My Wife, My Life

My Wife, My Life
Eps 11. Membawa Kay kerumah


__ADS_3

kay dan Albi kini sudah ada dalam perjalanan menuju ke rumah kay.


Sepanjang jalan Kay hanya diam saja ia takut keluarga Albi tak menyukainya, takut mereka berpikiran buruk tentangnya.


"Kamu kenapa diam saja, apa ada yang kamu inginkan" tanya Albi membuka obrolan.


"Tidak, saya hanya sedikit takut saja" sahut Kay tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca jendela mobil.


"Apa yang kamu takutkan" tanya Albi yang sebenarnya sudah tahu apa yang membuat Kay takut dan Albi memaklumi nya.


"Aku takut orang tuamu menilai buruk tentangku, seperti orang tuaku yang tak percaya denganku, bahkan mereka lebih memilih langsung membuangku daripada mendengarkan penjelasanku" ucap Kay lirih.


Albi menghela nafas panjang, ia tahu kesedihan Kay saat ini, anak mana yang tak sakit ketika orang tuanya sendiri tak mempercayainya.


Arga menepikan mobilnya di pinggir jalan. Lalu memiringkan tubuhnya kearah Kay.


"Tatap aku Kay" pinta Albi sambil menarik bahu Kay hingga tubuh Kay berbalik dan berhadapan dengan Albi.


Albi bisa melihat mata Kay sudah mengembun, hanya satu kedipan saja maka air mata itu akan lolos keluar.


"Tak perlu takut dengan keluargaku, apapun yang akan terjadi nanti aku akan tetap bersamamu" ucap Albi dengan wajah tegas meyakinkan Kay.


"Aku hanya takut mereka juga akan memintaku untuk menggugurkan kandungan ini" air mata yang Kay tahan sejak tadi akhirnya lolos juga.


Albi membawa tubuh Kay kedalam pelukannya. Tangis Kay pecah di pelukan Albi.


"Tenanglah, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, kita akan besarkan anak ini bersama-sama nanti" ucap Albi sambil mengusap-usap punggung ringkih Kay.


Albi melepaskan pelukannya, di hapusnya air mata Kay.


"Jangan sedih, kasihan nanti baby nya juga ikut sedih" ucap Albi lembut sambil mengelus pipi Kay.


"Kita lanjutkan lagi perjalanan kita, ok" imbuhnya


Kay mengangguk kecil.


Albi Langsung menginjak pedal gasnya kembali dan melajukan mobilnya menuju kerumah orang tuanya.


Setelah terjadi sedikit drama akhirnya mobil yang di kendarai Albi tiba di depan rumahnya.


"Ayo kita turun" ajak Albi.


Namun Kay masih tak bergeming, sepertinya wanita itu masih takut bertemu dengan keluarga Albi.


"Tak perlu takut, aku akan membelamu jika mereka menyakitimu" ucap Albi membuat Kay menoleh kepadanya.


Albi otomatis mengangguk ketika melihat keraguan di wajah Kay.


Kay menarik nafas dan menghembuskannya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo turun" ucap Kay.


Albi pun tersenyum sambil mengusap puncak kepala Kay.


Mereka berdua akhrinya turun dari mobil, Albi menggandeng tangan Kay dan membawanya masuk kedalam rumahnya.


"Duduklah di sini dulu" Albi menyuruh Kay menunggu di ruang tamu.


Kay pun mengangguk, lalu mendudukan tubuhnya di sofa ruang tersebut.


Setelah Kay duduk, Kay melihat Albi yang berjalan menjauh entah kemana, sepertinya pria itu ingin menemui orang tuanya pikir Kay.


Di ruang makan Albi melihat keluarganya sedang melakukan sarapan pagi bersama.


"Selamat pagi" sapa Albi membuat semuanya menoleh.


"Kamu dari mana Al, kata bibi kamu sudah keluar rumah dari habis subuh" tanya Eva.


"Sesuai ucapan Albi semalam mah, Albi baru saja menjemput wanita Albi, dan sekarang wanita itu sudah ada di ruang tamu" ucap Albi.


Membuat orang tuanya melongo, ternyata ucapan putranya bukan omong kosong belaka. Dia menepati ucapannya membawa calon istrinya kerumah.


"Kamu beneran membawa wanita itu Al" tanya Eva memastikan.


"Iya, dan dia sudah menunggu kita didepan." sahut Albi.


"Apa itu aunty Kay om" cetus Narendra.


Alana dan Raka bingung, siapa yang di maksud dengan aunty Kay oleh putranya itu.


"Kau mengenalnya son" tanya Raka penasaran.


"Iya papa, aunty Kay baik dan juga cantik" sahut Narendra.


"Sudah-sudah ayo kita kedepan, kita lihat perempuan yang di bawa Albi, mama sudah penasaran ingin melihatnya" sela Eva.


Bukan hanya Eva yang penasaran, semua yang ada di ruangan itu juga ikut penasaran.


Mereka semua bangkit dari tempat duduknya mengikuti mama Eva menuju ke ruang tamu.


Terlihat di ruang tamu Kay sedang duduk namun terlihat gelisah.


"Aunty" panggil Narendra membuat Kay menoleh kesumber suara tersebut.


"Eh, kamu di sini sayang" sahut Kay kikuk ketika melihat semua keluarga Albi sedang menatapnya.


Kay berdiri ketika melihat Narendra yang mendekatinya.


"Narend punya kinderjoy, aunty mau lagi tidak" tawar Narendra, semalam sebelum pulang ke rumah Albi kembali membelikan kinderjoy kepada keponakannya itu.

__ADS_1


Kay menggaruk kepalanya yang tak gatal, ingin rasanya dia menenggelamkan tubuhnya ke dasar laut.


"Jangan ganggu aunty nya dulu boy, Narend masuk kedalam dulu ya, ada yang mau om bicarakan dengan oma" sela Albi yang tak ingin membuat Kay semakin malu di depan orang tuanya.


Narend dengan patuh langsung pergi dari ruangan itu bersama Nayla.


"Kenalkan ma, ini Kayla perempuan yang ingin Albi nikahi" ucap Albi memperkenalkan Kay kepada orang tuanyanya.


Kay membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Albi yang ingin menikahinya.


la baru sadar ternyata dia di pertemukan dengan orang tuanya untuk meminta restu kepadanya.


"Perkenalkan nyonya, nama saya Kayla" ucap Kay dengan sopan. Dia tidak menyebutkan nama belakangnya, karena saat ini orang tuanya sudah tak menganggapnya anak lagi.


"Kayla saja?" tanya Eva.


"Iya nyonya" sahut Kay. Membuat Eva mengerutkan dahinya.


Eva berjalan mendekati Kay.


"Sejak kapan kalian saling mengenal? Apa kamu di bayar oleh putra saya untuk melakukan kawin kontrak dengannya" cetus Eva.


"Maa! "


Albi tak suka dengan ucapan mama nya, itu sama sama mommy nya menganggap kalau Kay wanita bayaran.


"Kay bukan wanita seperti itu ma" ucap Albi tegas.


"Lalu wanita seperti apa Al? Jelaskan sama mama supaya mama tahu wanita yang ada di hadapan mama ini" ucap Eva.


Rudi menghela nafas panjang, istrinya memang tidak sabaran.


"Sudah ma, lebih baik kita duduk dulu, kita bisa obrolkan ini secara baik-baik" ucap Rudi menenangkan istrinya


Rudi membawa istrinya duduk di sofa begitupun dengan yang lain, sejak tadi Alana dan Raka hanya diam saja tidak ingin ikut campur.


"Kenapa kamu buru-buru ingin menikahi Kay Al" tanya Rudi, dia bingung dengan keputusan putranya yang tiba-tiba.


"Tidak ada waktu buat Albi untuk berpacaran dengannya pa, keadaan yang mengharuskan kita untuk segera menikah" sahut Albi semakin membuat semua orang yang ada di situ bingung.


"Apa maksud kamu Al? bicara yang jelas jangan membuat mama semakin bingung" tanya Eva yang tak mengerti dengan ucapan sang putra.


"Maaf ma, Kayla hamil anak Albi".


DHUARRRRRR......


Semua shock mendengar pernyataan Albi.


"Ha-mil" tanya Eva memastikan.

__ADS_1


"Iya ma, Kay hamil anak Albi" jawab Albi.


Brughhh......


__ADS_2