My Possessive Cat Girl

My Possessive Cat Girl
Menggosipkan Pacar


__ADS_3

"Kemana dia?" Chuan Yun mulai khawatir.


"Aku disini," Ting Er segera muncul dari balik pintu kamar Chuan Yun dengan pakaian pelayan wanita.


Majikannya itu sampai terkejut tak terbiasa melihat gadisnya berpakaian seperti wanita. Karena dua hari terakhir ia masih meminjam pakaian Chuan Yun.


Begitu juga Si Mu yang belum bisa menutup rahangnya ataupun berkedip.


"Tuanku, kenapa kita tidak membelikannya pakaian perempuan saja? Saat memakai pakaian Tuan tetap terlihat cantik. Saat memakai pakaian perempuan jadi terlihat puluhan kali lebih cantik," celetuk Si Mu tanap sengaja karena kepalanya yang error.


Benar saja, Chuan Yun langsung menatapnya dengan tajam.


"A- ampun Tuan," Si Mu menunduk dengan bibir melengkung ke bawah.


"Si Mu benar. Bagaimana kalau kita pergi membeli pakaian untukmu?" tawar Chuan Yun kepada Ting Er.


Mata gadis itu langsung membulat dan berbinar seperti mata kucing sungguhan, "Apa kamu akan mengajakku keluar dari rumah ini dan berjalan-jalan di pasar?"


"Eee ..." Chuan Yun tampak berfikir dua kali.


"Aku tidak tahu apa kita bisa keluar bersama," Chuan Yun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Aku akan tetap menggunakan pakaian pelayan ini! Boleh kupinjam kan Zhi Yu?" Ting Er membalik badannya untuk menatap salah satu pelayan wanita yang meminjaminya itu dan menyentuh pundaknya untuk merayu.


"Tentu saja, Nona Bao," Zhi Yu tersenyum baik. Ia sangat senang bisa berjasa menyelamatkan pacar tuannya barusan.


Ting Er berbalik ke arah Chuan Yun, "Lihat?"


"Baiklah ... kamu menyamar menjadi pelayanku ya. Lalu kita keluar bersama. Tapi hari ini sudah malam, bagaimana kalau besok siang sepulang kelas pedang dan catur?"


"Setuju!" jawab Ting Er dengan mantap.


"Aih ngomong-ngomong aku sangat senang menyamar. Kyaaa ... kalau begini aku bisa keliling istana!"


Chuan Yun menggeleng sambil tersenyum tak tahan melihat tingkah menggemaskan gadis kucingnya.


"Baiklah begini saja. Kamu terlihat menghawatirkan sekali," desis Chuan Yun.


Ting Er berhenti berputar-putar dan berhenti tersenyum, "Menghawatirkan?" tanyanya.


"Zhi Yu. Mulai hari ini kamu jadi pelayan pribadinya sekaligus penjaganya. Jangan biarkan dia pergi tanpamu," perintah Chuan Yun.

__ADS_1


"Ah baik Tuan," Zhi Yu langsung menunduk mengiyakan.


"Horeee ... Kak Zhi Yu! Besok bawa aku keliling ya?!" seru Ting Er dengan penuh semangat.


"Siap Nona Bao!" Zhi Yu memasang senyum dan deretan giginya.


"Ah aku jadi terbangun gara-gara orang-orang itu. Aku tidak menyangka Wu Yin ikut-ikutan membenciku dan bekerja sama dengan Kak Fu Jia," Chuan Yun malah membicarakan hal ini lagi, lalu berjalan masuk ke kamarnya dengan langkah gontai dan ekspresi sedihnya yang samar.


Ting Er berhenti melompat dan tertawa bersama Zhi Yu, ia segera berlari kecil menyusul Chuan Yun.


"Chuan Yun!"


Pemuda itu langsung menghentikan langkahnya dan memutar balik untuk menatap mata gadis kucing yang berani menyebut namanya lagi.


Si Mu geregetan sampai kedua kakinya ia hentakkan sendiri di lantai secara bergantian.


"Apa belum terbiasa mendengarku memanggilmu begitu?" Ting Er memelas.


Namun tiba-tiba ia tersenyum, lalu menelengkan kepalanya untuk menengok ekspresi Chuan Yun dari bawah, "Bagaimana kalau panggilan sayang? Kita ini sudah berpacaran kan?"


Si Mu yang mendengarnya merasa jijik dan nyaris pingsan.


"Aku perlu memikirkan panggilan yang bagus. Sudah tidurlah lagi, ini sudah malam. Aku akan belajar sebentar," Chuan Yun membalik badannya dan berjalan dengan langkah sangat cepat ke arah perpustakaan pribadinya.


"Eh ... eh ..." Ting Er cemberut begitu pacar barunya meninggalkannya begitu saja.


Chuan Yun mengambil buku secara acak dan asal saja karena gugup, lalu duduk di bangkunya. Ia membuka halaman bukunya secara acak pula dan berpura-pura membaca.


"Yang Mulia ... maaf tetapi bukunya terbalik ..." Pelayan utama perpustakaan pribadi Chuan Yun yang bagian mencarikan buku dan menata buku sesuai kebutuhan bangsawan segera menegur Chuan Yun.


Chuan Yun melotot kaget, ia langsung membalik kembali bukunya.


"Yang Mulia sedang membutuhkan buku macam apa?" tawar pelayan utama itu begitu menyadari judul buku yang majikannya bawa.


Chuan Yun mendelik menyadari kesalahannya.


"Karakter kucing dari warna bulunya serta perawatannya," eja pelayan itu.


Pelayan laki-laki itu tertawa tertahan. "Yang Mulia bahkan belum pernah berkunjung lagi ke rumah kucing di belakang halaman. Kucing-kucing lain pasti merasa iri dengan Bao Bao, kucing jingga ruang utama itu."


Chuan Yun langsung menyadari hal yang sempat ia lupakan itu, "Benar. Aku sudah lama tidak menengok mereka karena terlalu fokus kepada Bao Bao," aku Chuan Yun.

__ADS_1


"Sebenarnya aku kemari untuk belajar sejarah pedang pusaka Kerajaan Hui. Tolong carikan untukku, Han Jue," Chuan Yun menutup buku panduan kucing yang ada di tangannya.


"Ah baik Tuan," Pelayan utama perpustakaan yang bernama Han Jue itu bergegas masuk ke lorong rak buku khusus sejarah.


Tak lama kemudian Han Jue kembali dengan empat tumpuk buku di tangannya, "Ini Yang Mulia."


"Terimakasih."


**_**


"Kak Zhi Yuuu ... oh Kak Zhi Yuu~" panggil Ting Er dengan setengah bernyanyi karena bahagia.


"Mau kemana kita hari ini?" Ia menaik turunkan alisnya di depan pelayan pribadinya yang baru itu.


"Tadi pagi Yang Mulia mengingatkan saya. Di belakang halaman ada rumah kucing. Kalau-kalau Nona Bao merasa kangen dengan teman-teman dan saudaranya?" tawar Zhi Yu.


"Rumah kucing? Whooaa ...! Apa Pangeran Chuan Yun itu begitu mencintai kucing sampai-sampai berternak di belakang rumah?!"


Zhi Yu mengangguk-angguk membenarkan. "Entah Nona Bao sudah lupa ingatan atau memang belum tahu, Pangeran Ketiga itu sangat penyayang dengan binatang."


"Lalu? Ceritakan lebih tentang dirinya!" pinta Ting Er.


"Saya bisa menceritakan banyak. Apa Nona penasaran dengan karakter calon suami?" Zhi Yu sudah berani menggoda majikannya sambil menutup mulutnya menahan tawa kecilnya.


"Iya tentu, ceritakan ceritakan!" kata Ting Er dengan begitu semangat.


Kebetulan juga Chuan Yun baru saja keluar dari pintu kamarnya dengan pakaian lengkap, bersiap untuk kelas. Ia melewati kedua gadis berpakaian pelayan yang sedang membicarakan tentang dirinya.


Begitu Chuan Yun lewat, keduanya langsung terdiam, mengunci mulut mereka rapat-rapat.


Sehingga Chuan Yun menghentikan langkahnya dan melirik keduanya karena curiga.


"Zhi Yu, jangan berbicara aneh-aneh tentangku kepadanya," pesan Chuan Yun sebelum pergi dengan ekspresi datar nan dinginnya seperti biasa.


Begitu Chuan Yun dan Si Mu pergi menghilang dari balik pintu kediaman, Zhi Yu dan Ting Er tertawa dengan keras bersama-sama.


"Hahahaha!"


"Ah sudah-sudah. Lanjutkan ceritamu," kekeh Ting Er.


"Jadi ... Tuan Muda adalah anak laki-laki terjenius dari kesepuluh anak laki-laki permaisuri," kata Zhi Yu sebagai cerita pembuka.

__ADS_1


__ADS_2