My Ring Is My Love

My Ring Is My Love
BAB 28


__ADS_3

"Baiklah. Untuk merayakan kembalinya Yamato, seperti yang sudah direncanakan tadi siang, kita akan mengadakan latih tanding. Ototmu pasti sudah kaku semua kan, Yamato?" Ucap pelatih yang tidak kalah tampan dari para pemain lainnya. "Kita akan bagi menjadi 2 tim. Kita akan lakukan 3 on 3. Untuk pembagiannya tim merah ada Yusuke, Kurio dan Egi. Sedangkan tim biru ada Yamato, Hanada dan Sano. Baiklah. Untuk mempersingkat waktu, silakan bersiap di tim masing-masing."


Entah permohonannya dikabulkan atau bagaimana, sejak tadi Yamato berharap ada di tim yang berlawanan dengan Kurio. Rasanya ingin sekali ia mengalahkan Kurio. Meski selama ini mereka berteman dekat, tapi bukan berarti tidak ada persaingan diantara mereka. Kurio mengambil seragam berwarna merah yang sudah disiapkan. Ia mulai menyapa Yamato yang tiba-tiba merubah jadwal penerbangan tanpa memberi kabar padanya. Pagi ini mereka bertemu di ruang kelas dan betapa terkejutnya Kurio melihat sahabat baiknya sudah kembali. Hal yang sama juga dirasakan Yamato saat melihat Kanata ada di kampus mereka.


"Aku senang kau sudah kembali, bro !! Aku tanpamu hanya butiran debu." Canda Kurio pada Yamato saat mengenakan seragam tim masing-masing.


Yamato tak menggubris ucapan Kurio dan hanya fokus pada beberapa persiapan latih tanding. "Jadi....Kanata akhirnya kesini?"


Tanpa basa-basi dan pemanasan terlebih dulu, Yamato langsung pada inti pembicaraan mereka yang akan menghabiskan berlembar-lembar hanya untuk berdebat membahas Kanata. Yamato dan Kurio sudah bersahabat sejak SMP. Apapun yang terjadi pada Kurio, sebagian besar diketahui oleh Yamato. Bahkan tentang perjodohan yang dilakukan Kurio dan Kanata demi memperpanjang usia perusahaan mereka pun, Yamato mengetahuinya. Meski begitu, ia tahu bahwa hati Kurio tidak benar-benar untuk Kanata. Bahkan pertunangan dengan Megumi saat itupun juga hanya demi mengabulkan permintaan Megumi semata.


"Keluarga mereka meminta untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan." Ucap Kurio sambil menghela nafas panjang dan melirik ke arah tribun penonton dimana Kanata berada. Tidaklah sulit menemukan dimana Kanata duduk. Dimana suatu tempat itu menarik perhatian, maka disitulah Kanata berada. Itulah yang ditangkap oleh pandangan mata Kurio. Sedangkan mata Yamato menangkap sosok Aizawa yang duduk tidak terlalu jauh dari posisi Kanata duduk.

__ADS_1


"Apa Aizawa tahu tentang ini?"


Belum sempat Kurio menjawab, terdengar bunyi peluit tanda pertandingan dimulai sudah dibunyikan. Mereka semua berkumpul di tengah lapangan. Semua sudah berdiri di posisi masing-masing. Suara sorak sorai penonton menghiasi lapangan. Wasit mulai melemparkan bola untuk diperebutkan kedua tim. Yamato dan Kurio saling melompat untuk mengambil bola. Tinggi keduanya hampir sama.


Bola berhasil direbut oleh tim Yamato. Ia mengoperkan bola kepada timnya dan berlari mengikuti bola tersebut. Drible demi drible saling dilakukan untuk mempertahankan bola. Suara decit sepatu terdengar beriringan dengan sorak sorai dari tribun penonton. Bola kembali dioper kepada Yamato dan disaat yang sama ia berhadapan dengan Kurio. Drible beberapa kali dilakukan Yamato untuk mempertahankan bolanya.


"Apa yang terjadi padanya kemarin?" Tanya Yamato disela-sela perebutan bola antara Kurio dan Yamato.


Kurio terlihat bertanya-tanya dan sedikit kebingungan dengan siapa yang dimaksud Yamato.


Kurio tiba-tiba berhenti menghadang Yamato melakukan drible. Itu menjadi kesempatan besar bagi Yamato untuk menerobos pertahanan tim lawan. Ia berlari sekuat tenaga dan kemudian melakukan dunk. Two point berhasil diraih oleh tim Yamato. Sorak sorai penonton semakin heboh menyebut nama Yamato. Namun, ada juga yang tetap memberi semangat pada Kurio. Meski hanya pertandingan latihan, tapi euforia yang dirasakan sudah seperti pertandingan sungguhan.

__ADS_1


Yamato kembali ke posisinya setelah berhasil melakukan dunk. Ia berjalan melewati Kurio yang masih terdiam di tengah lapangan. Ekspresinya terlihat sangat terkejut. Mungkinkah dia sama sekali tidak tahu bahwa Aizawa akan menangis?


Serangan balik dilakukan oleh tim Kurio. Ia mulai berlari menerobos pertahanan tim Yamato dengan melakukan dribble-pass bergantian dengan Yusuke. Pertahanan terakhir dijaga oleh Yamato. Mereka kembali saling menghadang. Yamato berusaha merebut bola dari Kurio dengan sedikit mengecoh pandangannya.


"Jika sekali lagi kau membuatnya menangis, maka biarkan aku merebutnya darimu. Biarkan aku yang melindunginya." Ucap Yamato di tengah-tengah konsentrasinya menghadang Kurio.


"Takkan kubiarkan hal itu terjadi lagi."


Kali ini Kurio berhasil menerobos pertahanan Yamato dan langsung menembak dari jarak jauh. Two point berhasil diraih oleh tim Kurio. Ia kembali berjalan ke posisinya. Yamato hanya mengepalkan tangannya saat melihat Kurio memasukan bola ke dalam ring.


"Kali ini aku serius." Ucap Yamato saat Kurio berjalan melewatinya.

__ADS_1


"Kau pikir aku juga main-main? Takkan kubiarkan kau merebut Aizawa dariku." Ancam Kurio sambil melewati Yamato.


Pertandingan cinta kali ini sungguh sangat rumit. Meski hanya pertandingan latihan, tapi Yamato dan Kurio bermain dengan sangat sengit seolah mereka benar-benar bermusuhan. Mereka seolah melupakan meski siapapun yang menang nantinya, keputusan terakhir tetap jatuh pada Aizawa. Sedangkan Aizawa sama sekali tidak tahu tentang pertandingan cinta yang memperebutkan dirinya sedang berlangsung sengit.


__ADS_2