
Keesokan harinya, Dimas menjemput Eve untuk pergi ke sekolah, Eve yang sudah siap ia menunggu Dimas di depan gerbang rumahnya, tak lama Dimas datang dengan mobil nya.
" Assalamu'alaikum maaf telat " Salam Dimas setelah memberhentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil saat ia melihat Eve sudah berdiri di depan gerbang rumah menunggu dirinya
" Ya Wa'alaikumussalam, gak papa kok " Balas Eve menjawab salam Dimas
" Kalo gitu kita langsung berangkat aja, ini juga udah siang " Ujar Dimas seraya membukakan pintu mobil untuk Eve
" Iya, makasih " Jawab Eve dengan tersenyum kecil ke arah Dimas dan menganggukkan kelasnya sedikit dan pelan.
Setelah Eve masuk ke dalam mobil, Dimas pun juga masuk ke dalam kemudian ia melajukan mobilnya menuju ke sekolah.
Di dalam perjalanan tidak ada percakapan dan suasana di dalam mobil itu sangat hening, lalu Dimas pun menyalakan musiknya dan ternyata yang muncul malah musik pop melow lagi.
" Pak Dimas juga suka sama musik pop? " Tanya Eve pada Dimas sesaat setelah ia mendengar musik yang di nyalakan oleh Dimas
" Tidak, biasanya saya memutar musik yang enak di dengar aja entah itu pop, campur sari, dangdut, atau yang lainnya " Jelas Dimas, kali ini Eve sampai tercengang dengan penjelasan Dimas tetapi ia tutupi dengan senyuman manisnya.
Pasalnya Dimas baru saja bicara banyak, biasanya Dimas hanya menjawab seadanya atau seperlunya saja
" Ohh kirain, jadi Pak Dimas suka semua musik ya entah lokal maupun luar negri yang musik nya enak di dengar dan asik gitu, bisa hilangin bosen " Balas Eve yang mengerti kesukaan musik Dimas yang baru saja ia tahu
" Kalo kamu? " Tanya Dimasa ganti pada Eve
" Kurang lebih suka kalo bagus kalo gak ya enggak suka
" Jadi suka semua nya juga " Jelas Dimas menebak musik yang di sukai oleh Eve
" Enggak juga karena aku dengerinnya suka pilih pilih yang bagus yaitu yang aku dengerin " Terang Eve menjelaskan
__ADS_1
" Sudah sampai kamu ke kelas duluan saja " Ujar Dimas, tidak terasa mereka telah sampai di sekolah Dimas juga sudah memarkirkan mobilnya.
Kemudian Eve membuka pintu mobilnya sendiri laku keluar, begitu pun dengan Dimas keduanya keluar dari mobil yang sama, semua siswa dan siswi yang melihat banyak yang berbicara dengan apa yang mereka lihat juga banyak tatapan melayang ke arah keduanya, namun keduanya nampak biasa saja, acuh tak acuh dan cuek, mereka berjalan terpisah dengan Dimas yang ke ruang guru dan Eve ke kelasnya.
Namun saat sampai di kelasnya tatapan mata di sana nampak aneh dan tatapan tajam selalu ia lihat, juga bisik-bisik tentang dirinya meskipun tak banyak namun ia sempat mendengarnya dengan jelas sekilas saat ia masuk ke dalam kelas.
" Ehh ada apa sih nih semua pada natap gue mulu aneh gak sih? " Tanya Eve pada ke 2 temannya itu sesudah ia berada dalam kelas dan duduk kursi bangku nya
" Emang lo gak tahu apa " Ujar Fika pada Eve
" Enggak, emang ada apaan "
" Lihat aja di group sekolah, pada rame bicarain lo karena kemaren ada anak yang nyebar foto lo sama Paka Dimas saat pulang sekolah " Jelas Ailen pada Eve
" Ohh, iya perasaan kemaren sepi dah, cuman ada beberapa doang yang belum pulang masak iya ada yang fotoin gue " Heran Eve ia tidak mengerti siapa yang sudah menyebar fotonya saat pulang bersama Dimas kemaren waktu pulang sekolah.
" Ehh busyet, ini elah gambar kagak jelas gini, lihat nih foto gue aja di blur tapi bilangnya itu gue tuh orang aneh apa gimana sih ahh elah bikin pusing aja deh ya tu orang " Omel Eve setelah melihat foto nya dan Dimas tetapi fotonya itu tidak jelas, dan foto Dimas yang hanya terlihat jelas,
" Nah iya sebenernya benar gak sih ini lo atau bukan? " Tanya Ailen penasaran
" Ya ini emang gue kelihatan kan dari tas gue walau gak jelas "
" Ya juga sih, ehh tadi juga banyak anak - anak yang bilang lo berangkat bareng Pak Dimas " Ujar Ailen kembali pada Eve
" Iya, tadi bareng, Dia jemput gue entah nanti pulang paling gue naik angkot kalo gak ya gue jalan kaki, " Ujar nya santai
" Rumah lo jauh mau jalan kaki lo dari sekolah sampek rumah "
" Ya emang apa salahnya toh biasanya nunggu angkot lama, keburu siang gue pengen makan siang di rumah, dan katanya sih nanti Mamah sama Papah pulang karena tadi pagi mereka udah ngabarin " Jelas Eve pada ke 2 nya
__ADS_1
Selanjutnya bell masuk pun berbunyi, kelas merepaun menyukai pelajaran pertamanya, saat jam pelajaran karena pelajaran sejarah banyak siswa dan siswi yang mengantuk, sebab guru tab gc mengajar lebih banyak bercerita tentang sejarah yang di bahas di buku maupun kehidupan zaman dulu sampai sekarang dan peradaban yang ada.
Tak kecuali Eve ia juga mengantuk akibat pelajaran tersebut, karena tidak tahan ia pun ingin tidur, tetapi sebentar lagi pelajaran nya Dimas yaitu sastra Indonesia makan Eve memilih untuk pergi ke toilet untuk cuci muka dan menghilangkan rasa kantuknya.
" Bu, maaf saya izin ke toilet " Ujar Eve sembari mengangkat tangannya meminta izin pada Guru yang sedang mengajar di kelas
" Ya, jangan lama-lama " Ujar sang Guru memberi izin pada Eve, lalu kemudian Eve pun berjalan keluar dan pergi ke toilet.
Sesampainya di toilet Eve pun mencuci mukanya dan membasuh tangannya, setelahnya ia mengeringkan nya dengan tisu yang ada di sana.
Tak lama setelah selesai niat awal Eve ingin langsung kembali ke kelas, tetapi di hentikan oleh beberapa siswi yang juga berada di sana.
" Heeeh perempuan tak tahu diri, enak kalinya bisa deket sama Guru baru " Ucapnya pada Eve
" Maksud kalian apa ya? " Tanya Eve tak mengerti
" Jangan sok polos deh, dasar murahan "
" Bener tuh perempuan ganjen, ngaca deh lo, lontuh gaknpantes deket sama Pak Dimas, asal lo tahu itu "
" Terus maksud kalian gue ganjen, apaan, gue gak pernah ganjen ya sama orang " Kesal Eve ia tidak Terima dikatain ganjen oleh beberapa siswi di sana
" Buktinya lo deket deket sama Pak Dimas itu apa namanya kalo gak ganjen, ohh atau mungkin lo diluar sana juga gatel ya sama orang, ya kan gays "
" Nahh iya , bener banget emang dasar ganjen "
" Gue gak ada urusan sama lo, lo pada mending minggir gue mau pergi " Ucap Eve sedikit keras ia pun melangkah hendak pergi namun saat ia melangkah beberapa siswi itu menyiramnya dengan air, ya walaupun itu air bersih tetapi tetap bisa membasahi seragam Eve dan juga satu siswi di sana menjegal kaki Eve, sehingga Eve pun terjatuh ke lantai.
Setelah itu mereka meninggalkan Eve sendiri disana dengan tertawa mengejek, sepertinya mereka, Eve pun bangun dari jatuh nya namun naas nya ia tak bisa, lantaran kakinya kesleyo dan sakit, juga terdapat memar di pergelangan kakinya saat Eve melepas sepatu dan kaus kakinya untuk melihat kondisi kakinya .
__ADS_1