
Pukul 11 malam Albi baru pulang dari kantornya, dia hari ini lembur setelah libur pernikahan kemarin, banyak kerjaan yang mesti dia selesaikan.
Albi langsung naik ke atas menuju ke kamarnya.
Ceklek.....
Albi membuka pintu yang ternyata tidak di kunci oleh Kay.
Dia masuk kedalam, dia mengerutkan keningnya ketika melihat punggung istrinya bergetar.
Di taruhnya jas dan juga tas diatas nakas, kemudian dia mendekati istrinya yang ada di ranjangnya.
Albi duduk di tepi ranjang dan memegang bahu istrinya.
"Hai...aku pulang, kamu kenapa menangis? " tanya Albi lembut sambil menarik sedikit bahu Kay supaya menghadap ke arahnya.
Yaa Albi mendapati istrinya tengah terisak menangis.
Bukannya menjawab justru tangis istrinya semakin kencang, membuat Albi bingung.
"Ada apa? Apa kamu ingin sesuatu ?" tanya Albi sambil mengusap pipi istrinya.
"Hikss...hiksss....baby nya minta di peluk tapi kamunya tidak pulang-pulang hikss" jawab Kay sambil menangis.
Slrupp....
Kay menarik ingusnya agar tidak keluar, Albi yang melihatnya tidak jijik tapi malah merasa lucu.
Istrinya ini menangis hanya ingin di peluk olehnya.
"Yang minta di peluk ini kamu atau baby nya ya hmmmm" goda Albi sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya.
"Baby nya kok hikssss" jawab Kay sambil sesegukkan.
Kay juga bingung dengan dirinya, mood dia suka tiba-tiba berubah, kadang sedih, kadang ceria, kadang ingin marah. Membuat Kay kesel dengan dirinya sendiri.
"Sebentar ya, aku mandi dulu" ucap Albi yang sudah tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket.
"Jangan lama-lama, baby nya sudah ngantuk" ucap Kay alasan, padahal bukan baby nya yang ngantuk tapi dirinya.
Albi tertawa kecil melihat wajah sembab Kay, malam ini istrinya sedang manja dengannya.
Namun Albi selalu mendengarkan perkataan dokter yang harus sabar menghadapi wanita hamil, karena mood nya berubah ubah.
Albi meninggalkan Kay di atas ranjang, lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Albi mempercepat mandinya, hanya butuh waktu lima belas menit Albi keluar dari dalam kamar mandi, namun saat dia keluar dari kamar mandi istrinya sudah tertidur dengan posisi miring.
__ADS_1
"Haisss...tadi sebelum aku pulang nangis-nangis minta peluk, sekarang giliran sudah ada akunya malah di tinggal tidur. Kelakuan orang hamil memang susah di tebak" ucap Albi sambil jalan menghampiri istrinya.
Dia naik ke atas ranjang, dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri, setelah itu ia tarik tubuh istrinya dan membawanya kedalam pelukannya.
Kayla mencari posisi ternyaman dengan menduselkan wajahnya ke dada suaminya.
Albi mengelus ngelus punggung istrinya agar semakin nyenyak tidurnya, ia tahu kalau orang hamil terkadang suka merasakan pegal di punggungnya, ia mendapatkan informasi itu dari google.
"Tidurlah" ucap Albi sambil mengecup kening istrinya.
Tak lama Albi ikut menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mimpinya.
Pagi menjelang, Kay bangun lebih dulu dari pada Albi, ia mencoba membangunkan suaminya karena tiba-tiba wanita hamil itu menginginkan sesuatu.
"Tuan.." panggil Kay sambil menepuk nepuk pipi Albi yang tepat ada di hadapannya.
Namun Albi masih saja terlelap, dia tak merasa terusik sedikitpun dengan apa yang Kay lakukan.
"Tuan bangun" panggil Kay lagi.
Masih saja Albi tak bergeming, sepertinya pria itu sengaja tidak membuka matanya karena mendengar panggilan Kay kepadanya.
"Albi.." kali ini Kay memanggil nama suaminya sambil memencet hidung suaminya hingga membuat Albi kesulitan bernafas.
Akhirnya mau tak mau Albi membuka matanya.
"Aku ingin beli bubur ayam, tapi aku tak punya uang" lirih Kay.
"Bukankan aku sudah memberikanmu kartu, lalu kenapa masih meminta uang" tanya Albi heran.
Albi tahu kalau Kay bukan gadis kampung yang tidak bisa menggunakan kartu atm, tapi kenapa istrinya masih saja minta uang, apa istrinya itu tidak memakai kartunya. Pikir Albi bertanya-tanya dalam benaknya.
"Aku malas ambil uang ke atm, lagian beli bubur ayam mana bisa pakai kartu" sahut Kay.
"Kamu ini ada-ada aja, biar aku yang belikan kamu tunggu di rumah saja" ucap Albi sambil menyibak selimutnya.
"Aku ikut, aku ingin jalan-jalan pagi" pinta Kay dengan tatapan memohon.
Albi yang merasa kasihan pun akhirnya mengizinkan istrinya ikut.
Mereka masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk gosok gigi dan cuci muka.
***
"Kalian berdua mau kemana?" tanya mama Eva ketika melihat Albi dan Kay turun dari tangga sambil menggunakan baju olah raga.
"Mau joging sekalian nyari bubur ayam ma" sahut Albi.
__ADS_1
"mama sudah masak untuk kalian kenapa kalian malah ingin membeli bubur ayam" ucap mama Eva.
"Maaf ma, tapi tiba-tiba Kay ingin makan bubur ayam" sahut Kay merasa tak enak dengan ibu mertuanya.
"Ohhh...itu pasti kerjaan cucu oma yang ada di perutmu, sana buruan cari bubur ayamnya Al, mama tidak mau ya kalau cucu mama nanti ileran" seru mama Eva sambil mengusap perut Kay yang masih terlihat rata.
"Kalau begitu kita berangkat dulu ma" pamit Albi begitupun dengan Kay ikut pamit dengan ibu mertuanya.
Baru juga mau melangkahkan kakinya tiba-tiba ada yang menghentikannya.
"Om Albi sama Aunty Kay mau kemana?" tanya Nayla yang melihat mereka berdua ingin pergi.
"Kita mau nyari bubur ayam sayang" sahut Albi sambil mengusap kepala keponakannya.
"Nay boleh ikut nda" tanya Nayla sambil mengedip ngedipkan matanya lucu. Membuat siapa pun yang melihatnya gemas.
"Boleh dong, keponakan om boleh ikut" kata Albi sambil tersenyum sayang kepada Nayla.
Gadis kecil itu langsung girang heboh, dia menggandeng tangan Albi dan Kay tak sabaran.
Mereka bertiga pergi menggunakan motornya menuju ke taman. Biasanya kalau pagi hari di taman banyak abang-abang pada jualan.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di taman, karena jarak dari rumah Albi menuju ke taman memang tidak terlalu jauh.
"Mau langsung makan atau muter-muter dulu?" tanya Albi ketika sudah turun dari atas motornya.
"Makan langsung aja ya, aku sudah lapar" jawab Kay malu.
"Yasudah ayo kita makan dulu" Ajak Albi
Keduanya menggandeng tangan Nayla yang ada di tengah, mereka bertiga seperti potret keluarga bahagia.
Tiba di gerobak penjual bubur, Albi langsung memesan tiga bubur ayam untuk mereka bertiga, kebetulan Nayla juga ingin makan bubur ayam.
Pesanan mereka datang, dengan terburu-buru Kay langsung memakan buburnya yang terlihat masih panas dan beruap.
"Awas pelan-pelan, buburnya masih panas" peringatnya kepada sang istri.
Kay hanya membalasnya dengan anggukan, Kay memakan buburnya dengan begitu lahap, hanya sebentar bubur di piring Kay sudah ludes tak tersisa. Padahal bubur Albi dan Nayla saja masih tinggal setengah tapi punya Kay sudah habis.
Kay terus melihat kearah Albi yang sedang makan bubur.
"Kamu masih mau" tanya Albi yang melihat istrinya terus menatapnya.
Kay menjawabnya dengan anggukan kecil karena malu.
Albi menggelengkan kepalanya melihat nafsu maka istrinya yang banyak.
__ADS_1