
" Sorry ye gue tadi habis bagiin kertas tugas bahasa Indo yang kemaren kan nanti ada tuh pelajarannya sastra Pak Dimas sekalian bagiin tugas kemarin " Jelas Eve setelah datang sambil membawa pesanan siomay nya dan juga es jeruk nya
" Ohh iya, terus gak ada lagi gitu selain manggil lo buat bagiin tugas " Ujar Ailen pada Eve
" Yang lain, maksudnya apaan? " Tanya Eve tak mengerti
" Ni anak ya, Fik belain napa " Ujar Ailen
" Hmm gak ada lagi keperluan apa gimana selain Pak Dimas panggil lo ke ruangannya? " Tanya Fika pada Eve dengan pertanyaan yang lebih detail lagi
" Keperluan apaan gak ada, dia cuman mau bilang maaf yang kemaren karena Reta adiknya, sama nanti pulang sekolah gue di suruh bareng " Jawabnya panjang lebar
" Aduh Eve lo tuh kok dodol sih, itu namanya ada keperluan lainnya Eve dia panggil lo ke ruangannya " Ujar Ailen dan Fika sembari menepuk jidat mereka dengan tampang polos Eve yang seperti tidak ada masalah apa-apa
" Heheh maaf aye lupa " Ucap Eve sembari tertawa kecil pada mereka, yang di sambut oleh gelengan kepala saja oleh kedua temannya itu.
Seperti yang Dimas bilang tadi saat pulang sekolah, Eve pun menunggu Dimas di depan gerbang sekolah, tetapi Dimas belum juga nampak, sampai semua orang yang berada di sana pun mulai pulang dan tidak ada lagi, hanya tinggal dirinya dan beberapa anak yang masih menunggu angkot dan jemputan mereka.
Tidak lama mobil Dimas keluar, Dimas pun memberhentikan mobilnya di depan Eve laku membuka kaca mobilnya, kenuduanenyuruh Eve untuk segera naik.
" Elva ayo naik " Suruh Dimas ketika ia sudah membuka kaca mobilnya dan melihat Eve yang masuh berdiri
" Ya " Jawab Eve singkat, ia tidak terbiasa dengan panggilan Dimas karena ia belum pernah di panggil dengan panggilan Elva, tetapi sebisa mungkin ia mengabaikan itu karena itu hanya panggilan saja, dan itu juga namanya bukan.
Di dalam perjalanan masih saja hening tidak ada percakapan keduanya sibuk sendiri, yang satu sibuk menyetir mobilnya dan satu lagi sibuk menatap jalanan kota tersebut, karena tidak adanya percakapan Eve merasa canggung dan bingung, lalu ia pun berusaha untuk memecah keheningan itu dengan bertanya seadanya yang ia pikirkan saja toh mereka hanya berdua, pikir Eve.
" Pak, kenapa Bapak mau nerima perjodohan ini? " Tanya Eve tiba-tiba membuat Dimas menoleh padanya
" Hmmm gak tahu, gak ada alasan buat nolak juga " Jawab Dimas enteng
" Gak ada alasan, tapi kan kalo nerima juga harus ada alasannya " Ujar Eve
" Ya alasannya, buat bahagia in ortu " Balas Dimas
" Kamu sendiri kenapa nerima perjodohan ini? " Tanya Dimas ganti pada Eve ia penasaran akan jawaban gadis yang berada di dampinta itu, entah sejak kapan ua mulai penasaran dengan seorang gadis.
" Hmmm sama sih kayak Bapak jawaban nya tapi ada alasan sendiri kenapa nerima perjodohan ini " Jawab Eve
__ADS_1
" Lalu apa alasan mu "
" Jalani saja dulu, toh jodoh udah ada yang atur kalo emang jodoh ya gak akan kemana mana, kalo gak jodoh ya sudah " Jawba Eve santai memang alasan Eve menerima perjodohan itu adalah ia tidak menolaknya karena jodoh atau tidak nya kan ia tidak tahu jadi lebih baik jalani saja lebih dulu.
" Gitu, ya kalo seseorang udah pikir ia jodoh tapi di akhir dia ninggalin gimana? " Tanya Dimas kembalinya masih penasaran akan jawaban Eve sebab Eve menjawabnya dengan begitu mudahnya.
" Ya kalo dia ninggalin ya sudahlah mungkin memang dia bukan untuk mu atau masih ada yang lebih baik dari yang ninggalin Pak Dimas, alasan Pak Dimas tanya cuman mau pastiin aja kan sebab Pak Dimas baru putus cinta " Ujar Eve memberi penjelasan pada Dimas
" Enggak juga, tapi bener juga karena Dia tapi sekarang sudah tidak lagi " Balas Dimas, tidak lama mereka pun sampai di rumah Eve karena sebelum berangkat tadi Eve sempat meberitahunya alamat rumahnya.
" Sudah sampai, Pak terimaksih sudah antar saya, Bapakk mau mampir atau langsung pulang " Ujar Eve seraya keluar dari dalam mobil Dimas
" Tidak terimaksih, mungkin besok saya jemput kamu " Ucap Dimas.
Setelah kepergian Dimas dari halaman rumah, Eve pun masuk ke dalam rumah yang nampak sepi karena orang tuanya dinas kerja ke luar kota.
Malam harinya suasana rumah Eve sangat sepi karena hanya dirinya yang berada di rumah sendirian, ia berencana untuk memasak makan malam nya sendiri, bahan masakan juga ada .
" Masak apa ya bahannya banyak banget, " Gumam Eve pada diri sendiri ia memikirkan akan masak apa malam ini untuk makannya
" Hmm gimana kalo oseng kangkung sama omlet telur campur gubis, kayaknya sih enak sama tempe goreng kali ya " Ujarnya lagi lalu ia mulai menyiapkan bahan dan sayuran nya, Eve mencuci kangkung nya dan mengiris wortel, serta mencuci capar nya atau taoge setelah itu ia mengiris kangkung dan wortel, memanaskan penggorengan nya.
Eve menunggu beberapa saat agar wortel nya matang lakubia memasukkan kangkung nya dan capar nya kemudian ia oseng kembali sampai matang, setelah matang ia pun menyajikannya di piring, dan beralih untuk menggoreng omset telur gubis dan tempe nya.
Setelah berkutat di dapur akhirnya masakan Eve pun jadi, ia mnyajikannya di meja makan bersama dengan nasi putih dan ia membuat teh hangat untuk minum nya.
Saat akan makan pintu rumah pun di ketuk dan belum rumah berbunyi, Eve pun melihat siapa buang datang malam-malam begini ke rumah, kalo orang tuanya pasti akan langsung masuk ke dalam.
" Sebentar " Teriak Eve dari dalam rumah
" Ohh Pak Dimas sama Reta, masuk Pak " Ujar Eve saat membukakan pintu dan melihat Dimas juga Reta berada di sana
" Maaf ganggu " Ucap Dimas seraya ia masuk ke dalam rumah
" Enggak papa , tapi Pak Dimas untuk apa datang ke sini? " Tanya Eve
" Ya pulang dari sekolah tadi tuh Mami nanyain kakak mulu soalnya kan Ortu kakak gak ada, jadi Kak Angga di suruh Mami ke sini dan Reta ikut gak papa kan kak " Jawab Reta ia masih kecil dan masih sekolah di bangku SMP
__ADS_1
" Owalah gitu, ya sudah kalo gitu, kalian udah makan? " Tanya Eve seraya berjalan ke ruang makan dinikutinoleh Dimas dan Reta
" Belum sih kak, karena Mami suruh cepet cepet dan suruh Kak Angga buat ajak makan malam Kak Eve di luar " Jawab Reta kembali sedangkan Dimas hanya diam ia tidak tahu harus bicara apa pada Eve
" Wahh kebetulan banget kak Eve masak tadi, kita makan sama-sama yuk kalian tunggu di meja makan kak Eve ke dapur dulu " Ucap Eve, kemudian Eve berlaku ke dapur untuk membuatkan Dimas dan Reta teh hangat, sedangkan Reta dan Dimas menunggunya di meja makan, terlihat bahwa masakan itu baru saja matang karena masih panas dan asap masih mengepul di atas.
" Ini minuman nya, bentar aku ambil piring sama sendoknya dulu " Ujar Eve setelah membuat erikan segelas teh hangat untuk Reta juga Dimas, selanjutnya Reta mengambil makannya sendiri sedangkan Dimas Eve mengambilkan nya, selanjutnya mereka pun makan malam bersama.
Reta tidak henti henti nya memuji masakan yang Eve masak, karena rasanya nyang enak dan itu berbeda dengan masakan Maminya, bakan kakaknya yang juga bisa masak pun masakannya tidak seenak buatan Eve.
" Kak Eve gimana sih caranya buat, ini masakan kaka top banget, rasanya enak banget kak " Ujar Reta pada Eve
" Makasih loh ya, ya masakan kaka biasa aja sih kalo kamu suka bisa nambah mumpung masih ada " Balas Eve sambil tersenyum pada Reta
" Ohh iya masakan kak Angga aja kalah sama masakan kakak " Terang Reta
" Ohh ya Pak Dimas bisa masak juga ? " Tanya Eve
" Ihh kak manggil kok Pak sih " Ujar Reta merasa lucu karena Eve manggil Dimas dengan nama Pak berasa tua kan nya padahal Dimas masih muda
" Ya terus panggil apa dong kan Pak Dimas lebih tua "
" Ya jangan Pak juga kali kak, berasa tua nanti kak Angga nya"
" Kalo gitu apa dong masak panggilnya kakak juga kan Pak Dimas bukak kakak nya kak Eve " Ujar Eve sembari melirik Dimas
" Terasah aja asal jangan Pak " Jawab Dimas sembari menyeruput yeh nya yang tinggal dikit itu.
" Hmmm apa ya, Reta kasih tahu dong " Ujar Eve pada Reta
" Ya kalo aku sih mending Abang kak Eve " Jawab Reta
" Lah Abang, hmm gimana kalo Akang aja "
" Akang nanti sama dong kayak akang tukang bakso yang jualan di deket rumah " Balas Reta sembari terkekeh kecil
" Hahaha ya enggak atuh kan ada lanjutannya bukan Akang aja kali Reta masak iya Kak Eve manggil Pak Dimas Akang bakso " Tawa Eve pecah karena lucu dengan jawaban dari Reta
__ADS_1
" Hihi bener juga kak Eve " Balas Reta ikut tertawa, sedangkan Dimas terpesona dengan tawa renyah dari Eve ia tidak menyangka dalam waktu singkat ia bisa terpesona juga biasa para gadis atau perempuan yang terpesona padanya dan ini malah dirinya yang terpesona.
Selesai makan malam, Dimas dan Reta pun pamit pulang ke rumah karena malam semakin larut, dan besok Dinas harus pergi mengajar juga ke kantornya untuk bekerja.