My Ring Is My Love

My Ring Is My Love
BAB 23


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama masuk di musim gugur. Hari ini mata kuliahnya hanya ada satu. Ia berencana melihat tim basket berlatih. Tentu saja yang utama adalah bertemu Kurio. Sejak semalam Kurio tak menghubunginya sedikitpun. Mungkin lelah. Itulah yang terus-menerus dikatakan Aizawa dalam hatinya. Bahkan pagi ini pun Kurio belum menghubunginya.


Setelah jadwal kuliahnya selesai, Aizawa menuju lapangan basket yang terletak cukup jauh dari fakultasnya. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di lapangan tempat tim nasional berlatih. Namun, hanya kecewa yang ia dapat setelah sampai disana. Aizawa sudah mencari Kurio bahkan di setiap sudut lapangan. Namun, hasilnya nihil. Bahkan beberapa teman dalam timnya mengaku belum melihat Kurio hari ini. Merasa takut hal buruk terjadi, Aizawa segera mengambil ponsel dan menghubungi Kurio. Satu nada tersambung terdengar.....Dua nada tersambung terdengar......Dan pada nada tersambung ketiga......"Halo?"


Mata Aizawa terbelalak. Terdengar suara wanita menjawab telepon Kurio. Pikirannya menerawang jauh. Siapa wanita bersuara lembut ini?


"Halo?" Sapa wanita itu sekali lagi dan membuyarkan lamunan Aizawa.


"Maaf, Kurio ada?" Ucap Aizawa berusaha menjaga suaranya tetap tenang. Lawan bicaranya kali ini lebih lembut dari suaranya. Bahkan lebih lembut dari Megumi.


"Kurio sedang mandi. Ada perlu apa ya?"


Nafas Aizawa terasa tercekat. Tangannya gemetar meski menggenggam ponsel. Ia menarik nafas dalam. "Tidak ada. Nanti biar saya telepon lagi. Terima kasih."

__ADS_1


Sambungan telepon terputus. Dalam benak Aizawa berkeliaran fantasi liarnya. Siapa wanita itu? Kenapa dia bilang Kurio sedang mandi? Apa mereka sedang bersama? Mungkin Ibunya? Bukankah kemarin Ibunya pulang? "Ahh...benar juga pasti Ibunya." Gumam Aizawa sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas. Meski perasaannya tiba-tiba berubah tidak enak.


*********


Dua hari sudah berlalu sejak Kurio dan Aizawa kembali dari Hiroshima. Sejak saat itu pula, Kurio belum menghubungi Aizawa lagi. Meski khawatir, Aizawa berusaha menutupi kegelisahannya. Sejak tadi pagi ia hanya menatap layar ponselnya yang hanya berwarna hitam gelap. Ponselnya seperti mati suri. Ia mondar-mandir sekitar lapangan basket tempat tim nasional berlatih, hanya untuk memastikan Kurio ada disana. Tapi kekecewaan kembali di dapatkan.


Mungkin sudah ratusan kali Aizawa melirik ponselnya. Tak ada satupun pesan masuk ataupun telepon masuk dari Kurio. Air matanya menetes tanpa sadar mengaliri pipinya yang mulus. Ponsel yang sejak tadi ia genggam akhirnya berdering. Betapa terkejutnya ia melihat nama yang muncul di layar.


*********


Meski Aizawa sudah tahu bahwa Kurio adalah anak orang kaya, tapi tetap saja ia takjub ketika melihat perusahaan besar dan mewah yang menjulang tinggi di kota Shibuya. Setelah sampai di depan kantor mewah itu, Aizawa baru teringat akan hal yang penting. Bagaimana caranya mencari Kurio di dalam kantor seluas dan sebesar ini? Buru-buru ia menepis pikiran itu dari kepalanya. Bukankah ia sudah bertekad untuk menemukan Kurio dan mencari tahu apa yang terjadi?


Aizawa melangkahkan kakinya memasuki sebuah pintu kaca tinggi dan mengkilap. Di sisi kanan dalam terdapat sebuah meja resepsionis yang cukup panjang dan menutupi hampir tiga perempat dari tinggi badannya. "Maaf, bisa saya bertemu dengan Kurio?" Tanya Aizawa saat sampai di depan meja resepsonis itu.

__ADS_1


"Maksud anda tuan Kurio? Tunggu sebentar." Ucap wanita cantik yang ada dibalik meja tinggi itu. Ia segera mengambil telepon dan seperti menghubungi seseorang. "Maaf, kalau boleh tahu dengan siapa?"


"Aizawa."


"Maaf, nona Kanata. Ada seorang wanita bernama Aizawa yang ingin bertemu tuan Kurio." Ucap wanita cantik itu di telepon setelah berhasil tersambung.


"Baiklah. Suruh tunggu disana." Ucap suara lembut di seberang telepon.


Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya seorang wanita bertubuh tinggi semampai dan berkulit putih mulus datang menghampirinya. Wanita yang terlihat sangat sempurna. Siapakah? Ada perlu apa dengan Aizawa?


"Jadi kau yang bernama Aizawa?"


Mata Aizawa hanya berkedip-kedip. Ia masih terpesona dengan kecantikan wanita yang ada di hadapannya. Otaknya bahkan masih belum berjalan lagi. Wanita itu segera menjulurkan tangannya ke arah Aizawa yang masih setengah sadar. "Perkenalkan, namaku Kanata, calon istri Kurio."

__ADS_1


__ADS_2