
" Wahh kayaknya enak kak " Ujar Reta sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan tersebut
" Reta bisa aja sih ya, ya sudah kalo gitu karena udah siap kita sarapan " Balas Eve, lalu ia mengambilkan sarapan untuk Dimas lebih dulu baru ia mengambil miliknya, Mami dan Papinya juga mengambil sarapan mereka serta Reta pun juga
" Wahh iya sayang masakan kamu enak sekali " Ujar Mami Mira pada Eve
" Iya Eve masakan kamu enak kita semua suka " Sambung Papi Bagas
" Makasih semuanya kalo kalian suka sama masakan Eve " Jawab Eve sembari tersenyum
Lima menit kemudian setelah mereka selesai makan dan membersihkannya Dimas dan Eve pamit untuk segera berangkat ke sekolah dan mengajar, tetapi sebelum itu mereka akan ke rumah Eve lebih dulu.
Sebenarnya orang tua Dimas sempat melarang keduanya untuk ke sekolah atau mengajar sebab baru saja mereka menikah kemarin malam, pengantin baru biasanya libur sebentar bukan, tetapi keduanya sama-sama menolaknya, dan akan libur sebentar lagi karena Eve juga sudah akan ujian.
Setelah Dimas dan Eve pergi, Reta pun juga pergi ke sekolah nya dengan Papinya yang juga berangkat bekerja.
Setelah sampai di rumah Eve langsung saja mencari Mamahnya di sana dan diikuti oleh Dimas
" Assalamu'alaikum, Mamah cantik Eve pulang " Teriak Eve memanggil Mamahnya
" Assalamu'alaikum " Salam Dimas yang hampir berbarengan dengan teriak Eve
" Waalaikumsalam ehh ada nak Dimas, " Jawab Mamah Sofia menyalami kedua tangan anak dan mantunya itu
" Ihh Mamah, Papah mana Mah " Kesal Eve berpura pura pada Mamahnya
" Papah udah berangkat baru saja " Terang sang Mamah
" Terus ini kenapa kalian ke sini harusnya kalian liburan dong masak pengantin baru mau langsung sekolah dan kerja " Lanjutnya
" Ahh iya Eve lupa, Mah kita sepakat mau lanjutin sekolah sama ngajar dulu liburannya nanti saat Eve selesain ujian kan juga libur, terus ini Eve mau siap-siap dulu " Jelas Eve pada Mamah nya
" Baiklah kalo kalian sudah memutuskannya "
" Mas Eve ke atas dulu ya " Ujar Eve pada Dimas dan di angguki boleh Dimas, sementara Eve bersiap di kamarnya Dimas dan Mamah sofia berbincang di sofa ruang tengah sembari menunggu Eve siap dan turun ke bawah.
Tidak lama kemudian Eve sidah siap dengan seragam sekolahnya ia juga semakin membawa tas besarnya karena ia sekalinya membawa pakaian dan juga barang penting, tidak dengan koper karena Eve tidak memiliki banyak pakain jadi cukup dengan rasa ransel yang sedikit lebih besar dari tas ransel sekolahnya.
" Mah, Mas Eve udah siap " Ujarnya sembari menuruni tangga, ia membawa dia tas yang di jinjingnya
" Astaga sayang kamu kok bawa barang banyak banget gak takut telat apa ini juga udah mau jam 7 " Ucap Mamah Sofia pada Eve
" Elva " Panggil Dimas lalu ia langsung membantu istrinya itu membawa tasnya yang besar yang berisi pakaian dan barang barang penting lainnya
" Hehehe masih ada waktu 15 menit sebelum masuk Mah, ya ini sekalinya biar gak bolak balik nanti " Balas Eve dengan senyum nya
__ADS_1
" Ya sudah, Mah maaf merepotkan kalo gitu kita pergi dulu, " Ujar Dimas pada Mamah mertuanya
" yaudah tidak papa nak Dimas, kalian hati-hati di jalan dan Eve jangan nakal kamu harus nurut sama nak Dimas " Ucap Mamahnya, dan di angguki boleh keduanya.
Selanjutnya Dimas dan Eve berpamitan dan salam lalu mereka berangkat ke sekolah, tidak butuh berapa lamaetrka sudah sampai karena Dimas mengendarainya dengan cepat. Tas yang berisikan pakain dan yang lainnya tetap ada di dalam mobil sedangkan tas sekolahnya Eve membawanya.
Mereka turun bersama di parkiran sekolah dan sudah ada banyak pasang mata yang menatapnya sejenak Eve bersalaman dan mencium punggung tangan Dimas dan langsung pamit ke kelas, Dimas tidak mempermasalahkan hal itu, ia tenang-tenang saja dan tidak ada rasa takut sama sekali, juga mereka mengabaikan semua ratapan orang dan cibiran yang dilontarkan pada keduanya.
Sesampainya dikelas Eve langsung di suguhi oleh banyak pertanyaan dari ke dua temannya dan juga banyak omongan dan cibiran miring yang di dapat Eve .
" Eve lo harus cerita sama kita " Teriak Fika sembari menghampiri Eve yang baru saja masuk ke kelas
" Iya Eve lo harus ceritain semuanya sama kita gak ada yang boleh di tutupi " Sambung Ailen
" Iya gue cerita sama kalian tapi gue mau duduk dulu nih bentar lagi masuk tahu " Jawab Eve laku meninggalkan ke 2 temannya dan langsung berjalan duduk ke bangkunya
" Ihh gak tahu malu masih bocah udah berani godain anak orang " Cibir salah satu siswi yang tak suka dengan kedekatan Eve juga Dimas
" Hmm benar banget, dasar murahan maunya aja Pak Dimas sam cewek kayak dia " Sambung yang lainnya
" Awas aja ya lo berani deketin Pak Dimas lagi! " Ujar satu siswi yang sebenarnya menyukainya Dimas ia tidak terima apalagi saat berita menyebar dan gosip beredar bahwa tadi Eve berangkat dan turun dari mobil Dimas juga mencium punggung tangan Dimas ia sudah merasa tidak senang juga terbakar api cemburu, tidak tahu saja Eve dan Dimas sekarang sudah sah menjadi suami istri.
Tak berapa lama bell masuk berbunyi dan selang beberap menit Dimas masuk ke kelas mereka karena pelajaran pertama adalah bahwa indo, setelah di beri tugas oleh Dimas ya tugas kelompok mereka pun mengerjakannya.
Kelas terasa sedikit berisik tetapi Dimas seakan tidak terganggu seperti biasa ia akan memberi peringatan jika ada yang berisik namun hari ini ia tidak menegur murid yang berisik, fikiran Dimas terfokus pada satu orang di sana yaitu Eve Dimas yang sedari masuk lansung memperhatikan semua tingkah laku Eve dan ia pun tidak sadar tersenyum ke arah Eve.
" Eve lo kenapa sih ini terus gimana topik debatnya " Ujar Ailen pada Eve yang terlihat tidak fokus
" Ehh gak papa kok kalian lanjutkan dah kalo sudah mendapatkan topik nya Fika lo udah tahukan apa yang harus dilakukan kita bagi bagiannya saat presentasinya menjelaskan permasalahan apa yang ada din topik nanti " Terang Eve
" Hmm lo tenang aja, bagian kita berdua menjelaskan permasalahannya dan bagian lo menjawab pertanyaannya , Konkan jago banget buat debat "
" Bisa aja ya, udah lanjutin dan waktunya tinggal dikit lagi nih ke pelajaran ke dua " Balas Eve , sesaat ia pun mulai terbiasa dengan tatapan yang Dimas berikan yaitu Dimas menatapnya dan tersenyum hangat juga memperhatikannya sejak tadi tetapi Eve tidak mempermasalahkan itu, awalnya ia merasa tidak nyaman dan gugup sampai salah tingkah namun lama kelamaan ia menjadi biasa saja dengan itu.
" Apakah sudah selesai jika sudah kalian bisa presentasi, dan siapa yang maju duluan " Ujar Dimas karena waktu pelajarannya akan segera berakhir dan berganti dengan pelajarn sastra Indonesia
Karena tidak ada yang menjawab Dimas pun mengakhiri kelas nya dan berganti dengan pelajaran selanjutnya yaitu Sastra Indonesia
" Jika tidak makan tugas kalian segera kumpulkan dan ganti dengan sastra waktu nya sudah habis " Sambungnya kemudian, dan benar saja semuanya pun mengumpulkan tugas kelompok mereka begitupula dengan kelompok Eve mereka juga mengumpulkan tugas mereka.
Setelah mengumpulkan tugas pelajaran di ganti dengan cepat, lalu Dimas pun menerangkan sebentar sebelum ia menjadi dri tugas pada murid murid nya tersebut.
" Aiihh Eve lo paham gak apa yang di terangkan Pak Dimana di depan tentang membuat surat lamaran kerja " Tanya Ailen pada Eve
" Hmm lumayan you dengerin aja penjelasannya kalo kurang jelas nanti lo bisa tanya ke Pak Dimas " Balas Eve
__ADS_1
" Dari sini apakah kalian paham " Ucap Dimas pada mereka semua
" Paham Pak " Jawab mereka serentak
" Kalo begitu tugas kalian adalah membuat surat lamaran kerja sebelum istirahat kalian kumpulkan ke Eve ya biar nanti ia mengumpulkan nya ke kantor saya " Perintah Dimas
" Loh Pak biasanya kan ke wali kelas kenapa ke Eve Pak, dan Bapak emang mau kemana Pak? " Tanya salah satu siswi
" Iya Pak " Sambung satu siswa
" Saya ada urusan sebentar jadi saya akan pergi setelah ini, sudah jika tidak ada pertanyaan lagi kalian kerjakan saya permisi " Terang Dimas, selanjutnya ia pun mulai membereskan mejanya dan memasukkan tugas bahsa Indonesia ke dalam map dan tad kerjanya, kemudian Dimas melangkah keluar untuk ke kantornya, karena ada rapat penting yang tidak bisa di wakilkan karena proyek pekerjaannya atau kerjasama yang mengharuskan nya.
Biasanya Dimas akan menyuruh asistennya tetapi kini tidak bisa, Papinya pun juga sedang melakukan transaksi kerja dan lainnya di kantor Dimas tidak bisa pergi ke kantor untuk sekarang ia akan pergi setelah istirahat sekolah bersama dengan Eve,
Sebab setelah istirahat nanti semua kelas akan jam kos karena ada rapat mendadak untuk keperluan ujian yang akan di adakan sebentar lagi kemungkinan akan pulang cepat dan itu sudah di umumkan di group para guru sekolah .
Sesaat setelah Dimas keluar dan ke kantornya ia mengirim pesan untuk Eve agar istirahat nanti ia ke kantornya sembari membawa tugas dan tas Sekolah nya.
" Elva nanti istirahat kamu keruangan saya ya, jangan lupa bawa tugas dan tas kamu " Isi pesan Dimas di chat WA
Saat asik mengerjakan tugas yang sembrar lagi selesai ponsel Ev pun berdering untung saja Eve menggunakan mode sering jadi tidak terdengar suara notifikasi pesan nya
" Drrttt... Drrttt... Drrttt... " Suara ponsel Ev yang bergetar yang ia letakkan di bawah meja
Setelah melihat pesan tersebut Eve pun hanya membalasnya dengan tanda "Ok" Saja lalu mematikan ponselnya .
Sedangkan di tempat Dimas setelah menerima balasan Eve Dimas pun menjadi gelisah, biasanya Eve tidak pernah membalas pesannya dengan singkat seperti ini apakah ia membuat Eve kesal atau marah, pasalnya jika Eve akan berbicara dengan sangat singkat dan membalas pesannya dengan singkat pula, tidak tahu saja Eve membalas dengan singkat karena ia masih sibuk dengan tugas yang ia berikan tadi, dan ingin segera selesai.
Bell istirahat pun berbunyi anak anak lainnya sudah menumpuk tugas merek di meja gitu, merek tidak mau menumpuk nya pada Eve biar nanti di tumpuk oleh wali kelasnya ke kantor Dimas pikir mereka, setelah dirasa Eve sudah semuanya mereka menumpuk tugas, ia pun merapikan buku dan juga tas nya.
" Ehh Eve lo mau kemana bukannya kita ke kantor ya kenapa beres beres sekarang sih " Ucap Ailen
" Ke ruangannya Pak Dimas ngumpulin tugas " Jawab Eve
" Lha terus kenpa lo bawa tas segala, ihh ya lo juga belum jelasin ke kita lo tentang hubungan lo sama Pak Dimas yang sebenarnya " Sambung Fika dan di angguki oleh Ailen
" Hmmm maaf ya gaiys gak bisa sekarang, besok deh gue jelasin semuanya, ohh ya nanti kalo gue belum balik juga tolong izinin ya teman teman ku sayang " Ujar Eve
" Emang lo mau mana emang "
" Iya mau kemana lo Eve "
" Tak tahu entar gue tanya orangnya aja "
" Ya udah gue ke dan duluan dadah " Ucap Eve dan berlalu pergi mengambil tugas di meja guru ya di kelas hanya tinggal tiga orang saja yaitu Eve dan kedua temannya, sedangkan yang lain sudah pada ke luar, ketua kelasnya dan juga wakil kelasnya pun juga sudah keluar, mereka tentu saja tahu dan mereka tidak akn berani melanggar ucapan Dimas, karena sebelumnya Dimas di tunjuk sebagai wali kelas mereka menggantikan Bu Aisyah yang pensiun juga Wali kelas sebelumnya.
__ADS_1
Sebab jika di sekolah Dimas meskipun sudah tidak selalu dingin dan cuek tetapi saat ia masuk ia masih sangatlah tegas seperi biasanya.