My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 26


__ADS_3

" Fik kok lama sekali sih tuh anak satu dari tadi ke toilet gak balik balik "


" Iya iya, masak antri sampek sekarang belum kelar juga, mana makanan kita udah habis juga dia belum balik kesini "


" Duhh perasaan gue gak enak nih "


" Kenpa lo "


" Kagak tahu rasanya gak enak gue takutnya Eve beneran di bully di sana "


" Masih kepikiran sama cerita mimpi Eve lo Ai "


" Bukannya gue kepikiran sama cerita mimpi Eve Fika, tapi bisa aja kan itu kejadian, mana dia lama gak balik balik, perasaan gue pun jadi gak tenang ini "


" Aduhh, lo sih ya udah kita cari Eve di sana aja yuk gue juga takut terjadi apa apa sama tuh anak satu "


" Hmm terus ini makanan Eve "


" Lo malah mikir makanan, mau cari Eve atau makan " Sewot Fika pada Ailen


" Cari Eve lah, tapi.... "


" Tapi apaan lagi Ai udah ayo buruan bentar lagi bell ini, pelajarannya Pak Dimas lo sastra Indonesia "


" Gue beneran gak tenang, gue cari Eve lo cari Pak Dimas, bilang kalo Eve belum balik dari toilet sejak tadi "


" Kok gitu, kenapa emang kalo gak kasih tahu Pak Dimas "


" Bisa gawat lah gak ingat saat Pak Dimas pergi dari kelas sambil bawa tas Eve, dia kan cerita kalo Eve sakit, ternyata Eve di bully sama murid lain terus Eve pesen ke gue kalo dia gak balik atau gak ada kabar suruh bilangin ke Pak Dimas " Terang Ailen pada Fika.


" Kok gue gak tahu " Bingung Fika karena memang dirinya tidak tahu hal itu


" Dia cuman pesen ke gue lewat chat bukan di group, karena kalo bilang ke lo mungkin yang udah bully dia lo hajar kali "


" Hehehe tahu aja, tau dah ayok cepet keburu masuk, gue ke Pak Dimas lo cari Eve kalo gak ketemu kita cari sama-sama " Lanjut Fika

__ADS_1


Akhirnya Fika pergi ke ruangan Dimas untuk memberitahukan tentang Eve, dan Ailen mencari Eve di seluruh toilet dan halaman sekolah juga rooftop tapi tidak ketemu


Di gudang sekolah setelah Eve di tampar berkali kali, Rosetta menyuruh Megan mengguyur Eve dengan air yang sudah di campur garam dan lemon ke Eve


" Byuurrr "


" Sssttt " Dinging Eve menahan perih di sudut bibirnya karena terkena air guyuran itu di lukanya


" Sakit, emang enak! makanya jangan macam macam lo sama gue, ini oelajaran lo udah deketin Pak Dimas, lo tuh gak pantes tahu gak ! " Bentak Rosetta


" Tahu diri dikit kali lah, lo tuh jelek, berbanding sama kita. "


" Iya nih udah ganjen, gatel, murahan lagi "


" Emang dasar gak tahu diri! "


" Gayss kita cabut biarin dia di sini muak gue " Lanjut Rosetta akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Evev sendirian di gudang itu yang dibuat di kursi, lalu di tampar dan di guyur setelah di tampar berkali, di guyur pakek air juga di jambak lalu di tampar lagi setelah itu di tinggal sungguh kejam .


Setelah kepergian Rosetta end the geng nya Eve pun menagis dengan diam mengeluarkan air matanya yang sejak tadi ia tahan, sudah tak tahan ia tidak kuat lagi dan Eve pun menagis sendirian di sana .


" Apakah masih tidak ketemu juga? " Tanya Dimas pada kedua teman Eve


" Belum Pak, kita udah muter muter tapi gak ketemu juga " Ujar Fika


" Fik, perasaan gue semakin gak enak apa udah terjadi sesuatu sama Eve Fik " Ucap Ailen, memang Ailen adalah seseorang yang sangat peka dan filling nya sangat kuat jika ia merasakan sesuatu pasti akan ada sesuatu.


" Apakah ada tempat yang belum kalian lihat " Ujar Dimas


" Tidak ada Pak semuanya sudah kami lihat " Jawab Fika sedangkan Ailen teringat masih ada satu nyang belum mereka lihat yaitu gudang sekolah iya jadi teringat cerita mimoi Eve yang di bully di gudang sekilah oleh Rosetta


" Ada Pak saya ingat kita belum lihat gudang sekolah Pak " Ucap Ailen cepat


" Ya sudah kalo gitu kita ke sana sekarang " Balas Dimas, ketiganya berjalan dengan cepat menuju gudang sekolah, sampainya di gudang Dimas langsung membuka pintunya yang terkunci ya tadi Rosetta mengunci pintunya dari luar saat meninggalkan Eve di sana, benar saja Eve terlihat sedang menagis ia tidak bisa bergerak atau lebih tepatnya Eve memang tidak ingin bergerak untuk melepaskan dirinya karena badannya sakit semuanya sebab ikatan tali yang diikat dengan sangat kencang oleh gengnya Rosetta


" Eve.... " Teriak kedua teman Eve begitu mereka melihat Eve di gudang dang dinikah di kursi dan sedang menagis tanpa henti

__ADS_1


" Elva, sayang " Gumam Dimas lirih ia tidak sanggup melihat Evev yang kesakitan di depannya itu sampai Dimas pun menitikkan air matanya


Dengan cepat Dimas berjalan ke arah Eve dan kedua temannya masih berusaha membuka ikatan tali nya tapi gagal


" Sakit " Gumam Eve sangat lirih sampul tak terdengar


" Pak kita tidak bisa melepaskannya Pak tolong Evev Pak " Ucap Ailen ia tak sanggup melihatnya sedangkan Fika ia nampak marah dan sedih secara ia melihat Sahabat nya seperti ini Fika menahan amarahnya, ia sangat marah dengan apa yang terjadi pada Eve


" Sebentar saya cari alat buat potong ikatannya " Ucap Dimas setenang mungkin meskipun sama sekali tidak mersa tenang


Hingga akhirnya Dimas menemukan pisau kecil di sana dan memotong ikatan taki yang mengikat Eve di kursi setelah kelas Eve Dimas langsung mengge dong Eve dan mereka keluar dari gudang


" Gue yakin pasti Rosetta yang ngelakuin ini awas aja mereka kalo sampek ketemu gue hajar tuh orang " Marah Fika


" Fik, kita serahkan sama Pak Dimas aja, gue rasa dia yang berhak, kita tanya Eve saat dia baikan nanti " Ujar Ailen, ia tahu Fika sekarang sedang sangat marah, dan ingin mengajar Rosetta tetapi jika ia dampai menghajar nya mana imbasnya Fika yang kena karena Rosetta salah dari anak dari guru yang mengejar di sini


" Huhh awas aja pokoknya gue gak mau tahu dia udah sakitin teman kita Ai "


" Iya gue juga tapi bukanlah kita tahu gimana dia jangan sampai timbul masalah lo ingatkan murid kelas kita yang bermasalah dengan Rosetta "


" Hmmm "


Sampainya di UKS Dimas pun meminta kedua temannya untuk kembali ke kelas dan mengatakan pelajaran kali ini mereka mengerjakan soal matikan di buku halaman 28 sampai jam pelajaran habis, karena saat Eve baikan Dimas akan segera membalas adanya pulang jadi meminta pada Fika dan Ailen untuk membawakan tas dan buku Eve kemari.


" Saya minta pada kalin sampaikan ke kelas saya memberikan silahkan kalian mengerjakan tugas di buku halaman 28 dan saya minta tolong bawakan buku dan tas Eve kemari "


" Baik Pak, tapi apakah Bapak tidak mengajar "


" Tidak saya akan pulang begitu Eve sudah lebih baik nanti, maaf dan terimaksih karena kalian sudah memberitahu saya tentang Eve tadi "


" Sama sama Pak, kita juga sebagai teman Eve sangat menyayangi Eve kalo gitu kita kembali Pak " Ujar Ailen lalu Fika dan Ailen kembali ke kelas untuk menymaoikan pesan dari Dimas, lalu Fika mengantarkan buku dan tas Eve ke uks segalanya ia kembali ke jelas lagi.


Di uks Eve masih setia memeluk dan menangis di pelukan Dimas hingga ia tenang dan kelelahan karena mengais akhirnya Eve ketiduran, Dimas yang merasakan nafas teratur dari Eve melihat jika istri kecilnya itu sedang tidur, ia menggendong nya lagi sambil membawa tas kerjanya yang sudah biasa mbil saat Eve tertidur dan terbaring di brankar ranjang uks lalu setelah membawa tas kerja juga tas Eve Dimas menggendong Eve menuju mobilnya.


Di parkiran ya meskipun banyak guru dan murid yang melihatnya, sebagian guru dan beberapa murid juga melihat Dimas menggendong Eve. Tetapi Dimas mengabaikannya, ia lebih mementingkan kindisi Eve saat ini.

__ADS_1


__ADS_2