My Sweet Roommate

My Sweet Roommate
Tak bisa menerimanya


__ADS_3

Joana tiba di rumah hampir mendekati malam. Usai berjam-jam bercengkerama dengan Tante Wita yang tak pernah ada habisnya membahas soal jodoh, Daniel kembali mengajaknya jalan-jalan, sebagai hadiah ulang tahunnya hari itu. Setelahnya, baru mengantar Joana pulang sampai ke rumah. Joana melangkah masuk ke dalam rumah, suasananya mulai gelap karena tak ada satupun lampu yang menyala dan sinar matahari di luar sana mulai meredup. Joana mencampakkan asal tasnya di atas sofa, lalu dia duduk di sana di dalam kegelapan. Sepi, hening, seperti hatinya yang kini hampa.


Puas berdiam diri selama beberapa menit, untuk melepas lelah, Joana bangkit dari duduknya. Ya, dia harus bangkit dari keterpurukan dan kesendirian ini, matanya tertuju pada pintu kamar milik Nek Merry yang akhir-akhir ini dihuni oleh seorang pria songong, tapi sepertinya lelaki itu tak akan menampakkan batang hidungnya untuk waktu yang lama di rumah ini. Dan kenapa juga pikiran Joana selalu tertuju padanya? bukankah lebih baik, jika si pengganggu itu tidak ada?


“Ck!” Joana berdecak. “Gue butuh mandi nih biar otaknya segar dan bersih.” gumamnya.


Joana menekan saklar untuk menyalakan lampu di dua ruangan, ruang keluarga dan ruang makan yang menyatu. Terang benderang ruangan itu, Joana bisa melihat jelas apa yang ada di sana.


Happy birthday Joana.


Sebuah dekorasi minimalis di dinding dapur, berupa ucapan selamat ulang tahun untuknya. Joana melangkah ke sana, ada kue ulang tahun, dan ada dua buah paper bag dari brand ternama sedunia Guc*i dan Di*or.

__ADS_1


Matanya semakin membulat, jika dua paper bag itu ditujukan kepadanya, maka akan menjadi kado termewah yang pernah dia dapatkan seumur hidupnya. Tapi tunggu dulu, ini semua dari siapa?


“Zea?” gumamnya menerka. Tapi seketika Joana menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin.


Meski tidak pernah membeli dan memiliki barang branded seperti itu, tapi Joana tahu berapa kisaran harganya pasti puluhan juta dan Zea tidak mungkin mengeluarkan uang cuma-cuma seperti itu untuknya.


Dengan hati-hati dan dengan perasaan takut, Joana menyentuh paper bag itu mengintip apa isinya, tanpa berani membukanya. sebuah tas mewah dan sebuah parfum yang aromanya tidak usah ditanya lagi, begitu lembut dan elegan, sudah terasa di penciumannya.


Tapi saat ini, ada yang lebih menarik dari pada itu, ada sebuah kertas dengan tulisan tangan di atasnya.


Selamat ulang tahun Joana, semoga kamu suka hadiahnya. Jangan berpikir aneh-aneh, saya nggak bermaksud apapun, saya hanya menjalankan amanah nenek untuk membelikan kamu kado di hari ulang tahunmu. Semoga kamu suka.

__ADS_1


From : AR


Joana tersenyum geli. Tak disangka kado itu dari orang yang telah dia maki, dari bos di tempatnya bekerja, dari lelaki menyebalkan yang pernah serumah dengannya. Meski Alva mengatas namakan nenek, tapi Joana tidak bisa menerima kado mewah itu begitu saja. Dia merasa tidak pantas, ini terlalu berlebihan.


Dengan perasaan kecewa tak bertuan, Joana meninggalkan dua paper bag itu di atas meja. Satu-satunya benda yang pantas Joana terima adalah birthday cake tiramisu chocolatte itu, dia mengambilnya dan menyimpannya ke dalam kulkas. “Lumayan buat camilan malam.”


Joana bergegas membersihkan diri, tiap kali dia keluar kamar, pasti terlihat dua paper bag itu, membuatnya galau dan gundah gulana. Tahun lalu, Nek Merry memang membelikannya kado, tapi bukanlah barang semewah itu. Hanya sebuah sweater berbahan rajut yang bisa dia gunakan di pagi hari ketika pergi bekerja mengendarai motornya, sederhana tetapi sangat bermanfaat.


Hati Joana semakin malam semakin resah, sangat mengganggu tidurnya. Ini tentang hadiah ulang tahun dan tentang siapa yang mengirimnya, andai yang membelikan itu adalah Daniel, dia pasti akan dengan senang hati menerimanya. Tapi iki adalah Alva, lelaki sejuta modus, yang akhir-akhir ini mengganggu ketentraman hidupnya.


Kini, Joana memutar otaknya, untuk memikirkan bagaimana cara mengembalikan kado berlebihan itu? Sedangkan nomor ponsel Alva saja Joana tak punya. Bertanya pada Zea? itu bukan ide bagus, apalagi wanita itu akhir-akhir ini tampak menjauhinya bahkan biasanya Zea selalu mengucapkan ulang tahunnya di awal waktu, sampai detik ini, dia tidak menerima ucapan apapun dari Zea.

__ADS_1


__ADS_2