My Possessive Cat Girl

My Possessive Cat Girl
Dia Bukanlah Kucing Bao Bao!


__ADS_3

Ting Er menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil cengengesan.


"Tapi itu murni kesalahannya. Dia tidak mau menemani kami berbelanja. Laki-laki kuat yang cepat lelah, hahh ..." Ting Er menghela nafas kesal.


"Jika itu bukan orang yang Tuan sayangi, aku pasti sudah memukulnya. Seumur-umur Tuanku tidak pernah terlihat sesedih itu. Benar-benar seperti orang kehilangan harta," Si Mu menghela nafas mengingat-ingat sambil mengangguk dengan ekspresi kesal.


"Hihihi," Ting Er tertawa sekali lagi.


"Ngomong-ngomong, dia sudah bisa akrab dengan pangeran yang lainnya ya?" Ting Er mengalihkan pembicaraan.


"Iya. Ada keajaiban hari ini. Kau tunggu Tuan Muda sampai sadar nanti, aku akan pergi sebentar. Sebenarnya Kaisar memanggilku tadi," Si Mu beranjak dari sana hendak pergi.


"Tunggu. Apa itu Soal perjodohan dengan Putri Hwang lagi?" Ting Er mengerutkan alisnya.


Si Mu menghentikan langkahnya dan menoleh, "Mungkin? Aku tidak tahu. Aku juga tidak bisa berbuat banyak."


Ting Er cemberut sambil melihat kepergian Si Mu. Jika Chuan Yun menikahi gadis lain, aku bagaimana? Apa aku akan dibuang dari sini atau jadi pelayan istana selamanya?


Tapi ... Chuan Yun bodoh ini pasti lebih mencintaiku kan? Ting Er kembali menatap pria yang katanya sempat menangisinya kemarin.


Kamu ini menggemaskan. Sayang sekali dengan kucing. Ting Er terkekeh sambil menutup mulutnya.


Tiba-tiba pemilik mata yang terpejam itu membuka matanya. Ting Er yang menydarinya segera melebarkan matanya kaget.


"Eh Majikan. Kamu sudah bangun?" sapanya dengan senyuman lebar.


"Apa masih pusing?" tanyanya lagi dengan perhatian.


Chuan Yun menggeleng tanpa ekspresi. Ia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Ting Er.


"Majikan. Kamu pasti sangat menderita. Aku sudah kembali kok ..." Ting Er terkekeh.


"Kau membuatku takut," kata Chuan Yun.


**_**


"Cara menyingkirkan kucing itu? Hanya ada satu cara," jawab seorang wanita tua.


"Bagaimana itu?" Zi Lin menatap wanita itu penuh harap.

__ADS_1


Namun wanita itu malah tertawa seram. "Masalahnya Nona Bangsawan Zi Lin. Gadis yang kau tanyakan itu bukanlah siluman kucing. Dia manusia biasa. Maka cara menyingkirkanya ya hanya dengan membunuhnya," terang wanita itu.


"Tidak mungkin. Jelas-jelas dia siluman kucing. Atau kamulah yang kurang profesional!" tuding Zi Lin.


"Saya sama sekali tidak berbohong. Jika dilihat, energi siluman akan berbeda dengan manusia biasa. Siluman memiliki energi berwarna ungu. Sedangkan manusia berwarna merah," jelasnya.


"Saya sudah menerawangnya berkali-kali dan warna energinya adalah merah," wanita itu kembali menekankan.


"Tidak mungkin ... jadi dia itu kucing Bao Bao yang palsu?" heran Zi Lin.


"Maka ini adalah kelemahannya di depan Chuan Yun!" Zi Lin tersenyum lebar.


"Tapi bagaimana cara membuktikannya pada Chuan Yun?" Zi Lin berfikir keras.


"Tidak ada pembuktian yang bisa diberikan, kecuali ia juga bisa melihat energi itu. Sayangnya dia bukan peramal sepertiku. Lalu ... jika dia adalah kucing yang bangkit, seharusnya ia masih bisa berubah menjadi kucing," pungkas wanita itu.


"Tapi Nona Bangsawan Zi Lin jangan khawatir. Saya bisa mengirimkan sinyal agar ia terus bertanya-tanya mengenai kucing itu. Jika saya memerintahkan sesuatu nanti, segera lakukan di waktu yang tepat," Wanita tua itu tersenyum disertai dengan anggukan Zi Lin.


Ia segera menutup matanya dan berfokus mengirimkan sinyal kepada jiwa Pangeran Chuan Yun.


**_**


Chuan Yun mengelus kepala Ting Er seperti biasanya, lalu berusaha duduk dari tempatnya. Ia mengambil buku yang ada di mejanya sejak kemarin dan membuka halaman yang sudah ia tandai.


"Kemarin ternyata belum selesai kubaca," lirihnya.


Ia masih dengan tekun mencari tahu soal kucing yang bangkit, yang ada hubungannya dengan pedang yang ia beli kemarin.


"Tidak disangka pedang ini berhasil kubeli dengan harga murah. Pedagang tua itu pasti mencuri hasil jarahan saat perang satu abad lalu." Chuan Yun mendecakkan lidahnya sambil menggeleng.


"Dia tidak tahu seberapa mahal benda ini," Chuan Yun menatap pedang yang masih terselubung dalam sarungnya itu.


Kemudian ia menghela nafas dan kembali membalik lembaran buku selanjutnya. Entah bagaimana jendela kamar itu tiba-tiba terbuka seperti ada engsel yang rusak. Angin yang masuk pun menerbangkan dan membalikkan lembaran buku itu ke tempat yang seharusnya sesuai keinginan wanita tua yang mempelajari sihir itu.


[] Kucing itu sebenarnya tidak bangkit sendiri dengan bantuan cahaya bulan saja. Tetapi Kaisar Hui Yang Su yang menangis di kuburannya dengan tangan yang mengepal erat pada pedang sihirnya itu tidak sengaja melukai jarinya. Darah yang menetes membuat ukiran mantra di sepanjang pegangan pedang, lalu merembes masuk ke tanah, dan mengenai tubuh kucing itu. Seketika kuburan kecil itu rusak dan timbunan tanahnya melesak ke luar karena jasad Kucing bernama Xie Lu itu telah berubah menjadi manusia. []


Chuan Yun membelalakan matanya setelah membaca itu dengan serius tanpa jeda.


Dengan cepat ia mengingat kembali kejadian itu. Yang ia ingat hanyalah jatuhnya Ting Er dari langit langsung menuju ke danau.

__ADS_1


Jasad Bao Bao sendiri masih ada disana. batinnya.


Kuburannya ... Chuan Yun langsung bangun dengan cekekal. Ia berlari ke luar hanya untuk melihat kembali kuburan itu.


Tapi hasilnya nihil. Kuburan itu masih tertata rapi seperti biasanya.


"Tidak, pasti ada kesalahan. Mungkin kejadiannya tidak sama setiap abadnya. Kali ini ia diterjunkan dari langit," Chuan Yun beralasan pada dirinya sendiri dan tersenyum.


Tiba-tiba Zi Lin ada di belakangnya.


"Yang Mulia Pangeran ke Tiga," sapa Zi Lin.


Chuan Yun terkejut nyaris berteriak. "Ada apa?! Mengagetiku saja!"


"Maafkan Zi Lin Yang Mulia," Zi Lin menyentuh tangan Chuan Yun dan menatap matanya.


Chuan Yun secara tidak sengaja melihat salah satu tangan Zi Lin yang membawa kantung merah dengan tulisan khas rumah peramal. Ia segera tahu apa yang gadis itu ingin lakukan padanya.


Aku tidak boleh menatap matanya, batinnya.


"Tidak disangka kau menggunakan cara licik untuk membuatku suka padamu. Kamu kira aku sebodoh apa? Setelah ini aku akan mengirimmu pulang ke desa dan membuatmu menyesal!" bentak Chuan Yun sembari menyahut kantong itu dan membuangnya ke danau.


Zi Lin terkaget-kaget sendiri. Ia jadi ketakutan karena niatnya sudah terdeteksi.


"Penjaga!"


Penjaga-penjaga yang berjaga di sekitar Chuan Yun pun dengan sigap berkumpul di sana.


"Kalian semua melihat apa yang dia lakukan tadi kan? Juga kantong itu. Jadi tunggu apa lagi? Laporkan kepada ayah dan pastikan ia dipulangkan hari ini juga!" perintah Chuan Yun.


"Baik Yang Mulia!"


Gadis itu meronta minta di lepaskan, "Lepas! Aku akan bicara satu hal untuknya! Baiklah ... sebelum aku pergi!"


Chuan Yun pun menatapnya kembali.


"Dia ... gadis itu. Bukanlah Bao Bao! Dia bukan kucingmu! Dia adalah penipu! Dia pasti pelayan biasa yang menjatuhkan diri ke danau saat kucingmu itu tiada! Kau tidak pantas mencintainyaa!"


"Ayo!!" paksa penjaga-penjaga itu hingga Zi Lin diseret pergi.

__ADS_1


__ADS_2