
Sejak hari itu, Aizawa tak pernah terlihat di kantin. Rasa bersalah Yamato semakin membesar ketika ia tahu bahwa beberapa hari ini Aizawa tetap menjenguk Megumi di rumah sakit. Tentu saja tanpa sepengetahuan Yamato. Tentang Kurio -orang yang dicari Aizawa-, sampai hari ini pun ia masih memikirkan hal itu. Ia melamun di kantin seorang diri. Tiba-tiba sebuah tangan menyambar punggungnya.
"Hei, bro...." ucap Kurio menyapa Yamato yang melamun.
Baru saja ada dalam lamunan, sekarang sudah di depan mata. Manusia seperti dia mana mungkin adalah orang yang dicari Aizawa. Tapi, tak ada bukti yang menguatkan jika memang dia yang dicari Aizawa. Merasa diabaikan, Kurio mengambil sebuah kue yang dipesan Yamato kemudian memasukan ke dalam mulut Yamato.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Yamato terkejut karena ada kue dalam mulutnya. Kurio dan Yamato sudah bersahabat sejak lama. Bahkan keduanya sama-sama berada dalam tim inti basket nasional. Ketika mereka berdua bertemu, seolah melihat dua orang model yang super tampan.
"Apa yang kau pikirkan? Daritadi kulihat kau melamun terus."
Yamato menghela nafas berat. Tidak mungkin. Haruskah ia memastikannya sendiri? "Hei, Kurio. Apa sebelumnya kau pernah pergi ke suatu desa? Atau saat kau masih kecil dulu?" Ucap Yamato berusaha menanyakan tentang masa lalu Kurio.
Kurio hanya menunjukan wajah bingung. "Desa? Kau bercanda, ya? Mana mungkin aku punya waktu untuk jalan-jalan ke desa?"
"Benar juga. Maaf menanyakan hal yang aneh."
__ADS_1
Kurio semakin penasaran. Apa yang membuat sahabatnya terlihat aneh dan bahkan sering melamun. Tapi, sepertinya Kurio memilih mengabaikan keanehan tersebut. "Aku ingin menjenguk Megumi. Bisa kau temani aku nanti?"
"Tentu. Dia pasti senang."
***********
Di luar dugaan, Megumi bahkan sedang asyik menonton sebuah film di ponselnya. Ia terlihat jauh lebih ceria dibanding sebelumnya. Meskipun tak bisa dibohongi, tubuhnya semakin hari semakin kurus. Melihat hal itu, wajah Yamato selalu terlihat sedih. Sejak Megumi akhirnya harus menjalani perawatan setiap hari di rumah sakit, ia meminta Kurio untuk menjadi pacarnya. Entah karena kasihan atau memang ada rasa, Kurio menyetujui permintaan Megumi. Kehadiran Kurio merupakan semangat tersendiri untuk Megumi. Itu sebabnya, Kurio selalu berusaha menjenguk Megumi di tengah kesibukannya mengurus perusahaan keluarga. Yamato dan Kurio sudah bersahabat sejak SMP. Tapi, Yamato tak pernah sedikitpun melihat Kurio bersama seorang gadis sebelumnya.
"Megumi, coba lihat aku membawa siapa?"
Kurio tiba-tiba keluar dari balik punggung Yamato dan segera menghampiri Megumi. "Hai, bagaimana kondisimu? Lama tak melihatmu."
"Kurio????!!! Lama aku tak melihatmu !!! Aku merindukanmu." Teriak Megumi terlihat sangat bahagia. Ia bahkan nyaris melompat keluar tempat tidurnya.
"Kau jangan terlalu banyak bergerak." Ucap Kurio sambil mengusap rambut Megumi. Sepertinya Kurio sangat menyayangi Megumi. Ia pun duduk di sampingnya. Keduanya terlihat seperti pasangan yang serasi. Sang wanita berparas cantik nan imut, sedangkan sang pria berparas tampan bagai pangeran.
__ADS_1
"Hari ini sepertinya aku sangat beruntung. Tadi Ai-nee chan datang kesini. Dia membawakan beberapa film bagus. Kemarin juga kesini untuk membawakan beberapa novel kesukaanku. Ternyata dia punya koleksi novel juga."
Kurio memiringkan kepalanya. "Ai-nee chan?"
Sekejap Yamato fokus pada ucapan Megumi. Tak disangka jika Aizawa tetap menjenguk Megumi setelah apa yang sudah ia lakukan padanya beberapa hari yang lalu. Rasa bersalah yang ia rasakan semakin membesar.
"Kau belum tahu? Dia pacar Yamato-nii chan. Mereka serasi sekali."
"Bukan !!" Yamato segera menyanggah secepat kilat ucapan Megumi. Entah bagaimana bisa Megumi sampai mengatakan hal yang tidak pernah terjadi semacam itu.
"Pacar? Hei, bro !! Kau sudah mulai bermain rahasia denganku ya? Sejak kapan kau punya pacar? Kenapa tidak dikenalkan padaku?" Ucap Kurio mulai menggoda Yamato. Selama ini memang tak pernah ada rahasia diantara mereka. Keduanya selalu saling menceritakan segala sesuatu.
"Sudah kubilang bukan. Dia hanya sekedar kenal kemarin." Balas Yamato akhirnya lemas dan memilih pasrah karena dipojokan dua orang sekaligus.
"Mereka masih malu-malu."
__ADS_1
Kurio segera mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Ia mengeluarkan beberapa buku novel kesukaan Megumi. Novel tentang detektif yang baru saja diterbitkan. Sejak SMP, Megumi sangat menyukai buku novel. Terutama novel tentang detektif dan pembunuhan. Selain novel, Kurio juga membawa beberapa bunga indah yang siap diletakan dalam kamar Megumi. Kata orang, bunga membawa aura yang baik terutama untuk orang yang sakit. Megumi sangat bahagia dengan beberapa barang yang dibawakan Kurio. Hubungan mereka sudah berjalan 2 tahun sejak Megumi masuk rumah sakit. Entah dengan alasan apa Kurio menerima perasaan Megumi. Hal itu sedikitpun tak berani ditanyakan oleh Yamato pada Kurio.