
Stelah Eve keluar dari kelas Dimas melanjutkan ucapannya untuk memperingati murid-murid nya agar siapa saja yang tidur di kelasnya silahkan keluar saja.
" Kalo ada yang tidur lagi di kelas saya silahkan keluar. " Sambung Dimas kembali, dan yang lainnya hanya bisa menunduk dan diam tak berani membantah ya karena jika di kelas Dimas akan sangat tegas tetapi jika di luar jelas Dimas akan ramah pada semua orang, intinya Dimas bisa menjadi sangat serius dan juga tidak dalam situasi dan kondisi di manapun ia berada.
Lora yang kala itu habis dari toilet yang hendak pergi melihat ke perpustakaan sekolah dan melewati kelas Eve ia tak sengaja melihat Eve yang berdiri sambil menyenderkan kepalanya di dinding depan kelas, lalu Lora pun menghampirinya yang hendak membuat Eve merasa kesal juga untuk mendekati Dimas.
" Haii kenapa kamu di luar? " Tanya Lora dengan nada mengejek lalu ia melihat ke dalam ternyata yang mengajar adalah Dimas
" Kasian ternyata disuruh keluar sama Angga ya, paling gak memperhatikan pelajaran atau tidur di kelas " Ejek Lora pada Eve
" Memang kenpa ya Bu Lora " Jawab Eve santai dan tenang
" Gak papa, dan asal kamu tahu saya itu kekasihnya guru kamu jadi jangan deket deket sama Dia, awas saja kamu deket deket habis kamu di tangan saya " Ujarnya sembari mengepalkan tangannya dengan gaya yang sangat sombong dan percaya diri.
" Lalu kenpa ya Bu jika saya tidak mau jauh bukankah Ibu hanya mantan ya " Balas Eve dengan senyuman yang manis namun terlihat sinis dan meremehkan dan dengan nada yang ia tekan pada kata mantan , karena Lora tak bisa mengontrol emosinya ia dengan cepat langsung emosi dan marah hingga ia menampar pipi Eve dengan keras hingga Eve terjatuh ke lantai.
" Plaakk... " Suara tamparan terdengar keras dan di saat itu Dimas tak sengaja melihat ke luar kelas juga dan akhirnya ia melihat Eve jatuh ke lantai
" Dukk " Eve terjatuh dan pantat nya lansung antep karena menabrak lantai yang keras juga ia merasakan panas serta sakit di pipi kirinya dan pantat nya tentu saja .
" Rasain makanya jangan macam-macam sama saya itu akibatnya. " Setelah mengatakan hal itu Lora pergi dari sana tanpa tahu bila Dimas melihatnya barusan dari dalam kelas
" Sebentar anak-anak kalian lanjutkan dulu Bapak lihat keluar " Ujar Dimas, dan murid-murid semuanya melanjutkan tugas mereka sedangkan Dimas berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi
" Elva " Panggil Dimas ia berjongkok melihat Eve yang kala itu terus terduduk ia tak menanggapi panggilan Dimas sebab ia juga tidak bisa langsung berdiri karena rasanya masih sakit hanya menundukkan kepalanya namun karena ia merasakan sakit di pipi dan pantat nya tanpa terasa air matanya menetes.
" Ayo berdiri sayang aku bantu ya "Ujar Dimas pelan agar tidak ada yang mendengarnya, kemudian Dimas membantu Eve untuk berdiri, ternyata Eve tak berdiri saat ia terjatuh karena hantaman dari tamparan Lora itu sangatlah keras dan sakit membuatnya terjatuh dengan keras hingga Eve tak kuat untuk berdiri akibat rasa sakit yang mendera tersebut.
" Sudah jangan menagis nanti di obati kita ke kelas sekarang hukumannya selesai " Ujar Dimas yang masih pelan tak lama Dimas dan Eve kembali ke kelas, Dimas yang menuju bangku guru dan Eve menuju bangkunya saat sudah duduk di kursi nya Eve langsung menenggelamkan kepalanya lagi Ailen dan Fika di buat bingung dengan ulah Eve yang tiba-tiba namun Dimas juga diam saja dan mereka kemabali melanjutkan tugasnya.
Bell pulang telang berbunyi dengan keadaan Eve yang masih sama saat mendengar bell barulah Eve menegakkan tubuhnya Fika dan Ailen tak bertanya atau menggangu sejak Eve masuk tadi karena keduanya mengerti jika saat ini Eve pasti butuh ketenangan jadi mereka tak mau mengganggunya untuk sementara waktu.
__ADS_1
Setelah semuanya kekuar dari dalam kelas, Dimas menghampiri Eve di bangkunya untuk mengajaknya segera pulang dan juga akan segera berangkat ke kantor siang ini karena tugas kantor sedang menumpuk.
" Sayang Elva, ayo pulang " Ajak Dimas halus pada Eve dan tanpa berkata atau menjawab Eve mengikuti Dimas hingga sampai mobil dan masuk ke dalam lalu keluar dari area sekolah pulang ke rumah.
Di dalam perjalanan barulah suasana pecah ketika Eve mengomel dan menumpahkan semua kekesalannya ia tak mengeluarkan air matanya lagi karena cukup sekali saat tadi ia merasakan sakit lalu sekarang ia barulah mengeluarkan apa yang ia rasakan sejak tadi .
" Ishh kesel banget aku tuh mantan kamu tuh ya sok banget tahu gak, dia bilang aku suruh jauhin kamu, ya mana bisa kan aku istri kamu, tuh orang kayak uler nempel mulu padahal udah jadi mantan gak tahu diri banget gak malu apa ya " Omel Eve panjang kali lebar dan Dimas pun dengan cepat mengetahui inti permasalahannya
" Tenang Elva, kamu sendiri kan tahu kalo saja juga udah gak suka sama Dia saya kan hanya milik kamu " Balas Dimas sembari tersenyum ternyata Dimas senang kalau melihat Eve yang cemburu dengan dirinya yang dekat dengan Lora padahal ia pun juga sudah berusaha agar menjauh dan menghindar dari Lora sadari tadi di sekolah saat ia tahu bahwa Lora juga melamar di sana sebagai guru pengganti hanya untuk mendekatinya kembali
" Ihh Mas gak tahu dia tadi nampar aku keras banget sakit tahu nih merah ehh tapi udah hilang kayaknya merahnya " Tunjuk Eve pada pipinya yang di tampar Lora tadi pada Dimas, Dimas memberhentikan mobilnya dengan mendadak saat mendengar ucapan Eve
" Aduhh Mas kalo berhenti jangan mendadak untung gak kejedot sakit tahu " Ucap Eve kembali dengan bibir mengerucut lucu
" Sini mana lihat, ini sakit gak ? " Tanya Dimas sembari mengusap pipi Eve yang di tampar dengan raut muka yang khawatir
" Ya tadi sakit rasanya sekarang masih kebas " Jawab Eve jujur, dan tanpa di duga Dimas mencium pipi Eve dan Dada Eve pun berdetak dengan cepat juga pipinya menjadi bersemu karena di cium oleh Dimas
" Kok merah masih sakit kah " Ujar Dimas semakin khawatir karena melihat pipi Eve yang bersemu setelah di ciumnya
" Hahaha iyaiya jadi sekarang udah gak sakit nih, ya sudah kita pulang " Tawa Dimas pecah ia merasa gemas dengan tingkah Eve dan lucu juga ia merasa senang kala Eve mengatakn bila ia berdebar saat ini bersama dengan dirinya jadi Dimas bisa menyakini kala sekarang Eve mulai menyukai dan mencintainya juga.
Setelah itu Dimas melajukan mobilnya kembali untuk segera pulang ke rumah, karena hari sudah semakin siang, kerjaan kantor juga biasanya setelah pulang mengajar ia akan segera ke kantor tetapi mungkin sekarang tidak setelah Dimas mendengar cerita Eve rasanya ia ingin di rumah bersama dengan istri kecilnya itu.
" Assalamu'alaikum Mami " Salam Eve dan Dimas berbarengan ketika memasuki rumah
" Waalaikumsalam kalian sudah pulang " Jawab Mami Mira pada keduanya
" Sudah mi, kalo gitu kita ke atas dulu ya Mi " Jawab Dimas
" Ya sudah kalian ganti baju dulu setelah itu makan siang, Papi sama Reta juga akan pulang bentar lagi " Balas Mami Mira
__ADS_1
" Iya Mi " Jawab Eve lalu Dimas dan Eve ke kamar mereka membersihkan diri dan berganti pakaian, tak lama Papi Bagas dan Reta juga pulang, lalu keduanya juga melakukan hal yang sama, sedangkan Mami Mira menyiapkan makan siang mereka di meja makan sembari menunggu suami dan kedua anak nya serta menantunya tiba di bawah.
Selanjutnya setelah mereka turun kebawah dan duduk di kursi masing masing di ruang makan Eve dan Mami Mira pun mengambilkan makanan untuk suami mereka kecuali Reta yang sudah mengambil makanan duluan, sesudah nya barulah kedua wanita itu mengambil makan siang mereka dan mereka pun makan siang bersama dengan tenang tanpa suara.
Selesai makan siang mereka pun istirahat di kamar masing masing begitu pula dengan Dimas dan Eve, keduanya membaringkan dirinya dikasur setelah itu Eve mulai bercerita tentang Lora yang membuatnya menguras emosi tadi.
Namun sebelum itu Eve bertanya biasanya Dimas sinag sepulang mengejar akan berangkat ke kantor namun kali ini tidak berangkat.
" Mas kqmubgak ke kantor siang ini, biasanya kan setelah ini kamu ke kantor kan? " Tanya Eve pada Dimas.
" Tidak Elva tadi Mas juga sudah kasih tahu Aryobsuruh gantiin Mas di kantor hari ini Mas mau nemenin kamu di rumah " Jawab Dimas
" Aownkarena Eve cerita tentang mantan kamu tadi " Tebak Eve asal
" Tidak, hanya hati ini Mas mau nemenin kamu di rumah sayang lanjutkan saja cerita kanu Mas masih mau dengerin kok " Balas Dimas, akhirnya Eve pun menurut dan melanjutkan ceritanya kembali pada Dimas.
" Mantan kamu lo masak pelajaran olahraga bajunya gak sesuai biasanya kan pakek baju olah raga lha dia baju nya enggak banget , terus baju gurunya kurang bahan semua " Cerita Eve pada Dimas
" Hmm Dia memang suka berpakaian seperti itu dari dulu, dari tadi pun di sekolah suka ngikut mulu padahal Mas udah larang dan jahuin tapi tetep aja nempel kayak lem " Sambung Dimas ia menjadi kesal juga mengingat apa yang di lakukan Lora di sekolah
" Dasar ganjen tadi juga dia sempet ngancem aku kalo gak jauhin kamu Mas "
" Ohh ya terus kenapa kamu sampai jatuh di tampar, bukanya biasanya kamu bisa bales ya "
" Masak aku harus nampar bales kan dia guru loh di sekolah dan itu masih di lingkungan sekolah Mas bisa ajakan malah nanti aku yang di salahin, karena tadi aku jawabnya gak mau ninggalin kamu jadilah Dia marah dan nampar aku, aneh kan harusnya kan dia tuh yang jahuin kamu "
" Iya sih, sudah gak usah di bahas lagi kita tidur aja gimana " Ucap Dimas laku ia mencium pipi Eve, kebiasaan baru Dimas sekarang ia menjadi hobi untuk mencium pipi atau kening Eve kalo bibir mah belum takutnya Eve belum siap hehehe
Setelah itu keduanya pun tertidur, di sisi lain Reta tak bisa tidur ia penasaran akibat ucapan temannya di sekolah bila lelaki yang suka memperhatikan nya itu menyukai dirinya dan merupakan pengagum rahasia yang selama ini menaruh surat di loker nya, pasalnya ia memang tahu jika ada yang memperhatikan dirinya beberpa hari ini tapi ia tak tahu siapa dan kenapa tapi tadi sempat ia melihat nya dan ternyata tmen temannya pun sudah tahu sejak awal sebelum Reta menyadari itu.
" Hahh kok gue kepikiran terus sih ya gak bisa tidur nih " Gumam Reta kesal sendiri dan akhirnya ia memutuskan pergi ke kamar kakaknya yang ia pikir bisa memberikan masukan padanya.
__ADS_1
Di tempat lain di kamar Dimas keduanya pun juga sama tak bisa tidur karena harinjuga sudah sangat siang hingga menuju sore, dan keduanya memutuskan untuk menonton tv di kamar.
sampai pada akhirnya mereka kedatangan Reta yang ingin bercerita pada abang nya mengenai masalahnya hingga dia bingung dan kepikiran sebab ini juga pertama jaki buat Reta, sebelumnya dia belum pernah merasakan yang namnya din perhatikan atau mendapatkan surat dari pengagum rahasia sampai bisa mengganggu dirinya.