My Girl Serena

My Girl Serena
BAB 15


__ADS_3

Sesaat Eve pun pergi dari sana menuju ruang kantor Dimas yang sudah menjadi suaminya itu, ia juga ingin bertanya sebenarnya kenapa harus membawa tas segala apakah pulang, ini kan belum waktunya pikir Eve.


Setelah sampai ia mengetuk pintu nya lalu masuk ke dalam ruangan, di sana ada Dimas yang sudah menunggunya sembari duduk di sofa ruangan nya juga melihat ponselnya tercetak jelas ekspresi wajahnya yang tidak biasanya, saat melihatnya Eve bingung kenapa dia, kenapa sepertinya sedang gelisah dan banyak pikiran, batin Eve


" Maaf Pak saya masuk pintunya sudah saya ketuk tapi Bapak tidak dengar " Ujar Eve pada Dimas karena tidak mendapat jawaban ya secara Dimas tidak mendengarnya juga tidak melihatnya masih sibuk dengan pikirannya sendiri melihat ponselnya


" Mas Dimas " Teriak Eve memanggil Dimas tidak memakai Pak, seketika Dimas pun tersadar dan menoleh ternyata Eve sudah ada di depannya sembari mengerucutkan bibirnya lucu


" Astaga Elva kamu ngagetin saya saja " Ujar Dimas lalu menyimpan ponselnya dan meraih kertas tugas yang ada di tangan Eve kemudian memasukkannya ke dalam tas kerjanya


" Pak Dimas tugasnya sudah saya serahkan lalu maksudnya Bapak menyuruh saya membawa tas apa ya Pak " Ucap Eve menhan rasa penasaran nya sejak tadi pada Dimas


" Kalo berdua tidak perlu panggil Pak Elva saya suami kamu lo ini " Terang Dimas ia sudah mulai terbiasa dan juga Dimas menyadari bahwa semenjak pertama kali ia bertemu dengan Elva ia pun sudah jatuh cinta pada gadis itu dan sekarang rasa cinta yang tumbuh di hati Dimas semakin besar.


" Pak ini di sekolah, jika saya panggil dengan sebutan lain, nanti malah tidak sopan " Ucap Eve


" Haisss Elva sayang kita pulang awal nanti ada rapat mungkin setelah istirahat kelas akan di pulangkan lebih awal, untuk rapat para guru mengenai ujian semester ini " Jelas Dimas gemas sembari memanggil Eve dengan sebutan sayang.


Tanpa sadar Eve yang di panggil begitu detak jantungnya pun meningkat dan ia pun tidak bisa berkata-kata, seolah lidahnya kelu dan mulutnya tidak mau di ajak untuk berbicara karena terlalu kaget


" Elva, haii kamu gak papa kan " Ujar Dimas karena melihat Elva yang hanya Diam saja tidak merespon


" Elva, sayang " Panggil Dimas lagi


" Ba bapak jangan panggil Eve gitu geli tahu dengernya " Jawab Eve bergidik geli setelah mengembalikan kesadaran nya lagi saat mendengar panggilan kedua dari Dimas

__ADS_1


" Kenapa, apakah ada yang salah dengan panggilan saya? " Tanya Dimas pura pura tidak mengerti padahal ia hanya ingin menggoda Eve saja sebab melihat raut wajah lucu Eve saat ia memanggilnya seperti itu


" Ishh, Mas jangan panggil sayang napa gak suka aku gak suka geli tahu ahh gak ngerti banget sih " Kata Eve kesal dan mengubah nada bicara nya seperti biasa saat mereka hanya berdua.


" Hahaha kamun lucu, ya sudah kita berangkat sekarang " Ajak Dimas ia sudah membawa tas kerjanya juga


" Tapikan belum waktunya pulang? " Tanya Eve


" Kamu lupa, tadi kan sudah saya jelaskan, habis istirahat sekolah akan di adakan rapat tentang ujian semester mungkin akan pulang lebih awal Elva " Jelas Dimas lagi pada Eve


" Emang Bapak gak ikut rapat nya "


" Tidak, ada pekerjaan kantor yang mendesak, saya sudah izin dengan yang lain soal itu jadi tidak perlu khawatir "


" Elva, ayo kita ke kantor sekarang " Ajak Dimas sembari ia membuka pintu nya, Eve hanya bisa menganggukkan kepalanya dan mengikuti Dimas pergi dari sana menuju parkiran, sebelumnya di jalan dan di koridor sekolah banyak yang mencibirnya tetapi ia abaikan apalagi Dimas menggandeng tangannya karena ia jalan lambat.


Sebenarnya Eve malu saat tangannya di gandeng oleh Dimas tetapi menjadi kesal karena mendengar banyak yang membicarakannya, namun apalah daya, Dimas sekarang sangat berbeda setelah menikah sikap yang selama ini belum Dimas tunjukkan padanya keluar, ya meskipun baru kemarin mereka menikah tetapi Eve tidak sebodoh itu hingga ia tidak bisa melihat perubahan yang di tunjukkan Dimas padanya .


Sesampainya di parkiran Dimas membukakan pintu mobil untuk Eve, dengan cepat Eve pun masuk kedalam mobil tersebut, setelah itu Dimas dengan cepat masuk ke bagian kemudinya lalu kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya keluar dari perkarangan sekolah.


Selanjutnya mereka menuju kantor Dimas dengan kecepatan sedang, di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali lantaran Eve yang sedang kesal sekaligus malu. Tetapi setelah mendengar ucapan Dimas ia pun menjadi semakin malu lagi .


" Kamu tidak berganti pakaian kita akan ke kantor masak kamu pakai seragam " Ujar Dimas pada Eve


" Emang ada tempat buat ganti pakain ya? " Tanya Eve

__ADS_1


" Di belakang kamu bisa berganti pakaian di bangku belakang saya tidak akan melihat toh kacanya juga saya tutup " Terang Fimas lagi


" Haaahh Mas Dimas suruh aku ganti di mobil ini di belakang, aduh Mas aku malu, tadi udah malu di sekolah gara-gara Mas gandeng sekang tambah lagi ishh " Gerutu Eve


" Elva saya tidak punya banyak waktu karena jam pertemuan kliennya sebentar lagi sayang ayolah, saya tidak akan melihat mu percayalah pada saya Elva " Rayu Dimas pada Eve


" Dasar laki... Ihhh gak tahu perempuan aja ahh kesel... " Kenal Eve dengan pipi nyang sidah memerah seperti tomat


Akhirnya Eve pun mau tidak mau berganti pakain di bangku belakang, ia pindah dari depan ke belakang, mencari pakaian yang cocok untuk di kenakan di dalam tasnya di sana.


Setelah menemukannya dan mendapatkannya Eve mengganti seragamnya dengan pakain tersebut dengan cepat, Eve berganti dengan kemeja warna hitam polos dengan ikat pinggang hitam yang polisi juga lalu ia memaki celana kulot warna hitam, untung daja ia menemukan ada kardigan merah marun nya, akhirnya ia juga memaki kardigan tersebut setelah itu ia menggerakkan rambutnya juga menyisirnyan, memoles sedikit wajahnya dengan bedak juga celak, tak lupa dengan lipgloss pink natural, ia juga memakai kacamata minus nya, sebenarnya Eve mempunyai mata minus tetapi ia jarang memakai kacamatanya, Eve biasanya memakai kacamata saat penting saja atau saat ia ingin karena minusnya tidaklah banyak.


Selanjutnya Eve memakai jepit rambut nya yang ia jepit kan dengan rambut yang setengahnya ia tarik kebelakang, setelah selesai Eve pun kembali lagi ke depan.


" Sudah Aku udah selesai ganti baju, Mas bisa buka kacanya " Ujar Eve, memang benar kaca nya Dimas tutup dan Dimas sama sekitar tidak melihat Eve berganti pakaian, mereka memberhentikan mobilnya sebentar saat Eve berganti pakain tadi .


" Hmm " Jawab singkat Dimas ia pun membuka kacanya dan menoleh ke samping, terpana tentu saja, ia tertegun dengan kecantikan alami Eve apalagi kini Eve tampil berbeda dengan biasanya, jantungnya sudah tak karuan berdetak dangat kencang sudah seperti biasa selesai lari maraton saja.


" Mas, kenapa kamu lihatin aku kayak gitu, apakah ada yang aneh " Unar Eve karena Dimas terus memandangnga


" Hah tidak, kamu cantik dan ... "


" Dan.. Dan apa? " Tanya Eve penasaran


" Manis saya suka " Jawab Dimas lagunya tersenyum kemudian ia melanjutkan mobilnya kembali menuju kantor.

__ADS_1


__ADS_2