My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 27


__ADS_3

Setelah masuk ke mobil Dimas dengan cepat melajukan mobilnya mengeluarkan dari tempat parkir sekolah dan menuju ke rumah sakit nya Dimas mengabari Dio tetapi ia tidak mengabari orang tuanya karena setelah dari rumah sakit ia akan langsung pulang dan menceritakn semuanya saat sudah sampai rumah.


" Dio, sus tolong panggilkan dokter Dio ke sini ada pasiennya yang sakit " Teriak Dimas pada sorang suster dan jerawat setalah dampak dan masuk ke rumah sakit nya.


" Baik saya akan mengabarinya sebentar Pak " Jawab suster tersebut


" Setalah beberapa saat Dio datang dengn suster yang memanggilnya tadi langsung lah Dio bertanya pada Dimas yang masih berdiri sambil menggendong Eve di sana


" Ada apa Ga itu langsung aja, bawa langsung ke dalam ruang rawat " Ucap Dio lalu mereka menuju ke ruang rawat pasien, setelah nya Eve di bersihkan lebih dulu dan bajunya di ganti dengan yang baru oleh suster perempuan sebelum di ketika, kini Evev sudah berganti pakaian dengan pakaian rumah sakit, lalu Dio memeriksanya


" Astaga, bagaimana bisa ini terjadi Ga pergelangan tangan dan kakinya sampai memar juga leher dan perutnya merah karena ikatan tali yang kencang dan sudut bibirnya luka robek tapi tidak papa, dia hanya shok saja dan sedang tidur akibat pengaruh obat yang gue berikan tadi " Ujar Dio setelah memeriksa Eve dan memberikan obat


" Bukannya tadi dia emang tidur ya " Balas Dimas pada Dio


" Iya dia emang tidur tapi sekarang mungkin lebih terlelap lagi karena obat dan paling sadar saat malam "


" Ohh ya udah makasih, tapi gak ada apapa kan sama Elva "


" Gak ada cuman ia ketakutan dan shok karena apa yang terjadi, selain luka memar dan merah juga yang di sudut bibirnya tidak ada yang lain , gue resepkan salep buat bibirnya yang luka dan memar nya agar cepat kering dan tidak membekas "


" Oky makasih "


" Hmm gue ambil obat nya dulu " Balas Dio lalu ia pergi untuk mengmbil obat untuk Eve , sedangkan Dimas setelah kepergian Dio ia menunggu sampai Eve sadar sambil duduk dan memegang tangan Eve, rencana nyania tidak menghubungi kedua orang tuanya tetapi jika Eve belum sadar juga maka ia juga akan menghubungi nya .


Sesaat setelah Dio memberikan obat buat Eve pada Dimas ia pergi untuk menangani pasien nya yang lain, di tempat lain sing ini Papi Bagas pulang lebih awal karena malam nanti ia akan mengajak keluarganya makan malam di luar .


Begitu pulang ia di sambut oleh istrinya, tetapi Mami Mura terlihat tidak bersemangat dan lesu ia juga merasakan ada sesuatu yang terjadi entah apa


" Ada apa Mi kok lesu ohh ya Reta mana " Tanya Papi pada Mami


" Reta baru aja pulang dari sekolah tapi Angga sama mantu kesayangan Mami belum pulang Pi " Jawabnya


" Macet kali Mi tunggu aja ya "


" Pi perasan Mami gak enak nih kita telpon Angga aja ya Pi " Ujar sang Mami

__ADS_1


" Ya telepon lah Mi, itu perasaan Mami aja kali siapa tahu Angga memang macet di jalan " Jelas sang Papi lalu Papi Bagas membersihkan dirinya dulu, Reta sekarang ia masih makan siang, ia biasanya menunggu Dimas dan Evev tetapi mereka belum pulang Mami nya sudah makan, lalu sekarang ia dan Papinya yang makan siang bersama


" Pi Kak Angga sama kak Eve kok belum pulang Pi "


" Macet kali Ta udah habisin itu makan mu habis itu tidur nanti kita makan malam di luar mau "


" Yee asikk oky Pi " Ucap senang Reta, Mami Mira menghubungi putranya itu berkali kali tetapi tidak di jawab sebeb ponsel Dimas mati kehabisan batrei, inginnya Dimas menghubungi Maminya sekarang tetapi ponselnya malah mati sekarang .


Sampai hari siang menjelang sore, Eve sadar, perkataan Dio tadi hanya perumpamaan saja bila Eve bisa jadi bangun saat malam tapi hasilnya sore ini Eve sudah sadar .


" Eughh, ssssttt " Rintih Eve membuka matanya dan merasakan sakit pada tubuhnya dan luka di bibirnya itu


" Sayang kamu udah bangun ada yang sakit, kamu mau minum " Tanya Dimas saat tahu Eve bangun


" Haus, mau minum " Ucap Eve , kemudian Dimas memberikan segelas air minum yang di beri sedotan agar mudah dan tidak susah karena bibir Eve yang luka .


" Ini minumlah pelan pelan Elva " Ujar Dimas , Eve pun meminumnya perlahan sampai habis karena memang sangat sangat haus dan tenggorokannya kering ia belum minum sejak tadi ia tahu ini dirumah sakit, karena bau obat obatan dan ia juga mengenakan Pakaian rumah sakit .


" Sudah " Ucap Eve pelan setelah Dimas meletakkan gelas kosong di nakas samping brankar rumah sakit itu ia melihat Eve kembali mengekuarkan air matanya, nampaknya Evev menagis kembali.


" Sudah sayang jangan menagis lagi, kamu aman di sini sudah tidak apa apa, apakah ada yang sakit " Ujar Dimas lembut sembari membawa elai pucuk kelapa Eve dengan lembut lebih kasih sayang


" Mas, mereka jahat mas, mereka jahat, aku takut " Ujar Eve sesegukan dan setelah itu ia menghetikan tangisannya dan menenangkan dirinya di pelukan suaminya


" Sudah kamu tenang ya, mereka biar nanti Mas yang urus kamu tidak usah takut Ada mas di sini ada kedua teman mu juga mereka sedih kalo melihat kamu seperti ini " Kata Dimas menemukan Eve agar Eve tidak takut lagi


" Apakah mereka di sini "


" Tidak, mungkin besok mereka ingin menjenguk mu di rumah "


" Tidak papa kah kalo mereka ke rumah "


" Tidak papa sayang bukannya mereka tahu kalo kita sudah menikah, bukannya kamu memberitahu kedua teman mu itu Elva "


" Hmmm kalo gitu besok aku akan mengajak mereka ke rumah boleh "

__ADS_1


" Boleh, sayang besok jangan sekolah dulu kamu masih sakit "


" Tapi... "


" Sayang " Ucap Dimas tidak ingin di bantah


" Apakah ada yang sakit ? " Tanya Dimas melanjutkan nya kembali bertanhq pada Eve


" Semua tubuhku rasanya sangat sakit sekarang tapi tidak sesakit saat tadi sudah mendingan mungkin hanya nyeri karena obat dokter habis dan efek sakitnya terasa lagi " Terang Eve yang sudah kembali seperti sebelumnya yang banyak bicara


" Apakah boleh pulang secepatnya, aku tak suka rumah sakit " Rengek Eve pada Dimas


" Iya nanti setelah kamu di periksa kita bisa pulang " Jelas Dimas, tak lama Dio kembali lahibuntuk melihat keadaan Eve


" Sudah bangun Ga istrimu " Tanya Dio pada Dimas ya jika hanya berdua mereka seperti sekarang tetapi jika di hadapan banyak orang maka mereka akan bersihkan profesional.


" Udah, baru aja bangun, tolong lo cek keadaannya dia udah minta pulang tadi "


" Hmmm " Jawab Dio


" Bagaimana perasaan kamu sekarang apakah kamu mengalmi pusing atau mual " Tanya Dio sem ari mengecek keadaan Eve


" Baik dokter, tidak sama sekali hanya saja saya sangat lapar " Balas Eve sejenak Eve tahu dokter yang memeriksanya sekarang adalah dokter yang sama saat ia di bully dulu dan Dimas sudah menceritakannya jika dokter Dio adalah sepupunya


" Nanti kamu bisa makan sepuasnya habiskan saja uang suami mu itu "


" Hehe, makasih dokter jadi apakah saya boleh pulang segera "


" Setelah infus kamu habis kamu boleh pulang " Ujarnya


" Udah gue pergi, jagain jangan di tinggal sendirian dia masih sedikit syok "


" Makasih Di, oky " Balas Dimas


Lima menit berlalu sebenarnya Dimas ingin membelikan Eve makan setelah mendengar Eve lapar tapi Eve tidak mau dan tidak ingin di tinggal sendirian jadi Dimas pun hanya menuruti permintaan Eve, sampai infusnya habis dan mereka pulang ke rumah, ya Eve masih mengenakan baju rumah sakit karena seragamnya kotor, Dimas sudah meminta izin jadi tidak masalah.

__ADS_1


__ADS_2