
Setelah makan malam Dimas dan Eve langsung ke kamar mereka karena Dimas juga belum sehat total jadi ia harus banya istirahat agar cepat sembuh.
" Mas sholat isya' dulu yuk baru tidur " Aja Eve pada Dimas
" Sayang kan belum waktunya " Balas Dimas saat mereka duduk di tepi ranjang
" Astaganaga, maaf Mas aku lupa hehehe " Ingat Eve ia baru saja selesai makan malam langsung kekamar
" Sepertinya kamu kecapean Elva , mau nonton TV dulu sambil nunggu waktu isya' masuk sayang " Tawar Dimas
" Boleh yang bagus ya tapi " Jawab Eve, akhirnya keduanya menyalakan tv di kamar Dimas tersebut mereka melihat acara makan makan di sana dan terlihat Eve sangat antusias dengan menu menu yang ada.
Selama beberpa saat mereka menonton tv akhirnya waktu sholat tiba, keduanya mematikan tv dan sholat berjamaah, setelah selesai Dimas dan Eve berbaring di ranjang mereka sembari berpelukan
" Elva apa saya boleh tanya tentang perasaan kamu? " Tanya Dimas halus pada Eve takut jika nanti Eve akan marah padanya.
" Kenapa memang apa Mas ingin mendengarnya langsung dari ku " Balas Eve sembari menyembunyikan wajahnya ke dada bidang suaminya karena malu
" Apa tidak boleh jika tidak aku tak akan bertanya lagi " Ujar Dimas mengerti
" Hmm aku akan memberitahu Mas tapi tidak hari ini tunggu Mas sembuh dulu baru aku kasih tahu " Terang Eve
" Baiklah terserah kamu saja, ohh ya kamu tahu resep kolak labu dari mana, itu labu santan kan ya tadi kamu bilang, bukannya itu kayak kolak Elva " Ucap Dimas penasaran dari mana istrinya tahu tentang kolak labu jika bubur labu Dimas memng pernah tahu tapi tak pernah mencobanya dan baru tadi ia memakannya dan ternyata rasanya enak.
" Heheh biasa lihat resep makanan apa yang enak dari buah labu atau labu, ternyata bisa di buat bubur atau masakan sayur lodeh, dan kolak labu Mas jadi penasaran, ya terus aku buat saja bubur labu sama kolak labunya, labunya juga masih ada aku taruh di dalam kulkas " Jelas Eve pada Dimas
" Bisa du buat sayur juga ternyata, bagaimana kalo besok kamu buat sayur labunya sayang Mas ketagihan nih " Ucap Dimas pada Eve
" hihi iya iya besok aku buatkan sayur lodeh labu nya sama apa lagi ada yang mau di makan biar sekalian aku masak buat kamu Mas "
" Uhh sayang Mas, hmm apa ya aku pikir buat jenang jagung enak sayang Mami punya jagung gak ya " Terawang Dinas memikirkan berapa enaknya makan jenang jagung
" Kayaknya ada deh kalo gak ya besok ke pasar atuh beli bahannya " Ingat Eve
" Sama teh delima yang waktu itu, sudah itu saja Elva maaf jika Mas mau makan itu semua makanan yang kamu buat " Ucap Dimas pelan
" Udahh kalo gitu tunggu saja pasti semua makanan yang Mas mau akan ada " Ucap Eve dengan senyum manisnya, Eve berencana memasak makanan kesukaan Dimas karena duta hari lagi adalah ulang tahun Dimas yang ke 26 tahun.
Sudah 3 hari berlalu hukuman Eve setelah insiden beberapa hari lalu, dan Dimas juga sudah sehat setelah dua hari tidak masuk mengajar dan ke kantor
Pagi ini Eve sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan Dimas dengan seragam gurunya , mereka pun sarapan bersama di meja makan dengan kedua orang tua dari Dimas juga Reta.
Setelah selesai sarapan Reta seperti biasa berangkat kesekolah dengan temannya Papi Bagas pun juga berangkat bekerja, tinggal Mami Mira di rumah karena hari ini tidak ada kegiatan, slain itu Dimas dan Eve juga sudah berangkat dengan mobil nya ke sekolah dan seamapainya di sekolah seperti biasanya hubungan keduanya menjadi murid dan guru.
__ADS_1
Ternyata mantan kekasih Dimas ikut mendaftar berkerja sebagi guru olahraga di sana menggantikan guru bilah raga yang sedang sakit bebroa minggu lalu dan ia bisa m daftar karena mencari kbar tentang sekolah tempat mengejar Dimas berada.
" Eve lo tahu gk ada vuru baru perempuan dia ke ganti Bu Anik guru bilah raga yang masih sakit tapi cuman sementata aja sih " Ujar Fika saat mereka duduk bertiga di kelas sebelum bell masuk dan tak beruntungnya hari ini adalah hari kelas olah raga di kelas tersebut sebagian pelajaran pertama
" Denger dengerr nih dia tuh ngajar disni karena kekasihnya tahu " Sambung Ailen
" Siapa emang namnya ? " Tanya Eve pada ke 2 nya
" Ya mana tahu kita ketemu aja belum mana kenal atuh " Jawab keduanya pada Eve
" Hehehe ikut ghibah kalian ya, bell tuh buruan ganti keburu telat jam pertemuan olah raga kan pasti ketubsam guru baru nya " Ucap Eve
" Emang lo kagak ganti juga hah " Balas Fika
" Pada gak tahu gue aja lo ya kan gue udah ganti dari rumah tinggal melepaskannya seragamnya aja " Cepolos Eve dan ia setega melepas baju seragamnya dengan cepat dan ternyata Eve memang sudah memaki seragam olah raga sebelum nya
" Heheh kebiasan lo gak berubah dari kelas 10 ye " ujar Ailen
" Hmm cepten atau gue tinggal "
" Iye sabar napa bentar lagi kelar " Setelah selsai meteka pun keluar juga semua murid dari kelas bahsa itu keluar ke lapangan dan sampainya di lapangan mereka langsung baris membentuk barisan
Tak lama Lora datang dengan lapakainan olah ragbyang sangat ketat mencetak bentuk tubuhnya dan mulailah sesi perkenalan mereka dan berhasilnya mereka tak jadi nikah braga karena mereka hanya meminta dan membunuh singuru jika pertemuan kertas hanya perkenalan saja.
" Selamat pagi anak anak semua " Sapa Lora pada mereka
" Pagi... " Jawab mereka serentak
" Baik saya adalah guru baru di sini menggantikan guru kalian yang masih sakit untuk sementara, perkenalkan saya Lora Andini panggil saja Bu Lora ya " Ucap Lora memperkenalkan dirinya, laku suasana perkenalan pun mengalir hingga waktu pelajaran olahraga usai.
Setelah pelajaran olahraga selesai dan berganti pakaian seragam kembali Eve masih saja cemberut dan kesal hingga ke 2 temannya itu bertanya padanya dikelas sebelum pelajaran selanjutnya tiba.
" Eve lo kenapa sih dari tadi bahkan lo gak tertarik sama perkenalan guru baru itu " Ucap Fika
" He'eem dan lo malah milih dengerin musik di aerphon lo ada apa sih Eve " Sambung Ailen
" Hahh kalian gak tahu aja gue tuh males tahu sama tuh guru kesel tahu " Balas Eve sembari mengepalkan tangannya mendengar nama guru baru atau membahas tentang guru tersebut yang tak lain adalah Lora
" Lha iya cerita nama Eve biar kita gak penasaran tahu "
" Oky lah, Dia tuh mantan kekasih nya Pak Dimas asal kalian tahu aja " Dongkol Eve menjawab rasa penasaran kedua temannya itu
" Whaatt... " Ucap mereka dengan suara yang sedikit keras untung daha tak ada yang memperhatikan mereka
__ADS_1
" Gak usah kenceng kenceng juga kali " Balas Eve malas
" Kok bisa gimana ceritanya? " Tanya Ailen
" Atau jangan jangan Bu Lora kesini buat deketin Pak Dimas lagi mau jadi prlakor di hubungan lo sama Pak Dimas Eve " Sambung Fika
" Tahulah gue males bahasnya ya kalo emang mau rebut pasti juga dia akan berulah terutama sama gue jadi gue males banget buat ladenin nya " Jawab Eve lalu tak lama guru pelajaran kedua mereka datang dan pelajaran selanjutnya pun di mulai di kelas tersebut.
Hingga bel istirahat berbunyi tiba, Eve dan kedua temannya itu ke kantin seperti biasa, namun Dimas ternyata juga ikut ke kantin untuk menghindari Lora yang terus menempel dan mengikutinya sejak tadi.
" Eve Pak Dimas Eve Dia ke kantin tapi Bu Lora juga ngikut " Ujar Fika yang melihat Dinas dan Lora berada di kantin yang sedang memesan makanan sedangkan Ailen dan Eve sibuk memakan makanan yang mereka pesan, namun saat mendengar ucapan Fika Eve mengalihkan pandangannya melihat Dimas
" Ohh " Jawab Eve singkat ia malas sekali meladeni mereka
" Kok ohh doang sih emang lo gak kesel atau marah gitu " Kesalahan Fika
" Ehh kayaknya mereka kemari deh " Bisik Ailen
" Pergi yok gue udah selesai makan sama minumnya, kalian udah selsai kan " Ajak Eve ia tak mau lihat Dimas dan mantan nya sekarang
" Haahh, Ohh iya ayo " Jawab keduanya yang mengerti bagaimana perasaan Eve saat ini yang melihat jika suaminya bersama dengan mantan, ya meskipun hanya mantan tapi kalo mantan yang modelan kayak Lora mah ya ogah males aja, udah jadi mantan masih aja nempel kayak uler keket.
Sampainya di kelas Eve langsung menundukkan kepalanya dan ia tertidur sampai bell masuk berbunyi dan guru datang, kebetulan pelajaran kali ini adalah sastra indo dan yang mengajar adalah Dimas
" Siang anak-anak. " Sapa Dimas begitu masuk ke dalam kelas
" Siang Pak... " Jawab mereka dan Dinas matanya tertuju pada Eve yang tidur di kelas nya, perlahan ia me dekat dan Fika serta Ailen pun membangunkan Eve yang tertidur
" Eve bangun Eve, Pak Dimas dateng lho " Panggil Ailen pada Eve sembari menggoyangkan tangan Eve
" Eve bangun Pak Dimas kemari ini lo gak maukan di keluarin dari kelas karena tidur di jam pelajarannya " Panggil Fika namun terlambat Dimas sudah ada di samping Eve yang tertidur kemudian menggebrak meja dengan penghapus papan tulis yang tadi sempat Dimas bawa, meskipun tak keras namun bisa mengagetkan Eve dan membuatnya terbangun seketika
" Braaakkk " Suara gebrakan itu berbunyi tak hanya Eva tapi Ailen dan Fikajuga ikut terkejut
" Astaga " Gumam Eve langsung terbangun dan memperbaiki duduknya
" Enak ya bisa tidur di kelas saya " Ucap Dimas dengan nada yang sangat tegas dan juga dingin
" Ma maaf Pak saya... "
" Keluar, keluar dari kelas saya sekarang juga! " Perintah Dimas pada Eve.
Dan dengan cepat Eve langsung keluar dari kelas dan sekarang ia berdiri di depan kelas samping pintu dekat dengan rak gantungan sapu yang di gunakan untuk piket kelas.
__ADS_1