
Eve berusaha untuk bangkit kembali, dan ia bisa sambil berpegangan pada pinggiran bagian untuk mencuci tangan di toilet. Setelah itu ia berjalan dengan perlahan menuju loker, untung saja ia tadi membawa ganti yaitu baju kaos putih polos dan juga rok panjang warna biru juga jaket nya, akhirnya Eve mengganti seragamnya dengan baju yang ia bawa tadi, entah apa ia kepikiran untuk membawa baju ganti tersebut, setelah Eve mengganti pakaian nya dan memakai jaket, Eve tidak kembali ke kelas melainkan ke rooftop untuk menenangkan dirinya, ingin meminta izin pada Ailen dan Fika bahwa ia tidak bisa mengikuti pelajaran ke dua dan nanti, tetapi ponselnya ke tinggalan di kelas.
Di tempat lain, tepatnya di kelas jam pelajaran sudah berganti dan kini Pak Dimas sudah memasuki kelas Eve untuk mengajar jelas tersebut, tetapi saat Dimas masuk ia tidak melihat Eve di tempat duduknya.
" Fik, Eve belum juga balik gimana ini ? " Tanya gusar Ailen pada Fika
" Ya juga, dia lama kali lo, biasanya gak selama ini dia ke toilet " Balas Fuka pada Ailen
" Duhh gimana nih, pelajarannya Pak Dinas lagi "gunanya Ailen khawatir dengan temannya
" Lo gak hubungi dia atau chat Eve gitu Ai ? " Tanya Fuka juga sama khawatirnya dengan Eve
" Gimana mau hubungi lawong ponselnya aja di tinggal di sini " Ujarnya
Lalu Dimas pun mulai meng absen satu persatu murid di sana, lalu pada saat Ia meng absen dan memanggil nama Eve tidak ada jawaban, akhirnya Dimas bertanya pada Ailen yang teman sebangku Eve dikelas
" Ailen, dimana teman kamu? " Tanya Dimas dingin pada Ailen
" Tadi Eve ke toilet Pak tapi belum balik " Jelas Ailen merasa sedikit takut dengan Dimas
" Apakah dari tadi? " Tanya Dimas, ia berbicara dengan nada dingin tetapi sebenarnya di dalam hatinya ia merasa ada rasa khawatir tentang gadis itu
" I iya Pak, sudah dari tadi " jawab Ailen gugup
" Ya sudah, kalo gitu kalian buka buku halaman 25 dan kerjakan soal pilihan ganda dan isian nya, saya mau pergi sebentar " Ujar Dimas pada murid- murid di kelas Bahasa itu, setelah memberikan tugas Dimas pun keluar untuk mencari Eve.
Dimas ke toilet tetapi tidak menemukan Eve di sana, laku ia ke kantin juga tidak menemukan nya, akhirnya ia pergi ke rooftop barangkali Eve berada di sana.
__ADS_1
Benar saja Dimas menemukan Eve sedang duduk di pinggiran pembatas rooftop sambil melihat pemandangan dari atas, tetapi ia tidak mengenakan seragam sekolah nya melainkan memakai jaket hitam dan rok biru panjang ya meskipun roknya seperti rok seragam karena terdapat wiru wiru nya tetapi jika rok seragam itu lebih pendek.
" Elva " Panggil Dimas sembaribia berjalan mendekat ke arah Eve
" Pak Dimas " Jawab Eve sedikit serak ia baru saja menagis tetapi sudah tidak lagi ia sudah membersihkan air matanya sebelum Dimas datang
" Kamu ngapain di sini, bukannya di kelas dan ini, mana seragam kamu. " Ujar Dimas pada Eve ia sempat lega saat melihat Eve baik baik saja di sana, tetapi setelah ia berkata tiba-tiba Eve pun menagis kembali ia meneteskan air matanya lagi setelah ia berhenti menagis.
" Ada apa, kenapa kau menagis " Ucap Dimas yang melembutkan nada bicara nya sambil mengusap air mata Eve
" Tidak ada Pak " Jawab Eve lalu ia menyakitkan badannya kembali menghadap depan melihat pemandangan dari atas
" Katakan Elva, kau kenapa? Jika kau tidak ingin mengatakannya saya akan mencari tahu sendiri " Kesal Dimas, ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Eve padanya
" Tidak, jangan " Ujar Elva lantas ia berbalik menghadap ke arah Dimas, sejenak Dimas menatap Eve dengan rasa khawatir karena ia melihat Eve dengan penampilan yang berbeda, yaitu mata sembab dan ia memakai sepatu sandal, ya Eve selalu membawa nya jika daja terjadi gak tak di inginkan atau hujan maka ia akan berganti dengan sepatu sandalnya .
" Tidak perlu, itu hanya masalah kecil Pak saya baik baik saja, maaf saya tidak bisa mengikuti pelajaran Bapak " Ujar Eve ia sepertinya takut jika mengatakan apa yang terjadi FIB toilet tadi pada Dimas
" Kamu jangan bohong Elva saya bisa melihatnya, itu kaki mu juga ada lebam , saya tidak akan marah jadi katakan yang sebenarnya " Ujar Dimas kembali dengan nada yang melembutkan jika sebelumnya Dinas mengatakannya dengan nada kesal dan ketua juga dingin serta cuek tetapi kini Eve merasa jika di dalam perkataan Dimas terdapat rasa khawatir pada nya, jadi mau tidak mau Eve pun mengatakan nya pada Dimas.
" Ada beberapa siswi yang melihat saya pulang bersama Bapak kemarin laku dia memotret nya dan menyebarkan di group sekolah, tadi saat di toilet ada beberapa siswi yang mengatakan bahwa saya mendekati bapak dan ganjen pada bapak, juga mengatakan saya murahan, saya sempat kesal karena tidak terima di katakan begitu, saat saya ingin pergi mereka menyiram saya dengan air ya meskipun air bersih tapi seragam saya basah, dan juga saya terjatuh ke kanti karena di jegal, kaki saya kesleyo jadi saya berganti pakaian di ruang ganti dan mengganti sepatu dengan sandal, untung saja tadi saya sempat kepikiran untuk membawa baju ganti dan juga jaket " Jelas Eve sembari menundukkan kepalanya ia masih merasa takut dengan Dimas jika saja setelah mengatakan yang sebenarnya Dimas akan marah padanya.
Setelah Dimas mendengar cerita dari Eve ia tak sadar dan kini Dimas menarik Eve ke dalam dekapannya dan Dimas memeluk Eve dan mengelus lembut kepala Eve yang rambutnya sedikit basah dan Eve gerai karena basah jadi kunciran nya ia lepaskan dan sekarang Eve menggerai rambutnya agar cepat kering.
Jauh dari pikiran negatif Eve jika Dimas akan marah, tetapi ini Dimas malah memeluknya, entah kenapa setelah itu Eve merasa sedikit jauh lebih tenang dari sebelumnya.
" Sudah tidak papa, mereka hanya iri, kau tidak perlu menanggapi kata mereka, jika kau mendengar perkataan mereka lebih baik kau pergi " Terang Dimas, ia merasa kesal dengan apa yang terjadi, tetapi sebisa mungkin Dimas meredam rasa kesal tersebut karena sekarang Eve harus segera di bawa ke UKS atau rumah sakit karena kakinya yang mulai bengkak dan biru karena kesleyo dan tidak segera di obati
__ADS_1
" Bapak, gak marah kan ? " Tanya Eve kembali sembari melepaskan pekukannyabpada Dimas
" Tidak, sekarang kita ke uks obati kaki kamu, " Ujar Dimas lalu mengajak Eve ke uks
Eve hendak berjalan namun kakinya terasa lebih sakit dari yang tadi, ia melihat kakinya sudah bengkak dan biru jadi ia pun bingung ingin berjalan, Dimas yang melihat Eve belum juga berjalan, ia melihat kaki Eve yang ternyata sudah bengkak dan biru kemungkinan itu akan sakit saat di pakai untuk berjalan.
Dengan segera Dimas pun mengangkat dan Menggendong Eve la bridal stayl, Eve yang di gendong oleh Dimas, sebenarnya ia merasa takut karena tidak pernah di gendong seperti ini, ia tidak berani bicara karena jantungnya yang berdetak kencang, antara rasa takut dan juga deg-degan sebab belum pernah di gendong boleh laki-laki, Eve hanya bisa diam sebari meletakkan kepalanya di dada bidang Dimas dan mengalungkan tangannya di leher Dimas .
Dimas membawa Eve ke parkiran dan memasukkan ke dalam mobil ia tidak jadi ke uks karena kondisi kaki Eve yang tambah parah itu ia akan membawanya ke rumah sakit milik keluarganya.
Setelah meletakkan Eve di kursi samping kemudian Dimas menutup pintunya kembali, dengan cepat ia kembali ke kelas Eve untuk memlngambik yas kerjanya dan juga tas milik Eve, juga baju seragam yang Eve letakkan di dalam loker .
Sesampainya di kelas murid murid itu sudah banyak yang menyelesaikan tugas yang di berikannya, dan hendak menumpuknya ke depan
" Saya sudah selesai Pak " Unar satu siswa pada Dimas yang merapikan kertas kertas di meja guru dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya, "
" Ya, kalian kumpulkan dulu di ketua jelas kalian, besok kumpulkan ke saya, maaf sebelumnya saya akan pergi karena ada masalah mendadak, jadi untuk selanjutnya kalian free sampai istirahat " Jelas Dimas pada semuanya
" Beneran Pak, emang Bapak mau kemana Pak ? " Tanya salah satu siswi
" Ada urusan saya tidak bisa mengatakannya, ohh iya, saya ambil tas satu murid untuk kelas selanjutnya Ailen kamu bisa meminta izin buat nya " Terang Dimas
" Saya, Pak apa Eve maksud Bapak? " Tanya Ailen kaget tentu saja
" Ya, maaf sekali lagi " Ujar Dimas lalu ia dengan cepat merapikan buku Eve dan memasukkannya dalam tas, dan kemudian ia pergi keluar lalu menuju loker, dan mengambil seragam Eve yang di masukkan ke dalam kresek hitam, setelah itu Dimas dengan cepat menuju mobilnya kembali, meletakkan barang barangnya di belakang kursi penumpang, lalu Dimas masuk ke kemudian mobil melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang kekuar dari area sekolah menuju rumah sakit.
Eve terlihat pucat dan menggingil kedinginan, padahal ia sudah memakai jaket nya, Dimas yang melihat itu memberhentikan mobilnya sejenak melihat kondisi Eve. Ternyata Eve sedang deman, Dimas memberikan jasnya yang ia pakai untuk di kenakan Eve lalu menyuruh Eve untuk tidur, tak lama ia melanjutkan perjalannya kembali, dan Eve lama lama juga mengantuk dan akhirnya ia tertidur di sana.
__ADS_1