My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 16


__ADS_3

Aneh Eve merasa ada yang aneh cantik dan manis katanya, apakah ia tidak salah dengar, seorang Dimas yang dingin bisa memuji orang dan sekarang sikapnya pun juga berubah menjadi lebih hangat dan perhatian tetapi kadang bisa membuatnya kesal juga dalam waktu sehari sesudah pernikahan mereka kemarin malam Eve bisa menyimpulkan ada yang aneh dengan Dimas, begitulah pemikiran Eve


" Mas apakah pakek kardigan terlalu berlebihan ya, atau mungkin gak usah pakek cukup kemeja aja kali ya " Ungkap Eve pada Dimas yang terus mengembangkan senyumnya walau tipis Eve bisa merasakannya kalau Dimas sedang tersenyum meski ia tidak begitu melihat senyumnya sebab Dimas tersenyum sangat tipis sekali jika tidak di perhatikan dengan benar makan kau tidak tahu bahwa ia sedang senyum


" Hmm tidak, tapi jika kamu merasa kurang nyaman maka kamu lepaskan saja " Balas Dimas


" Ya udah , " Jawab Eve singkat, tak lama ia melepaskan kardigan yang ia kenakan, juga setelah ia melepaskannya mereka sampai di kantor Dimas, di perusahaan D. M. Corp, pada awalnya itu merupakan perusahaan ayahnya yang bernama, Star. Cooperation tetapi bangkrut saat masa kaya, Dimas waktu itu masih kuliah, dan mengetahui hal tersebut akhirnya Dimas pun melanjutkan kuliahnya sambil bekerja mengurus perusahaan, saat perusahaan sudah membaik ia mengganti namanya dengan D. M. Corp.


" Ayo turun kita sudah sampai " Ucap Dimas, lalu keduanya pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan tersebut, di dan Dimas di rambut oleh beberapmkarhaean yang melihatnya, tetapi sikap dingin dan mendominasi tidak hilang dari diri nya disana para bawahan dan karyawan nya menghormatinya karena aura kewibawaan dan karisma Dimas terpancar juga aura ketegasan pemimpin keluar dari diri Dimas .


Eve yang baru pertama datang ke kantor merada sangat gugup dan takut ia terus saja memeluk lengan Dimas dan berjalan sembari menundukkan kepalanya, Dimas yang menyadari nya melepas pelukan lengannya berganti memeluk pinggang ramping istrinya itu dan berjalan sedikit cepat agar sampai di ruang kantor nya dengan cepat pula.


Setelah sampai di ruangan Dimas mereka pun masuk ke dalam dan menutup pintu nya keduanya menuju ke kamar pribadi Dimas di ruangan tersebut.


" Elva kenapa nunduk terus kita di kamar sekarang " Ujar Dimas santai sembari mengganti pakaian kantornya di sana sedangkan Eve masih setia menundukkan kepalanya sambil duduk di tepi ranjang


" Gak papa, cuman sedikit gugup aja tadi takut banyak banget karyawannya dan aku juga baru pertama kali ke kantor Mas Dimas " Ungkap Eve jujur pada Dimas


" Ohhh hanya itu, lama-lama kamilu juga akan terbiasa sekarangkan kamu akan sering ke kantor saya menemani saya bekerja, " Balas Dimas ia sudah selesai dan berjongkok di depan Eve.


" Mas Dimas kenapa sekarang beda, biasanya kan kamu dingin dan cuek gak banyak bicara tapi setelah kemarin Mas Dimas jadi banyak bicara dan gak dingin lagi cuman dingin saat tertentu aja sih " Ujar Eve sedikit gugup ia mengeluarkan apa yang ia pikirkan sejak tadi pagi tetapi tidak bisa menemukan jawabannya


" Hmmm itu, emang kamu gak suka ya kalo Mas jadi hangat ? " Tanya Dimas sembari tersenyum hangat pada Eve


" Suka, " Jawab Eve singkat

__ADS_1


" Kalo gitu mulai sekarang kamu akan tahu sifat dan kepribadian Mas yang belum pernah Mas perlihatkan pada semua orang "


" Tapi kenapa? "


" Karena itu kamu sayang, dulu sebelumnya Mas memang dingin dan cuek lalu setelah di putusin Mas tambah dingin tetapi sama kamu Mas jadi hangat es nya udah cair Elva " Jelas Dimas lembut pada Elva


" Kok bisa "


" Gak tahu mungkin memang ini yang terbaik dan mungkin memang sudah takdirnya kamu bisa merubah dan menghilangkan sifat dingin Mas " Terang Dimas tersentum lembut


" Bukannya katanya Mas ada rapat ya sama klien " Eve mengubah topik pembicaraan mereka


" Hmm, mereka belum datang ternyata, macet katanya "


" Ohh ya, Mas kenapa suka banget panggil Eve sayang kan Eve geli dengernya "


" Ishh gombal deh, sekarang Mas jadi ngeselin ya "


" Hanya sama kamu "


" Hmm boleh tanya gak, sebenarnya Mas Dimas suka gak sih sama Eve? " Tanya Eve ragu, karena pertemuan mereka yang singkat dan pernikahan dadakan mereka Eve belum mengetahui tentang perasaan Dimas dan belum menyadari perasaan nya sendiri


" Mau tahu, nanti malam saya akan membicarakannya sama kamu sekarang waktunya sudah kerja sepertinya mereka juga sebentar lagi tiba kita ke ruang meeting, " Jelas Dimas, sebenarnya Eve sudah menduga itu saat ia bertanya pada Dimas bisa saja ia tidak mendapatkan jawabnnya sekarang


Keduanya pun berjalan ke ruang meeting Dimas merangkul pinggang Eve seperti sebelumnya dan Eve menundukkan kepslanya di depan mereka ada asisten Dimas yang bernama Aryo

__ADS_1


Sebelumnya tidak ada yang membicarakan mereka tetapi sekarang banyak yang berbicara di belakang mereka


" Ehh lihat bukannya itu Pak Dimas ya, sama siapa sih dia "


" Ia apa pacar atau kekasih nya Pak Dimas ya "


" Hehh kalian bicarain apa seru banget "


" Itu cewek yang di rangkul sama Pak Dimas "


" Ohh iya, baru kali ini Pak Dimas bawa cewek selain kekasihnya dulu "


" Kekasih, apa dia kekasih barunya Pak Dimas "


" Mungkin sudah jangan gosip di belakang sekarang kerja-kerja, mau lo di omelin sama Pak Aryo asistennya dan sekertaris nya Pak Dimas "


" Tidak usah di dengarkan " Ujar Dimas pada Eve yang merasa tak nyaman mendengar ucapan ucapan tersebut, Eve hanya menganggukkan kepalanya saja .


Sedangkan di sisi lain Aryo penasaran dengan siapa yang di bawa Dimas teman serta sahabat nya itu. Mereka adalah teman sekaligus sahabat sejak bangku SMA dan juga kuliah, dinkanir Aryo akan bersikap profesional, tetapi saat sedang berdua di luar atau di dalam kantor mereka akan bersikap layaknya sahabat dengan berbicara santai juga apa adanya.


" Siapa sih dia yang dibawa Angga, cantik kali lo apa dia udah ada pengganti dari mantan kekasihnya itu yang pergi entah ke mana setelah mutusin dan meninggalkan Angga gitu aja " Isi batin Aryo tetapi ia belum berani bertanya karena mereka sedang meeting dengan klien.


Sesampainya di ruang meeting Dimas duduk di kursi depan meja dan sampingnya adalah Eve lalu di samping Eve ada Aryo, tidak berapa lama klien pun datang, setelah itu mereka oun membicarakan bisnis


Eve yang tidak terlalu mengerti tentang bisnis dan kantor, sebelumnya juga ia pun tidak mengerti dengan pembicaraan bisnis Papahnya sebab dari dulu Eve tidak tertarik dengan perusahaan dan bisnis seperti papah juga Mamahnya karena Eve lebih suka duduk manis sembari membaca novel kadang kala ia tertarik dengan membaca seperti audio book yang di rekam lalu di sunting entah membaca novel, komik atau yang lainnya, karena bisa mengeluarkan emosi nya meskipun hanya sebentar saja.

__ADS_1


Namun sekarang ia menjadi sedikit tertarik dengan bisnis begitu mengetahui Dimas yang berbicara bisnis dengan begitu tanang dan tana kesulitan tetapi tetap memancarkan aura yang kuat, sehingga bisnisnya bisa sukses dan pantang menyerah saat terjatuh atau kalah debat serta argumen dalam bisnis.


Satu hal lagi yang tidak diketahui orang tuanya Eve sangat suka memperhatikan dan mengamati orang lain tak kecuali ke 2 sahabatnya itu dia juga suka membaca buku yangvmeberngkan atau berkaitan dengan psikologi. Dan Dia masih belum memberi tahu mereka akan ada waktunya nanti ketika ua sudah kuliah dan waktu tepat untuk memberitahukan tenang ini.


__ADS_2