantin dimana Rosetta bersam ke tiga tannya dan Ailen serta Fika yang sedang mengawasi mereka sambil duduk
" Kalian kenapa ribut disini " Jengkel Dimas setelah datang ke sana bersam dengan Eve yang senang dan tersenyum jumawa mengejek Rosetta
" E - enggak Pak kita cuman mau main aja kok Pak " Jawab gugup Rosetta
" Bohong Pak, mereka mau bully orang lagi Pak, sekarang nantangin buat bapak pilih salah satu di antara mereka Pak " Balas Fika dan Rosetta melotot ke arah nya karena tak terima.
Di dalam hatinya ia berfikir bagaimana bisa Pak Dimas datang kemari seharusnya kan bisa jadi Pak Dimas menolak tantangan taruhan ini.
__ADS_1