My Sweet Roommate

My Sweet Roommate
Teman yang pengertian dan perhatian


__ADS_3

Jarang-jarang Joana bisa menikmati dan mendapatkan traktiran makanan semewah di hadapannya ini. Harusnya dia memanfaatkan moment itu saat ini, menikmati makanan dan minuman mahal tanpa sungkan. Jika bukan seorang Alvandro Ricolas yang ada di hadapannya, dia pasti sudah melahapnya tanpa malu dan tanpa ragu. Tapi kali ini, setelah pelayan mengantarkan semua pesanan ke meja mereka, Joana tak berselera sedikitpun untuk menyentuhnya dan dia hanya meneguk sedikit minumannya.


Alva menatapnya bergantian pada piring yang ada di hadapan Joana. Sedang menerka sesuatu, sebelum lelaki itu fokus pada makanannya sendiri, dia mengambil piring milik Joana dan membawa tepat ke hadapannya.


“Pak?” tegur Joana heran dan bertanya-tanya mengapa lelaki itu merampas makanannya.


Dan apa yang Alva lakukan juga mengundang perhatian Zea dan Raja yang hendak menikmati makanan mereka saat itu.


“Kenapa makanan saya…” Joana hendak protes, tapi melihat apa yang dilakukan Alva membutnya terdiam heran. Lelaki itu telaten sedang memotong-motong tanderloin steak pesanan Joana.


“Saya memudahkan kamu,” ucap Alva dengan tegas. Lalu menyerahkan kembali piring itu pada Joana. “Awal perkenalan sebagai teman, harus meninggalkan kesan yang baik, bukan?” Alva menaikkan satu alisnya.


“Makasih Pak.” padahal enggan sekali Joana berbicara pada lelaki itu apalagi mengucapkan terima kasih, tapi demi menghargai Alva di hadapan sekretaris dan temannya, dia meloloskan dua kata itu dari mulutnya. Ya, lagipula Joana hanya mencoba berdamai dengan keadaan. Bagaimanapun Joana menghindarinya, mereka akan tetap terus bertemu selama Joana masih tinggal di rumah Nek Merry.

__ADS_1


Zea menatap interaksi mereka berdua, dengan dada yang bergemuruh. Dia sudah mati-matian mencari perhatian Alva sejak tadi, tanpa mempedulikan Raja, tapi apa yang didapatnya Alva justru terlihat lebih tertarik pada sahabatnya. Tersadar, Zea langsung pura-pura tidak peduli.


“Mas, gimana bisnisnya, lancar?” wanita itu mengajak lelaki di hadapnnya berbicara.


“Ya begitulah, memulai itu nggak sulit, tapi untuk mempertahankan sedikit sulit,” jawab Raja sambil memperhatikan Zea. Kentara sekali wanita itu terus memperhatikan bosnya.


Zea hanya mengangguk menanggapinya, pikirannya masih teruju pada sikap Alva ke Joana. Dia pernah mengidamkan dinner bersama bosnya itu suatu saat, tapi hanya berdua, tidak berempat seperti ini.


“Ya, siapa aja boleh berteman dengan saya,” sahut Alva acuh tak acuh.


“Berarti, kapan-kapan, saya boleh juga dong dapat perhatian kayak Joana,” ucapnya dengan berani dan hal itu berhasil membuat Joana merasa tersindir dan tidak enak pada Zea atas perlakuan Alva padanya. Karena yang Joana tahu, lelaki di hadapannya ini adalah target utama Zea.


Sementara Raja hanya diam, dan langsung bisa menilai bagaimana kesan pertama bertemu wanita bernama Zea ini, dia tak lebih dari seekor buaya betina dan Raja siap memblacklistnya dari daftar calon gebetan apalagi pacar.

__ADS_1


“Bercanda Pak, jangan serius banget. Kita kan di luar kantor,” ucapnya saat Alva menatap serius ke arahnya. “Tapi kalau Bapak mau serius sama saya, boleh juga.”


“Uhuk.” Joana tersedak mendengar kalimat Zea yang amat frontal dan berani. Joana tahu karakter Zea memang sering blak-blakan tapi kali ini Zea terlihat sangat berani mengajak bosnya bercanda seperti itu.


“Minum, Joana. Pelan-pelan, nggak ada yang minta makanan kamu tenang aja.” Alva menyodorkan segelas air putih pada Joana dan langsung disambut oleh wanita itu. Bahkan kalimat candaan Zea barusan, tidak ditanggapi oleh Alva, dia justru fokus pada Joana.


Untuk kedua kali, interaksi mereka mengundang perhatian Zea. Wanita itu tersenyum miring. Merasa kehadirannya tak berarti dan detik itu dia menyesal mengajak Joana. Menurut Zea, dia lebih segala-galanya dari Joana, lebih bersinar, dengan badan proporsional idaman para lelaki, tapi secuilpun tak didapatnya perhatian dari Alva.


Bukan hanya Zea yang memperhatikan interaksi dua orang itu, tapi juga Raja.


*Apa standart wanita idaman dan incaran Alva udah berubah? tapi setelah diperhatikan lama-lama, Joana memang lebih manis, santun dan natural dari pada Zea*. Menarik.


Sebab belasan tahun mengenal Alva, dia tidak pernah melihat Alva ringan tangan seperti itu terhadap wanita apalagi yang baru dikenal. Ringan tangan dalam artian perhatian.

__ADS_1


__ADS_2