My Ring Is My Love

My Ring Is My Love
BAB 27


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk seorang Yamato. Pagi-pagi sekali ia sudah berpakaian sangat rapi. Kini ia sudah berdiri tenang di depan rumah kontrakan milik Aizawa. Rambutnya berkali-kali di sisir rapi. Mungkin sudah ratusan kali ia menghadap cermin kecil di sebelahnya berdiri. Setelah melihat Aizawa menangis kemarin, Yamato akhirnya membulatkan tekad untuk memperjuangkan Aizawa jika memang Kurio adalah satu-satunya alasan Aizawa menangis.


Sudah hampir 15 menit ia menunggu diluar. Mungkinkah Aizawa sudah berangkat ke kampus? Tidak ada tanda-tanda bahwa rumah itu masih dihuni manusia. Namun, Yamato memilih bersabar dan tetap menunggu Aizawa. Mungkin itulah salah satu pengorbanan yang harus dilakukan.


Tak lama kemudian, terdengar suara pintu rumah yang terbuka. Aizawa keluar dengan mengenakan semi dress berwarna cream, dibalut dengan cardigan kasual berwarna hitam berenda. Kali ini ia mengenakan boots dengan heels 8cm. Rambutnya yang panjang diikat menyerupai ekor kuda dan sedikit di curly di bagian belakang. Sungguh jauh berbeda dengan penampilan sehari-harinya yang cenderung biasa. Kali ini lebih feminin. Mata Yamato tak berhenti menatap perubahan penampilan Aizawa.


"Yamato?" Ucap Aizawa tak kalah terkejut melihat Yamato sudah berdiri dengan penampilan keren di depan rumah Aizawa.


Yamato menanggapi sambil nyengir. "Apa aku mengejutkanmu? Sepertinya aku merindukan Jepang. Lagipula tidak enak meninggalkan timnas dan perusahaan terlalu lama."

__ADS_1


"Kupikir aku sedang berhalusinasi melihatmu ada disini." Ucap Aizawa sambil menghela nafas lega.


"Apa semua baik-baik saja? Tidak terjadi hal yang buruk, kan?" Tanya Yamato sedikit memancing Aizawa agar menceritakan alasan dia menangis sendirian.


"Tidak ada. Semua baik-baik saja." Ucap Aizawa sambil tersenyum. tidak mungkin Aizawa membebani Yamato dengan masalahnya pada Kurio.


baginya saat ini, Yamato kembali dengan selamat serta hubungannya membaik, itu sudah lebih dari cukup.


Aizawa masuk ke mobil yang dikendarai Yamato. keduanya terasa sedikit canggung karena masalah sebelumnya. salah paham pada hari kematian Megumi. Aizawa hanya sesekali melirik Yamato. Yamato beberapa kali mencoba membuka percakapan. tapi semenit kemudian percakapan itu berakhir.

__ADS_1


perjalanan menuju kampus hanya sekitar 30 menit. tapi terasa begitu lama bagi mereka.


*************


Lapangan basket indoor tempat timnas biasa berlatih sudah dipenuhi oleh penonton. Betapa luar biasa sebuah informasi itu tersebar. Padahal hari ini tidak ada jadwal latih tanding. Namun, karena mendengar Yamato sudah kembali, pelatih timnas mengadakan latih tanding secara mendadak.


Para gadis-gadis sudah seperti kilat yang siap menyambar bangku penonton demi bisa melihat permainan idola mereka. Namun, ternyata ada yang lebih heboh lagi. Di bagian tribun sebelah kiri atas. Tepat di deretan tribun Aizawa, terdapat sebuah kursi panjang berlapis emas dan bentuknya seperti kursi para ratu di sebuah kerajaan. Di sebelah kanan dan kiri kursi itu terdapat dua pengawal wanita yang memegang kipas berukuran super besar. Di atas sofa tersebut sudah bertengger wanita super cantik dengan kulitnya yang super mulus. Siapa lagi kalau bukan Lee Kanata.


"Hei, Aizawa. Kau cukup dekat dengan Yamato, kan? Apa kau tahu kabar tentang pernikahan Kurio ini?" Tanya salah seorang fans Kurio pada Aizawa yang sejak tadi seolah tidak tertarik melirik Kanata sedikitpun.

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Lagipula aku kan bukan siapa-siapa." Ucap Aizawa tetap menatap lurus ke arah lapangan basket.


__ADS_2