
Sepulang sekolah Eve pun istirahat siang setelah makan siang bersma Mamahnya yaitu Mamah Sofi, malam harinya Papah Andrian pun pulang bekerja menyuruh istrinya dan Eve untuk bersiap siap makan malam di kafe bersma dengan rekan kerja Papahnya sekaligus sahabat baik Papahnya.
" Mah kenpa harus pakek dress kan Mamah sendiri tahu kalo aku tuh gak suka pakek dress mah gak nyaman " Rengek Eve ketika di suruh pakek dress oleh Mamahnya baju yang di siapkan oleh Mamahnya itu.
" Lah lihat tuh anak mu masak disuruh pakek dress bagus dia gak mau sih " Adu Mamah Sofi ke Papah Andrian
" Kamu ini, udah itu cantik kamu pakek sayang " Ucap Papah Andrian pada putri nya yang masih cemberut
" Pah gak nyaman Eve kedinginan tahun pakek baju ini masak ia Eve harus dingin-dinginan di luar kalo masuk angin gimana, " Eve masih merengek ingin mengganti bajunya yang lebih nyaman untuk buat pakai karena diluar memang hawanya sangat dingin .
" Ya sudah kamu ganti gih, jangan lama-lama kita udah di tunggu di sana " Ucap Papahnya menuruti Anaknya yang merengek ingin ganti baju, sedangkan Mamah Sofi ia hanya menggelengkan kepalanya tidak heran juga anaknya itu tidak pernah mau jika di suruh memaki baju dress yang pendek atau mungkin panjang tetapi bagian lengannya pendek, katanya tidak nyaman dan dingin saat di luar, meskipun siang ia tetapi tidak mau katanya panas nanti item begitulah alasan alasan yang di berikan ikeh Eve agar tidak memakai dress atau baju yang sudah di siapkan oleh Mamahnya.
Di dalam kamar Eve mencari baju atauboakain yang menurutnya bagus untuk di pakai malam ini, lalu matanya tertuju pada kemeja panjang hitam polod dengan sabuk pinggang juga jelana jins hitam polos nya, ia merubah gaya rambutnya yang awalnya ia kuncir satunya gerai dengan sedikit jepit rambut yang ia pasang di sedikit rambutnya yang berada di belakang agar nanti rambutnya tidak mengarahkan depan saat makan atau beraktifitas lainnya.
Setelah selesai Eve pun mengambil tas selempangnya dan turun ke bawah dengan senyuman manisnya kepada kedua orang tuanya yang menunggunya di sofa ruang tengah.
" Mah, Pah, Eve udah selesai nih kita berangkat sekarang " Ucap Eve mengagetkan kedua nya
" Astaga sayang kamu ngagetin Mamah tahu "
" Maaf Mah, "
" Sudah ayo berangkat " Lerai Papah Andrian, lalu mereka pun beramgkat ke kafe dengan mobil yang dibiendarinokeh Papah Andrian sendiri.
Tak berapa lama merekapun sampai di kafe tersebut dan mereka masuk bersama ke dalam kafe, Papah Andrian sudah melihat sahabt nya yang duduk tidak jauh dari biasanya berdiri sekarang, lalu mereka menghampirinya dan duduk di hadapan nya.
" Sorry gue telat, udah lama kalian nunggu " Sapa Papah Andrian pada Sahabatnya yang bernama Bagas itu yang bersama dengan istrinya dan kedua anaknya tetapi di sana hanya satu yang satunya tidak ada karena pergi ke toilet.
" Enggak yaudah gih duduk " Jawab nya, kemudian Papah Andrian dan Istrinya serta Eve pun duduk
" Ohh yang, ini anak kedua gue, Margareta " Kenal Bagas pada Andrian sahabatnya
__ADS_1
" Ya dan ini anak ku, Serena Elvarete " Balas Andrian sembari memperkenalkan Eve , sedangkan istri mereka juga sahabatan dan keduanya sudah bercak apa cakap layaknya ibu ibu sosialita
" Halo Om aku Serena Elvarete, Om bisa oanggil seren atau Eve " Kenapa Eve sembari menyalami tangan Bagas
" Kamu cantik kayak Mamah mu " Puji Bagas pada Eve
" Maksih Om " Jawab Eve tersenyum
" Hai kak aku Margareta panggil aja Reta " Kenal Reta pada Eve
" Salam kenal juga Reja aku Eve " Balas Eve
" Ohh ya Gas mana anak mu yang satunya gue gak lihat ? " Tanya nya pada Bagas
" Ada lagi ke toilet, paling bentar lagi dateng " Jawab Bagas pada Andrian
" Maaf Mi, Pi Angga telat tadi antri di sana " Ucap Dimas yang baru sampai dan kembali dari toilet ia duduk di samping Papinyadan ia berhadapan dengan Eve di sana
" Itu ada temen Papi salam gih " Jawab Papi Bagas
" Wahh Gas anakmu, kayak lo dulu gantengnya " Ucap Andrian tersenyum pada Bagas
" Lebih gantengan anak gue kali sama kayak anak lo cantik nya lebih dari Ibunya kan " Balas nya laku keduanya pun tertawa bersma
Dimas dan Eve tidak memperhatikan sebab mereka juga tidak bertatapan karena keduanya sibuk dengan ponselnya sandiri-sendiri.
" Eve kenalan tuh " Tegur Papahnya pada Eve
" Angga kalian kenalan gih " Pinta Papinya pada Angga
" Loh Bapak di sini " Ucap kaget Eve saat menatap Dimas yang berada di depannya
__ADS_1
" Kamu, " Ujar Dimas ia juga sempat terkejut saat melihat Eve namun ia sudah menghinakan rada kagetnya dalam beberapa detik saja
" Kalian sudah kenal? " Tanya Papah Amdrian dan juga Papi Bagas
" Dia murid aku Pi di sekolah " Jawabnya Dimas
" Guru baru yang ngajar di kelas Eve Pah " Jawab Eve
" Jeng lihat deh ternyata anak kita udah kenal, jodoh berarti, dan omongan kita dulu kayaknya juga jadi deh jeng Mira " Ucap Mamah Sofi pada temannya atau istri dari Bagas teman suaminya
" Iya Jeng Sofi, gak dia dia kita dulu pengen jodohin anak kita ya, ternyata mereka udah jodoh " Balas Mira pada temannya istri dari suaminya itu.
" Hahahah ternyata oh ternyata Andrian omongan Mira sama Bini lo dulu jadi dan kita kepikiran hal yang sama " Ucap Papi Bagas sambil tertawa pada Papah Andrian
" Hemmm gak nyangka aja, ya udah sih kita makan dulu, sambung nanti makannya udah dingin itu kayaknya udah sampai dari tadi " Balas Andrian lalu kedua keluarga itu pun makan malam bersama, setelah selesai makan makannya, pembahasan pun di lanjutkan lagi, membicarakan tujuah apa mereka bertemu malam ini.
Tidak banyak yang mereka bicarakan hingga membuat keduanya terkejut karena perkataan dari Papi juga Papah mereka yang ingin menjodohkan nya.
Keduanya nampak terkejut namun bisa menguasai diri mereka setelah beberapa saat kemudian.
" Pah apa maksudnya Papah jodohin Eve sama Dia Pah " Ujar Eve pada Papah nya
" Ya seperi yang kamu dengar sayang kan kita udah sepakat untuk jodohin kalian seandainya anak temen yang pertama itu laki dan Papah perempuan kita akan jodohin mereka " Jelas sang Papah pada putri nya itu.
" Pi Angga gak mau Pi, Papi bukannya tahu kalo Angga baru aja di putusin sama pacar Angga Pi " Ucap Dimas yang ingin menolak perjodohan itu
" Ya udah lah Ga lupain aja dia yang ninggalin kamu, ini masa depan mu lo gak mau " Balas Papinya
" Tapi Pi..."
" Tidak ada tapi tapian Mami mu aja setuju iya kan Mi "
__ADS_1
" Benar itu kita udah setuju " Jawab kedua wanita tersebut
" Ishh Mamah mah, ikutan Papah aja setuju-setuju aja, kan ini Eve yang jalani kalian tinggal seneng seneng aja " Kesal Eve terdengar seperti rajukan anak kecil saja sembari sedikit memajukan bibirnya ke depan.