My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 47


__ADS_3

Tidak lama terdengar suara pintu dibketuk dan Dimas menyuruh nya untuk masuk dan ternyata Reta kah yang masuk ke dalam kamar nya, Reta langsung duduk di samping Dimas dan sekarang Dimas berada di tengah antara kedua perempuan yang sangat ia sayangi.


" Kak Reta boleh tanya gak sih " Ujar Reta pada Dimas


" Tanya apaan memang kamu anak kecil " Sewot Dimas karena waktu berduaan dengan Eve di ganggu oleh Reta


" Sewot amat sma adik sendiri, kak Eve lihat suami mu itu dia sewot sekali sama adiknya " Adu Reta pada Eve


" Mas.. " Panggil Eve pada Dimas


" Iya Elva, yaudah mau tanya apa kamu Ta serius amat " Balas Dimas akhirnya


" Kak Angga pernah gak diperhatiin orang dari jauh di kasih surat kayak pengagum rahasia gitu, tapi kak Angga gak tahu dan baru tahu saat sempet melihatnya sendiri dan di ceritain teman teman kakak? " Tanya Reta pada Dimas


" Kayaknya gak pernah tapi kalo di deketin atau di tembak pacaran sering banget, kenapa memang kamu punya secret admirer Reta " jawab Dimas menatap adiknya dengan tatapan tak percaya


" Gak tahu kata teman teman Reta itu Reta punya satu dan memang beberpa hari ini Reta sering kayak di perhatiin dan dan ikuti dari jauh, Reta sendiri baru tahu tadi saat gak sengaja lihat dia ngintipin Reta di perpustakaan sekolah " Jelas Reta pada Dimas


" Samperin aja Reta siapa tahu orangnya suka sama kamu tapi malu mau nunjukin diri atau mengaku di depan kamu " Sambung Eve ia sangat antusias dengan cerita Reta


" Memang gak papa kah kak aku takut kalo salah kira "


" Ya kalo salah kira emang kamu tahu kenapa dia ngikutin sama kasih surat enggak kan makanya samperin langsung dan tanya sama orangnya biar jelas gitu " Terang Eve kembali


" Kak Angga gimana kak "


" Kakak gak tahu karena kakak gak pernah alami itu tapi saran Elva bisa kamu coba Dek, asal kamu samperin nya sama teman kamu biar nanti kalo ada apa apa ada teman kamu yang cari bantuan dan jagain kamu " Jelas Dimas pada Reta


" Ohh gitu ya, maksih kakak ku sayang dan kak Eve yang sangat aku sayangi ini, baiklah lanjutkan acara kalian Reta keluar dulu ya ngantuk mau tidur siang dadah kaka kaka ku " Ujar Reta sembari tersenyum manis dan memberikan kiss vay sebelum pergi dan keluar dari dalam kamar Dimas, lalu Dimas dan Eve hanya menggelengkan kepalanya daha melihat tingkah Reta yang baru saja terjadi itu.

__ADS_1


" Adek mu Mas " Bisik Eve sesekali tersenyum


" Adik ipar kamu sayang " Balas Dimas lagi


" Hahaha " Tawa keduanya pecah setelah itu, laku mereka mematikan tv nya dan tidur siang karena keduanya merasa mengantuk setelah menonton tv dan berbincang bersma dengan Reta beberpa saat lalu.


Malam harinya saat Eve tidur tengah malam ia kebangun lagi karena merasa lapar dan ia pindah membangunkan Dimas untuk menemani nya makan di ruang makan.


" Mas, Mas Dimas bangun Mas " Panggil Eve pada Dimas dan sesaat Dimas membuka matanya dan terduduk lakubmenywbder ke senderan ranjang


" Hmm kenpa Elva? " Tanya Dimas dengan nada serak khas orang bangun tidur


" Laper temenin makan ya " Balas Eve


" Laper, yasudah ayo temani makan, jangan lupa pakek jaket karena dingin banget malam ini " Ujar Dimas, lalu keduanya pun keluar daribkamr dengan Eve dan Dimas yang mengenakan jaket nya keduanya ke ruang makan Dimas duduk dua-kursi ruangan tersebut sedangkan Eve mengambil makanannya dan minumannya.


" Enggak Dek memang kamu lagi buat apa? " Tanya Dimas


" Teh hangat, Mas mau juga " Balas Eve


" Boleh yang agak pahit ya " Jawab Dimas pada Eve, setelah membuat teh hangat untuk dirinya dan Dimas Eve menju meja makan sembari membawa dia gelas teh hangat dan juga satu piring makanan nya.


Sembari menunggu Eve makan Dimas meminum teh hangat buatan Eve dan itu menyegarkan tenggorokan Dimas ya meskipun hangat tapi tada segar tetap ada juga membuatnya hangat karena malam itu sangat dingin .


Setelah selsai makan dan minum Eve me bersihkan bekas bekas dan piringnya sekalian, lalu keduanya kembali ke kamar mereka untuk melanjutkan tidurnya, di dalam kamar Dimas melepaskan jaketnya dan mematikan AC kamarnya lalu dan menyalakan pemanas ruangan yang ada di dalam kamarnya itu agar hangat, Eve juga melepas jaketnya lalu kembali membaringkan dirinya di kasur bersma dengan Dimas


" Mas masih dingin " Ujar Eve memeluk dirinya sendiri


" Nanti enggak lagi Mas udah nyalakan pemanas nya dan mematikan AC nya sini mas peluk biar gak dingin lagi " Jawab Dimas dan akhirnya Eve mendekat dan memeluk Dimas, keduanya tidur sambil berpelukan malam itu, ta meskipun Dimas harus menahan hasratnya karena dia juga laki laki normal namun ia juga tak mau jika harus meneyetuh bila Eve masih belum siap.

__ADS_1


Keesokan harinya seperti biasa setelah sarapan Eve dan Dimas berangkat bersama, dan kali ini Reta meminta Papinya untuk mengantarkannya karena temannya tidak masuk sekolah sebab sakit.


Sesampainya di sekolah ternyata Fika dan Ailen sengaja menunggu Eve dib gerbang sekolah untuk masuk ke kelas bersma.


" Mas akun turun sini ya " Pinta Eve pada Dimas


" kenapa Elva bukankah sebentar lagi sampek gerbang kita sekalian masuk ke parkiran seperti biasanya " Heran Dimas pada Eve


" Itu udah di tungguin sama Fika dan Ailen di depan gerbang Mas aku turun aja ya buat masuk sama mereka " Pinta Eve kembali sembako menunjuk Fika dan Ailen yang berada di depan gerbang sekolah tersebut


" Hmmm baiklah, nanti kalo ada apa apa lagi langsung telpon aku aja ya " Terang Dimas ia masih merasa khawatir dengan Eve setelah kejadian kemarin


" Iya Mas tenang aja " Jawab Eve sambil menampilkan senyuman nya yang mampu membuat Dimas merasa tenang.


Dan saat sampai di depan gerbang Eve keluar laku menghampiri ke 2 temannya, sedangkan Dimas ia melakukan mobilnya masuk ke dalam setelah Eve keluar dari dalam mobil dan menghampiri Fika juga Ailen.


Sampai parkiran saat Dimas keluar ternyata bertepatan dengan Lora yang juga baru sampai di parkiran dan baru juga datang, Lora langsung menghampiri Dimas dan menempel seperti kemarin


" Ehh Angga baru dateng " Ujar Lora centil


" Maaf Bu ini sekolah anda harus jaga sikap anda. " Tegas Dimas merasa tidak suka dan jijik sekali mendengar ucapan dari Lora yang centil itu


" Maaf Pak Angga, anda baru sampai " Ujarnya kembali dengan bahasa yang beda namun nada yang sama .


Dimas pun menghiraukan nya dan berjalan cepat menuju ruangan nya , seme tara Lora ia merasa kedak dan ingin marah matanya sudah menatap tajam kepergian Dimas dan otaknya merencanakan sesuatu dengan sangat licik, bibirnya tersenyum sinis meremehkan, lalu Lora juga berjalan menuju ruangannya berada .


Di tempat lain dikantin ternyata ada seorang yang memperhatikan Eve yang sedang berjalan bersama ke dua temannya menuju kelas yaitu Ronal sepupu dari Fika yang baru saja pindah, ia merupakan siswa yang lumayan nakal tapi pintar beberpa garinini memang tak menimbulkan maslah tetapi entah kedepannya, setelah ia melihat Eve dia merasa tertarik dan ingin bermain, Ronal tersenyum sembari memikirkan aksinya itu.


Bell istirahat telah berbunyi setelah 2 jam pelajaran di mulai tadi pagi, Eve dan ke 2 temannya sekarang berada di kantin sambil memakan batagor yang mereka ke dan dan es teh manis, tak lama ada 3 cowok yang tiba-tiba duduk di depan mereka yang di mana mereka adalah kaka kelas mereka yang sangat terkenal di sekolahan.

__ADS_1


__ADS_2