
Di perjalanan pulang Eve melihat ada penjual batagor tapi ia tidak ingin membelinya padahal Dimas tadi menawarinya untuk membeli sesuatu atau yang Eve inginkan hanya saja Eve tidak ingin jadi mereka langsung pulang ke rumah.
Sampainya di rumah Eve di tuntun oleh Dimas berjalannya hingga masuk ke dalam, di dalam setelah mereka masuk Mami Mira langsung bertanya pada Dimas mengenai Eve yang di tuntun dan terlihat lesu dan sudut bibinya terluka
" Assalamu'alaikum Mami, Papi Angga pulang " Salam Dimas
" Waalaikumsalam, " Jawab mereka bersamaan lalu Reta ia masih tidur siang selalu makan siang tadi
" Astaga Angga mantu mami kenapa dia sakit, atau apa, itu bibirnya luka dan lehernya merah Angga jelaskan sama Mami sekarang " Berondong pertanyaan Mami pada Angga tanpa henti
" Mi tenang Mi, biar Angga jelaskan dulu kita lebih baik membiarkan mereka masuk dan ke kamar untuk membersihkan dirinya lebih dulu sepertinya Eve ingin istirahat " Ucapan sangat Papi
Akhirnya Dimas membawa Eve ke kamarnya, mereka membersihkan dirinya lebih dulu, dan Eve juga mandi dengan air hangat tadi, dan sekarang ia mengenakan kemeja biru navi polos dengan rok panjang hitam , setelah itu berganti dengan Dimas yang mandi setelahnya ia memakai kaos putih polisi dan celana panjang nya
" Istirahat lah dulu aku akan membuatkan mu bubur "
" Bubur, tidak aku tidak mau bubur, aku maunya makan sayur yang di buat Mami pasti masih ada " Jawab Eve
" Baiklah akan ku ambilkan kamu di sini istrahat ya "
" Mau sama Mami " Manja Eve ya Eve ingin bermanja pada suaminya sekarang ia merasa senang saat Dimas perhatian dengan dirinya dan juga ia spertinya mulai mencintai Dimas biasanya Eve tidak suka bermaja jika bukan dengan orang tuanya namun sekarang Eve ingin bermqnja dengan Dimas dan Maminya .
" Ya sudah kita ke bawah " Balas Dimas, keduanya turun kebawah menghampiri Mami dan Papinya di sana, sedangkan Reta ia baru saja bangun dan segeraembersihkan dirinya juga.
" Sayang kamu kenpa ke bawah harusnya kamu itu istirahat saja di atas " Ujar Mami Mira pada Eve
" Iya Eve biarkan suamimu yang merawatmu " Sambung sang Papi
" Udah sore Mi, Pi tadi Eve udah tidur lama jadi gak ngantuk " Jawab Eve, sedangkan Dimas ke dapur mengambil makan untuk nya dan istrinya ia juga lapar belum makan dari tadi, dan untung saja masakan sang Mami masih ada.
Dimas juga membuatkan teh hangat untuk istri nya itu yang masih gadis hihihi jelas saja Eve masih gadis ia masih tersegel dan belum terbobol hahaha,
__ADS_1
" Bagaimana kamu bisa seperti ini sayang cerita sama Papi sama Mami nak " Pinta Mami Mira
" Eve baik-baik saja Mi, Pi " Ujar Eve padahal ia masih takut dengan kejadian tadi
" Cerita saja Elva tidak papa " Tiba-tiba Dimas menjawab karena ia menjadi dengar mami nya berbicara ketika sedang menuju ke ruang tengah dengan nampan berisi dia mangkuk makanan dan satu gelas teh hangat Eve
" Wahh gule Mami buat gule " Ucap Eve nampak senang ia mengkhianati oembicarannya dengan makanan
" Pelan pelan Elva tidak ada yang merebutnya " Ucap Dimas ia juga makan di sana bersama Eve
Seketika Mami Mira dan Papi Bahas diam sambil melirik putranya, Dimas mengehela nafas panjang dan dengan cepat menghabiskan makanannya, setelah habis barulah ia bercerita pada kedua orang tuanya.
" Mi, Pu setahu Dimas tadi Eve di buly di sekolah " Jelas Dimas pada kedua orang tuanya, dan tiba tiba Reta menyambung setelah melihat kakanya dan orang tuanya dan ternyata ia mencuri dengar pembicaraan mereka
" Siapa yang buly kak Eve kak Angga, jahat sekali dia awas aja kalo sampek ketemu Reta habis dia sama Reta, Reta hajar sampek kapok enak aja buli kak Eve nya Reta " Sungut Reta kesal dan marah, lalu langsung duduk di samping Dimas
" Bagaimana ceritanya sampek di bully Angga " Tegas sang Papi pada Dimas
" Gak tahu Pi Elva belum cerita ke Angga sejak di rumah sakit tadi Pi , Mi " Terang Dimas
Tak lama Eve selesai dan meminum teh hangatnya sedikit demi sedikit dengan pelan pelan agar mukanya tidak terkena dan sakit tetapi tetap saja sakit, untungnya Dimas menyiapkan sedotan hingga Eve minum menggunakan sedotan lagi seperti saat di rumah sakit .
" Eve tidak papa Mi, Pi jangan salahkan Mas Dimas, untungnya tadi Mas Dimas dateng kalo tidak mungkin sampai sekarang aku masih terjebak di sana " Terang Eve
" Cerita sayang agar kamu lega tidak papa, Mami sama Papi tidak marah " Jelas sang Mami
" Iya kak nanti kalo Reta ketemu orangnya biar rwta hajar sampek kapok " Sambung Reta
" Sok sok an kamu ya, emang berani hajar temen kaka Eve " Ujar Dimas
" Hehehe enggak " Cengir Reta
__ADS_1
" Astaga ank ini " Gumam Dimas
" Kalo Eve cerita pasti ini agak aneh tapi emang kejadiannya gitu sukanya semalem Eve sempat mimpi di bully di gudang sekolah tapi butar pas Mas Dimas bangunin Eve tadi pagi, tapi di sekolah tadi saat di toilet ternyata emang Eve di bully di gudang sekolah tapi gak tahu kalo kejadiannya kayak gini Mi " Cerita Eve sembari memeluk lengan Dimas
" Memang kenapa bisa kamu di bully apakah kamu ada masalah atau menyinggung orang sayang "
" Enggak Mi, gak ada salah sama orang juga gak menyinggung orang hanya saja mereka tidak suka saat Eve dekat dengan Mas Dimas di sekolah dan hasilnya Eve di bully karena itu "
" Memang siapa nyang bully kamu sayang? " Tanya Dimas kemudian ia ingin tahu siapa sebenarnya yang sudah membuka Eve tadi di sekolah sampai Eve ketakutan dan seperti sekarang ini
" Gengnya kelas sebelah namanya Rosetta dan teman temannya, Lala, Fiona, sama Megan mereka yang bully Eve " Jelas Eve lalu ia menyeruput teh nya lagi untuk menghangatkan badannya padahal saat ini Eve merasakan panas di tubuhnya tetapi niat kedinginan
" Kamu tenang saja biar Mas urus itu yang penting kamu sekarang sudah aman dan sehat lagi oky "
" Hmmm iya Mas "
" Sepertinya kita tidak jadi makan malam diskusi kita di rumah saja kasihan Eve dia butuh istirahat pasti takut sejak tadi akibat bully di sekolah " Terang sang Papi
" Memang mau makan malam di luar kenapa gak jadi kan Eve udah gak sakit " Jelas Eve ia hanya tidak ingin membuat semuanya khawatir karena dirinya habis fi bully dan masih syok
" Tidak sayang kamu istirahat saja kita makan malam di rumah menemani kamu pasti syok kamu tadi " Sambung Mami Mira
" Yahh padahal Eve juga mau kalo di ajak hihi " Canda Eve ia memang mengalihkan perhatian nya agar tidak terus larut dan tidak merasa takut juga syok akibat di bully, dengan begitu ia bisa melupakan nya dan tak teringat dengan kejadian tadi .
" Hmmm bagaiman kalo makan malam di luar Mi, Pi " Usul Dimas pada kedua orang tuanya oa berencana untuk makan malam di halaman belakang rumah dan berbequan mumpung bahan dan daging nya ada
" Bukannya kami melarang tapi istrimu butuh istrhat Angga "
" Dengar dulu lah Pi kita makan di luar, di halaman belakang rumah berbequ mumpung ada bahan nya biar nanti Angga sama Reta yang panggah gimana dan sambil menikmati udara malam Pi, Mi " Jelas Dimas memberi ide pada Papinya sudah lama memang mereka tidak menikmati malam keluarga bersama sejak dirinya kuliah dan bekerja
" Ide bagus kak iya, Mi ayolah bukannya sama saja kita kan makannya juga di luar kan Mi, Pi " Bujuk Reta merasa senang dengan ide sang kakak
__ADS_1
" Baiklah kalo begitu mari siapkan kebutuhannya, bentar lagi juga malam sambil menikmati senja juga ya kan Pi "
" Oky lah kalo begitu ayo siapkan " Balas sang Papi menyetujui usulan dari sang putra untuk makan malam di luar tepatnya di jalan belakang rumah untuk berbequan bersama .