
Lea tertawa kecil sambil menutup matanya sejenak, Rafa sendiri sudah tau bahwa gadis itu bukan tertawa senang tapi tertawa lelah. " Le, tidur.."
" bentar lagi. sumpah nanggung banget. besok aku bakal luapin hasil begadang aku buat ngedepak direksi-direksi bodoh itu." ujar Lea sambil membulatkan bagian-bagian penting dalam berkas-berkas yang Farhan berikan tadi sore.
" ini lagi Bang Jimmy berani banget main, mentang-mentang gak ad--"
" mampir doang, Raf.. pelit amat. Itu Bang Giyat juga lagi mau masak, bahannya gak lengkap yaudah masak disini aja.. hehehe... gapapa 'kan, Lea?"
Lea tersenyum dan mengangguk. " Tapi jangan sering-sering... ada jatah panti disana."
Jimmy mengangguk. Ia juga tahu kebiasaan Asa memberikan bahan makanan ke panti terdekat. Ia cukup mengerti kenapa Lea kini juga melakukannya. " Kamu mulai jarang makan ya?"
Lea terdiam sejenak, Ia bahkan menyentuh pipinya. " emang iya ya?"
" terakhir aku ketemu kamu, pipi kamu masih kayak bakpao. sekarang kempes gitu.." timpal Jimmy. Lengan Lea juga terlihat lebih kurus. Apa berat badannya turun?
Lea hanya bisa terkekeh canggung, berusaha mengabaikan peringatan Jimmy. padahal Lea baru beberapa bekerja ke kantor, Tapi sudah mengalami perubahan seperti ini. " jangan kayak Asa, Lea. Dia workholic, Ampe akhirnya suka lupa makan, bahkan lupa tidur. Asa gak akan mau kamu ngalamin kayak gitu." Ucap Jimmy.
Lea mengangguk paham. Ia melepas pena dan kacamatanya, dan menyenderkan kepalanya ke bahu Rafa yang duduk disebelahnya. " nah, kan kek gini lebih baik. Dari tadi gue liat muka lo kayak muka orang mau skripsian.."
Lea terdiam bersamaan dengan kedua pria di sekitarnya itu. " ah iya... kuliah musti dilepas juga ya."
Jimmy menggeleng kepalanya, " ngapain? bisa aja Asa pulang sebulan dua bulan lagi 'kan? mending perpanjang cutinya aja jadi 2 semester." Saran Jimmy sedikit memberik ketenangan bagi Lea.
" Lagian, kita udah kirim beberapa orang buat cari Asa disekitar lokasi badan pesawat yang ditemuin. Kebetulan itu disekitar daerah Nusa tenggara, tapi lupa di barat atau timur. Lea cukup duduk manis, kerjain kerjaan Asa dan banyak do'a aja."
Lea mengangguk sambil menerima coklat hangat yang dibuat Giyatsa dan memakan roti sandwich pria itu. Giyatsa menatap sejenak Lea sebelum tersenyum. " Lea kenal Geardion?"
Lea sedikit tersedak saat mendengar nama Dion disebut oleh Giyatsa. " uhuk... Geardion yang mana nih?"
" Geardion abis Siaka Asmoro?"
" Siara Asmoko... nama orang diubah-ubah.." protes Lea. Giyatsa tertawa kecil, menatap jahil Lea. " Itu berarti kenal banget sampe tahu salah sebut nama... kok bisa kenal?"
" temen satu kursus gitu.. kadang ribut sama dia, terus jadi temen... kemarin lulus-lulusan ketemu sama kak Jimmy kok."
" iya, dia geulis pisan euy. sayang gak bisa foto bareng.." Ucapan Jimmy mendapatkan hadiah lemparan kacang dari Rafa yang tak terima milik kakak sepupunya digoda pria modelan Jimmy. " urusin dulu itu bibir membleh lu, bang!"
Saat Jimmy dan Rafa sibuk berdebat, Lea menatap Giyatsa yang tersenyum jahil kepadanya. " kenapa sih kak?"
" mau tau gak?"
" apa?"
" Dion gak suka deket-deket orang."
" tau kok."
" Chandra aja bilang kadang Dion susah ditebak."
" gak juga sih."
" tapi Dion gampang banget ditebak kalo lagi suka sama orang. Dia bakal lakuin apa aja buat orang itu."
" oohh.."
" dan cuma seorang aja yang pernah Dion suka. Udah gak ada sih, jadi hati-hati aja."
Lea menatap ngeri Giyatsa. maksudnya apa? hati-hati dalam artian apa? kepada siapa?
melihat ekspresi takut Lea membuat Giyatsa tertawa terpingkal-pingkal. bahkan tawanya terlihat begitu jahat Dimata Lea. dalam hati Lea mengutuk Giyatsa. " aku bilangin kak Dion temennya ngegibahin dia."
Giyatsa mengendikkan bahunya seolah tak perduli. Meninggalkan Lea dengan rasa penasaran dan dendam hingga akhirnya mendorong gadis itu untuk mengirim pesan teks kepada Dion malam itu juga.
Geardion A.S. Asmoko
__ADS_1
...Hari ini...
...2/10/20X1...
^^^Kak Dionnn^^^
^^^Kakak di gibahin Kak Giyatsa^^^
Giyatsa?
siapa?
...----------------...
Lea terdiam. Ia menatap Giyatsa. " Kak Dion bilang Giyatsa siapa?"
" demi apa? padahal sempet ngobrol di acar kemarin, Njim..."
" AHAHAHAHAHAHA... gak dianggep!!" Sorak Lea yang begitu senang membuat Rafa ikut tertawa keras. pokoknya kalau urusan menistakan abang-abangnya ini, Rafa pasti akan berpartisipasi.
notif di ponsel Lea kembali berdering. itu dari Dion lagi. mungkin pria itu penasaran siapa giyatsa.
Dion AS. Asmoko
Jadi Giyatsa siapa? saya kenal?
^^^kemarin lulusan sama kakak kok^^^
^^^MBA juga^^^
Gak inget
jangan lupa tidur
...----------------...
Lea menghela nafasnya. Benar kata Dion. besok akan ada Rapat pemegang saham Luar Biasa atas permintaan dewan komisaris kantornya Atas pengangkatan Lea sebagai CEO.
seperti laporan yang Farhan berikan dan sikap yang Lea terima, banyak jajaran Direksi yang tidak setuju dan bahkan berencana menurunkan Lea secara paksa, walau akan ada Leo yang menjadi pelindung legal akan posisinya di kantor tersebut.
Terutama Direktur pelaksana atau MD yang memiliki posisi tepat dibawah Asa. Yang Lea tau, Asa kedudukannya paling tinggi, baik secara posisi di kantor maupun pemegang saham.
Tapi sepertinya Si MD ini tidak bisa menerima jika yang memimpin perusahaan adalah remaja perempuan yang gelar S1 saja belum tamat. Banyak jajaran direksi perusahaan yang memihak kepada MD dan berencana menaikkan Pria tua itu sebagai pemimpin mereka yang baru.
Tapi sepertinya MD itu juga bermain kotor. Lea sudah mencari semua sumber busuk yang ada dikantor kakaknya selama beberapa hari ini. Tidak akan ia biarkan mereka mengeksploitasi semua hasil kerja keras dan kepercayaan Kakaknya dengan semena-mena.
Lea bertekad, Saat Asa pulang nanti, pria itu akan tersenyum dan berkata bahwa Lea sudah bekerja Keras dan Pria itu bangga padanya.
" Yah, dia tidur..." ucap Rafa menyadari ada yang basah di pundaknya. Jimmy menawari diri untuk mengantar Lea ke kamar, namun justru di pukul dan lehernya dikunci oleh Giyatsa. " gausah modus lu ya... gue abisin tuh masa depan kalo Lo macem-macem.." bisik Giyatsa penuh penekanan.
Rafa langsung menggendong Lea dan membawanya Ke kamar. Saat masuk ke sana, Ia jadi merasakan perbedaan yang kentara pada ruangan yang luas itu.
Dulu sepertinya, Rafa sering melihat poster bergambar tubuh manusia berserta organ dan otot-ototnya. banyak gambar anatomi ataupun skema perjalanan penyakit,
Tapi sekarang berubah menjadi kertas-kertas bergambar grafik dan diagram yang Rafa tebak membicarakan entah tentang saham, profit, investasi, ataupun Laba dan hal-hal yang berhubungan dengan kantor Sepupunya itu.
Rafa juga tahu bahwa besok adalah hari penentuan akan posisi Lea secara permanen di kantor Asa atau tidak, karena Ayahnya, paman Asa, termasuk dalam jajaran orang yang memiliki saham disana, dan lumayan besar.
Rafa menyadari bahwa Lea memaksakan dirinya memasuki dunia yang bahkan tak pernah Lea bayangkan akan ia hampiri. Tapi Rafa yakin, Usaha dan kesabaran tidak pernah menghasilkan kesia-siaan.
***
Terlalu cepat. Lea merasa terlalu cepat untuk melakukan Rapat umum pemegang Saham disaat ia belum melakukan apapun untuk Perusahaan sebesar ini.
Tapi genggaman tangan Agus dan Juan membuatnya sedikit lebih tenang. kedua pria itu duduk disampingnya. menatap datar sejajaran direktur yang menatap hina Lea.
__ADS_1
dari pandangan Mereka, semua juga tahu kata-kata yang mereka pikirikan. " Mahasiswi cuti memimpin perusahaan? memangnya dia Cinderella?" Lea tersenyum miring mengingat kata-kata itu diucapkan dengan lantang didepannya tadi pagi tepatnya saat ia memasuki Lobby.
tanpa mengundang debat apapun, Seseorang berjabatan MD menghampiri meja Lea, dan meletakkan map yang begitu tebal.
itu berisi semua tanda tangan direktur yang setuju akan petisi bahwa mereka tidak menerima Lea sebagai pemimpin mereka. MD juga menyatakan bahwa hasil voting ini mutlak tanpa paksaan.
Hasil voting atas penolakan CEO yang tidak sah ini, tentu mengundang amarah Agus dan Juan. mereka tidak terima jika Lea direndahkan seperti ini.
" Maaf ya, saya dan rekan-rekan saya kurang yakin bahwa adek ini, yang bahkan kurang mengerti bisnis, akan memimpin kami?
adek ini pikir perusahaan bisa maju kalau disuntik dengan vitamin atau obat? selesaikan dulu kuliahnya, lalu datang kesini, mungkin bisa jadi bagian dari Unit kesehatan kantor kami, bukan begitu bapak-bapak?"
Lea tertawa riang, gadis itu melepas tangan Agus dan Juan dan berdiri. " Waduh, pak... Saya memang gak ngerti bisnis sih, tapi setahu saya... di Matakuliah anti korupsi dan budaya gratifikasi, ada banyak jenis korupsi yang bisa dilakukan di perusahaan, Korupsi uang perusahaan, penyuapan, korupsi jabatan , penggelapan dana, terus...
" Kamu pikir ini kelas dimana kamu presentasi?? kita sedang rapat!!"
" lho...iya dong... saya lagi mau berterima kasih lho sama bapak-bapak Direktur ini... kalian dengan baik hatinya memberi saya contoh yang baik untuk menjadi KORUPTOR.
penggelapan dana udah dicontohkan pak Herman, direktur Pengadaan, ish ada lagi Pak Eben, Direktur finansial yang ngasih contoh korupsi uang perusahaan.. ish, bapak tuh bikin saya begadang buat buktiin kerjaan bapak tau.
dan bapak Ibnu, yang terhormat untuk rekan-rekan penyuapannya... Aduh, bapak keren banget deh nyuapnya diruangan sendiri... kan saya jadi gampang nyari buktinya, Hahahaha..." Tawa Lea yang terdengar begitu senang tidak sesuai dengan keadaan yang mulai ricuh dan wajah pucat Ibnu dan rekan-rekan direksinya yang sudah tertangkap Basah.
Lea menatap tajam, " Farhan, biarin mereka masuk." ucapan tegas Lea disambut dengan terbukanya pintu dan sekitar 8-10 pria berbadan kekar masuk, beberapa dari mereka menggunakan Jas, dan yang lainnya menggunakan Jaket kulit ataupun Jersey bebas. Mereka membekuk para Direksi yang terjerat kasus korupsi di kantor itu.
Lea menatap satu-satunya pria yang berdiri tanpa berurusan dengan koruptor-koruptor itu. " Gausah basa-basi ya Pak. saya masih ada Rapat. Nanti saya mampir ke kantor bapak. Terimakasih mau hadir." Lea membungkuk hormat dan Pria paruh baya itu tersenyum dan mengangguk paham.
Sekeluarnya sumber keributan rapat itu, Lea berdiri ditengah-tengah ruangan itu, menjadi pusat perhatian bagi banyak pemegang saham.
" Saya tahu, Melihat kejadian barusan pasti anda-anda semua sempat berpikir, " perusahaan ini tidak berjalan dengan bersih. Perusahaan ini tidak sehat, perusahaan sebagus ini ternyata telah rusak didalam.
Saya tidak akan menyangkal, tapi juga tidak akan membenarkan. Bukan perusahaan kami yang rusak, melainkan mereka yang melakukan kejahatan kotor tersebut yang rusak, tidak sehat dan tidak bersih."
Lea menunjuk sebuah bangku diantara Agus dan Juan yang kosong. " Itu adalah kursi paling tinggi di kantor ini. Terlihat sama dengan kursi yang anda semua duduki, tapi makna saat mendudukinya begitu dalam dan tinggi, juga berat.
Itulah kursi yang Kakak saya duduki selama membangun perusahaan ini. Itu pula Kursi yang selama ini kosong dan momen itu dimanfaatkan orang-orang rusak itu, dan itulah bangku yang akan saya jaga, Sampai Kakak saya kembali, walau saya belum bisa mengatakan kapan itu terjadi."
Lea menoleh dan menatap satu persatu mata para pemegang saham yang terlihat serius. Inilah yang ia inginkan. Dianggap sederajat, bukan seorang adik dari pemimpin, atau seorang Cinderella yang mendadak memimpin perusahaan. Sebagai Seorang calon CEO bernama Aeleasha Gayatri.
"Kakak saya belum pernah gagal memimpin usahanya, Kalian yang pernah bekerja sama dengannya pasti tahu akan hal itu. Saya tidak berencana menjadi seperti dirinya, saya bahkan yakin bisa lebih baik darinya.
Saya bertekad untuk mengembangkan perusahaan ini, dan tidak tertarik akan kekuasaan disini. Saya hanya menjaga, menggantikan posisinya, sampai beliau kembali. Maka dari itu, saya tahu Anda sekalian bisa melihat mana yang perlu dibimbing dan di ajak bekerja sama. Saya tidak berminat kuliah singkat bersama dengan kalian, saya berniat Mencari keuntungan dari project yang dilakukan bersama kalian.
Sekian dari saya, Aeleasha Gayatri."
Bersambung
****
Test-test... Hehehehe.. Huy Guys..
di akhir chapter ini mau bagi-bagi Info nih, Jadi Untuk urusan bisnis tuh, Ada yang Namanya Rapat Umum pemegang Saham.
Rapat ini dilakukan oleh para investor/pemegang saham pada sebuah perusahaan untuk membahas tentang hal hal yang berhubungan dengan finansial perusahaan gitu. Nah, Di Rapat ini, Pemegang saham punya wewenang lebih tinggi dari Direksi dan dewan Komisaris.
CEO itu biasanya megang saham paling besar di kantor. Kalo kalian nonton Drakor Start-Up pasti paham, Jadi biasanya Founder atau CEO memegang saham perusahaan paling besar, cuma di Drakor agak beda ya.. Nah Si Lea ini kan dapet semua harta Asa, Secara otomatis, Lea udah jadi pemegang saham terbesar di Nextdoor Group.
Korupsi itu emang berdampak buruk buat citra perusahaan.. Kadang bisa aja si Investor jadi enggan naro saham ke perusahaan karena takut bakal dimakan. walau secara teknis itu rumit banget buat dijelasin.
RUPS ( Si Rapat ini) yang diadakan kenapa luar biasa? Karena Rapatnya dilakukan dibulan Oktober ( kalo kalian sadar malem H-1 rapat, Lea chatan sama Dion tgl 2 Oktober) dan RUPS emang ada dua jenis. Tahunan sama Luar biasa. Tahunan itu dilakukan setiap satu tahun sekali dan sebelum akhir bulan Juni, sedangkan luar biasa itu diluar masa tahunan dan karena kondisi-kondisi tertentu.
yang sering nonton Drakor pasti paham paham dikit lah ya... 🤭🤭
btw bahan cerita bab belakangan ini Author gak pernah mention Asa nih? mohon maaf ya, tokoh Asa nya kan ilang dan belum tentu ketemu, jadi saya minta maaf dia saya blacklist dulu. hehehe... gak seru ah kalo nanti dia balik terus Lea happy ending.. itu klise gak sih? atau kalian maunya yang kayak gitu?? coba dikomen, pengen tau pembaca maunya Lea ketemu asa Lagi atau sama Dion aja..
atau ternyata ada mikir Lea sama Agus? 🤣 yang dingin dingin pedas memang lebih seru sih. Tapi yang manis-manis lumer juga mana tahan😁
__ADS_1