
Sepulangnya dari sekolah seperti biasa Eve pulang bersama dengan Dimas, saat ia menunggunya di depan gerbang seperti biasanya ada murid lain juga di sana dan kejadian tak terduga pun terjadi.
" Lama banget ya Pak Dimas " Gumam Eve pelan hampir tidak terdengar
" Nunggu siapa lo,? Tanya murid tersebut pada Eve
" Bukan urusan lo , gue nunggu siapa di sini " Jawab Eve padanya
" Ihh siapa juga yang kepo, palingan juga nunggu om om, atau enggak guru yang udah lo goda iya kan, ngaku aja deh dasar murahan "
" Apa maksud lo , gak usah sok tahu deh ya bukan urusan lo gue mau nunggu siapa aja " Balas Eve
" Heehh siapa juga yang mau tahu, udah ketebak kali kalo lo itu ganjen sama cowok, padahal nih ya lo tuh gak secantik gue, mau maunya aja tuh pak Dimas yang ganteng nya parnipurna sama lo, orang udik "
" Jaga ya ucapan lo gue gak pernah deketin Pak Dimas, gak usah sok tahu lo ya " Kesal Eve karena murid tersebut marah ia tidak menyukai Eve karena telah mencuri perhatian dari Dimas ia juga menyukainya namun selalu gagal karena tidak pernah di anggap oleh Dimas .
Akhirnya Saat ada mobil lewat di depan Murid itu pun sedikit mendorong Eve, sedangkan Eve yang tidak siap ia terdorong sedikit kedepan, ingat ya hanya sedikit, kemudian di saat bersamaan Dimas keluar dari area sekolah dengan mobilnya, sementara itu ia melihat Eve terdorong kedepan tetapi untungnya tidak terjadi apa apa, hanya terdorong sedikit dan tidak tergores.
Setelah tiba di depan gerbang Dimas keluar langsung menghampiri Eve yang masih terkejut sembari menarik badannya menatap murid yang sudah mendorongnya namun tanpa merasa bersalah sedikit pun
" Elva " Panggil Dimas namun tidak mendapatkan jawaban dari Eve
" Ehh ada Pak Dimas, mau pulang Pak? " Tanya Murid itu pada Dimas , tetapi tidak di jawab oleh Dimas
" Pak orang bertanya itu di jawab dong Pak, kenapa bapak malah panggil Eve yang tahunya orang yang ganjen dan gatel sama cowok Pak " Ujar nya sembari tersenyum mengejek dan ingin sekali ia di perhatikan oleh Dimas
__ADS_1
" Elva kamu gak papa kan gak ada yang luka bukan? " Tanya Dimas cemas pada Eve tetapi Eve hanya menjawab dengaan gelengan kepala saja tanpa mau membuka suaranya
" Ya sudah kita pulang, kamu masih shok " Lanjut Dimas akhirnya keduanya pun pergi dari sana, memasuki mobil dan melajukan nya untuk pulang
Sedangkan murid yang di abaikan tadi ia merasa kesal dan marah hingga menghentak-hentakkan kakinya ke aspal, tak lama mobil jemputan nya pun sampai.
Di dalam mobil dalam perjalanan Eve masih setia untuk diam sembari menutup matanya dan menyenderkan kepalanya pada jendela mobil, untung saja kaca jendela mobil nya boleh Dimas di tutup.
" Elva, apa kau baik baik saja bicaralah El " Ujar Dimas lembut pada Eve
" Apakah aku orang udik Mas apa aku tidak cantik " Gumam Eve yang di dengar oleh Dimas, kini Dimas memberhentikan mobilnya di tepi jalan setelah mendengarkan ucapan Eve
" Kamu cantik, sangat cantik kamu bukan orang udik, kamu anak yang baik, hati kamu juga cantik jadi jangan pernah berkata seperti itu mengerti " Balas Dimas sembari menoleh pada Eve dan memegang pundak Eve
" Ssttt sudah jangan mendengarkan perkataan nya kamu sangat pantas buat saya " Jawab Dimas sembari memeluk Eve ke dalam pelukannya, setelah tenang mereka pun melanjutkan perjalanan nya yang sempat tertunda tersebut.
Malam harinya kedua keluarga itu pun bertemu, lantaran orang tua Dimas sudah pulang dari perjalanan bisnis mereka, kali ini mereka makan di rumah Dimas.
" Eve jangan lupa pakek baju yang bagus atau kamu pakek dress yang Mamah pilih buat kamu itu bagus lo kalo kamu pakek " Perintah Mamah untuk putrinya yang masih belum siap karena masih sibuk untuk memilih pakaian yang akan dibapaki sebentar lagi
" Iya atuh Mah, pasti Eve pakek baju yang bagus kali bukannya cuman makan malam aja ya, kenapa harus dandan lagi "
" Nanti juga kamu tahu sendiri sudah sekarang kamu cepat cepat nanti telat " Balasnya lagi sedangkan Papah Andrian hanya diam sembari menunggu putrinya bersama dengan istrinya di sofa ruang tengah dengan segelas kopi
" Aduhh mana Mamah suruh pakek dress lagi kan Mamah tahu aku gak suka pakek dress, ahh elah ini lagi baju aku kenapa pada jelek sih gak ada yang pas lagi, coba di lemari samping, moga ada yang bagus satu set sekalian " Gumam Eve pada diri sendiri sembari memilih baju yang menurutnya bagus.
__ADS_1
Saat ia melihat lihat bajunya yifak sengaja ia melihat bajunya yang ia beli lewat online pada waktu itu ia tertarik untuk membeli baju tersebut, karena modelnya yang bagus juga elegan terlihat sederhananya dan tidak berlebihan tetapi cantik dengan warna putih susu dan di beri sabuk warna kuning emas dengan sedikit bling bling
" Ahh akhirnya dapat juga, ini kan baru yang ku pesan waktu itu, kayaknya sih bagus deh oky siap " Ucap Eve
Lalu ia mengganti bajunya setelah mengganti bajunya ia pun berdandan dengan make up sederhana yaitu dengan menggunakan aisyedo warna coklat gelap dan putih agar tidak terlalu gelap dan terlihat, setelah itu ia memaki ailinernya dan celak setelah itu ia memilih dengan blas on terakhir ia memoles bibirnya dengan lipstik warna pink fanta yang terlihat natural.
Setelah selesai make up ia menata rambutnya dengan menggelung rambutnya di sanggul dan menyisakan sedikit rambutnya di samping laku ia tata seperti gelombang.
Setelah itu ia memakai tiara yang satu set dengan baju yang ia pesan yaitu tiara mutiara yang di tengahnya ada bunga persik nya kecil dengan warna pink dan putih sangat cantik, ia juga memaki sepatu hak yang tidak terlalu tinggi, itu adalah sepatu yang di siapkan oleh Mamahnya dan kebetulan warna nya sesuai dengan bajunya yaitu putih.
" Mah, Pah ayo Eve udah siap " Panggil Eve pada kedua orang tuanya
" Waduh ini benaran kamu sayang cantik banget " Puji Mamahnya
" Iya kamu sangat cantik malam ini " Puji sangat Papah
" Makasih Mah, Pah " Balas Eve, kemudian mereka pun akhirnya berangkat ke ruang Dimas dengan mobil Papah Andrian, sedangkan dirumah Dimas di sana Dimas dan keluarganya juga sudah siap, Dimas mengenakan kemeja putih dan kas hitam dengan bunga mawar merah sebagai pin di jas nya dengan dasi kupu kupu nya.
Setelah oulang tadi Dimas sudah di beritahu oleh kedua orang tuanya, malam ini mereka akan menikahkan Dimas dan juga Eve di sana juga sudah ada penghulu nya mereka sudah mempersiapkan nya, mereka mengadakan pernikahannya dengan sederhana, lalu acara resepsinya bisa di adakan setelah Eve lulus nanti yang penting mereka berdua sah saja dulu.
" Assalamu'alaikum " Ucap salam Eve dan kedua orang tuanya dan tak lama bibi yang membantu di rumah Dimas pun membukakan pintu untuk keluarga Eve dan mereka pun masuk laku menuju ke ruang tamu
" Mah, Pah ini maksudnya apa kok ada penghulu, bukannya makan malam ya? " Tanya Eve bingung pada Mamah dan Papahnya karena ia tidak di beri tahu dan Dimas pun juga berpakaian dengan jas juga sangat tampan kedua orang tua mereka hanya mengenakan pakaian yang biasanya dinpakainuntuk acara pernikahan
" Kami akan menjelaskannya nanti sayang kamu duduklah dulu dengan Dimas acara akan segera di mulai " Terang dang Papah pada Eve dan di angguki oleh Mamahnya.
__ADS_1