
Menangis dan mengadu membuat Lea tanpa sadar menceritakan semua yang terjadi padanya kepada Leksa dan berakhir ketiduran di apartemen adiknya. Gadis itu baru bangun saat Daniel baru saja memindahkannya ke kasur.
" Mbak tidur lagi aja..." ucap Daniel sambil tersenyum lembut. Lea menggeleng kepalanya. " Gapapa.. mbak mau pulang dulu nanti sore mbak kesini lagi ya.." Ucap Lea sambil merapihkan kasur Daniel kembali.
Daniel tersenyum tipis, merasa sungkan karena merepotkan kakaknya. " Kalo mbak sibuk, langsung pulang aja mbak."
Lea mengangguk kepalanya kecil. " Didepan Unit kamu, unitnya temen mbak yang kemarin.. namanya kak Leksa. kalo ada apa-apa kabarin mbak sama dia ya. mbak pamit. jangan lupa makan ya." pamitnya sambil mengusap lembut kepala Daniel.
Baru saja Lea keluar dari apartemen Daniel, Ia bertemu pandang dengan Leksa yang sepertinya baru selesai mandi. " Hei. gue baru mau ngajak sarapan."
Lea tersenyum manis, " Maaf ya kak. aku udah ditunggu.. kakak sarapan sama Daniel aja dulu ya.. nanti malem aku kesini kok. Bye kak!!"
Lea berlari cepat meninggalkan Leksa yang kini tengah mendengus sambil memperhatikan punggung mungil gadis itu semakin terlihat kecil dan menjauh. " jadi gini rasanya Deket Ama CEO? sibukk banget. Iya gak Niel?" tanya Leksa sambil menatap jenaka adik Lea yang kini menatap ramah dirinya. " Ayo makan bubur depan komplek sebelah."
" Gak masak aja kak?"
" emang gue keliatan bisa masak? engga tau! ahahaahah.. udah ayo.. gue yang traktir!"
***
Ketiganya tengah menatap benda itu dengan seksama dan begitu serius. " hm... apa gak yg leter L aja?"
" nanti kamu pasti kebiasaan tidur di sofa."
" Kayaknya bentuk apa aja bisa dipake tidur deh, Ya. udah lah, yang Leter L aja."
Lea berdecak tak terima. " Suit aja. Yang beda sendiri yang milih."
Saat ketiga tangan itu menunjukkan bahwa Leksa lah yang berbeda sendiri, Pria itu bersorak senang. " Fix Leter L, Niel!" Ujar pria itu senang sambil mengajak Daniel High five.
__ADS_1
Lea berdecih kesal. Ketiganya mulai berpindah pada sebuah toko perabotan yang cukup terkenal. Lea ingin melengkapi alat-alat masak Daniel. " Kamu belajar masak ya, nanti mbak ajarin, Atau Kak Leksa mungkin mau ajarin?" tanya Lea sambil menoleh ke belakang. Leksa menggeleng cepat. " Adek lu nanti keracunan kalo makan masakan yang gue ajarin. gausah, Dari lu sama YouTube aja." Tolak pria itu jujur.
Lea tertawa kecil mendengar ucapan Leksa.
" Ah.. kamu pilihin alat makannya aja ya, biar mbak yang belanja bahan makanan sama yang lainnya."
" Gausah, gue aja yang belanja bahan makan segala macem. Lo disini aja sama Daniel." Ucap Leksa cepat sebelum ia pergi meninggalkan Lea yang menggeleng kepalanya kecil. " perasaan kamu yang pindahan, kok yang semangat banget kak Leksa ya, Niel?"
Daniel hanya tertawa kecil sambil mengikuti langkah kakaknya menuju rak berisi peralatan masak seperti pan, penggorengan, panci, dll.
" yang ini aja ya? eh sama kan kecilnya deh. jadi kamu kalo mau goreng telor gak kegedean." Ucap Lea. Daniel hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia sudah lama tak diperhatikan seperti ini oleh Lea. Gadis ini semenjak kuliah benar-benar sibuk dan tak punya waktu luang untuk pulang ke Bandung ataupun bertukar kabar dengannya.
" Lea bukan?" Lea mengerutkan keningnya saat gadis itu bertemu mata dengan seseorang yang sudah lama tak ia temui. " O-Om Agam? kebetulan banget.ketemu ya Om?"
' baru kemarin kak Leksa bawa-bawa nama Om Agam, semoga panjang umur, amiin..', Batin Lea sambil tersenyum kecil. " Om kesini sama Tante Anna?"
Lea menatap antusias dan tersenyum lebar. " Sama Om.. adik saya baru banget pindahan kesana kemarin. kita lagi beli perabotannya ini. ahahahahaha kok bisa barengan gini ya??"
Agraham tertawa kecil bersama Lea, hingga akhirnya sadar pri dibelakang Lea menatapnya dengan sangat lekat dan intens. " Ini adik kamu? ganteng ya, gak kayak kakaknya." Ucap Agraham sambil tersenyum ramah. Lea menggeser posisinya, memberikan ruang untuk Daniel memperkenalkan dirinya,
Daniel maju selangkah dan menyakini Agraham, " Daniel Om.. adiknya Mbak Lea." ujar pria itu sopan. Agraham tertawa kecil, dimatanya Daniel sangat sopan dan imut. " SMA dimana Niel?"
Lea menggeleng kepalanya heboh. " masih SMP kelas 2 , Om! Ahahahahaha.. dia emang badannya ketinggian.. maklum dulu pas SD dia kerjaannya tidur Mulu.,"
Daniel menoleh menatap kesal kakaknya. " Engga sih kak.." ujar Daniel menyanggah.
" Gimana kalo kita makan malam bersama? mumpung lagi kumpul semua??"
Lea tersenyum canggung. " saya bawa temen soalnya om.. gak enak." Ucap Lea menolak halus. Agraham tentu menggeleng kepalanya sambil tersenyum lembut, " Gapapa... Kita ketemuan di hanamasa mau? Gak ada yang alergi daging sapi kan?"
__ADS_1
Keduanya tak bisa menolak dan hanya bisa mengangguk menyetujui saran Agraham. Itulah sebabnya Keenam orang ini tengah berkumpul disatu meja lumayan besar dengan tengah mejanya terdapat pemanggang.
Anna menatap gemas Lea sama halnya dengan Agraham sedangkan Leksa Sibuk mengajak bicara Daniel agar tidak merasa canggung.
Tersisa Lea yang sibuk menaruh daging di pemanggang dan Seorang pria tinggi lainnya yang menatap datar Lea sejak tadi.
" Daniel SMA dimana, sayang?"
" masih SMP Tante." Jawab Daniel menyanggah. Lea menahan tawanya. " Dia ini, pas SD, temen-temennya main layangan sama sepeda, dia tidur, basket, makan, tidur, basket, makan... terus begitu." Ujar Lea meledek adiknya. Daniel mempoutkan bibirnya karena sang kakak membuka kartunya.
Anna yang melihat Lea hari ini mulai cerewet ikut tertawa kecil. " Mada juga dulu gitu... sepeda, berenang, makan, sepeda berenang makan, kadang Tante bingung kapan dia belajar, tau-tau kalo ngambil rapot A.. semua nilainya."
Lea tersenyum manis sambil melirik pria yang namanya diungkit oleh Anna. Gemada Manoevan Widyadana, itulah nama putra sulung Anna dan Agraham yang akan menjadi tetangga Daniel dan Leksa.
Agraham tersenyum kecil sambil menatap interaksi Lea dan Daniel yang terlihat cukup akrab. mungkin jika Putrinya bersama mereka, gadis itu akan dijahili oleh Gemada. " Gimana di kantor, Lea? makin sibuk?"
Lea tersenyum sambil menggeleng. " Pertengahan tahun ini waktu aku makin lowong. Soalnya pas awal masuk langsung aku padetin."
" Ahh.. yang sampe Lo pingsan dan mimisan waktu itu?" ujar Leksa menebak. Lea dan yang lain menatap terkejut Ucapan Leksa. Gadis itu menatap kesal temannya, sedangkan Agraham Dan Anna juga Daniel menatap cemas Lea. "Sakit apa? Lea, kamu jangan capek-capek dong.."
" sekarang Mbak gapapa 'kan?"
Lea tertawa mendapat kekhawatiran seperti ini, " gapapa, beneran... abis itu istirahat kok. sekarang tidur sama makan aku udah mulai teratur. Ah iya, Tante Anna waktu itu ngajak main 'kan? Tante kabarin aku aja mau kapan, nanti aku pasti mampir kok." ucap Lea mengalihkan topik.
Gemada bahkan tak bisa berhenti memperhatikan wajah Lea yang sejak awal mengusiknya.
"sama." gumamnya.
*****
__ADS_1