
Hari itu keduanya tidur dengan sangat lelap, dan sudah terhitung satu minggu Eve libur sekolah setelah selesai dari ujian kenaikan kelas nya dan hari hari keduanya di warnai dengan berbagai canda tawa, pertengkaran kecil dan kemesraan kwdhanya yang nampak sangat dekat itu .
Dua minggu berlalu dan hari ini Eve kembali sekolah dan Dimas kembali mengajar, Ronal meskipun tahu Eve sudah bersuami tetapi ia masih terus mendekati nya, terlihat selama dua minggu belakangan Ronal gencar menghubungi dan mengganggu nya, namun Eve abai ia tak juga merespon atau menanggapi nya.
" Mas Dimas hati ini sekolah lagi dan Mas ngajar lagi di sekolah " Ujar Eve ketika sarapan pagi
" Iya Elva seperti sebekumnya kita akan berangkat bersama ohh ya jangan lupa jauhi dia awas kalo kamu deket deket Mas hukum kamu ya " Balas Dimas senbati menatap Eve dengan tatapan menggoda
" Ihh kebiasaan deh main hukum aja itu sekolah Mas, mana bisa " Ledek Eve
" Ya hukumannya di rumah lah sayang kamu tahukan hukuman apa itu " Goda Dimas sambil tersenyum senang
" Mas Dimas mah gitu gak ada hukuman lain apa selain itu " Kesal Eve pasal nya hukuman yang di berikan Dimas padanya adalah Eve harus memijit tubuh Dimas hingga tertidur, pernah ia melakukan kesalahn karena saat di supermarket ia bertemu Ronal tanpa sengaja dan malamnya Eve jadi tukang pijat untuk suaminya
" Gak ada itu sudah paling ringan atau kamu mau hukuman lain yang bisa membuatmu melayang hmmm " Ujar Dimas pada Eve sembari tersenyum, jika hukuman lain akan lebih dari yang ia bayangkan Eve menggelengkan kepalanya ia sudah merinding mendengar hal tersebut jika tidak suaminya akan mulai nakal dengan segala tindakannya itu.
" Sudah ayo berangkat nanti telat loh Mas ini udah jam setengah tujuh hari senin pula kan ada upacara " Ujar Eve setelah ua menata piring dan gelas yang sudah ia cuci setelah makan sarapan
" Iya iya baiklah Elva ayo berangkat jangan lupa pintu dikunci Mas tunggu di mobil ya cantiknya Mas " Balas Dimas tersenyum lalu mencium kening Eve.
Tak lama mereka pun berangkat ke sekolah dengan mobil Dimas, lima belas menit berlaku dan keduanya sampai di sekolah saat fin parkiran Ronal menunggu Eve di dekat parkiran sekolah ia masih ingin dan masih berusaha untuk bisa mendekati Eve walau dia tahu Eve sudah menikah sekali pun.
__ADS_1
" Mas aku duluan ya dada " Ucap Eve setelah berpamitan dan bersalaman dengan Dimas suaminya dan di angguki oleh Dimas.
Kemudian Eve turun dari mobil dan berjalan ke kelas, namun tak sengaja perjalanannya di cegat oleh Ronal yang sudah menunggunya
" Sendirian aja nih gue anter ya ke kelas lo " Sapa Ronal mengikuti langkah Eve yang tadinya terkejut namun sekarang berganti kesal akan hal itu
" Gak usah, mending lo pergi aja deh gak usah ganggu gue lagi " Tegas Eve ia sudah muak dan bosan oleh kelakuan Ronal yang tak hentinya mendekatinya dan mengganggu dirinya tersebut.
" Dingin banget sih jadi cewek, suami lo pasti gak betah deh sama lo mending lo sama gue aja ya gak " Goda Ronal sembari memberikan senyum nya yang memang manis sih tapi tidak di Eve ia merasa jijik dan muak melihat senyum yang di berikan oleh Ronal
Di sisi lain Dimas sempat melihat Ronal mendekati Eve ia geram dan ingin sekali menghajar wajah laki-laki yang sudah berani menggangu istrinya itu namun itu tidak mungkin karena ini masih lingkungan sekolah jadi sebisa mungkin Dimas menahan nya.
Disamping itu Dimas juga menghindar dan tidak menghiraukan ucapan dan ocehan Lora ia juga bingung bagaiman caranya agar Lora tak mengganggunya lagi.
Dikelas Ronal masih setia mengikuti Eve hingga Eve sampai di dalam dan duduk di bangku nya sebelum masuk memang kelas dan tempat duduk sudah di beritahukan di mading jadi sudah pada tahu karena sebelum nya sudah melihat di mading sekolah .
Eve menelungkuokan kepalanya di atas kedua tangannya yang ia lipat di atas meja hingga Ailen dan Fika datang ke kelas dan mendapati Ronal yang tidak ada hentinya mwngoceh pada Eve
" Brakk.... " Suara gebrakan meja mengagetkan Eve dan ternyata Fika lah yang menggebrak meja
" Ronal lo tuh ya udah berkali-kali gue bilang jangan deketin atau ganggu Eve sahabat gue, tahu gak sih lo paham gak sih hahh " Marah Eve karena Fika tidak ingin Eve terlibat dalam masalah Ronal yang suka berganti ganti pacar ia tidak mau temannya itu terjebak dan dimanfaatkan oleh sepupu nya itu dan lagi Eve juga sudah menikah pasti suaminya lebih dari segalanya ketimbang Ronal bukan.
__ADS_1
" Isshh lo apa apan sih Fika suka suka gue lah, lagian katanya Eve udah nikah, tapi setiap hari dia berangkat dan pulang bareng guru, sama aja kayak perempuan lain kan murahan jadi gak salah dong kalo gue deketin dia gue suka sama dia apa salahnya gue pacaran sama dia " Sarkas Ronal untung kelas masih sepi
" Astaga lo tuh keterlaluan banget ya jadi orang, temen gue gak seperti yang lo omongin " Marah Fika ia sudah tak tahun lagi dengan Ronal yang mencari masalah itu, sedangkan Eve nampak diam dan Ailen hanya memeluk Eve saja guna menenangkan Eve saat mendengar ucapan Ronal yang terkesan bahwa Eve adalah perempuan yang gampangan.
Karena terlanjur kesal dan marah apalagi dikatain murahan Eve menatap Ronal tajam detik berikutnya terdengar suara tamparan menggema di sana
" Plak... Plak.. Plak... " Suara tamparan begitu keras Eve menpar pipi Ronal sebanyak tiga kali dengan sangat keras
" Asal lo tahu gue bukan wanita murahan gue wanita baik baik, dan yang murahan itu lo, sudah berkaki-kali gue bilang gue gak suka dan gue jijik tahu gak sama lo, asal lo tahu aja gue diam bukan berarti gue biarun lo jelekin dan olok gue gak suka ribut dan lo sudah keterlaluan ingat jangan pernah lo ganggu gue lagi awas lo ganggu gue atau deketin gue, gue gak jamin hidup lo bakaln tenang!! " Ucap Eve dengan nada yang sangat dingin namun tegas di sertai penekan di setiap kalimat nya membuat Ronal tak habis pikir perempuan yang ada di depannya berani menampar dirinya menatapnya dengan tatapan penuh kebencian dan rasa jijik padanya padahal Ronal menyukai Eve dan ia baru sadar jika kaki ini ia memang benar benar bukan ketertarikan sesaat seperti biasanya
" Eve gue... " Ucapan Ronal pada Eve namun dengan cepat Eve memotongnya
" Diam gue gak mau denger apapun tentang lo gue gak mau denger apapun yang lo katakan dan sekarang silahkan pergi dari sini...!!! " Teriak Eve tegas penuh penekanan dan nada yang sangat dingin dan datar, Ailen dan Fika pun hanya diam keduanya sedikit terkejut dengan keberanian Eve yang baru saja terjadi.
Tidak ada pilihan lain Ronal pun pergi tanpa kata kata, dan tak lama kelas pun mulai ramai dan upacara bendera akan segera di laksanakan
Eve masih di liputi dengan amarahnya ia tidak peduli lagi dengan upacara dan teriakan kedua temannya saat bell masuk dan upacara Eve tidak ikut ia menenangkan dirinya di rooftop sekolah sampai kegiatan itu selesai Eve tak kunjung ke kelas nya.
Dan saat itu pelajaran pertama adalah kelasnya Dimas Fika dan Ailen nampak takut karena Eve belum juga kembali.
Namun siapa sangka Eve masuk ke dalam kelas bersama dengan Dimas, dan ternyata keduanya bertemu di Koridor, Dimas yang berjalan ke kelas Eve dan Eve yang habis dari rooftop menuju kelas.
__ADS_1